
Meski pun bimbang,Megan terpaksa mengikuti kemauan para orang tua dan juga Kevin. Sebenarnya bisa saja Megan menolaknya tapi Megan sangsi apa di masa depan dia akan mendapatkan orang yang lebih baik dari Kevin untuk jadi pendampingnya kelak.
Selama perjalanan pulang ke rumah,Megan hanya diam saja. Banyak yang dipikirkannya,membuatnya tak sadar telah sampai di depan rumahnya sendiri.
Haduh melamun lagi selama perjalanan. Untung saja aku nggak ngebut.
Aku pun melangkah dengan lesu ke kamar.
hatiku bertanya tanya, benarkah aku harus menerima perjodohan ini. Entahlah,
Setelah bersih bersih aku langsung berbaring di tempat tidur,sebelum mataku benar benar terlelap,aku mendengar notice masuk.
Ting!!!
Mendengar ada notice masuk buru aku menbukanya, dan ternyata dari Kevin,
"Kevin: gue tau loe masih meragu dengan lamaran gue tapi gue cuma ngasih tau loe sstu hal bahwa loe adalah cewek terindah dalam hidup gue dan gue nggak akan bisa tampa loe Meg jadi please kasih gue kesempatan untuk bisa menyentuh hati loe "
Degg
Setelah membaca notice dari Kevin, aku merasa ada kupu kupu berterbangan di perutku. Ada rasa yang sangat asing,sebelumnya aku memang sudah menyukai Kevin, mencintai tapi tak bisa membuatku yakin untuk menjalin hubungan yang serius.
Tak ada yang bisa aku rangkai untuk membalas kata kata Kevin yang sangat bermakna.
Mudah mudahan imi pilihan yang tepat,
Aku pun hanya membalas dengan singkat,
"Megan : gue tak bisa mengatakan apapun saat ini tapi yang pasti, jika memang loe takdir gue maka mari kita menikah tapi kelak ketika loe menemukan kisah yang lain gue harap loe terbuka sama gue karena gue benci yang namanya diduakan. Jadi tolong lepaskan gue saat hal itu terjadi karena hati tak bisa memilih berlabuh di mana dan bersandar dimana hanya saja tolong turunkan gue di pelabuhan lain agar gue bisa menepi dslan berpikir akan kemana tujuan gue selanjutnya "
Aku pun meletakkan poncelku setelah mengirimkan notice balasan ke Kevin.
Rasanya berat tapi aku harus mencobanya. Semoga pernikahanku untuk selamanya.
pagi yang cerah secerah hatiku yang telah menemukan jawaban bagi kegelisahanku, ya aku mantapkan hati ini untuk menikah muda.
Aku pun segera bergabung untuk sarapan dengan mama dan Sean. Saat sedang sarapan mama bertanya
__ADS_1
" Meg! Apa kamu sudah mengambil keputusan atas lamaran Kevin dan keluarga Bramasta. Mereka menunggu jawabanmu " tanya mama.
"Mmm! Kalo menurut mama gimana, aku ngikut saja keputusan mama. Aku harap itu yang terbaik " jawab Megan.
" Kenapa keputusan mama! Seharusnya kan keputusanmu. Mama nggak mau kamu tertekan dengan pernikahan kamu nanti, memang mama akui mama sangat berharap kamu menikah dengan Kevin tapi bukan berarti mama memaksa kamu nak. Pikirkan dan tanyakan hatimu bagaiamana perasaanmu pada Kevin " ujar mama.
" Ya ma! Aku udah pikirin kok tentang semua ini dan aku dan memutuskan untuk menerima lamaran dari keluarga Brasta " jawabku pelan.
" Benarkah nak, jadi kamu menerimanya, terima kasih nak. Mama bersyukur sekali dengan keputusanmu.
" Iya mah! Kalo gitu aku ke sekolah dulu, bye mam " pamitku padanya.
Aku pun berangkat ke sekolah dengan tenang. Sampai di sekolah, aku lihat Kevin sudah menunggu kedatangannya.
