Back To Ya

Back To Ya
Bab 3


__ADS_3

Drtt..


Hp Maura berdering tanda ada panggilan. Maura yang lagi nonton TV segera mengangkat panggilan itu.


"Halo?"


"Kak Maura!"


Maura senyum ketika denger suara riang Kauki. "Hei, Kauki... Ada apa nelpon malem-malem?"


"Ah, enggak. Aku lagi gabut aja, pengen ngobrol sama Kakak. Gak apa-apa, kan?"


"Gak apa-apa, kebetulan Kakak juga lagi nggak sibuk."


"Em.. Kak, ada yang mau aku tanyain deh ke Kak Maura."


"Nanya apa?" Maura mengubah posisi duduknya.


"Mmh.. kriteria cowok idaman Kak Maura itu yang kayak gimana, sih?"


Maura mengerutkan kening, "Emangnya kenapa?"


"Ya nggak apa-apa, gue pengen tau aja."


"Hm.. Kriteria ya?" Maura mikir, dan bayangan Tristan melintas di benaknya, membuatnya tersenyum. "Tipe cowok Kakak itu yang tegas, dewasa, bertanggung jawab. Yang paling penting gak mesum, dan penyayang. Oh iya, satu lagi, setia setiap saat."


"Setia setiap saat? Yaelaah, kayak iklan lotion ketek aja sih, haha.." tawa Kauki bikin Maura ikut ketawa.


"Lucu banget sih Kauki ketawanya."


"Hehe.. yaudah ya, gue mau tidur dulu. Ntar kalo Kak Tristan liat gue jam segini belum tidur, bisa digeprek gue sama dia," ucap Kauki ngelirik jam, udah jam 9 lebih.


"Haha iya, have a nice dream ya, Kauki," ucap Maura dengan senyuman.


"Thank you.. Night, Kak Mauraa."


"Night too."


šŸšŸšŸ


Kauki memutuskan panggilan dan terdiam. "Kriteria cowok idaman Kak Maura harus dewasa, tegas, bertanggung jawab, penyayang dan setia. Dan yang paling penting, gak mesum," gumam Kauki sembari menghitung jari setiap menyebut satu persatu kriteria cowok Maura.


"Mampus! Semua yang disebutin Kak Maura tadi antonim dari sifatnya Alpha. Secara Alpha itu kan manja, labil, dan suka gonta-ganti pasangan. Satu lagi, Alpha raja mesum!" ujar Kauki dengan dengusan di akhir kalimat.


"Kalo gue nggak bantuin Alpha, ntar tuh anak galau. Secara baru kali ini dia naksir cewek ampe segininya. Hm.."


šŸšŸšŸ


Besoknya Kauki main di rumah Alpha, mumpung weekend. Lagian rumah mereka sebelahan ini, jadi Kauki gak harus pake alat transportasi buat nyampe ke rumah Alpha. Lima langkah juga sampe.


"Bunda lo ke mana, Al?" tanya Kauki. Keduanya sekarang lagi ada di kamar Alpha, tapi kalian jangan salah paham, posisi Kauki lagi ada di sofa sementara Alpha duduk nyender di kasur. Dan pintu kamar Alpha pun dibiarkan terbuka lebar.


"Lagi beli sayur. Tau deh, udah sejam gak balik-balik tuh bunda gue. Pasti lagi ngerumpi sama ibu-ibu yang lagi beli sayur," gerutu Alpha.


"Ya udah sih, Bunda lo kan juga ibu-ibu," kata Kauki lalu teringat pembicaraannya dengan Maura semalam. "Eh, Alpha, semalem gue udah nanyain ke kak Maura soal kriteria cowok idamannya."


Alpha yang tadinya nyender langsung duduk tegak. "Serius? Apa aja kriterianya?"


"Katanya sih pengen yang dewasa, bertanggung jawab, tegas, setia, sama penyayang, juga gak mesum."


"Ya ampun itu mah gue banget, Ki!" seru Alpha riang yang langsung dapet lemparan bantal sofa dari Kauki.


"Lu punya kaca? Ngaca gih sono! Elo tuh sama sekali gak masuk kriterianya kak Maura, Alpha!"


"Eh, kata siapa? Gue dewasa? Iya, bertanggung jawab? Iya, tegas? Ceklis, penyayang? Banget, setia? Beuh, lo juga pasti tau lah, Ki, kalo gue orang yang setia."


