BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

BLACK GENK


Aku mengirimkan sebuah notice di grub pribadi Black


Meca Quen :


" Perhatian! Target Clara Handayani, buat dia tidak tenang di NUSA BANGSA tampa melukai fisiknya. Mengerti!


Send


Aku menatap layar poncelku datar. Tapi tak lama aku menyeringai senang.


" Selamat datang di nerakaku Clara " bisikku dalam hati.


Tak lama kemudian poncelku tak henti berbunyi. Ada beberapa notice dari anggotaku. Segera aku membukanya.


" Alona : mengerti quen "


" Allea : siap quen "


" Azura : di mengerti Ketua "


" Anjelina : akhirnya gw punya mainan juga. Thanks ketua "


Dan banyak lagi notice mereka.


" Clara! Gw pastiin loe akan merasakan sakit seperti yang gw rasain saat melihat nyokap loe di sakiti. Sekarang gw mulai dari loe selanjutnya baru ****** Amelia " bisikku geram.


Pagi di SMA NUSA BANGSA,


Aku melangkah santai ke dalam lingkunga SMA NUSA BANGSA. Ku perhatikan semua orang yang aku temui.


Dan aku tau kalo sebagian anggota Black sedang siap siaga. Hanya tinggal menberi aba aba saja mereka siap menjadikan Clara bulanan mereka.


Saat mereka sedang menatapku dalam diam,baik laki laki maupun perempuan. Terlihat santai, aku langsung menatap mereka. Terutama inti Black dan Kevin.


Anggota Black memiliki kelompok dengan masing masing di pimpin oleh inti Black.


Setelah lama terdiam, aku pun memberi perintah lewat notice kepada mereka.


" Meca Quen : Kelompok Allea, lets play the game besty "


" Allea : Yes, quen gw siap "


Begitu pesan itu di balas oleh Allea maka permainan baru saja di mulai.


" Sorry Clara, bukan gw kejam tapi sayangnya loe lebih kejam dari gw " desisku.


Aku pun melangkah ke dalam kelas diikuti beberapa teman dan anggota Black yang satu kelas denganku.

__ADS_1


Saat aku berjalan di koridor sekolah menuju tangga ke lantai dua tempat kelasku berada. Aku berpapasan dengan Kevin yang langsung berbisik di telingaku


" Apa perlu di pandu oleh kelompok gw babe " bisiknya.


" No thanks! Gw percaya sama tim gw " balasku berbisik.


The Black, pastinya kalian semua penasaran dengan The Black Genk. Yah, Black merupakan perkumpulan anak motor yang terdiri dari cewek dan cowok. Semua anggota Black umumnya sudah sabuk hitam. Bahkan ada yang menguasai bela diri yang lainnya.


Permainan Black senyap dan tak terlihat. Bahkan tak ada yang mengetahui tentang aku yang menjadi pimpinan utamanya kecuali anggota Black sendiri.


Kelompok ini aku bangun bersama yang lainya saat kami kelas 3 SMP. Visi dan Misi Black adalah melindungi anggota yang lemah dan mengayomi yang tertindas. Kami juga membangun sebuah rumah kreasi yang bertujuan -memberi pelatihan pada anak jalanan dan putus sekolah.


Dan anak anak itu juga termasuk anggota Black. Mereka akan di fasilitasi dengan uang saku.


Di samping itu Black juga mendapat perlindungan Bramasta and Demont Club.


Saat jam pelajaran aku langsung menuju roof toop. Yah apalagi kalo bukan memantau Allea and the genks. Kulihat apa yang di lakukan oleh Allea, mencari gara gara dengan Clara. Dan


Byurr


Aku melihat Allea yang sedang mengguyurkan air seember ke tubuh Clara.


terlihat clara sok dan tertunduk malu, wajahny juga terluhat marah.


" ini belum seberapa Clara! Gw masih ada rasa kasihan sama loe makanya gw suruh Alle turun tapi enggak akan baik baik aja kalo gw suruh anggota Black yang lainnya "


" kenapa menontonnya sendirian, kalo berdua kan lebih seru" ujar seseorang yang tak asing lagi,Yaps Kevin.


" Mmmmm! gw enggak yakin loe mau nonton karena seorang Kevin Enzilio Bramasta adalah orang super duper sibuk " ujarku malas.


