
Waktu berganti setiap harinya dan Kauki makin deket sama Nando. Kalo dulu, orang selalu bilang; di mana ada Kauki, pasti ada Alpha.
Tapi kalimat itu sekarang berubah menjadi; di mana ada Kauki, di situ ada Nando.
Nando senang, sangat senang bisa sedekat ini sama Kauki. Dirinya dan Kauki kayak magnet yang menempel, sulit dipisahkan.
Apalagi kali ngeliat tingkah Kauki yang jadi sering malu-malu kucing tiap mereka tatap-tatapan, atau lagi deket-deketan, membuat Nando yakin bahwa gadis itu mulai memiliki rasa yang sama dengannya.
Cowok berkacamata minus itu tinggal menunggu waktu yang tepat buat ngungkapin isi hatinya. Dan Nando kayaknya udah tau kapan waktu itu dimulai.
🍁🍁🍁
Sama halnya dengan sang adik, Tristan pun kian dekat dengan sekretarisnya, Maura.
Tak jarang keduanya ngabisin waktu berdua walau sekedar ngopi ataupun makan siang.
Dan Tristan yang selalu memperlakukan Maura dengan lembut, membuat Maura jatuh cinta lagi pada pria berdarah Spanyol itu, Maura merasa dirinya kembali dilepar ke masa lalu yang indah. Dan Maura menikmatinya.
Begitu pula Tristan, dia ngerasa nyaman sama Maura. Pria itu bahkan seolah lupa sama apa yang dilakukan Maura di masa lalu, rasa bencinya pada gadis itu seolah lenyap.
Kayaknya, Tristan emang masih sayang sama Maura.
Alpha yang makin jarang menemuinya membuat Maura semakin berani mendekatkan diri pada Tristan.
Tristan gak tau kalo Maura pacaran sama Alpha, karena gadis itu pun gak berniat ngasih tau hubungannya dengan sahabat Kauki ke Tristan.
Mungkin kedengerannya Maura jahat, tapi Maura gak mau munafik kalo dirinya masih sangat sayang sama Tristan.
🍁🍁🍁
Jangan lupain Alpha, sebenci apapun kalian pada cowok itu, jangan lupain Alpha!
Sebaliknya, kasihanilah Alpha karena lelaki itu seperti kehilangan jiwanya. Ya, jauh dari Kauki sangat menyiksa Alpha.
Alpha sekarang sadar bahwa Kauki lebih berharga dari apapun sekalipun itu Maura.
Alpha yang sekarang kelihatan murung, lebih sering ngelamun, jarang senyum, berantakan walau itu gak mengurangi kadar ketampanannya.
Hati Alpha rasanya kosong. Dulu ketika dia punya Kauki, selalu ada hal yang bisa dia bagi. Senang, sedih, tawa, tangis, semuanya. Tapi sekarang? Hampa.
Tapi kan sahabat Alpha bukan cuma Kauki. Masih ada Cia, Viral, sama Thariq.
Come on, guys! Mereka gak sama! Gak ada yang se-the best Kauki.
Yang Alpha mau cuma Kauki. Tapi sayang, gadis berhelai coklat keemasan itu justru malah semakin menjauh.
Teloleet.. (Anggep aja suara hp)
Alpha berdecak malas saat suara hp mengganggu lamunannya. Dilihatnya layar hp, kemudian kembali berdecak malas.
"Kenapa, Ra?" Yang nelpon ternyata Maura.
"Ketemuan yuk, ada hal penting yang mau aku omongin."
"Kenapa gak ngomong di telpon aja sih?" sahut Alpha males.
"Enggak. Aku maunya ngomong langsung. Pokoknya sekarang juga aku tunggu kamu di kafe biasa. Sekarang ya. Awas kalo lama."
Alpha mendengus ketika Maura mematikan panggilan secara sepihak. Jujur aja, dia males ke mana-mana.
Tapi gak enak juga, Maura kan pacarnya, masa Alpha nolak. Apalagi mereka jarang ketemu.
