Back To Ya

Back To Ya
Bab 17


__ADS_3

Sambil membawa Ferguso di gendongannya, Kauki memasuki kamar kedua orangtuanya, mendadak ia diserang rasa rindu pada dua orang yang dia sayangi itu.


Gadis bersurai coklat keemasan itu tersenyum tenang saat mencium aroma bunga mawar, bunga kesukaan maminya.


Kauki mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, piano di sudut kamar, meja rias sang mami yang tertata rapi.


Ada vas bunga berisi mawar segar yang diganti setiap harinya. Tristan yang meminta, karena mereka pengen mengenang sang mami melalui bunga Wangi tersebut.


Kauki menghampiri tembok di mana foto-foto keluarganya terpasang. Foto saat kedua orangtuanya menikah, saat dirinya masih bayi, foto Tristan saat masuk sekolah, dan yang paling menyita perhatian Kauki, foto mami juga daddy-nya yang tersenyum bahagia dengan Tristan yang mengenakan seragam sd serta dirinya sendiri yang digendong sang mami, kala itu Kauki masih balita.


Kauki mengelus wajah kedua orangtuanya dengan lelehan air mata yang turun ke pipi tembemnya.


Dadanya berasa sesak ketika mengingat bahwa mami dan daddynya udah pergi ke tempat yang gak bisa Kauki jangkau.


"I miss you guys.."


Gadis berdarah Spanyol Jepang itu meletakkan Ferguso di atas kasur lalu beralih ke lemari, Kauki membuka dan ngeliat baju-baju mami dan daddynya tersusun rapi.


Perhatiannya teralih pada satu gaun, gaun pernikahan milik maminya dulu. Kauki tergelitik, penasaran dan ingin memakainya.


"Ferguso diem dulu ya, Kauki mau ganti baju."


"Meoww.."


Kauki tersenyum mendapat sahutan Ferguso, kemudian masuk ke kamar mandi di kamar tersebut.


Beberapa menit kemudian, gadis itu keluar dengan mengenakan gaun maminya dulu.



Gaun model ball gown itu sedikit menonjolkan bentuk tubuh Kauki. Mungkin karena Kauki lebih tinggi atau sedikit lebih berisi dari sang mami, bukan berarti gendut lho ya.


Kauki melangkah mendekati meja rias, ngeliat bayangannya di cermin. Gadis itu tertegun.


Gadis itu melepas kalung coker di lehernya dan melepas kunciran rambutnya hingga terurai. Kauki menyampingkan rambutnya ke satu sisi, membuat sebelah bahunya terbuka.


Senyum indah terbit perlahan di sudut bibir Kauki, memunculkan satu lesung pipi yang manis.


"I look like Mami," gumamnya menatap kembaran dirinya di cermin.


Ferguso gelisah ngeliat keluarga brush make-up di meja rias, hewan mungil itu melompat, tapi meleset dan malah menyenggol vas bunga hingga pecah.


'Ngueooong'


Pringg!!


"Aaa-"


Kauki terpekik pelan kemudian buru-buru mengambil Ferguso yang hampir nyentuh pecahan kaca.


"Ferguso, what are you doing, Budd?"


'Meoong..' kata Ferguso seolah-olah memberi penjelasan kalo dirinya pengen mainin alat-alat make up.


"Hosh.. Hosh.. Ada apa? Kauki, are you o...kay?"


Bunda Mia dan Alpha datang tergopoh-gopoh karena mendengar pecahan kaca disusul pekikan Kauki, buru-buru keduanya berlari ke rumah Kauki.


Mereka takut sesuatu nimpa Kauki yang lagi sendirian di rumah. Tapi sesampainya di situ, mereka malah mendapati duplikatnya bidadari.


Sementara Kauki yang kepergok lagi make gaun nikah maminya terdiam kikuk.


"Kauki.. Is that you, sweety?" Bunda Mia bertanya dengan muka cengonya.


Kauki cuma tersenyum kikuk, bunda Mia terkesiap lalu menghampiri Kauki dengan tatapan takjub, sementara Alpha mematung di tempat ngeliat sohibnya bertransformasi jadi bidadari.


