Back To Ya

Back To Ya
Bab 1


__ADS_3

"FINALLY.. Selesai juga PR kita, Al!" seru Kauki meregangkan tangannya yang pegel seusai ngerjain PR.


Alpha yang juga selesai dengan tugas sekolahnya juga langsung ngeberesin buku-bukunya.


"Udah malem, sana lo pulang, syuh syuh!" canda Kauki pura-pura ngusir Alpha, bikin cowok itu manyun.


"Gue tidur di sini ya, Kauki. Bunda lagi pergi."


"Tapi-"


"Makasih, Kauki!" seru Alpha memotong ucapan Kauki sambil nyolong satu ciuman di pipi tembem sohibnya.


Alpha lalu nyelonong gitu aja menuju kasur Kauki.


Kauki cuma muter mata dan ngeberesin buku-bukunya.


"Ayo Kauki, kita bobok."


"Elo mau nginep?"


Alpha ngangguk.


"Bunda lo ke mana?"


"Bunda lagi nginep di rumah Nenek gue."


Bunda Mia emang sering nginep di rumah neneknya Alpha, sekedar nemenin. Ayah Alpha sendiri udah meninggal, makanya bunda Mia jarang di rumah. Kalo gak kerja di kantor, ya paling ke rumah nenek.


Gak bermaksud mengabaikan Alpha, tapi Alphanya juga gak mau jadi anak manja yang nempel mulu sama bundanya.


"Ya kenapa ikut tidur di sini, sih? Di kamar sebelah kan kosong."


Alpha manyun. "Gue takut tidur sendirian."


"Tiap hari emang lo tidur sama siapa? Sendiri, kan?"


"Ya tapi kan biasanya kalo gue nginep, kita tidurnya berdua."


"Ya tapi itu kan dulu, Al, sebelum jakun lo tumbuh!" Kauki jengah.


"Elaah, dulu sama sekarang apa bedanya sih, Ki?"


"Gak bisa, Alpha! Elo pulang sana, tinggal nyebrang dari balkon kamar gue juga udah nyampe ke balkon kamar lo."


"Tapi gue maunya nginep di kamar lo."


"Enggak!" tolak Kauki mentah-mentah.


Ya kali, mereka kan udah gede, masa tidur sekamar, ya gak boleh lah. Dulu sih boleh aja, soalnya masih kecil.


Alpha masang muka imutnya, sementara Kauki melotot dengan alis terangkat satu.


"Kaukii.."


"Gak!"


"Kauk-"


"No, Alpha!" tegas Kauki.


Semenit kemudian..


Kauki berdecak, mengumpati dirinya sendiri yang gak pernah bisa tegas sama sahabat manjanya ini.


Sementara Alpha senyum manis banget menatap sang sohib yang udah berbaring di sebelahnya.


"Good night, Kauki.. Have a nice dream.."


"Hm." Kauki cuma nyaut dengan deheman.


Alpha manyun dipunggungin Kauki.


"Kauki.."


"Hm?"


"Biasanya kalo mau tidur, bunda selalu nyium gue."


Kauki mengacak rambutnya. "Gue bukan bunda lo!"


"Kaukii.."


Kauki mengumpat dalam hati. Lantas mengecup singkat kening cowok itu.


Alpha nyengir, sedetik kemudian manyun lagi.


"Ucapan selamat malamnya mana?"


Kauki melengos.

__ADS_1


"Buenas noches!" (Spanyol \= selamat malam).


"Ih, enggak mau. Elo nyium gue lagi, abis itu langsung ucapin selamat malam."


"Apa sih, Alpha. Mau tidur aja ribet banget!"


"Kaukiii."


Haish!


Akhirnya satu kecupan pun Kauki kasih biar Alpha gak terus merengek.


"Buenas noches!" ucap Kauki dengan senyum paksa.


Alpha nyengir girang. "Buenas noches!" balasnya.


Kauki kembali ke posisinya, memeluk guling. Siap berpetualang ke alam mimpi.


Satu menit berlalu.


*Que tenemos dj


rapidamenteeeeeeeeeeeee


Que comience la fiesta


Mesa, mesa, mesa que mรกs aplauda


Mesa que mรกs aplauda


Mesa que mรกs aplauda*


Tiba-tiba lagu 'Za za za' milik Grupo Climax terdengar dan ranjang berguncang hebat, Kauki kontan melek dan mendapati Alpha yang loncat-loncat di sampingnya.


Za za za y a tu za y a tu za


Za za za y a tu za y a tu za


Kauki mendengus kenceng.


"ALPHAAA!" teriak Kauki murka.


"Gue nggak bisa tiduur.." Alpha nyaut sambil terus lompat-lompat.


Badan Kauki ikut berguncang akibat ulah Alpha. Cewek itu mengusap mukanya frustasi.


Kauki udah ngantuk berat tapi terpaksa dia tahan karena Alpha terus bikin ulah.


Puas dengan kostum superman, Alpha maen gitar, nge-dj, nyanyi-nyanyi gak jelas, dan ngambil mainan masa kecil Kauki.


Alhasil kamar Kauki berantakan akibat ulah cowok tampan itu.


Dan Kauki? Dia cuma bisa nahan kesel. Marah-marah juga percuma, karena Alpha cuma nyengir polos ketika dia omelin.


Kauki mendegus keras sekeras-kerasnya, dia menoleh hendak memarahi Alpha.


"Alpha-"


Kauki terdiam ngeliat Alpha yang udah megang petasan.


"Al-Alpha.. Al lo jangan ceroboh ya," ujar Kauki waspada.


Alpha cuma senyum polos sambil ngendikin bahu, tangannya memegang petasan sedangkan tangan satunya megang korek yang udah keluar api.