Tapi anehnya, meskipun jarang ketemu, kenapa Alpha gak ngerasa rindu?
🍁🍁🍁
Alpha baru aja mau masuk ke mobil tapi urung kala melihat Kauki keluar dari rumah dengan outfit simple-nya.
Demi apa, Kauki makin manis di mata Alpha! Senyum tipis tertarik di sudut bibir Alpha setelah beberapa hari menghilang. Segera dihampirinya Kauki.
"Kauki!"
Kauki terlonjak saat tau-tau Alpha udah di depannya, cewek cantik itu segera mendatarkan ekspresi wajahnya, kemudian berjalan ngelewatin Alpha.
"Kauki," Alpha menahan lengan Kaki yang tentu ditepis gadis itu. "Kauki.. sampe kapan kita gini terus? Gue sedih sama keadaan kita yang sekarang, Ki, gue kangen banget sama lo," ucapnya lirih.
Kauki tersenyum sinis kemudian menggelengkan kepalanya seolah gak percaya sama ucapan Alpha. Bullshit! Pikir Kauki.
Acuh, Kauki melanjutkan langkah, tapi lagi-lagi Alpha menahannya.
Kauki mendengus. "Apaan sih, Alpha! Lepas, gue mau pergi!" ketusnya.
"Elo pergi ke mana? Gue anterin ya."
"Gak usah. Gue bisa sendiri," jawab Kauki dingin, dan itu bikin Alpha frustasi.
"Kauki, please, forgive me. I know i was wrong, i know i broke your heart for the umptheenth time. But, Kauki.. can you give me a chance?"
"A chance? Alpha, i always give you a chance to prove all your bullshit! But you didn't do it."
"Gue tau, gue bodoh, gue ******. Tapi, Ki.. bukankah semua orang pernah melakukan kesalahan?"
"Bukan berarti lo bisa ngejadiin itu alasan biar lo bisa terus ngelakuin kesalahan, Alpha!"
"Lantas gue harus gimana lagi, Ki? Gue harus ngelakuin apa supaya lo mau maafin gue?"
Kauki terdiam ngeliat Alpha nangis. Agak tertegun, ini emang bukan pertama kalinya Alpha nangis buat dia, tapi pertanyaan Kauki, apa Alpha bener-bener nyesel?
Di sisi lain Kauki ragu. Kalo dia ngasih Alpha kesempatan lagi, apa Alpha bener-bener menggunakan kesempatannya kali ini?
Karena Kauki capek, bukan capek maafin Alpha, tapi Kauki capek kalo sahabatnya ini terus main-main sama hatinya.
Ketika Alpha menangkup pipinya, Kauki bisa ngeliat mata Alpha yang penuh penyesalan. Segera ditepisnya lengan Alpha, dia nggak mau luluh lagi kalo akhirnya disakitin lagi.
"Sorry, Alpha. I must go."
"Kauki-"
"Sorry!"
Kauki segera memasuki mobilnya dan tanpa peduli sama Alpha yang terus memanggil namanya.
Alpha tertunduk lesu, Kauki sering ngambek sama dia, tapi ini ngambek yang paling parah. Dan itu karena kesalahannya sendiri.
Lelaki itu tersenyum getir memegang dadanya, sakit, hatinya sakit mendapat penolakan Kauki tadi.
Tapi Alpha menyemangati dirinya sendiri, dia gak mau nyerah, karena dia nggak mau kehilangan Kauki.
Sahabat sejatinya dari sejak lahir.
I know that I let you down
Is it too late to say I'm sorry now?
I'm sorry..
🍁🍁🍁
"Lusa aku ulang tahun, Ki," ucap Nando memberitahu.
Saat ini mereka lagi di warung bakso tempat mereka biasa nongkrong setelah pulang sekolah.
Kauki mengentikan kunyahannya, lalu menatap Nando bengong. Udah beberapa bulan mereka deket, dan dia baru tau ulang tahun Nando sekarang.
"Oh ya?"
"Iya."
Kauki meringis. "Maaf ya, aku gak tau."
