
Mengabaikan Kevin dan inti Bramasta, aku memutuskan untuk pulang. Rasanya dah lama tak pulang ke rumah. Yah, rumah ini tak pernah terasa seperti rumah yang di miliki anak lainnya. Rumah yang menjadi saksi betapa menyedihkannya aku dan mama gara gara pelakor.
Pelakor memang harus di mutilasi
Memasuki rumah, aku merasa ada yang tak beres dengan rumahku. Seperti ada penyusup masuk ke dalam rumahku.
" Ada apakah ini " tanyaku dalam hati.
And degggg
" Bangsat " umpatku kesal sambil berlari saat melihat mamaku sedang di aniaya oleh pria yang tak lain adalah penyumbang sper**di rahim mamaku. Keterlaluan loe Aldero bang**t " makiku saat melihat mama babak belur.
Karena tak terima hanya mamaku yang babak belur sedang gundiknya tidak,akhirnya
Buggg
Plakkkk
Greeepppp
Aku menendang, menampar dan menjambaknya tampa ****** sialan itu sempat memberi perlawanan.
" Awwww! Anak sialan, kurang ajar " makinya.
mendengar dia memakiku, aku semakin kalap dan aku pun langsung memberi tendangan lagi padanya,
Buggg
" aaaaahh! Sakit mas, a...nak si...alan ka..mu ini kete..laluan " makinya terbata.
Melihat keadaan gundiknya seperti itu, dia langsung menatapku tajam. Tapi aku tak takut, aku hanya dia saja tak bergeming dari hadapan mereka.
Plaaak
Plaaakk
" Keterlaluan kamu Mec! Anak kurang ajar, begini cara kamu sama orang tua. Apa kamu tak diajari oleh mamamu cara bersikap pada orang lebih tua dari kaamu " maki papa emosi.
"Isss! Ringisku " lirih dan aku diam sesaat semuanya gelap. Saat aku membuka mata.
Aku dalam mode yang berbeda. Ya Alter ego.
Aku memiliki alter ego. Sejak kelas 3 SMP aku baru menyadarinya saat ada 1 genk cewek yang tak terima, aku dekat dengan cowok populer dan menjadi inceran mereka.
Flashback on
Pllakk
Pllak
__ADS_1
Grep
" Eh! ******, gw kali ini enggak main main sama loe. Karena loe udah, berani ngacuhin peringatan gw. Kalian, buat dia nyesal seumur hidupnya " perintah gadis yang bernama Shella itu pada 2 cowok yang terkenal sebagai berandalan sekolah.
"Ok cantik! Serahin ke kita " jawab salah satu cowok yang bernama Albert sambil mrnyeringai.
Mereka pun menghampiriku,membuarku panik. Dan disaat mereka benar benar akan melecehkanku tiba tiba semuanya gelap lalu saat aku membuka mata aku yang baru telah mengambil kendali, Megan.
Greeeep
Megan langsung mencekik salah satu cowok tersebut dengan kuat sambil menyeringai kejam.
" yakin loe mau nerusin ini, tapi gw akan antar loe ke neraka detik ini juga atau berhenti tapi loe masih dapat merasakan surga dunia " ujar Megan penuh penekanan.
Mendengar ucapan Megan yang dingin, membuat nyali mereka berdua ciut. Apalagi cowok yang tengah sedang dicekek Megan.
"Iiiiiya..g..gue ber..henti "ujarnya terbata
Mendengar jawaban Algan, yangterbata Megan pun menatapkan sinis.
" cowok modal ************, segitu aja udah pucat loe " umpat Megan dalam hati.
Bruuk
Megan langsung mendorong kedua cowok itu hingga terjengkang. Lalu menatap kejam pada gdis gadis yang masih disana. Mereka langsung pucat, saat aku bergerak cepat mendekati leader mereka dan
Grepp
" Ahh! Anj**g, lepasin rambut gw ******
sialan " maki gadis itu.
" ******! Loe mau tau devinisi ****** yang sesungguhnya, fine. Loe berdua, tunjukan pada dia seperti apa ****** itu " perintah Megan pada 2 cowok yang masih di sana yang langsung menelan ludah susah payah.
" Ta..pi Mec, gw ogah. Gini gini gw enggak suka bekasan " tolak Albert,
" Sama Mec! Gw juga, suruh yang lain aja " tolak Algan.