"Kauki, you look awesome!" puji bunda Mia membuat Kauki menundukkan kepalanya dengan senyum dikulum.


"Gracias, Bunda." Kauki ngelirik foto pernikahan sang mami di meja rias. "Tapi.. Mami lebih cantik."


"No! Justru kamu lebih cantik dari Mami. Kalo Mami di sini, pasti dia iri ngeliatnya." kata bunda.


"Alpha, kenapa diem aja? Terpesona ya sama Kauki?" celetuk bunda bikin Alpha tersadar dan garuk-garuk kepalanya. "Sini." titah bunda dan lelaki berambut coklat tua itu pun menghampiri dua perempuan di depannya.


"Sayang, kamu mau nikah? Kok pake gaun nikahnya Mami?"


Kauki terkekeh. "Nope. Aku cuma.. kangen sama Mami Daddy." jawab Kauki memelan di akhir.


Bunda Mia menghela nafas begitupun Alpha yang menatap Kauki sendu. Mereka nggak tega ngeliat Kauki sedih.


"Oh iya, tadi Bunda sama Alpha denger suara benda pecah, kamu gak kenapa-napa kan, Nak?"


Kauki menggeleng. "Nggak, Bunda. Tadi Ferguso mecahin vas bunga."


"Oh.." Bunda ngeliat Ferguso di gendongan Kauki. "Ferguso, jangan nakal dong!"


'Mueoong!' (aku gak nakal!)


"Kauki, inget gak, dulu itu kamu sama Alpha sering main nikah-nikahan."


"Masa sih, Bun?" Malah Alpha yang penasaran.


"Iya, tapi Kauki-nya kabur terus tiap mau kamu cium. Kata Kauki, 'gak mau, Alpha bau jigong!' gitu katanya." cerita bunda membuat dua remaja itu terlempar ke masa lalu.


"Kauki.. Jangan kabul dong. Kalo abis pembelkatan itu kita halus ciuman."


"Who says?"


"Alpha liat cendili kok, waktu Tia Flowel nikah, uncle Ash cium bibilnya Tia Flowel. Nah sekalang, Alpha yang cium Kauki. Kan kita udah nikah."


"Iiih.. No no no! Gak mau! Alpha bau jigong!"


"Jigong itu apa? Jigong bakal?" tanya Alpha dengan muka polosnya.


"Iih.. Itu jagung, Alpha!"


Kauki dan Alpha terkekeh geli berbarengan mengingat nasa kecil mereka membuat bunda Mia bingung.


"Kalian ketawa-ketawa sendiri kenapa?" heran bunda bikin keduanya kompak garuk-garuk tengkuk.


"Eng..gak."


"Eh, mumpung Kauki pake baju pengantin, gimana kalo kita nostalgia, kita main nikah-nikahan, kayak waktu kecil." usul bunda mendapat tatapan protes Kauki.


"Ih, nggak ah."


"Bunda apaan sih." sahut Alpha malu.


"Apa? Lumayan kan buat ngilangin bete?"


"Ya tapi- emang gak ada permainan lain apa?"


"Enggak. Udah ayo, ceritanya Bunda jadi pendetanya, kamu sama Kauki jadi pengantinnya." cetus bunda membuat Kauki dan Alpha saling lempar pandang.


Tapi Kauki langsung melengos, mengingatkan Alpha kalo Kauki masih marah padanya.


Bunda ngambil bunga mawar yang tadi jatoh akibat ulah Ferguso dan mengganti posisi Ferguso di tangan Kauki dengan bunga mawar itu.


"Ayo dong mulai.. Bunda udah gak sabar nih pengen nikahin kalian." rengek bunda.


Dengan tak sabar wanita cantik itu menghadapkan Kauki ke Alpha, begitupun sebaliknya.