Nando terkekeh ngeliat raut gak enak di muka Kauki. "Gak apa-apa, ulang tahun aku bukan suatu hal yang penting kok."
"Terus, kamu mau rayain di mana?"
"Niatnya sih di panti aja."
"Temen-temen di sekolah gak diundang?"
"Aku gak kenal semua murid di sekolah. Lagian, gak ngundang mereka pun udah rame kan sama Fano dan kawan-kawan?" kekeh Nando.
Kauki nyengir. "Iya juga sih. Tapi nanti ulang taun kamu malah kayak pesta anak-anak."
"Gak apa-apa," sahut Nando kemudian menatap Kauki. "Nanti kamu dateng ya." pintanya.
Kauki tersenyum lembut.
"Sure. Aku kan juga mau jadi bagian dari hari bersejarah kamu." jawabnya membuat Nando tersenyum senang.
🍁🍁🍁
Maura terus bercerita ini itu saat dirinya dan Alpha bertemu di kafe tempat mereka janjian.
Wanita cantik itu bercerita tentang kesehariannya selama mereka gak ketemu. Tapi Alpha cuma menanggapi singkat.
"Alpha, kamu dengerin aku nggak sih?" Maura menatap Alpha kesel karena merasa diabaikan.
"Denger."
"Kenapa diem aja?"
"Ya terus gue harus gimana?"
Maura menghela nafas, mungkin Alpha lagi banyak tugas sekolah, makanya keliatan be-te.
"Oh iya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
"Apa?"
"Em.. Minggu depan aku mau ke luar negeri buat pertemuan sama beberapa client-nya Pak Tristan. Karena aku sekretaris Pak Tristan, jadi aku harus ikut. Gimana? Gak apa-apa kan?" jelas Maura hati-hati, takut Alpha protes. Pasalnya mereka akan LDR-an selama seminggu.
"Ya udah. Pergi aja." jawab Alpha datar.
Maura mengernyitkan alisnya. "Kok kayak ngusir gitu?"
"Siapa yang ngusir sih. Emang maunya gimana? Ngelarang? Aku kan cuma ngasih pengertian, kamu ke sana buat kerjaan juga kan?" ujar Alpha super santuy.
Maura mengangguk. "Iya juga sih. Yaa.. Bagus deh kalo kamu paham kerjaan aku."
"Hm."
"Eh iya, kamu kok jarang keliatan sama Kauki sih?"
Kali ini alis Alpha yang berkerut. "Nanti kalo aku deket sama Kauki, kamu cemburu."
"Ih enggak!" sanggah Maura langsung. "Aku justru seneng kalo kamu sama Kauki tetep akrab, itu berarti keberadaan aku gak bikin kalian jauh. Kalian kan sahabat dari kecil, masa iya cemburu sih?"
"Terus kenapa waktu itu nanya-nanya hubungan aku sama Kauki?"
"Aku gak cemburu, Alpha, beneran. Aku kan udah bilang, aku cuma heran, bukan cemburu." jawab Maura kekeuh, karena dia emang gak cemburu.
Alpha terdiam, tertegun, berarti dia salah tanggap. Dan karena itu dia malah ngelempar omongan yang malah bikin Kauki marah besar ke dia kayak sekarang.
🍁🍁🍁
Hari ini ulang tahun Nando, dan Kauki lagi rempong milih baju. Pasalnya, gaun Kauki tuh udah kekecilan, karena dia udah gak pernah beli gaun lagi.
Kalo nge-date pun cuma pake outfit biasa, karena kencannya juga gak di tempat-tempat mewah macam restoran kayak yang di tipi-tipi.
Mantan-mantannya dulu cuma ngajakin Kauki ke bioskop, kalo nggak pantai. Pokoknya tempat yang gak mengharuskan Kauki pake gaun.
"YA LORD, GUE BINGUNG!" teriak Kauki dengan muka frustasinya.