"Iya lo setia, setia pada seribu wanita!" tandas Kauki. "Sekarang gini deh, biar lo bisa jadi kriterianya Maura, kita harus rubah sifat lo."


"Ha? Ya gak bisa lah, Ki. Sifat itu terbentuk secara alami sejak kita lahir, gak bisa diubah."


"Bisa, gue bakal ngelatih lo. Sekarang, gue minta lo balik badan." kata Kauki dan berdiri dari duduknya, begitu pun Alpha yang turun dari ranjang.


"Balik badan? Mau ngapain emang?"


"Udah nurut aja dulu."


Sambil mengaruk kepalanya bingung, Alpha pun balik badan. Sementara Kauki tersenyum miring dan membuka jaket adidas putihnya.


"Udah. Sekarang lo ngadep gue lagi."


Alpha manut, dia berbalik ke arah Kauki. Matanya terbelalak ngeliat pemandangan di depannya.


"Astaga, Kauki!! Tuhaan.. Kuatkan aku, Tuhaan.." Alpha nutup matanya pake tangan, tapi meskipun begitu, jari-jarinya dibiarkan terbuka lebar.


Di depannya, Kauki cuma pake tank top model crop item dengan tulisan 'COACH' dan hotpants denim. Rambut coklat Kauki terurai seperti biasa, tapi kali ini Kauki bener-bener bikin Alpha panas dingin.


"Kita langsung ke tes yang pertama," ucap Kauki melipat kedua tangannya, gak peduli sama Alpha yang sekuat tenaga nahan diri biar gak mimisan.


Kauki melangkah perlahan mendekati Alpha. "Maura itu gak suka sama cowok yang mesum. Jadi, apa yang bakal lo lakuin ketika ada cewek seksi yang deketin lo dan bilang 'hey, Alpha. Wanna go out with me tonight?'." Kauki mengusap dada bidang Alpha lalu naik ke bahu dengan gerakan sensual. Ekspresi dan suaranya juga dibuat seseksi mungkin.


"Mmh.. Gue.. gue bakal.." Tanpa pemberitahuan, Alpha menarik Kauki ke pelukannya, mengaitkan kaki Kauki ke pinggangnya dan membuat gerakan hendak mencium.


Kauki kaget, cewek itu memekik dan reflek menabok Alpha. "Alpha!"


"Aduh! Sakit, Kiii.."


"Ya siapa suruh lo mesum!"


"Ya elonya juga sih bikin gue *****," balas Alpha.


Bukk!


Kauki nabok Alpha lagi.


"Kalo lo kayak gitu, yang ada Maura gak suka sama lo!" omel Kauki ketus. "Kita ulangin lagi."


Mereka mengulang adegan beberapa kali, dan berulang kali juga Alpha salah. Nggak tau deh itu si Alpha beneran khilaf atau cuma modus.


"No!" kata Kauki waktu Kauki meluk Alpha dari belakang, cowok itu narik Kauki dan gantian meluk Kauki dari belakang.


"No!" ujar Kauki saat Alpha menyudutkannya ke tembok.


Kauki memeluk Alpha dari samping, Alpha dengan tiba-tiba narik Kauki ke pelukannya, lagi.


Kauki mendengus jengah. "No, Alpha!" pekiknya. "Capek ah, elo susah banget diajarin," rajuk Kauki hampir nyerah.


"Ya maklumin aja lah. Namanya juga cowok normal."


"Alesan aja!" ketus Kauki. "Kita ulangin lagi. Kali ini lo harus nolak."


"Nolaknya gimana?"


"Ya gimana kek. Lo dorong kek, menghindar or anything i don't care!"


"Iya iya!"

__ADS_1


"Oke, siap ya." Kauki mundur selangkah abis itu maju dengan langkah seksi. "Ekhem, uhuk! Aduh mon maap, jakun gue ketelen," canda Kauki lalu ngakak bareng Alpha.


"Emangnya lo Lucinta Luna, punya jakun?" balas Alpha, mereka ketawa lagi.


"Udah, udah. Gue mau ekting jadi cewek seksi nih," lerai Kauki lantas ngelanjutin aktingnya, Alpha cuma merhatiin sohibnya itu sambil mengulum senyum.


