Back To Ya

Back To Ya
Bab 18


__ADS_3

Malam tanpa bintang, gak tau bintangnya pada ke mana yang jelas malam ini cuma ada bulan.


Dan Kauki sibuk di meja belajarnya, ngelakuin aktivitas rutin setiap malam sebelum tidur, belajar.


Ciiiit... Sreeeed... Dreeeet


Fokus Kauki pecah saat mendengar suara geseran benda, membuat kupingnya linu. Gadis berdagu belah itu langsung melempar pandangan ke asal suara.


Dilihatnya Alpha yang lagi menggeser meja belajarnya. Kemudian menaruh laptop, dan proyektor. Alpha kembali masuk dan datang dengan membawa kanvas putih polos, meletakkannya di depan proyektor.


Alpha lalu masuk lagi dan kembali dengan membawa kursi dan gitar. Cowok bertahilalat di hidung itu duduk sembari memangku gitar tepat menghadap ke arah Kauki.


Gadis berdarah Jepang Spanyol itu juga menatapnya dengan dahi mengkerut, Kauki bingung.


Alpha menarik nafas, kemudian tersenyum lembut.


"Kauki, gue nggak tau harus gimana lagi buat dapetin maaf lo. Lo tau, kita tau kalo gue gak ahli dalam hal meminta maaf, itu karena gue gak pernah minta maaf sebelumnya. Tapi elo, Kauki, elo orang pertama yang bikin gue berjuang sekeras ini biar bisa lo maafin."


Alpha bangkit lalu mengotak-atik laptop dan menyesuaikan cahaya dari proyektornya ke kanvas tadi.


Kauki masih di tempatnya, menunggu hal yang akan dilakukan Alpha berikutnya.


Ternyata Alpha memutar video-video masa kecil mereka. Video yang Alpha kumpulin dan dia edit berjam-jam.


Alpha kembali ke tempat duduknya, dan mulai memetik gitar.


ļæ¼


Jreng..


You gotta go and get angry at all of my honesty


You know I try but I don't do too well with apologies


I hope I don't run out of time. Could someone call a referee?


'Cause I just need one more shot at forgiveness


Kauki terpaku, sedikit takjub dengan keniatan Alpha. Tapi Kauki masih berkeras hati.


I know you know that I made those mistakes maybe once or twice


Kauki mendengus sinis, enggak, Alpha gak cuma sekali dua kali melakukan kesalahan. Tapi berulang kali.


And by once or twice I mean maybe a couple of hundred times


So let me, oh, let me redeem, oh, redeem, oh, myself tonight


Alpha menatap Kauki dalam, tersirat permohonan di dalam mata coklatnya.


'Cause I just need one more shot at second chances


"Alpha! Don't do that!" Suara Kauki kecil dalam video membuat perhatian Kauki teralih, di video itu Alpha kecil tengah memcekoki Kauki dengan cicak.


Kemudian Kauki kecil berlari ke dekat kolam ikan, Alpha masih mengejarnya. Kauki kecil terus menjerit dan mendorong Alpha ke kolam ikan. Kauki tertawa puas ngeliatnya, begitupun tawa bunda Mia yang merekam aksi dua bocah itu.


Dan itu memunculkan senyum kecil Kauki yang menontonnya.


Is it too late now to say sorry?


'Cause I'm missing all moment with you buddy, oh


Momen mereka saat masih kecil terus terputar dengan nyanyian Alpha yang mengiringinya. Membuat Kauki hanyut, terkenang masa lalu.


Is it too late now to say sorry?


Yeah, I know-oh-oh, that I let you down


Is it too late to say I'm sorry now?


Huoo.. Huoo.. I'm sorry


Huoo.. Huoo.. Sorry


Sorry


Tatapan Alpha gak pernah lepas dari Kauki, lelaki itu seolah ingin menunjukkan penyesalannya lewat matanya. Dan Kauki bisa menangkap itu semua. Tapi gadis itu seolah gak mau tau.


Yeah, I know that I let you down


Is it too late to say I'm sorry now?