Kauki pengen di hari spesial Nando ini dia tampil cantik, walaupun tiap hari juga cantik sih. Tapi di hari bersejarahnya Nando ini Kauki pengen hadir dengan penampilan terbaiknya.
Mata Kauki terpaku pada satu dress. Short dress berwarna pink soft tanpa lengan dengan model halter neck. Di bagian dadanya ada motif bunga-bunga dengan kain brokat.
Yang Kauki inget, ini baju yang dia pake waktu ulang tahunnya Tristan yang ke 26, itu udah empat taun yang lalu. Sedangkan tubuh Kauki udah tumbuh tinggi sekarang. Pasti sekarang udah melebihi lututnya.
__ADS_1
"Mau gak mau deh."
Ngerasa gak punya pilihan, Kauki segera memakainya. Dan seperti yang Kauki bayangin, dress itu jadi pendek, dulu masih selutut, sekarang udah naik beberapa senti di atas lutut.
Kauki kemudian berlanjut dengan merias muka. Kauki ngeliat videonya Cia di youtube dan ngikutin tutorial sohibnya itu.
"Nah, setelah selesai pake eyeliner item selanjutnya kita pake eyeliner putih. Eyeliner putih ini kita pake di mata bagian bawah ya guys. Biar mata kita tuh keliatannya makin Indah, cie elah, karena mata yang Indah bisa mendatang akan cinta. Kan dari mata, turun ke hati, Haha.."
"Bahasa lo, Ciaa.." Kauki terkekeh ngeliat tingkah salah satu temennya itu, sambil terus niruin tutorial make up-nya.
Tapi Kauki makenya tipis-tipis, soalnya takut kemenoran yang jatohnya malah kayak emak-emak. Dia juga gak mau pake bulu mata palsu, karena Kauki mau semua serba natural.
Awesome. Kesan pertama yang terlintas di benak Kauki saat ngeliat pantulannya di cermin.
Kauki tersenyum puas, berterima kasih sama video tutorialnya Cia. Tanpa mau bernarsis ria, Kauki segera keluar.
Ceklek
Kauki nutup pintunya. Saat jalan ngelewatin ruang televisi..
Prangg!
Suara kaleng jatuh membuat Kauki terlonjak, dia menoleh kemudian terdiam. Di sana ada Tristan, Thariq sama Alpha tengah menatapnya dengan mulut terbuka.
Kauki cuma bisa berdiri kikuk.
"Oh.. My.. GOD!" seru Thariq.
lelaki berkulit sawo matang itu menghampiri Kauki diikuti Tristan. Alpha masih diem di tempat, dirinya terpesona pada sosok sahabatnya.
"Kauki.. Elo cantik banget!" seru Thariq heboh.
Kauki cuma tersenyum tipis. "Thanks, Thor."
Tristan memandang adiknya takjub, seumur-umur, baru kali ini Kauki dandan secantik ini. Bukan berarti Kauki gak pernah dandan cantik, tapi menurut Tristan, hari ini adiknya jauh lebih cantik.
"Is this you, Sister?"
"Yes, i am! Why?"
"Nope. Ngomong-ngomong, kamu mau ke mana dandan secantik ini?" tanya Tristan.
"It's Nando's birthday, Brother. Dan sekarang aku mau ngehadirin ulang tahunnya."
"Oh.. Terus, mau berangkat sama siapa?"
"Bawa mobil sendiri."
"What?! Hell no! Kamu tunggu di sini, Kak Tristan siap-siap dulu, biar Kakak yang anter."
Tristan mengambil jaketnya kemudian menarik adiknya menuju mobil. Dan mereka pun berangkat. Tristan gak akan ngebiarin adeknya nyetir sendiri, apalagi dalam keadaan cantik banget gini. Sama aja kayak membiarkan kotak harta karun terbuka.
"Bro, ikut yok!" ajak Thoriq pada Alpha yang sedari tadi diam mematung.
"Em.."
"Udah ayok!" tarik Thoriq pada sahabatnya itu.
Mereka baru mau masuk mobil tapi entah gimana tau-tau di depan rumah Alpha udah ada Maura.