"Kita mulai ya, kita langsung ke janji nikah aja. Oke, ehem.. Saudara Alpha Alano Kohler, sekarang ucapkan janji nikah saudara dengan sungguh-sungguh. Dengan kebebasan dan tanpa paksaan: Demi nama ALLAH BAPA, ALLAH ANAK, DAN ALLAH ROH KUDUS. Saya, Alpha Alano Kohler menerima  engkau, Kauki Kato Adonia menjadi satu-satunya istri dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, seperti Kristus mengasihi Jemaat-Nya sampai kematian memisahkan kita, menurut titah kudus Tuhan dan iman percaya saya kepada-Nya, kuucapkan janji setiaku kepadamu."


Alpha menatap Kauki dan mengulang perkataan bunda Mia dengan lantang.


"Demi nama ALLAH BAPA, ALLAH ANAK, DAN ALLAH ROH KUDUS. Saya, Alpha Alano Kohler menerima  engkau, Kauki Kato Adonia menjadi satu-satunya istri dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, seperti Kristus mengasihi Jemaat-Nya sampai kematian memisahkan kita, menurut titah kudus Tuhan dan iman percaya saya kepada-Nya, kuucapkan janji setiaku kepadamu."


Bunda Mia tersenyum dan beralih pada Kauki.


"Saudari Kauki Kato Adonia, sekarang ucapkan janji nikah saudari dengan sungguh-sungguh. Dengan kebebasan dan tanpa paksaan."


Kauki membuang nafas panjang. "Harus banget ya, Bunda?"


"Iya, Sayang. Masa mempelai prianya aja yang janji."


"Tapi kan mempelai pria Kauki bukan Alpha, Bun."


"Terus maunya siapa?"


"Nando."


Alpha berdecak jengah. "Jangan PD dulu, Kauki. Omongan lo seolah ngeduluin takdir Tuhan. Belum tentu lo nikahnya sama Nando."


Kauki mendelik tajam. "Suka-suka gue lah!"


"Eeh.. Kok malah pada ribut sih. Udah ayo, kita sambung lagi ceritanya. Kauki, giliran kamu yang ngucap janji."


Kauki mendengus. Terpaksa deh!


"Demi nama ALLAH BAPA, ALLAH ANAK, DAN ALLAH ROH KUDUS. Saya, Kauki Kato Adonia menerima engkau, Fernando Martinez menjadi satu-satunya Suami dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, seperti Kristus mengasihi Jemaat-Nya sampai kematian memisahkan kita, menurut titah kudus Tuhan dan iman percaya saya kepada-Nya, kuucapkan janji setiaku kepadamu." ucap Kauki males-malesan. Dan tentu mendapat tatapan protes Alpha.


"Apa-apaan lo, kenapa nama Nando yang disebut!"


"Yee.. Orang gue maunya nikah sama Nando, bukan sama lo." judes Kauki, Alpha manyun.


Alpha mendengus sebal ngeliat Kauki yang gak niat ngucap janji pernikahan. Ya dia tau ini cuma bohongan, tapi kan Alpha maunya Kauki serius.


"Oke, karena janji nikahnya udah, sekarang waktunya ciuman pernikahan."


Alpha langsung merangkul pinggang Kauki, bibirnya dimonyong-mongyongin, membuat gerakan hendak mencium gadis itu. Bunda kontan memekik begitupun dengan Kauki yang langsung nahan Alpha dengan mendorong muka cowok itu.


"Alpha, kamu.. dasar modus!" geram bunda seraya narik telinga anaknya.


Alpha menjerit kesakitan sementara Kauki membenarkan posisi gaunnya sekaligus menormalkan detak jantungnya yang berdetak kencang akibat ulah Alpha tadi.


"Aw aw, Bunda.. sakit!"


"Makanya jangan modus!" ketus bunda Mia. Dulu kalo Alpha sering cium-cium Kauki sih boleh aja soalnya masih kecil. Kalo cium-ciumnya udah segede gini sih lain lagi maknanya.


"Kauki, Bunda mau masak dulu ya. Kamu udah masak buat Kak Tristan belum?"


"Belum, Bunda."


"Ya udah, Bunda masak di sini deh. Biar kita bisa makan bareng."


Kauki mengangguk. "Boleh, Bunda."


"Sip, kalo gitu Bunda ke dapur dulu ya. Alpha, awas kalo bandel!" pamit bunda ke Kauki kemudian ngancem Alpha.