"Alpha, anak pinter, buang petasannya ya, Sayang. Duuh.. bocah ganteng." Kauki mencoba ngerayu supaya Alpha ngebuang petasannya.


Tapi Alpha malah nyalain petasan.


Satu... Duaa..


Pletok pletok!!


"Al-"


DUAAAR!!


Kauki panik. "ALPHA!!"


Suara pretekan petasan berdentum di kamar Kauki.


Kauki ngacir keluar sementara Alpha malah joged gayung dengan backsound petasan.


"WHOAAA!!"


Brukk!


Buku PR mereka jatuh dan mengenai petasan Alpha tanpa disadari keduanya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


Teloleeet..


Bunyi bel masuk, kelas 12 Ipa 2 yang merupakan kelas Kauki dan Alpha langsung dipenuhi murid.


"Kumpulkan PR kalian!"


Kauki sama Alpha saling pandang, buku PR mereka udah pada bolong akibat petasan semalem.


"Kauki, Alpha, mana PR kalian?" tagih guru matematika itu dengan garang.


Dua mahluk kembar tapi tak sama itu pun mau gak mau menyerahkan buku PR mereka dalam keadaan seadanya.


Guru matematika yang terkenal galak itu pun melotot.


"apa-apaan kalian? Buku PR dibakar!"


"Ta-tapi kita udah ngerjain PR kok, Pak," kata Alpha.


"Ya tapi kalo bukunya bolong-bolong begini, gimana saya bila nilai!"


"Tapi kan gak kebakar semua." Kali ini Kauki yang membela diri.


"Tidak bisa, saya nggak mau terima. Sekarang juga kalian saya hukum berdiri di luar kelas sampai pelajaran saya selesai!"


"Tapi, Pa-"


"KELUAR SEKARAAANG!!"


Kauki sama Alpha langsung ngibrit begitu guru matematika itu ngeluarin teriakan gedombrangnya yang bikin siapapun tutup telinga.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Kauki-"


"SHUT UP!"


Alpha balik ke posisinya. Mereka dihukum berdiri dengan satu kaki terangkat dan kedua tangan di kuping.


Tadi pagi, waktu mau berangkat sekolah, Alpha sama Kauki baru sadar kalo PR mereka udah sedikit kebakar karena petasan.


Petasan Alpha lebih tepatnya.


Keduanya juga terpaksa tidur di pinggir kolam renang karena saat lagi heboh-hebohnya konser petasan yang dibuat Alpha berlangsung, Tristan pulang.


Tristan teriak histeris saat ngeliat rumah dan seisinya berantakan. Akhirnya lelaki itu mengusir Kauki dan sahabat adeknya itu tidur di halaman belakang sebagai hukuman.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Hari berganti, saat itu di sekolah para murid sibuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.


Di tengah kegiatan itu pak kepala sekolah datang ke kelas XI Ipa 2 bersama murid baru.


"Nama saya Fernando Martinez. Tapi temen-temen bisa manggil saya Nando."


Para siswi di kelas Kauki memandang kagum murid baru yang berdiri dengan tegap, sesekali membetulkan posisi kacamatanya. Walaupun tertutup kacamata, tapi gak bisa menyembunyikan kegantengan cowok itu.


Cia menganga lebar mandang Nando. Cewek itu noel-noel Kauki yang duduk di kursi sebelahnya.


"Ki, gilaaa, Ki, ganteng banget murid barunya. Akoh sampe terpesonaa!" bisik Cia girang. Kauki cuma senyum.


Nando emang ganteng. Alis tebalnya, bulu mata yang lentik, mata jernih yang tertutup kacamata, bibir tipis yang merona, dan ketika tersenyum, manisnya ngalahin gula. Tingginya hampir sama kayak Kauki, dan suara yang lembut, beuh.. pantes cewek-cewek pada terpesona.


Alpha muter mata. "Dasar centil, ngeliat yang bening dikit langsung kesirep."


"Yee.. wajarlah. Akoh kan normal!" sahut Cia ngalah. Kauki cuma terkekeh dan fokus ke murid baru itu.


"Ka-Kauki yang no-normal juga bi biasa aja tuh." Viral si ganteng tapi gagap ikut nyeletuk.


"Ya suka-suka akoh dong. Mata-mata akoh!" ketus Cia judes pada dua cogan yang notabene merupakan sahabatnya itu.


"Silakan duduk, Nando."


Nando mengangguk lantas melangkah menuju kursi kosong di pojok, di bangku paling belakang. Banyak cewek-cewek yang nawarin Nando tempat duduk, malah sampe ada yang ngedorong temen sebangkunya biar bisa duduk sama Nando.


Tapi Nando cuma senyum tipis dan terus jalan ke meja belakang.


Tatapan Kauki terus menyertai langkah Nando hingga ke bangkunya. Dan saat mata Nando berkeliling kelas, mata coklatnya bersibobrok dengan manik coklat terang Kauki.


*Deg!


Awkward* moment. Kauki yang ke-gap jadi salah tingkah dan langsung menunduk.


"Kalau begitu kita sambung belajarnya," ujar bu guru dan melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda.


Kauki noleh ke Nando lagi, cowok itu masih menatapnya. Kauki kembali salting, karena ketauan (lagi) curi-curi pandang pada cowok itu.


Lalu seulas senyuman manis Nando kasih ke Kauki membuat cewek itu terpaku. Dengan canggung Kauki melambaikan tangan singkat dan membalas senyum ramah itu.


Diam-diam Kauki merona, entah karena apa. Tapi saat ngeliat Nando senyum, Kauki baru sadar bahwa itu senyuman termanis yang pernah dia liat.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2