"Loh, Maura?"
"Alpha, kamu mau ke mana?"
"Em.."
"Kita mau ngikutin Tristan sama Kauki. Elo mau ikut?" kata Thoriq.
"Emang mereka mau ke mana?" Maura emang sempet ngeliat mobil Tristan.
"Katanya sih ke ulangtahun temennya Kauki. Mau ikut gak?"
"Ikut deh."
"Ya udah yuk."
Alpha dan Thoriq, ditambah Maura, memasuki range rover milik Thoriq. Dan mobil pun melaju mengejar mobil Tristan.
🍁🍁🍁
Tristan mengerutkan keningnya ketika Kauki minta berenti di depan panti asuhan.
"Dek."
"Ya?"
"Kamu bilang mau ke ultahnya Nando."
"Ya emang."
"Kok.. di panti asuhan?"
Kauki senyum. "Nando emang ngerayain ulang tahunnya di sini, Kak."
Tristan cuma manggut-manggut, agak heran juga.
"Kauki turun ya. Kakak mau ikut masuk?"
"Enggak deh, Kakak di sini aja. Lagian Kakak kan gak diundang."
"Ya udah. Bye!" Kauki nyium pipi Tristan singkat kemudian turun dari mobil.
Setelah memastikan adiknya masuk, Tristan hendak pergi, tapi mengurungkan niatnya saat ngeliat mobil Thoriq.
Thoriq keluar dari mobil diikuti Maura dan Alpha. Thoriq menghampiri kaca mobil Tristan
"Bang Tristan, lu mau ke mana? Ayo masuk!"
"Eh, gue kan gak diundang." kata Tristan.
"Ya gak apa-apa, kita kasih selamat aja buat yang ulang taun. Lagian si Nando Nando itu kan temennya Kauki."
🍁🍁🍁
Kauki membuka pintu panti, tapi begitu masuk, gak ada siapapun.
Balon-balon, kue, sama hiasan ulang tahun emang ada. Tapi yang ulang taun gak ada, anak-anak panti juga gak tau pada ke mana.
Kening Kauki kisut saat ngeliat panggung kecil di sudut ruangan. Ada piano, gitar dan microphone buat nyanyi.
Nando mau ngedatengin band apa gimana? Pikir Kauki.
"Nando..?" panggil Kauki tapi gak ada sahutan.
Pada saat itu Tristan, Alpha, Thoriq dan Maira ikut masuk.
"Loh, Dek. Kok sepi?"
"Gak tau, Kak."
"Kak Uki!"
Seruan Fano membuat Kauki dan keempat orang di belakangnya sedikit terlonjak, gadis itu tersenyum ngeliat Fano berlari ke arahnya membawa sebuah flower crown.
"Fanoo.." Kauki berjongkok dan menahan tubuh gembul Fano ketika bocah itu memeluknya.
"Ini buat Kak Uki.." seru Fano menunjukkan flower crown-nya.
"Waah.. baguus.. Fano yang buat?"
"No. Bang Nando yang buat. Sinih, Fano pakein." ujar Fano.
Kauki sedikit menunduk agar Fano mudah memakaikannya flower crown.
"Pretty!!" seru Fano heboh meloncat-loncat seraya menepuk tangannya.
Kauki terkekeh dan memeluk gemas bocah itu. Tristan dan yang lainnya mengerutkan kening, bingung.
"Terus Bang Nandonya mana?'
I found a love for me..
Darling, just dive right in and
Follow my lead..
Tepat setelah Kauki bertanya, tiba-tiba suara merdu Nando berkumandang, Kauki melempar pandangannya ke panggung mini tadi, begitu pula Alpha dan yang lain.
Well, I found a girl
beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Kauki terpaku, begitu pula Tristan dan Alpha, Maura terperangah sementara Thoriq mesem-mesem memandangi Cia main piano.
Nando ngeliat wajah bingung Kauki cuma tersenyum kecil.
Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow
Your heart is all I own
And in your eyes you're holding mine
Alisnya terangkat saat tau-tau udah ada Cia di balik piano, Viral yang lagi megang gitar, dan Nando yang lagi nyanyi sambil terus menatap lurus ke arahnya.
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to our favourite song
Nando memejamkan matanya, menghayati lagu.
When you said you looked a mess
I whispered underneath my breath
But you heard it
Nando membuka matanya, kemudian menatap Kauki yang tampak sangat cantik di matanya.
Darling, you look perfect tonight
Kauki tersenyum menundukkan kepalanya, malu. Nando tersenyum melihat senyum itu. lelaki itu berjalan perlahan mendekati Kauki sambil tetep ngelanjutin lagunya.
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
Kauki berdiri perlahan dan Fano berlari meninggalkan Kauki ketika Nando memberinya kode.
Nando udah ada di hadapan Kauki, keduanya saling tatap. Kauki dengan tatapan harunya, dan Nando dengan tatapan memujanya.
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children
of our Own
__ADS_1
Tristan menatap takjub Nando yang tengah mencoba mengambil hati adiknya. Tertegun, belum pernah ngeliat ada cowok seserius ini sama Kauki.
We are still kids, but we're so in love
Kauki merengkuh tubuh tegap Nando, meletakkan dagunya di bahu lelaki itu. Mereka berdansa sambil pelukan, dan Nando melanjutkan lagunya.
Fighting against all odds
Alpha memandang Kauki dan Nando dengan perasaan campur aduk. Entah kenapa Alpha ngerasa seluruh tubuhnya memanas, padahal dia berdiri di deket pintu yang terbuka.
I know we'll be alright this time
Kauki melepas pelukannya, keduanya kembali bertatapan.
Darling, just hold my hand
Nando mengulurkan tangannya pada Kauki, dan gadis itu menyambutnya, menggenggamnya erat.
Be my girl, I'll be your man
Nando menangkup pipi kanan Kauki, menyelami dalamnya manik coklat terang gadis yang dicintainya.
I see my future in your eyes
Kauki tersenyum lembut mendengar bait yang Nando nyanyikan.
Cia dan Viral beranjak dari tempat dan berpindah ke belakang Nando, Thoriq mengernyit heran, Cia dan Viral berenti main musik, tapi musik tetep jalan.
"Ki-kita sebenernya pa-pake musik i-instrumen-tal!" bisik Viral ngejawab rasa heran Thoriq.
"Jadi musiknya hasil download? Suara Nando doang yang asli?"
Viral sama Cia nyengir.
"Iyalah, akoh mana bisa maen musik."
Thoriq mendengus. "Gue kena prank."
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Nando memeluk Kauki dari belakang, meletakkan dagunya di bahu gadis itu.
Barefoot on the grass
Listening to our favourite song
Kauki mengelus pipi Nando di dekat pipinya. Dan Alpha yang ngeliat itu langsung memalingkan wajahnya. Entah kenapa dia ngerasa nafasnya sesak.
When I saw you in that dress
Looking so beautiful
Nando melepas pelukannya, memandang Kauki penuh kekaguman.
I don't deserve this
Darling, you look perfect tonight
Kauki kembali menunduk malu. Dia ngerasa dirinya biasa aja, tapi tatapan Nando seolah memujanya.
Musik terus mengalun lembut, membuat mereka yang berada di ruangan itu terbawa suasana. Mereka menggerakkan bahu mereka pelan, mengikuti alunan musik. Terkecuali Alpha yang pengen cepet-cepet pergi dari tempat itu.
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to our favourite song
Selama lagu berlangsung, Maura dan Tristan sering curi-curi pandang, kemudian tersenyum kikuk.
Thoriq nyolek-nyolek pundak Cia yang malah dibalas pelototan garany gadis imut itu. Viral cuma geleng kepala dan kembali fokus ke Kauki dan Nando.
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
Hidung Kauki rasanya pedih nahan tangis, matanya berkabut membalas tatapan lembut Nando. Dia terharu, tersanjung, bahagia. Nando sukses melambungkan hatinya ke langit penuh cinta saat ini.