Alpha cuma mendengus ngusap-ngusap kupingnya yang memerah. Dia lalu menatap Kauki yang telah bermuka datar setelah bunda pergi.


Menyadari situasi canggung, Kauki pun beranjak untuk mengganti baju. Tapi sebelum masuk ke kamar mandi, Alpha menahan tangannya.

__ADS_1


"Kauki."


Kauki terdiam, menatap Alpha dengan alis terangkat.


"Lo.. cantik banget pake pengantin gitu." ucap Alpha menatap Kauki.


Kauki melepas lengan Alpha.


"Thanks."


"Kauki." Alpha kembali nahan Kauki, bikin cewek berdagu belah itu menghela nafas malas.


"Apaan sih."


"Mm.. Gue berharap, bisa ngeliat lo pake gaun pengantin lagi nanti, di hadapan gue." ucapnya.


Kauki menoleh dan menatap Alpha dingin.


"Oh, pasti, Alpha. Elo bakal ngeliat gue pake gaun ini lagi, nanti, di pernikahan gue sama Nando." ucapnya datar lalu meninggalkan Alpha untuk berganti pakaian.


Alpha tercenung, bukan, bukan itu maksud Alpha.


"Maksud gue di hadapan gue, itu artinya gue yang jadi mempelai pria lo, Ki. Bukan Nando atau siapapun." gumamnya diakhiri helaan nafas.


Dia nggak ngerti kenapa bisa berpikir bahwa dirinya bisa nikah sama Kauki suatu hari nanti.


Perasaan ini, apa cuma rasa bersalah rasa nyesel karena nyakitin Kauki, atau perasaan yang lain? Alpha gak ngerti.


Tapi yang pasti, ketika Kauki mengenakan gaun pengantin itu, dan mengucap janji pernikahan tadi, jantung Alpha berdebar keras seolah dirinya nikah beneran sama Kauki.


Dan anehnya saat mereka mengucap janji nikah tadi, walaupun pura-pura, Alpha malah berharap Tuhan mendengar dan mengabulkan janji suci mereka.


Suatu hari nanti, dia dan Kauki berada di atas altar yang sama.


🍁🍁🍁


"Apa, Nando! Kita kencan tapi kamu ngajak Alpha?!"


Nando mencoba menenangkan Kauki yang mencak-mencak. Barusan dia ngajak Kauki ke pekan raya, Kauki awalnya seneng.


Tapi muka girang Kauki berubah garang begitu dia bilang bakal ngajak Alpha.


"I-iya."


"Kamu apa-apaan, sih! Kamu kan tau kalo aku lagi marah sama dia!"


"Justru tujuan aku ngajak dia itu biar kalian bisa ngomongin baik-baik masalah kalian."


"Apaan? Nggak ada ya kayak gitu."


"Jadi kamu gak mau kencan sama aku?"


"Nando, di mana-mana kencan itu ya berdua, kalo lebih dari itu namanya selingkuh!"


"Tapi aku kasian sama Alpha, dia gak ada temennya. Cia lagi sibuk bikin vlog, Viral katanya lagi ke Singapura, terus Bundanya lagi ngurus Neneknya. Kasian kan?"


Nando mendekati Kauki yang berdiri sembari mengelus bulu Ferguso di pelukannya, jangan lupa, mukanya kisut karena ditekuk. Kauki be-te!


"Sayang, bencinya lupain dulu, kasian Alpha."


"Kamu kasian mulu sama dia, gak kasian apa sama aku yang disakitin terus sama dia?"


"Aku gak kasian sama kamu, aku sayang sama kamu."


"Nando!" Kauki menatap Nando gemes saat cowok itu malah menggombalinya yang tengah kesal.


"Kauki!" Nando ngikutin Kauki. "Kamu bilang kamu gak suka orang yang egois. Tapi sekarang malah kamu yang bersikap egois."


Kauki mendengus, kesel karena kalah terus dari Nando. "Ya udah iya. Dia boleh ikut." pasrahnya membuat Nando tersenyum lega.


"Tapi.." Kauki ngelanjutin ucapannya. "Dia harus jauh-jauh dari aku."