Kauki terdiam, apa Alpha telat meminta maaf sekarang? Sejujurnya nggak, gak pernah ada kata terlambat untuk minta maaf.


Tapi Kauki masih berkeras hati, dia mau ngeliat sampe mana perjuangan Alpha memohon maaf padanya.


I'll take every single piece of the blame if you want me too


But you know that there is no innocent one in this game for two


Kauki menunduk, matanya berkabut. Dia dilema, di sisi lain dia gak tega sama Alpha.


Tapi bayangan ketika Alpha berkali-kali nyakitin dia cuma untuk wanita pujaannya membuat ego Kauki bangkit. Menekan hati nuraninya.


I'll go, I'll go and then you go, you go out and spill the truth


Can we both say the words and forget this?


Apa Kauki bisa ngelupain semua itu? Ngelupain semua luka yang Alpha goreskan di hatinya? Hell no! Tentu gak bisa.


Tapi.. Kauki bimbang.


Sejujurnya Kauki gak pernah mau ngediemin Alpha. Tapi sulit membuka hati di saat hatinya sendiri tengah terluka. Luka di hatinya belum sembuh sepenuhnya.


Is it too late now to say sorry?


'Cause I'm missing all moments with you buddy, oh


Iya Alpha kangen, kangen saat-saat mereka masih sedekat dulu. Saat gak ada siapapun kecuali dia dan Kauki.


Saking gak kuat nahan perasaannya, mata Alpha berkaca-kaca. Perih rasanya dijauhin orang yang kita sayang. Perih karena rasa bersalahnya.


Tapi Alpha sadar, Kauki gitu juga karena kesalahannya sendiri. Kalo Alpha di posisi Kauki, mungkin dia juga bakal ngelakuin hal yang sama.


Is it too late now to say sorry?


Yeah, I know-oh-oh, that I let you down


Is it too late to say I'm sorry now?


I'm not just trying to get you back on me


'Cause I'm missing all moments with you buddy, oh


Kauki masih menikmati menonton video-video masa kecil mereka. Dari mulai balita, masuk tk hingga tumbuh remaja. Keduanya selalu bersama-sama.


Dan jujur, Kauki pun rindu masa-masa itu.


Is it too late now to say sorry?


Yeah, I know-oh-oh, that I let you down

__ADS_1


Is it too late to say I'm sorry now?


Huoo.. Wuoo.. I'm sorry


Huoo.. Uoo.. Sorry..


Uoo.. Uoo.. Sorry


I let you down.. Ow


Is it too late? Too late?


Yeah i know i know that i let you down


Is it too late to say sorry now?


Alpha mengakhiri lagunya bersamaan dengan itu video masa kecilnya berakhir. Dan di akhir video muncul tulisan besar berbahasa Spanyol.


'LO SIENTO MUCHO, LO SIENTO MI AMIGO. TE AMO.' (Aku sangat menyesal. Maafkan aku, sahabatku. Aku menyayangimu).


Kening Kauki kembali berkerut, kenapa harus ada kalimat 'Te Amo'?


Tapi Kauki gak ambil pusing. Mungkin maksud Alpha, dia sayang Kauki sebagai sahabat.


Alpha naro gitarnya dan menatap Kauki dengan teduh.


"Kauki.. Gue sudah berusaha sebisanya. Tapi kalo lo masih marah juga sama gue, it's oke, gue ngerti. Pasti gak gampang maafin manusia sebodoh gue. Tapi, Ki, gue gak akan nyerah kalo seandainya lo masih belum bisa maafin gue. Gue bakal terus berusaha, sampe lo kembali ke gue."


Kauki terdiam, mematung. Pikirannya penuh dengan pertimbangan antara maafin Alpha atau nggak.


Kalo dimaafin, apa Alpha gak bakal ngecewain dia lagi?


Tapi semua kesalahan Alpha padanya gak berarti apa-apa kalo dibandingin sama persahabatan mereka yang udah terjalin sejak bayi.