"Sialan loe berdua " maki Shellaa.
" Hahha! Sangking jalangnya loe,bahkan mereka berdua menolak buat nyentuh loe bicht " ujar Megan kejam.
"Sialan loe! Gw nggak terima ini semua. Gw pastiin loe dapat balasan lebih kejam dari gw bang**t " maki Shella semakin emosi.
" Gw tunggu bicht, dan gw akan lebih kejam lagi sama loe " balas Megan meremehkan Shella untuk menyerang mentalnya.
" Cabut guys! Dan loe awas aja loe,ini belum selesai " ancam Shella sebelum pergi meninggalkan gudang terbengkalai. Meninggalkan Megan bersama 2 cowok di sana.
" Loe berdua, kalo sampe berani nyentuh gw lagi. Gw akan bikin loe berdua hidup segan mati tak mau. Ngerti loe berdua " bentak Megan kasar.
__ADS_1
"Iiya! Meg, iya gw enggak akan gangguin loe lagi " jawab Alber takut menatap mata Megan yang merah.
" Iiiiya Meg! Gw juga nggak akan ganggu loe " ujar Algan terbata.
" Ok! Go " perintah Megan.
Setelah Mereka pergi semuanya kembali gelap dan aku tersadar. Dan aku bingung dengan apa yang terjadi?
Kejadian itu tak sekali terjadi, sehingga aku menyadari keberadaan Megan.
Flashback of
Sekarang Megan menguasaiku. Megan terus menatap liar pada sang papa. Sambil menyeringai kejam dia tertawa,
"hahaha! Loe berdua akan merasakan gimana sakitnya orang yang loe cintai hancur, dan gw cuma kasih peringatan supaya loe berdua jaga putri kesayangan kalian sebelum gw bikin dia hancur sehancurnya, sampe dia enggak akan sanggup lagi buat hidup " ujar Megan sambil menyeringai kejam.
Gluup
Megan melihat sang ayah yang pucat pasi, sambil berkata lirih,
" Me..gan " ujarnya takut.
" Yes! Its my name. How are dad, I'm back. Senang melihatmu lagi dad. Setelah sekian lama gw tidur. Akhirnya loe yang bangunin gw, thanks, tapi ini semua nggak akan berakhir indah dan mudah. Jadi sebaiknya jaga anak daddy supaya aku enggak akan punya kesempatan buat ngancurin dia. And go my home " ujar Megan liar.
" Ok! Kami akan pergi " ujar Papa lirih.
"Mmmm" jawab Megan dingin. Dia langsung memfokuskan perhatiannya pada sang mama.
" Mom! Are you ok" tanya Megan cemas.
" I'm fine honey! Bantu mom ke kamar ya " pinta mama lirih.
"ok! Ayo mom, aku akan panggilkan Dokter dan mom harus menurut. Aku tak suka penolakan " jawab Megan ketus.
"oke!oke, terserah kamu saja " jawab mama sambil tersenyum.
" Mmmm " balas Megan datar.
" Lama tak muncul, kamu semakin dingin dan kaku saja sayang " celetuk mama jahil.
" Itu karena anak mom yang bernama Meca itu tak mau kasih aku kesempatan buat bangun. padahal aku sudah bosan buat tidur, dia itu menyebalkan " jawab Megan sewot.
"Ya sudahlah! Sekarang kamu sudah bangun kan, jadi kamu bisa tidur lagi " ujar mama pelan.
" No! Aku mau bangun lebih lama kali ini, jadi mama jangan minta aku tidur dan membiarkan Meca bangun. Mama harus biasain panggil aku Megan bukan Meca " ujar Megan datar.
" Ya! Terserahlah, tapi jangan melakukan hal yang membuat fisik Meca lecet. Mama enggak mau kamu bikin tubuhmu terluka " ujar mama lirih.
" Tenang saja mom! Aku enggak akan melakukan hal yang berbahaya kok, kalo enggak terdesak " janji Megan.
__ADS_1
" Ok! Mama tidur dulu ya, kalo ada Dokter, kamu bangunin mama" ujar mama sambil memejamkan mata.
Tuan Aldero kita liat seberapa kuat loe menghadapi kemarahan gw Megan