"Iya, Sayang, iyaa." Nando kemudian melongok ke luar pintu, di mana Alpha berdiri, udah rapi dengan outfitnya.


Alpha pake sweater adidas warna navy, jeans biru dongker, topi putih dan sneaker putih yang siap menemaninya melangkah.



Sedangkan Nando hari ini pake kaos putih yang ditutupi kemeja kotak-kotak, sepatu putih dan gak lupa kacamata minus yang selalu nangkring di hidungnya.



Nando mengacungkan jempolnya ngasih kode bahwa Kauki udah ngasih izin, dan hal itu disambut senyum lega Alpha.


Nando kembali menoleh ke arah Kauki yang hari ini tampak manis dengan kaos item dan overall di atas lutut, kemeja kotak-kotak yang melingkar di pinggang ramping Kauki dan sepatu yang putih melengkapi penampilan gadis itu.


Rambut yang dikepang samping membuat Kauki keliatan makin imut.



"Kalo gitu, kita berangkat sekarang. Yuk!" ajak Nando sembari merangkul Kauki yang manyun.


Sebelumnya Kauki meletakkan Ferguso ke kandangnya.


"Ferguso di rumah dulu ya, Mommy mau keluar bentar sama Daddy Nando. Ferguso jangan nakal di rumah, bentar lagi Opah Tristan pulang kok." pesan Kauki seolah Ferguso anaknya yang masih kecil.


Mulai sekarang Kauki bakal dipanggil mommy sama Ferguso, Nando jadi daddynya, dan Tristan jadi opahnya. Haha.


Nando tersenyum gemas ngeliat itu, begitu pula Alpha yang mengulum senyum.


"Kocheng pinter..." usap Kauki di bulu lembut Ferguso.


"Udah siap?" tanya Nando, Kauki mengangguk antusias lalu menggandeng tangan Nando dan ninggalin Alpha di belakang.


Ngeliat itu Alpha cuma menghela nafas pasrah nahan sesuatu yang sesak di dadanya, dia emang harus banyak sabar kayaknya. Dengan langkah gontai dia mengekor di belakang pasangan kekasih itu.


Sesampainya di depan, dia liat Kauki sama Nando udah nangkring di atas vespanya Nando, membuat Alpha mengernyit.


"Kita gak naik mobil?" tanyanya membuat Nando menoleh.


"Kauki maunya naik motor, Al."


"Lah terus, gue gimana?"


"Em.."


"Ya elo bawa motor sendirilah, masa iya mau gebet bertiga!" ketus Kauki bikin Nando menegurnya.


"Kauki.."


Kauki cuma melengos dan kembali meletakkan dagunya di bahu sang pacar, Alpha pun menarik nafas dan menuju garasi buat ngambil motor sport-nya.


🍁🍁🍁


Mereka tiba di pekan raya saat lagi rame-ramenya, Kauki yang periang langsung narik Nando buat naik bianglala.


Dan Alpha yang ditinggal pun cuma membuang nafas kesel. Dia sekarang tau perasaan Kauki waktu dipaksa ikut dirinya ngedate bareng Maura.


Walaupun banyak cewek-cewek yang menatap kagum ke arahnya, Alpha cuma cuek dan berwajah muram.


"Tunggu, Kauki, Alpha-nya ketinggalan."


"Udah sih biarin aja. Udah gede ini dianya."


"Ya tapi kasian." ucap Nando lembut.


Kauki mendengus dan cuma nahan kesel saat lagi-lagi Nando menempatkan Alpha di antara mereka. Nando ngajak Alpha ikut naik bianglala bareng. Kan Kauki jadi kesel!


Niat hati pengen berduaan malah keganggu sama kehadiran Alpha.


"Sayang, foto yuk!" ajak Kauki ketika mereka berada di dalam kincir.


Nando menyetujui, mereka pun wefie berdua. Ada yang Kauki nyium Nando, Nando nyium kening Kauki, ada yang posenya Kauki nyender ke Nando dan keduanya memejamkan mata. Alpha cuma nontonin mereka dengan jengah.


"Eh, Alpha, ikutan foto ayo." ajak Nando yang gak tega ngeliat Alpha diem doang.