Semua yang mereka lewatin bersama, senang, sedih, masa iya semua itu bisa Kauki lupain gitu aja cuma karena kesalahan Alpha.


Kauki bukannya ****, dia cuma gak bisa jadi jahat. Jadi Kauki mutusin buat maafin Alpha.


Ditatapnya Alpha, cowok itu masih nunggu. Seulas senyum tipis Kauki kasih membuat Alpha senang sekaligus bertanya-tanya.


"Itu jawaban iya atau nggak?"


Kauki mengendikkan bahu.


"Tunggu, sebelum lo jawab, gue masih ada lagu lagi buat lo."


Alpha bersiap mainin gitar, tapi kemudian Alpha terkesiap ketika kardus menimpa kepalanya. Membuatnya ditelan kegelapan.


Kauki menutup mulutnya ngeliat bunda Mia sang pelaku yang nutup kepala Alpha pake kardus.


"Bagus ya, orang mau siap-siap tidur, malah berisik!" omel bunda Mia.


Alpha menyingkirkan kardus itu dari kepalanya, kemudian mendongak buat ngeliat bunda Mia.


Sedetik kemudian Alpha menjerit. "WUAAAA! SETAAN.. HANTUU.. JIIIN.. SYUHH PAIT PAIT PAIT.."


Bunda Mia melotot dan berkacak pinggang ngeliat Alpha jejeritan sembari menutup mukanya.


Wajar aja, saat itu bunda Mia lagi pake masker. Rambut panjang nya terurai dan memakai gaun tidur putih.


Dijewernya telinga Alpha, membuat lelaki itu berteriak.


"Aduduh.. Sakit sakiiit.."


"Sukurin! Siapa suruh ngatain Bunda setan!" geram bunda Mia.


Alpha sontak membuka matanya. Cowok itu menghela nafas lega saat tau kalo itu bundanya, bukan setan.


"Bundaa.. Alpha kirain mati setan dan kawan-kawan." cengir Alpha bikin Kauki hampir tergelak sedangkan bunda Mia melotot.


Kauki terkekeh ngeliat Alpha yang garuk-garuk kepala dimarahin bunda.


"Hai, Bunda."


Bunda menoleh dan baru sadar kalo ada Kauki ngeliatin mereka.


"Hai, Sayang, loh, kamu belum tidur?"


Kauki menggeleng. "Kauki lagi belajar."


"Rajin banget anak Bunda. Tuh liat Kauki, Al, dia lagi belajar. Kamu bukannya ikut belajar, malah nyanyi-nyanyi gak jelas. Kauki, Alpha pasti ganggu kamu ya?"


"Em.. A little."


"Tuh kan! Alpha, Bunda gak mau tau, pokoknya ini semua harus diberesin abis itu kamu tidur. Besok tuh kamu sekolah, Al. Nanti ngantuk gimana?"


"Iya Bunda iya.. Nanti Alpha beresin."


"Awas ya! Kauki, belajarnya jangan lama-lama ya, jangan tidur kemaleman, besok sekolah."


"Iya, Bunda."


"Ya udah, Bunda tidur ya, Nak. Alpha, cepet beresin!"


"Iya, aduuh.. Anak Bunda tuh aku atau Kauki sih, sama Kauki ngomongnya lembut banget, giliran sama Alpha galak banget." dumel Alpha memonyongkan bibirnya sambil mgeberesin benda-benda buat ngerayu Kauki tadi.


Kauki terkikik pelan, ngerasa lucu ngeliat muka manyun Alpha yang tampak gemesin.


Bunda cuma mendelik dan membuang nafas sebelum akhirnya ninggalin balkon kamar sang anak.


Alpha mendengus, bundanya itu sebenernya gak galak, tapi kalo udah ngomel ngalahin petasan.


Eh, Alpha baru inget ada Kauki. Gadis itu belum ngasih jawaban apa-apa.


"Kauki, lo udah maafin gue kan?"


Bukannya menjawab, Kauki malah tersenyum bikin Alpha penasaran.


"Kauki?"


Kauki terkekeh, sembari menutup gorden jendela kamarnya, Kauki berucap.