"Hai, Alpha. Wanna go with me tonight?"


"Ehem. Gue dorong, nih?"


"Iya, dorong aja."


"Ya udah. Ehem, ehem, yes, i wanna go with you."


Kemudian..


Gabrugg! Alpha ngedorong Kauki ke kasur, abis itu dia tindih sobat oroknya itu.


Kauki mendengus dan menatap Alpha jengah. "Lo itu emang raja mesum ya. Lo harusnya gak ngelakuin ini!" ucapnya datar.


"Salah gue apa? Kan tadi lo bilang gue harus dorong."


"Ya elo kalo mau dorong ya dorong aja, gak pake tindih-tindihan gini!"


"Ooh.. Ya maap. Kita ulangin lagi ya."


"Ya udah! Terakhir nih. Kali ini yang bener pokoknya. Elo nolaknya secara halus aja tapi."


"Asyiaap!" seru Alpha pake slogan salah satu temennya yang berprofesi sebagai youtuber, si Thoriq Gledeg.


Alpha ngebantuin Kauki bangun dan mereka mengulang adegan di mana Kauki ngegoda Alpha. Kali ini mereka serius karena Kauki terus ngancem bakal nyunat Alpha pake gunting kuku kalo sampe Alpha mesum lagi.


Kauki mengulang dialognya, dan kali ini Alpha menolak secara halus.


"Sori, gue sibuk," katanya dengan muka sok cool dan melepaskan tangan Kauki di lehernya. Kemudian jalan ngelewatin Kauki.


Kauki tersenyum lebar. "Nah, gitu kek daritadi."


"Jadi gimana? Gue lulus tes?"


"Iya. Tapi lo harus praktekin ini kalo ada jablay beneran yang godain lo. Apalagi kalo lo lagi sama Maura."


"Iya, gue bakal praktekin ini ntar," ucap Alpha. "Makasih ya, Kauki, lo udah bantuin gue buat dapetin Maura."


Kauki senyum lagi. "Elo tuh udah kayak sodara gue, Alpha. Lo bahagia, ya gue juga bahagia," tuturnya bikin Alpha terharu dan memeluk Kauki dengan sayang.


Gak lama suara bunda memanggil, "Anak-anak.. Kalian ngapain? Ayo sini bantuin Bunda masak."


"Iya, Bundaa.." sahut Alpha sama Kauki kompak.


"Sana lo duluan samperin Bunda, gue mau pake jaket dulu," kata Kauki.


"Ya udah, nanti lo nyusul ya."


"Iya," sahut Kauki dan ngambil jaketnya di sofa.


Alpha gak langsung pergi, cowok itu memandang Kauki dengan senyuman. Dalam hati terus mengucap syukur karena diberi sahabat sebaik Kauki.


Tiba-tiba seringai jahil muncul di wajah gantengnya. Cowok itu mendekati Kauki yang lagi sibuk memakai jaket.


"Aduh! Iih.. Alpha! ALPHA!" jerit Kauki saat Alpha menubruknya Ke sofa dan menggelitikinya.


Dua sahabat itu terus bercanda ria hingga bunda Mia memanggil buat minta bantuin masak.


šŸšŸšŸ


"Eh, pesenan bunda udah lo beli belom? Mumpung masih di sini, dicek dulu."


"Bentar," Alpha ngecek tas belanjaannya. "Udah semua, kok."


"TOLOONG.."


Kauki dan Alpha kompak menoleh ketika denger Ada suara teriakan perempuan. Keduanya terkesiap dan tercekat saat ngeliat seorang cewek tengah tarik-tarikan tas dengan pria berpenampilan urakan.


"Alpha, itu Maura!" pekik Kauki cemas.


Alpha panik, di sana, cewek pujaannya tengah kesulitan. Seketika dirinya disergap rasa cemas.


"Iya. Gawat, Ki, Maura lagi dirampok preman."


"Tolongin ayo," tarik Kauki pada tangan Alpha.


Alpha malah nahan tangan Kauki. "Gue takut.."


"Ya elah eloo.. Lo kan laki. Eh, ini tuh kesempatan lo buat jadi pahlawannya Maura."


"Tapi gue gak bisa gelud, Ki. Elo aja, lo kan bisa karate." Alpha nunduk, dia emang gak bisa bela diri.