" Morning calon bini " sapaa Kevin genit.
" Morning to " balasku malas.
" Ck! Enggak seru ah, balasannya ca kayak gitu. Pelit amat katanya " ujar Levin sewot.
Hei itu Kevin kan ,seorang Bamasta. Lah kok jadi manusia yang kek gini sih, bukannya biasanya stay cool dan irit berbicara
" gue mau status kita rahasia jadi setidsknya kita bisa tetap bergaul dan bergabung bersama anak lain dalam kegiatan apa apun " ujarku.
" Ya gue ngerti kok Meg, gue setuju sama permintaan loe Meg tapi ingat batasan loe sebagai istri " ujar Kevin santai.
Aku pun bergegas pergi ke kelasku dan duduk dengan tenang di bangkuku.
pelajaran hari ini bisa aku lalui dengan mudah, aku pulang kerumah sebentar sambil
tersenyum ramah pada asisten rumah tangga.
Setelah bersiap aku pun bergegas pergi keluar rumah tapi saat akan naik mobil ada panggilan dari dalam rumah,
Kakkk
Kakakk
__ADS_1
" Kak aku ikut dong, lagi bosan nih di rumah, aku ikut kakak. Kakak pasti ke base camp
kan " tanya Sean.
" Ya udah! Kamu buruan gih mandi dan bersiap dulu. Kakak tungguin di gazebo ya " jawab Megan.
" Iya! Iya , bentar kak aku siap siapnya cepat kok ujar Sean sambil berlari ke kamarnya.
Aku menunggu Sean dengan sabar, setengah jam baru Sean muncul dan siap.
" Lama bener sih, mandi kembang " candaku padanya.
" Lebih dari itu, luluran " balas Sean sambil mencibirku.
" Hahaha! Parah banget kalo iya, geli gue membayangkannya. Enggak sekalian aja loe meni pedi. Sempurna " ujarku terkikik geli.
" Ide bagus tuh, lain kali kita barengan ya " balas Sean sambil mencibirku.
Kami pun langsung berangkat menuju ke base camp. Hari ini aku sedang ingin di sana. Menghabiskan waktuku latihan menembak.
Sesampainya di sana aku pun langsung pergi ke area latihan. Aku lihat anggotaaku disana sedang latihan. Aku pun bergabung dengan mereka.
Saat sedang latihan Morgan datang dan ikut latihan bersama. Aku tau dia bukan sekedar ikut latihan tapi ada yanh mau dia sampaikan.
" Ada apa " tanyaku padanya.
" Ada yang ngeroyok anak kita kemaren malam. Sekarang mereka sedang di rawat di rumah sakit HArapan. Mereka ada 4 orang. 3 orang cuma lula lecet tapi 1 orang lukanya serius karena mereka bawa sejam. Jadi 1 anggota kita tertusuk " ujar Morgan.
" Loe dah cari dari kelompok mana mereka, masalahnya sama kita apa kok sampai merena mengeroyok anak kita. Selama ini kita nggak main asal serang loe " ujar Megan gusar
" Gue sih dah ngantongin nama genknya tapi lumayan berbahaya mereka. Mereka Tiger, genk motor yang lumayan dihindari genk lain karena mereka kalo udah kepancing pasti dendaman dan gue belum ada gambaran motifnya nyerang anak kita apa " ujar Morgan.
" Loe cari lagi dengan teliti, hal sekecil apa pun pasti bisa jadi petunjuk. Tanya juga sama anak kita yang sudah sadar. Apa yang. Membuat mereka sampe di serang " ujar Megan santai.
" Ok deh quen, gue akan cari sampe ke akarnya tapi kalo kita ke sana pasti mereka ngenalin kita. Jadi siapa yang akan menjadi mata mata " tanya Morgam.
" Minta tolong sama Black Devile aja, buat menyelidiki masalah ini, gue yakon merela pasti mau bantu kita " ujar Megan.
__ADS_1
" Ok deh Quen, gue akan meminta bantuan sama bos Kevin dalam masalah ini "