"Buenas tardes, Alpha."


Alpha tercengang. Barusan Kauki ngucapin selamat malam, sambil senyum lagi. Itu artinyaaa..


"Buenas tardes, Kauki." gumam Alpha membalas ucapan Kauki dengan seulas senyum lebar di bibir tipisnya.


Malam ini, Alpha yakin dia bakal mimpi indah.


šŸšŸšŸ


Tok tok tok


Kauki membuka pintu utama dan mendapati Alpha yang telah rapi dengan seragam sekolahnya.


Sama seperti Alpha, Kauki juga udah siap dengan seragam yang sama.


"Mm.. Buenos dias, Kauki." sapa Alpha.


Setelah itu Alpha menggaruk tengkuknya, entah kenapa dia gugup ditatap Kauki.

__ADS_1


"Ng.. Gue ke sini karena mau mastiin, apa lo maafin gue atau belum."


"Menurut lo?"


"Menurut gue.. gue gak tau. Lo cuma senyum, tapi lo gak ngomong apapun. Itu bikin gue ragu. Jadi.. gue pengen lo peluk gue sekarang."


Ucapan Alpha mendatangkan kerutan di kening Kauki. "Kenapa gue harus meluk lo?"


"Supaya gue yakin kalo lo udah maafin gue. Lo tau, eeeh.. sebagai bukti."


"Bukti? Lo mau bukti? Oke."


Alpha tersenyum gembira lantas merentangkan tangannya. Mengira kalo Kauki mau meluk dia.


Kauki tersenyum jahil kemudian menabok Alpha.


PLAKK


Mendapat tabokan itu Alpha melongo.


"Tuh bukti. Selamat ya, elo udah gue maafin." tekan Kauki kemudian berlalu ngelewatin Alpha karena Nando udah dateng dengan vespa biru pastelnya.


Gadis itu terkekeh sedangkan Alpha menghela nafas pasrah.


"Yang diarep-arep pelukan, yang didapet malah tamparan." gumam Alpha ngelus pipinya yang tadi ditampar Kauki.


Sebenernya gak keras, cuma Alpha pengen ngelus bekas sentuhan Kauki di pipinya.


Sementara Kauki udah naik ke motor Nando dan langsung meluk pinggang lelaki itu dengan perasaan bahagia.


"Jadi, kamu udah baikan sama Alpha?" tanya Nando antusias.


"Udah."


"Syukur deh, aku senang liatnya. Gak seharusnya sahabat saling marahan."


"Iya, ini juga berkat kamu. Makasih ya udah mau ngasih aku nasehat, aku beruntung punya pacar sebaik kamu." ucap Kauki menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya dengan nyaman.


Nando tersenyum lembut mengelus lengan Kauki di pinggangnya. "Aku juga beruntung punya kamu. Makasih udah memilih aku."


Dari teras Alpha ngeliat adegan itu dengan perasaan nyesek. Alpha menyentuh dadanya, menghilangkan rasa sakit yang berdenyut di hatinya.


"Alpha, kita duluan ya." pamit Nando membuat Alpha tersadar.


"Oh, iya. Hati-hati ya kalian berdua." balasnya diacungi jempol Nando dan dibales senyum Kauki.


Setelah kedua sejoli itu pergi, Alpha membuang nafasnya yang terasa sesak. Lelaki berambut hitam itu tersenyum getir.


Nggak. Dia nggak boleh cemburu. Kauki sahabatnya, begitu pula Nando yang sekarang udah jadi bagian hidupnya.


šŸšŸšŸ


Kriiiing..


Murid-murid di kelas Alpha memasuki kelas dan siap memulai pelajaran.


Tapi kemudian mereka dibuat penasaran saat pak kepala sekolah datang dengan seorang cewek yang ternyata murid baru.


"Perkenalkan nama saya Laluna, temen-temen bisa manggil saya Luna, saya pindahan dari singapur."


Suara itu membuat Nando mendongak ke depan, seketika dirinya membeku menatap seorang gadis berwajah cantik, berambut hitam dengan sedikit diblow itu.