"Hm? Oh, iya iya."


"Ih apaan sih, Nando, biarin aja dih dia bisa selfie sendiri."


"Kaukii, ah."


Kauki cuma bisa berdecak.


"Em.. Kalo Kaukinya gak mau, kita wefie berdua aja, Nan."


"Oh boleh."


Nando langsung pindah ke samping Alpha. Kauki cengo ngeliat pacarnya diambil alih oleh Alpha. Dan nyebelinnya, dua cowok itu malah sibuk berdua.


Hal itu pun terus berlangsung ketika mereka turun dari biang lala. Sepanjang hari Kauki manyun terus karena Alpha selalu ngerebut perhatian Nando.


Bahkan Alpha beberapa kali dengan sengaja ngegeser Kauki menjauh dari Nandi terus dirinya pura-pura ngebahas sesuatu yang seru ke Nando. Dan Nando nanggepin dengan senang hati.


Ini sebenernya yang kencan dia sama Nando atau Alpha sama Nando sih?!


"Eh, sebelum pulang kita selfie lagi yuk." ajak Nando.


"Ayo. Tapi cuma kamu sama aku."


"Loh, terus Alpha?"


"Iih.. Nando, dari tadi tuh kamu sibuk sama dia terus. Akunya dicuekin." dumel Kauki memakan kembang gulanya dengan sebal.


Ngeliat muka cemberut Kauki, Nando terkekeh dan mencium gemas kening gadisnya, dia baru nyadar kalo Kauki terabaikan. Soalnya Alpha terus ngajak dia ngobrol hal-hal seru seputar cowok, dan Kauki, gak mungkin Kauki dia ajak ngomongin urusan cowok, gak bakal ngerti.


"Jadi ceritanya kamu cemburu sama Alpha nih? Ya udah, Alpha, tolong kamu fotoin aku sama Kauki ya."


"Ah, oh, siap siap!" jawab Alpha mau gak mau.


Alpha mundur beberapa langkah dan ngarahin kameranya ke Kauki dan Nando. Sedangkan dua sejoli itu udah siap berpose.


"Eh tunggu, tunggu. Kauki, elo jangan nempel banget dong sama Nando, gak malu apa sama orang-orang yang lewat?" Alpha ngasih jarak antara Kauki sama Nando.


Nando sih nurut aja, lah Kauki? Dia menganga gak terima.


"Ya biarin aja sih orang Nando cowok gue!"


"Pokoknya gak boleh. Eh, kata Bunda gue juga kalo pacaran itu gak boleh terlalu nempel, nanti ada setan lewat."


"Ya elo setannya! Setan pengganggu!" ketus Kauki super emosi bikin Alpha meringis linu mendengarnya. "Lagian, gue sama Nando tuh pacaran sehat, cuma rangkul-rangkul. Gak kayak lo yang mainnya jamah-jamahan badan!"


"Hush! Sembarangan. Enggak ya," sanggah Alpha gak terima tuduhan Kauki.

__ADS_1


"Guys, jadi foto gak nih kita?"


"Oh jadi dong, Bro. Tapi kalian posisinya tetep gini ya."


Alpha dengan seenak jidat ngatur posisi Nando dan Kauki. Dia ngasih jarak sekitar 1 meter. Nando sebenernya pengen komen, tapi dia gak mau ribut. Sementara Kauki udah nahan emosinya sama Alpha.


"Oke siip.. Tahan ya.. Satu.. Dua.. Tiga.."


Cekrek!


Foto pun jadi, Alpha terkekeh ngeliat muka Kauki yang kisut sementara Nando tetep santuy dengan senyum manisnya.


"Oke, sekarang kita foto bertiga." Alpha ngegeser Kauki dengan menempatkan diri di tengah-tengah pasangan kekasih itu.


Kembali, Kauki cuma bisa mendengus dongkol dengan tingkah sahabatnya.


🍁🍁🍁


"


Sayang, aku haus. Beliin aku minum dong?" rengek Kauki pada Nando yang sibuk ngeliat-liat foto mereka bareng Alpha. Lebih tepatnya, foto dia sama Alpha.


