BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

Normal pov


Hari yang cerah,aku dan my moom memutuskan membuka lembaran baru dan melupakan semuanya.


Mama juga memutuskan untuk menjual rumah yang kami tempati selama ini dan pmembeli rumah di tempat baru. Bahkan lebih mewah dari yang lama.


Woww kan,


Aku harap daddy baik baik saja setelah ini karena kita akan sulit buat ketemu lagi. Dan so sorry dad, bagaimana pun kamu ayahku.


Aku melangkah ke mobil mama. Kami memutuskan untuk pindah hari ini karena besok mama akan ke Bandung mengurus cabang butiknya di sana.


Meski pun berat meninggalkan rumah saksi masa kecilku yang kurang bahagia tapi tetap saja ada moment yang membuatku berat untuk melepaskan rumah tersebut dengan mudah. Tak menyangka saja kalo moom menjual rumah kami. Tapi ya sudahlah,mungkin ini lebih baik.


2 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di rumah baru kami. Mulai hari ini si rumah ini hanya ada kisah aku dan moom. Tak ada lagi daddy di sini.


Aku pun berkeliling rumah tersebut, mewah.


Itulah kesan pertama yang aku lihat, semua fasilitasnyaendukung hobiku. Boleh juga rumah ini.


Aku pun pergi ke kamarku, melihat apa yang ada di dalamnya. dan aku menemukan semua yang aku impikan di dalam sana.


Saat sedang memperhatikan kamar baruku tiba tiba ada notice dari anggotaku.


Ting


Gegas aku buka pesan itu, ternyata Leon. Anggota Black yang aku suruh memantau keadaan rumah daddy.


" Leon ~ bos,terjadi keributan di rumah papa bos. Kayaknya beliau sudah membaca hasil tes itu.


Deggg


Meski pun aku sudah bisa menebak alurnya tapi tetap saja aku terkejut membaca laporan dari anggotaku.


Sedikit nyeri di dadaku gara kejadian ini.


Karena aku selama ini mengalah pada anak yang bahkan tak setetes pun darah papa mengalir di tubuhnya.


Marah

__ADS_1


Marah karena aku telah kehilangan moment emasku sebagai anak papa. Hanya demi anak orang lain yang tak jelas siapa ayahnya. Hanya karena papa dibutakan cinta oleh bicht itu membuatku tak merasakan kasih sayangnya.


Lama aku terdiam,larut dalam pikiranku yang di penuhi kemarahan dan ketidak relanku pada gadis sialan yang merampas perhatian papa dariku.


Ting


Lagi notice dari anggotaku membuatku tersadar dari lamunanku. Aku pun membukanya.


" Leon ~ sepertinya lagi lagi Amelia memanipulasi keadaan bos "


"Megan ~pantau terus, perhatikan hal sekecil apa pun "


"Leon~siap bos "


Lagi lagi papa kemakan omongannya Amelia. Entah apa yang dilakukannya sampe papa benar benar mempercayai setiap perkataannya. Aku hanya bisa mendesah lelah. sepertinya semuanya tak mudah, aku harus membuat papa percaya pada bukti yang ada.


Karena aku sangat lelah,baik fisikku maupun bathinku. Aku pun memutuskan untuk tidur sebentar sebelum akhirnya aku pergi ke base camp Black karena aku ingin mendengarkan info yang lain dari mereka tentang Amelia dan Clara.


Lama aku tertidur, hari sudah sore. Aku pun bergegas mandi dan bersiap ke base campku.


1 jam perjalanan aku akhirnya sampai di base camp. Kulihat anggotaku sedang bersantai,aku pun menghampiri mereka karena sepertinya mereka sangat serius sekali dan sesekali terdengar perdebatan.


" Bagaimanapun kita harus kasih tau masalah ini pada quen. Dia harus tau karena ini menyangkut dia juga " ujar Morgan.


" Tapi kayaknya enggak usah dulu deh, selidiki dulu kebenaranya " balas Jessica.


" Kebenaran apa sih yang kalian bicarakan. Masalah apa " tanyaku tiba tiba menghentikan percakapan mereka.