And you looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight
Musik berhenti perlahan, dan saat itu juga setetes air mata Kauki jatuh ke pipi mulusnya.
Kauki terisak pelan, membisu, dia kehabisan kata-kata. Ini ulang tahun Nando, tapi malah dia yang dapat kejutan.
"Nando.. you are wrong, i'm not perfect." kata Kauki serak karena tangis harunya.
"No, Kauki. You're perfect in my eyes. Maaf ya, udah bikin kamu nangis."
Kauki menepuk pelan bahu Nando, dibalas kekehan lelaki itu. Teman-teman Kauki cuma tersenyum melihatnya, kecuali Alpha yang bermuka masam.
Kekehan Nando berhenti, lelaki itu menarik nafas, kemudian meraih lengan Kauki. Menatap manik boneka Kauki dalam.
"Kauki, aku nggak bisa jadi lelaki yang sempurna, tapi aku ingin jadi alasan kamu tersenyum, alasan kamu tertawa, aku ingin jadi alasan kamu bahagia."
"Karena, Kauki, kamu adalah alasan aku bernafas, alasan aku hidup. Aku ingin jadi seseorang yang melangkah bersama kamu di atas altar, menjadi ayah dari anak-anak kamu, aku ingin di saat rambutku memutih, kamu yang di samping aku. Because i love you, for now and forever."
"So, Kauki Kato Adonia, would you be mine?"
Kauki terperangah, Maura dan Cia terkesiap tertahan, sedangkan Tristan, Viral dan Thoriq tersenyum lebar. Mereka salut sama Nando yang dengan berani nembak Kauki di depan Tristan langsung.
Nando ngasih kode ke Viral dan cowok gagap itu langsung paham. Viral mengambil dua bunga mawar putih, bedanya, yang satu mekar, yang satu layu.
Ada secarik kertas berisi tulisan di setiap bunga itu. Yang mekar bertuliskan 'I LOVE YOU TOO', sedangkan yanh layu punya tulisan 'I don't love you'. Diserahkannya ke Nando.
"Ada dua mawar di tanganku, Ki. Silahkan, kamu bisa milih mana yang jadi jawaban kamu."
"Em.." Kauki ngelirik Tristan, meminta izin.
Dan pria itu tersenyum, dihampirinya kedua sejoli yang lagi dimabuk cinta itu.
"Silahkan. Kakak gak akan ngelarang kalo kamu mau bilang 'iya'." kata Tristan mengembangkan senyum Kauki.
Kauki menatap Nando sebentar, kemudian mengambil mawar yang layu. Hal itu bikin semuanya kaget, terlebih Nando yang tampak kecewa.
Tanpa diduga, Kauki terkekeh lalu ngelempar bunga yang layu itu dan ngambil mawar yang mekar. Seketika semuanya menghela nafas lega. Terlebih Nando yang gak bisa menahan senyum bahagianya.
Dan mawar layu tadi mendarat di tangan Alpha. Alpha membaca tulisan di mawar itu. 'I don't love you'.
Raut kecewa Nando pindah me muka Alpha.
Alpha memandang Kauki sendu sementara gadis itu tengah menatap Nando dengan binar bahagia. Ada rasa nggak suka di hati Alpha saat melihat itu semua.
"So.. Is that 'yes'?"
Kauki tersenyum lembut. "Ya, it's a 'yes'." jawabnya mantap.
Semua langsung bersorak. Nando tersenyum lebar lalu memeluk Kauki dengan bahagia. Kauki pun membalas pelukan lelaki-nya dengan perasaan berbunga.
"Yeeeaay.." Viral bertepuk tangan diikuti Tristan dan Thoriq.
Kauki dan Nando melepas pelukan, dan saling melempar tatapan cinta. Pemandangan itu membuat hati Alpha tercabik entah kenapa.
Cia sibuk merekam, sementara Maura tampak mupeng.
"So sweet.."
"Eh, Kak, waktu Alpha nembak so sweet gini gak?" Cia bertanya kepo pada Maura.