Foto yang sama Kauki tadinya banyak, cuma Alpha ngehapus foto yang posenya bagus. Alpha cuma nyisain beberapa foto bareng Kauki yang Kaukinya lagi manyun. Soalnya menurut dia lucu.


Nando menoleh ke arah pacarnya. "Kamu haus? Ya udah aku beliin minum. Alpha, kamu mau ikut?"


"Ma-"


"Eh, enggak usah, biar Alpha di sini jagain aku. Nanti kalo aku ilang gimana?"


Nando terkekeh seraya mencubit pipi Kauki. "Ya udah. Alpha, tolong jagain Kauki bentar ya."


"Oh, oke." sahut Alpha santai.


Nando udah pergi buat beli minuman, Kauki ngelirik Alpha. Sebenernya dia minta beliin minum itu cuma alibi doang biar dia bisa nyingkirin Alpha.


"Ikut gue." Kauki ngerangkul bahu Alpha seraya ngajak cowok itu ke tempat lain.


"Hah? Ke mana?"


"Ikut aja."


Mereka sampe di tengah-tengah keramaian, Kauki langsung ngelepasin rangkulannya.


"Kita ngapain sih, Ki?"


"Gak ada, gue cuma mau ngasih lo peringatan."


"Peringatan apa?"


"Peringatan supaya lo jauh-jauh dari cowok gue."


"Emang kenapa sih? Nando baik, gue suka sama dia."


"EH! Gue nggak suka ya kalo lo suka sama cowok yang gue suka! Yaitu Nando!" sentak Kauki, Alpha hendak membuka mulut, tapi Kauki keburu menyela. "Daan.. Gue nggak suka kalo cowok yang gue suka, suka sama cowok yang gue nggak suka! Dan itu elo!"


Alpha puyeng denger omongan Kauki, cowok itu mengibaskan tangannya gak peduli


"Gue nggak peduli, gue suka Nando dan sekarang gue mas bro-an sama dia. Dan lo, gak berhak ngatur gue."


"Oh gitu!"


"Ya gitu!"


"Oke.." Kauki melipat kedua tangannya, maju tiga langkah dari Alpha, kemudian tengok kiri kanan.


Cowok berambut agak ikal itu cuma memperhatikan Kauki dengan muka bingung.


Gak lama kemudian Kauki berteriak.


"YO DIOBRAL DIOBRAL COWOK TAMPAN MIRIP AL GHAZALI, MASIH JOMBLO, GAK ADA YANG PUNYA, HARGA PERCUMAAA!!"


Alpha melotot dan menganga selebar-lebarnya, dia mau ngebekep mulut Kauki tapi cewek-cewek bermuka menor keburu mengerubungi mereka.


"Waah.. Beneran?"


"Yang bener Mbak cowoknya dijual?"


"Iya beneran." jawab Kauki pada cewek-cewek itu. Alpha mendelik panik.


"Kauki!"


"Dijual berapa, Mbak?"


"Ow, gratis kok. Buat mbak-mbak yang kece ini, pokoknya gratis!" ujar Kauki bak pedagang baju. Mbak-mbak itu terpekik girang.


"Ya udah, yuk ganteng ikut kita." ajak tante-tante berpakaian ketat.


"Gak bisa, dia harus ikut saya." tolak cewek-cewek alay ngerebut Alpha.


"Ih, apaan sih, orang saya duluan kok yang dapet."


"Kauki! Help mee.." jerit Alpha frustasi.


Kauki cuma nahan tawanya, kemudian melangkah pergi ninggalin Alpha yang jadi rebutan cewek-cewek itu.


"Ki, Kauki! KAUKIII LO TEGA BANGET SAMA GUE! KAUKII!"


🍁🍁


Nando kembali ke tempat mereka dengan muka bingung, tangannya memegang kresek berisi tiga botol minuman.


"Nando."


Nando mengukir senyum kala Kauki datang. "Sayang, kamu ke mana aja?"


"Aku abis keliling aja, nyari sesuatu yang lucu."


"Terus Alpha-nya mana?"