" Yah sesibuk apapun, tak akan melewatkan tontonan menarik " ujar Kevin.


" Oh ya, gimana soal waktu itu. Loe enggak apa apa kan " tanya Kevin.


" Gw ok! Hanya saja gw paksa nyokap buat gugat bokap. Capek gw hidup kayak layangan putus. Jadi lebih baik putus sekalian " jawab Meca.


" Lagian selama ini dia hanya menganggap Clara dan ibunya yang ada dalam hidupnya gw sama nyokap enggak pernah ada " sambung Meca.


Terlihat aksi pembulyan sudah selesai. Menyisakan Clara yang menangis sesegukan.


" Dramaquen! Gitu aja nangis lebai. Kalo nindas orang lupa diri seolah olah enggak akan pernah ngerasain di bully " umpatku dalam hari


teeeeet teeeee


" Gw duluan ke kelas, ada pelajan matematika. Gw tinggal ya " ujar Meca.


" Ok deh! Tapi ntar pulang sekolah aku tungguin. Kita pulang bareng " ujar Kevin.


" Gw enggak bisa karena mau ke rumah

__ADS_1


besar " jawab Meca.


" Biar gw antar! Gw enggak terima penolakan " ujar Kevin tegas.


Mendengar ucapan Kevin, Meca hanya memutar bola mata malas. Sifat Kevin yang paling tak diaukai Meca adalah pemaksa.


Dari pada meladeni Kevin tak ada habisnya, mending iyain aja beres. Akupun pergi meninggalkan Kevin menuju kelasku.


Sesampainya di kelas beberapa anggota Black menatapku sekilas dan setelah itu mereka kembali sibuk dengan aktifitas masing masing.


Nadia menghampiriku, lalu duduk di sebelahku.


" pertunjukan yang keren tapi kurang menantang besty. Loe harus lebih kejam lagi sama dia " ujar Nadia pelan.


" Mmmm! Tenang besty, anggap aja pemanasan. Kita lihat pertunjukan besok selerti apa " ujarku sambil menyeringai kejam.


" Good! Jangan terlalu lembek karena saat dia mempermainkan loe dia tak segan segan bikin loe nangis dan babak belur di tangan bokap loe " ujar Nadia tetep pelan.


" Loe tenang aja! Kalo perlu loe yang akan gw suruh turun ke arena bully " ujar Meca santai.


" Siap! Kapan pun loe suruh gw siap " ujar Nadia semangat.


" Kita lihat dulu cara kerja Allea " kalo sudah membosankan baru loe maju gantiin Allea " ujar Meca.


" Ok quen siip deh! Kalo gitu gw ke bangku gw dulu " ujar Nadia.


" Semoga saja loe bisa bertahan dengan permainan yang di siapkan anggota gw Clara. Biar loe tau siapa yang telah loe usik " bathinku.


Tak lama kemudian guru yang mengajar di kelasku masuk.


Teeeet teeeet


Akhirnya pulang juga. Aku tidak sabar sampai di rumah besar. Aku ingin lihat apa yang dilakukan oleh tetua setelah mendengar kelakuan pria yang menikahi mamaku karena hasil perjodohan bodoh yang membuatku dan mama merasakan ketidak adilan ini. Aku pastikan pria itu tak akan mampu lagi untuk sekedar bersuara setelah ini karena dia telah menghianati aku dan mama.


Aku pun langsung membereskan peralatan sekolahku. Setelah semuanya tersimpat di tas rancelku, aku langsung pergi meninggalkan kelas.


Saat sampai di depan kelaa ternyata Kevin telah menunggu di depan kelasku.


" Udah! Ayok balik, gw anter ke rumah besar " ujar Kevin.


" Tapi Vin! Enggak usah deh, soalnya gw enggak mau loe repot. Rumah besar cukup jauh dari sini. Gw enggak mau loe kelelahan karena bolak balik nganter gw " ujarku menolak diantar oleh Kevin.


Cetak


" Aduh Vin! Kok loe malah jitak gw sih " ujar Meca kesal.


" Loe pikir gw cowok lemah. Cuma nganterin loe ke rumah besar aja kelelahan. Jangan ngeremehin gw bisa kan " ujar Kevin sewot.


" Isss iya deh iya serah deh! Ujarku sambil beranjak berjalan menuju parkiran

__ADS_1


__ADS_2