Maura tersenyum kecil. "Enggak. Dia diwakilin Kauki."
"Bfff.." Jawaban Maura membuat Cia, Thoriq dan Viral hampir menyemburkan tawa mereka.
Alpha cuma mendelik lalu mendengus.
"Nembaknya diwakilin, guys.." ujar Thoriq pelan.
"Wakwakwak.." sahut Viral. Cia terkikik.
Kemudian anak-anak panti berhamburan keluar dari tempat persembunyian mereka, diikuti para pengurus panti.
Anak-anak itu mengerubungi Nando dan Kauki menambah kebahagiaan dua sejoli itu.
Tristan yang ngeliat itu ikut tersenyum, bahagia karena sang adik menemukan cintanya.
"Bang Nando, ayo tiup lilin!" seru Lita menarik-narik lengan Nando dan Kauki.
"Iya iya ayo." Nando menoleh pada Tristan dan teman-teman. "Ayo guys." ajaknya.
"Haseek makan makan!" seru Thoriq dan mereka pun bergabung buat tiup lilin.
Tapi nggak dengan Alpha, lelaki itu diam di tempat membuat Maura menghampirinya.
"Yuk, Al." Maura menarik tangan Alpha, mengajaknya bergabung, tapi lelaki itu menepisnya.
"Lo aja. Gue mau pulang."
"Loh-"
"Gue males!" ketus Alpha.
Alpha males ngeliat kemesraan Kauki sama Nando. Terlebih saat Nando nyuapin potongan kue pertama ke Kauki yang dibarengi kecupan di kening gadis itu. Dan Kauki membalasnya dengan ciuman di pipi Nando.
Nando tampak salting apalagi waktu Cia, Thoriq dan Viral serta anak-anak lainnya bersorak menggoda.
Alpha muak ngeliat itu semua!
Dan lelaki itu pun melengos pergi tanpa menghiraukan Maura yang terus memanggil.
Maura bingung, tapi cuma mengendikkan bahu. Mungkin, Alpha lagi banyak pikiran.
🍁🍁🍁
Brakk
Alpha membanting pintu kamarnya keras. Nafasnya menderu, hatinya terbakar, panas!
"Shit!!" Alpha mengumpat ketika bayangan Kauki dan Nando yang tengah bertatapan mesra berputar di kepalanya, membuat hatinya sesak.
BRUKK!!
Alpha melempar semua buku-buku dan alat tulis di meja belajar, membuatnya berantakan. Tak cukup sampai di situ, Alpha pun membuat kasurnya acak-acakan.
Kalo bunda Mia ngeliat ini, mungkin wanita itu bakal ngomelin Alpha abis-abisan.
Nafas Alpha memburu karena emosi. Matanya memerah, berkaca-kaca.
Pandangan Alpha beralih pada foto-foto yang terpajang di dinding kamarnya. Foto-foto itu menampilkan gambar dirinya yang tersenyum bahagia bersama Kauki.
Foto saat mereka balita, hingga remaja seperti sekarang, semua itu terabadikan dalam foto di depannya.
Setetes air mata menetes di sudut matanya, Alpha rindu saat-saat itu. Saat dirinya dan Kauki masih dekat, saat mereka menghabiskan waktu bersama, bercanda, tertawa, tersenyum, semua dilakukan bersama.
"Kenapa rasanya sakit saat gue liat lo bersama Nando, Ki? Kenapa? Kenapa lo harus sama Nando?" tanyanya serak. Alpha terisak, untuk kesekian kalinya.
Alpha pernah nangis. Pertama, saat dia lahir ke dunia. Kedua, saat ayahnya meninggal. Dan sekarang, Kauki yang jadi alasannya menangis.
Rasanya kehilangan Kauki itu.. sakit banget, bikin Alpha sulit bernapas. Bahkan saat ayahnya meninggal pun, Alpha gak sesakit ini.
Dan itu karena Kauki. Sahabat kecilnya.
__ADS_1
🍁🍁🍁