Kauki mengedikkan bahunya. "I dunno. Ini minuman aku? Makasih yaa."


"Kok dunno?"


"Ya pokoknya i dunno." sahut Kauki males. "Udah yuk, kita pulang."


"Loh, tapi Alpha."


"Ih, Nando, biarin aja toh dia bisa pulang sendiri."


"Ya tapi-"


"NANDOO.. KAUKII.."


Saat Kauki mengajak Nando pulang, Alpha datang dengan baju acak-acakan dan bekas lipstik di seluruh wajah.


"Loh, Alpha, kamu kenapa?"


"Gak apa-apa. Pulang yuk." ajak Alpha langsung merangkul Nando dengan akrab, setelah sebelumnya mendorong pelan Kauki.


Kauki bengong, lagi-lagi ditinggal.


"JINGAN!!" pekik Kauki kesel sekesel-keselnya!


Yang tabah ya Kauki. Hihi.


Dan sesampainya di rumah pun Kauki gak bisa berduaan sama Nando. Gak tau deh Alpha make jurus apa sampe Nando mau aja diambil alih, lagi. Alhasil Kauki cuma bisa pasrah ketika Nando-nya direbut sang sohib.


🍁🍁🍁


Besoknya, Kauki berniat ngajak Nando kencan lagi, tapi tentu tanpa Alpha.


Jadi sebelum pergi Kauki mampir ke kamar Alpha dulu buat ngelakuin sesuatu. Dilihatnya Alpha yang tengah sibuk baca komik sambil tiduran.


"Alpha.." seru Kauki dengan wajah ceria, kedua tangannya disembunyikan di belakang karena menyembunyikan selotip dan tali.


Alpha menoleh dan terkejut. "Loh, Kauki? Elo ngapain ke sini?"


"Oh enggak. Gue ke sini cuma mau ngasih lo hadiah."


"Hadiah?" Mata Alpha berbinar. "Eh.. tapi bukannya lo lagi marah sama gue ya?" Kening Alpha berkerut.


Kauki mengibaskan tangannya. "Marahnya ditunda dulu. Udah, sekarang gue minta lo duduk di sini." Kauki nepuk kursi belajar Alpha, menyuruh cowok itu duduk di situ.


Alpha manut dengan muka bingung. "Abis itu ngapain?"


"Ya gak ngapa-ngapain, elo diem aja."


Alpha cuma bisa diem saat Kauki ngiket tangannya ke kursi pake tali, kayaknya cowok tampan itu masih belum sadar sesuatu.


"Emh.. Ki, kok gue diiket?" tanya Alpha akhirnya.


Kauki nepuk-nepuk tangannya setelah kegiatannya selesai. Kauki berkacak pinggang, menatap Alpha dengan senyum miring.


"Hari ini gue sama Nando mau jalan. Dan lo, gak boleh ikut."


Toengg!


Alpha langsung ngerasa **** karena baru sadar kalo dirinya abis kena tipu Kauki.


"Yaah, Ki, kenapaaa?"


"Kenapa lo bilang! Alpha, elo tuh ganggu gue sama Nando tau nggak."


"Gue nggak ganggu kalian." elak Alpha.


"Iya, elo ganggu."


"Enggak."


"Iya."


"Enggaaa- mmm.. Mm.." Alpha kesusahan ngomong kala Kauki nempelin solasiban ke mulutnya.


"Pokoknya kali ini gue gak bakal ngebiarin elo ada di antara gue sama Nando. Enggak!"


Alpha meronta-ronta, mulutnya terus berusaha melempar protesan.


Sementara di luar, Nando baru dateng dan langsung neken klaksonnya.


Kauki yang denger itu langsung ngambil tasnya yang tadi dia simpen di atas ranjang Alpha..


"Gue pergi dulu. Oh iya, itu gue udah siapin gunting di atas meja belajar kalo lo mau lepasin ikatannya. Adios, mi idiota amigos.. (Daah.. Sohib bangsatku..)"

__ADS_1


Kauki keluar dari kamar Alpha dnegan langkah riang. Kali ini, Alpha gak bisa ganggu dia sama Nando.


🍁🍁🍁


__ADS_2