"Kita kan berdua, preman itu sendiri, kita keroyok bareng."


"Bener ya lu nanti ikut nyerang?"


"Iyaa. Udah ayo." Tanpa berlama-lama Kauki narik tangan Alpha buat nyamperin Maura.


Dukk!


Kauki menendang preman itu hingga terjungkal.


"Eh, berani-beraninya ya lo gangguin temen gue!" bentak Kauki.


"Siapa lo?!"


"Gue temennya dia. Elo kalo mau gelud, ayo sama gue." Kauki ngambil ancang-ancang.


Preman berambut gondrong itu tersenyum sinis. "Oke."


Preman itu melayangkan pukulan, tapi Kauki berhasil menangkisnya. Ketika preman itu melayangkan pukulan kedua, Kauki menangkap tangan si preman dan memutarnya ke punggung preman itu, lalu didorongnya dengan menggunakan kaki.


Di saat Kauki sibuk adu jotos dengan si preman, Alpha malah sibuk menenangkan Maura.


"Lo gak apa-apa?"


"Gak apa-apa, tapi Kauki-"


"Sekarang mending lo pulang. Gue anterin ya."


"Tapi-"


"Udah ayo." Alpha membawa Maura menjauh dari Kauki.


Preman itu terjatuh saat Kauki menendang perutnya.


Kauki bersyukur dirinya pake celana legging, jadi dia bisa bergerak bebas.


"Hebat juga lo ya," kata preman itu. Dia bangkit, lalu menujuk ke samping. "Liat! Ada bapak lo!" serunya menipu.

__ADS_1


Bodohnya, Kauki malah menoleh. "Bokap gue? Bokap gue kan ada di spanyo-"


Bukk!!


Saat Kauki tertipu, preman itu melayangkan bogemannya di pipi Kauki. Kauki meringis memegang pipinya.


"Lo nipu gue!"


"Hahaha.. Rasain, mau aja dibohongin."


"Ah, kampret lu!" dengus Kauki, dia ngerasa pertarungan ini gak akan ada ujungnya.


Kauki tersenyum miring lalu mengambil duit seratus ribu di kantung sweaternya, menggerak-gerakkan uang itu ke depan muka si preman.


Kepala preman itu bergoyang ngikutin gerakan tangan Kauki yang megang uang.


"Lo mau ini?" si preman ngangguk. "Ambil. Tapi lo harus pergi."


Si preman ngangguk dan ngambil duit Kauki, setelah itu pergi ninggalin Kauki dengan riang gembira.


Kauki memutar bola matanya, dan menoleh ke belakang.


"Maura, are you o..kay?" tanya Kauki terputus karena begitu dia berbalik udah gak ada siapa pun.


"Maura? Alpha? Kok kosong, sih?" Kauki memanggil nama dua sahabatnya tapi gak ada sahutan.


Cewek berdarah Spanyol Jepang itu meraba-raba udara bekas Maura dan Alpha berada.


"Kacrut! Gue ditinggal." gumam Kauki, dia menoleh ke sekitar dengan muka cemberut, "Terus gue pulang sama siapaaa? Alpha! Huhu.. Taxi.. Ojek.. Angkot.. Where are youuu.."


"Ssh.. Aww." Kauki meringis saat ngerasa sakit di luka lebamnya.


šŸšŸšŸ


Kauki turun dari motor ojol yang ditumpanginya.


"Nih, Mas, helmnya. Ini uangnya. Makasih ya," ucapnya pada supir ojol.


"Iya, Mbak. Sama-sama."


Kauki masuk ke rumah sambil meringis memegangi sudut bibirnya yang lebam. Sebenernya dia agak was-was pas mau masuk, dia takut kalo Tristan ada di rumah.


Tristan itu walaupun keliatannya cool, sebenernya dia kakak yang overprotektif. Jadi kalo dia ngeliat Kauki kayak gini, pasti Kauki langsung kena bawelan kakaknya itu.


Kauki ngambil obat buat ngobatin lukanya.


"Ssh.. Aduh.." lirihnya.


Di tengah kegiatannya, hp Kauki bunyi. Ternyata telpon dari Cia.


"Iya kenapa, Ci?"


"Kauki, hari ini kamoh jadi kan ke rumah akoh?"