Viral yang duduk bareng Alpha heboh menyenggol-nyenggol Alpha. Bikin Alpha jengah sama tingkah temannya itu.


"Apaan sih, Viral!" decak Alpha tengah.


"I-itu. Itu."


"Itu itu apaan?"


"Mu-murid barunya cec cec cantik ya, Alpha?"


Alpha ngeliat siswi baru itu dengan tampang datar. "Biasa aja. Masih cantikan Kauki." jawabnya cuek.


"Hah?" Viral mengerutkan keningnya.


"Apa?" Alpha malah balik nanya.


Viral gak mau ambil pusing sama omongan Alpha, lelaki itu kembali mengalihkan perhatiannya ke depan. Menatap murid baru itu dengan kagum.


"Cec cec cantiknyaa.." decak Viral terkagum-kagum seolah ngeliat bidadari.


"Baik, Laluna, silahkan duduk di bangku yang kosong."


Ngeliat Laluna yang celingak-celinguk nyari bangku kosong, Viral langsung ngedorong Alpha yang lagi topang dagu sambil natap Kauki di sampingnya, alhasil cowok tampan itu pun terjatuh.


Brukkk


"Aduh.. Viral begoo.." ringis Alpha ngusap-ngusap pantatnya yang nyeri abis nyiun lantai.


Kauki yang duduk sama Cia kontan terkikik.


"Lal-Lal-Luna, dud duduk di-di aja. Di dis sini ko-kosong kok!" serunya.


Perkataan Viral membuat Alpha mendelik. Disabetnya cowok gagap itu dengan bukunya keras-keras.


"Eh ****! Elo gue anggep apa? Setan?"


"E-elo pi pindah ke kursi Nan-Nando gih, Al. Bi-biar Laluna sa-sama gue."


"Enak aja! ENGGAK!"


Viral manyun sementara murid-murid yang lain ketawa geli ngeliat perdebatan dua mahluk itu. Kecuali Nando yang terdiam seribu bahasa.


"Alpha, Viral, kalian ini bikin malu aja. Tunjukkan sikap sopan kalian sama murid baru. Laluna, kamu duduk di bangku Nando ya."


"Iya, Bu." jawab Laluna dengan tatapan lurus ke arah Nando.


Gadis itu pun melangkah menuju kursi Nando.


Kauki diam di tempatnya, sebenernya dia gak rela waktu bu guru nyuruh cewek itu duduk sama Nando. Kauki berulang kali nengok ke belakang buat ngeliat Nando sama anak baru itu dengan cemas.


Tapi Kauki agak lega ngeliat Nando yang sama sekali gak terpengaruh sama murid baru itu.


Ada rasa nyesel saat dirinya memutuskan pindah tempat duduk. Mau gimana lagi, dia pengen duduk di depan, sedangkan bangku Nando di belakang. Nyuruh Cia tukeran sama Nando juga gak enak.


Ya udah deh, Kauki cuma bisa pasrah.


"Hayo looh.. Nandonya duduk sama murid baru." goda Cia nakut-nakutin Kauki yang berwajah muram.


"Apaan sih, Cia. Emangnya kenapa? Toh Nando inget kalo udah punya gue." balas Kauki ketus.


"Tapi cewek itu cantik banget ya, Ki. Liat deh, banyak yang terpesona gitu. Kalo Nando kesirep juga gimana? Kamoh gak cemburu?"


"Gue percaya sama Nando." tekan Kauki menegaskan.


Cia cuma manggut-manggut, kemudian cengengesan seraya ngusap bahu Kauki.


"Woles, Ki.. Masih cantikan kamoh kok," hibur Cia, Kauki cuma muter mata.


Nando tetap diam mematung ketika Laluna udah duduk di sampingnya. Gadis manis itu ngelirik Nando yang mematung di tempatnya.

__ADS_1


"Hai, Nando. Long time no see," ucap Laluna menatap dalam Nando.


šŸšŸšŸ


__ADS_2