Semuanya langsung menatap ke arahku dengam wajah yang berbeda. Ada yang tegang, santai dan takut.


" Kenapa pada diam, enggak ada gitu yang berinisiatif untuk cerita ke gw " tanyaku lagi.


Aku lihat mereka saling pandang, lalu menghembuskan nafas kasar.


" Quen, sebelumnya kita minta maaf dan kita enggak tau apakah penting atau enggak masalah ini buat loe. Ini menyangkut bokap loe, ternyata selain Amelia dia juga punya wanita lain dan juga punya anak tapi cowok. Dan anak itu sedang kritis di rumah sakit karena Amelia nyuruh orang buat ngebunuh dia " ujar Jessica pelan.


" Ntar dulu,loe bilang bokap ada anak lagi sama cewek lain selain Amelia dan sekarang kritis karena ulah ja**ng itu. Are you seriouse girl " tanyaku tak percaya.


" Seribu rius quen, masalahnya anak itu hidup sendiri karena di telantarin bokap loe akibat fitnah Amelia yang mengatakan kalo anak cowok itu bukan darah dagingnya. Jadi bokap loe marah dan membuat ibu dari anak itu yang gw denger namanya Sean kena serangan jantung dan meninggal 2 hari yang lalu. Dan Amelia menargetkan anak itu sekarang jadi anak itu dalam bahaya " ujar Morgan.

__ADS_1


" Awasi anak itu dan lakukan tes dna secara rahasia. Kalo terbukti dia saudara kandung gw maka kalian harus lindungi dia. Ngerti " ujarku tegas.


syok


Sangat, berita ini benar benar membuatku semakin benci pada papa. Karena perbuatanya yang menjijikkan aku jadi terlantar dan kalo benar Sean anak papa.


Lagi


Papa menelantarkan darah dagingnya karena Amelia. Aku semakin membenci Amelia, aku bertekad untuk menghancurkan iblis betina menjijikkan itu.


Rasanya masalahku semakin banyak saja dan semuanya melibatkan 1 orang, Amelia.


Sialan kan


Aku pun menenangkan diri ke kamar pribadiku di base camp. Aku pikir masalahnya akan segera selssai dan Amelua serta Clara jadi gelandangan karena dibusir papa tapi nyatanya, nol besar. Malahan sekarang tambah lagi daftar masalahnya,hadeh capek bet gw.


Aku memutuskan untuk menginap di base camp dan mengirim pesan pada my moom.


" Megan~moom aku menginap di base camp. Karena hari sudah terlalu malam. Jadi good night moom " sent.


Setelah itu aku menyimpan poncel ke nakas. Sepertinya aku harus cerita ke mama deh masalah ini.


" Kasihan juga kalo benar dia saudaraku ' gimamlu.


Hari ini berat juga,kuharap besok tak lagi ada tambahan masalah karena Amelia. Jal**g itu benar benar bikin muak. Kayaknya aku harus membuatnya tak berkutik dan papa tak bisa lagi percaya padanya.


Aku pun merangkai rencanaku malam itu dan penasaran dengan rupa anak menjadi saudaraku. Aku harus mengeceknya langsung di rumah sakit.


Aku pun terlelap karena hari yang sudah tengaj malam. Pagi ini aku terbangun karena suara brisik dari luar kamarku.


" Ada apa sih di luar " umpatku kesal. Bergegas aku mandi, dam hitungan tak lebih dari setengah jam. Megan pun keluar dari kamarnya, sesampainya di ruang samtai anggotaku. Aku pun terkejut mendengar samar samar ucapan anggotaku.


" Amelia tertangkap karena berusaha membunuh Sean " ujar Morgan pelan.


" Kok bisa, darimana dia tau tempat Sean di rawat. Apa dia menaruh mata mata di rumah sakit " tanya Allea.


" Maybe, kita harus waspada. Siapa tau targetnya adalah kita karena dia takut ketahuan sama polisi karena merencanakan prlenyapan Sean " ujar Morgan.


Jadi monster betina itu sedang beraksi untuk menutupi rahasia kesalahannya.

__ADS_1


ckckckc


__ADS_2