Kauki menepuk jidat, baru inget kalo ada janji mau main ke rumah Cia. Kemarin di sekolah Cia ngajak Kauki bikin video buat channel youtubenya.


"Aduh, sori ya, Ci. Kayaknya gak bisa deh."


"Yaah, Kaukiii.. Kenapa?"


"Gue abis kepentok meja, lumayan keras sampe luka lebam," jelas Kauki bohong. "Lain kali aja, ya?"


"Luka lebam? Ya ampun.. Sakit gak?"


Kauki muter mata. "Ya sakitlah," tukasnya.


"Duh.. Ya udah gak apa-apa deh bikin videonya lain kali aja. Nanti akoh ke sana jengukin kamoh. Cepet sembuh ya, Kauki.."


"Thanks, Cia."


šŸšŸšŸ


Alpha baru aja nganterin Maura ke rumah gadis itu. Maura cuma bilang makasih abis itu langsung turun.


Saat gadis itu hendak turun, Alpha menahan lengannya. Maura menoleh dan memberi tatapan bertanya.


"Maura.. Em, elo gak apa-apa, kan?"


"Gak apa-apa. Makasih ya udah nganterin aku pulang," ucap Maura dengan senyum tulus yang bikin Alpha deg-degan.


Alpha ngasih senyum menawan. "Sama-sama."


"Eh, tapi.. Kauki masih di sana," celetuk Maura yang baru sadar kalo Kauki mereka tinggal.


Alpha menepuk jidat. "Ya ampun, Kauki!" Lalu menatap Maura. "Kalo gitu gue mau balik ke sana."


Maura pun ngangguk dan turun dari mobil. Cowok itu bergegas memutar kemudi mobilnya dan kembali ke tempat tadi. Tapi di sana dia gak menemukan Kauki. Alpha membuang napas frustasi, cowok itu pun memutuskan buat pergi ke rumah Kauki.


Dan bener aja, sohibnya itu lagi duduk di ruang TV sambil makan keripik kentang, sesekali Kauki meringis saat menyuap makanan ke mulutnya yang sedikit sobek.


"Kauki, Kauki lo gak apa-apa? Preman itu gak nyakitin lo, kan? Jawab ih, Kauki, jangan bikin gue khawatir." Alpha dengan muka paniknya ngasih pertanyaan beruntun setelah duduk di samping Kauki.


Kauki cuma ngelirik singkat, masih kesel karena ditinggal gitu aja. Mata Alpha membulat ngeliat luka di sudut bibir Kauki.


"Kauki, ini kenapa?" tanya Alpha nyentuh pelan luka Kauki.


"Aduh! Jangan dipegang, sakit ****!" Ditepisnya tangan Alpha.


"Ya maap.." lirih Alpha.


"Kenapa lo ninggalin gue?" tanya Kauki ketus.


"Sori, Kauki. Gue khawatir sama Maura. Lagian, elo kan bisa bela diri gak kayak Maura, dia cewek lemah."


"Bukan berarti lo bisa ninggalin gue gitu aja. Gue emang bisa bela diri, tapi lo harusnya bantuin gue tadi! Kalo lo ikut bantu mungkin gue nggak akan bonyok gini!"


"Kauki, gue minta maaf," ucap Alpha menunduk penuh sesal. Karena kelalaiannya, Kauki jadi terluka.


Kauki menghela napas, gak tega juga ngeliat muka nyesel Alpha. Dia emang kesel, tapi dia nggak mau Alpha dihantui rasa bersalah.


"Ya udah gak apa-apa. Gue ngerti, kok. Orang kalo jatuh cinta pasti lupa segalanya."


"Tapi lo bonyok-"


"Gak apa-apa, Alpha. Gue gak mati ini, kan?" ujar Kauki berusaha ngasih senyum walau lukanya sakit. "Udah sekarang lo pulang sana. Gue mau istirahat."


Alpha menahan tangan Kauki, cowok itu menatap Kauki dengan nanar. Dia beneran ngerasa bersalah sama Kauki.


"Kauki, maafin gue. Gue ngerasa pengecut banget tau nggak. Maafin gue, ya?"


"Ngomong makasih lagi dapet gelas gratis loh," ujar Kauki mulai bosan denger Alpha ngomong 'maaf'.


Alpha terkekeh. "Kayak iklan promo sabun aja."


šŸšŸšŸ

__ADS_1


__ADS_2