BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

Masih Aiden Aldero pov


hari ini adalah sidang perceraianku dan Alisya. Entah kenapa, rasanya tak rela. Sepertu ada yang kosong dan sangat sesak di dada.


Entah kenapa semakin dengat sidang putusan,aku merasa melihat Alisya seperti saat aku Melihat Amelia. Ada rasa berdesir saat bertemu tatap dengannya tapi apa boleh buat, semuanya tak lagi sama. Menyesal! Itulah yang aku rasakan saat ini.


Hubunganku dan Amelia pun sudah tak lagi sama semenjak Meca penarik sahamnya dari Aldero corp. Setiap harinya yang dibahas uang, uang dan uang.


" Mas! Kamu harus bisa dong nuntut harta gono gini ke mantan istri kamu biar kita bisa hidup kayak biasanya " ujar Amelia.


" Harta gono gini apaan yang harus aku tuntut. Sadar tidak, selama ini aku hanya menafkahi kamu tampa memberikan Alisya seperserpun apalagi putriku Meca. Kamu itu jangan aneh aneh " jawabku kesal.


" Pokoknya aku enggak mau tau,kita harus mendapatkan harta Alisya apa pun caranya. Aku enggak mau miskin " jerit Amelia marah.


Deggggg


Beginikah aslinya wanita yang selama ini aku prioritaskan. Aku baru melihat sisi Amelia yang egois.


Aku hanya menatap datar Amelia, membiarkan dia mengamuk sesuka hatinya. Hanya karena sekarang aku miskin dia tak menghargaiku lagi.


Sakit! Itulah yang aku rasakan saat ini. Aku pikir Amelia adalah wanita yang bisa mendampingku saat aku kaya maupun miskin tapi ternyata dia tak ubahnya perempuan di luar sana yang pemuja uang kekayaan.


****


Sudah seminggu aku dan Amelia saling diam.


Tak ada lagi pelayanan yang biasa dilakukannya baik soal pakaian, makanan dan sambutan saat aku pulang dari kantor.


Hambar


Hubungan ini sekarang terasa sangat hambar. Seolah kami bukanlah pasangan yang saling menyayangi sebelumnya.


Hari ini adalah sidang putusan.vrasanya berat sekali menghadiri sidang itu tapi aku harus tetap hadir.


Took


Took


Took


Sesaat aku melamun saat sidang berlangsung sampai tak sadar kalo hakim telah mengetuk palu tanda pernikahanku dan Alisya telah berakhir.

__ADS_1


Sakit


Entah kenapa sekarang rasanya tak rela kalo kami berpisah. Aku berjalan dengan linglung meninggalkan ruang sidang.


Terlihat dari jauh putri yang aku abaikan sedang berjalan menghampiri sang ibu. Mereka terlihat berbincang hangat.


Entah kenapa hal itu membuatku merasa hangat. Hal yang tak pernah aku perhatikan selama ini. Melihat mereka tersenyum, hal sederhana yang tak pernah aku lakukan sekali pun pada putri pertamaku karena di butakan oleh Amelia dan Clara.


rindu


Entah kenapa rasa rindu itu menyusup kedalan dadaku setelah semuanya benar benar berakhir.


Brugggg


Saat sedang melamun memperhatikan mantan istriku dan putri kami ada yang menabrakku. Membuatku kesal.l,


" Apa kau tak melihat jika di sini sangat lebar, Kenapa sampai menabrak " makiku kesal,entah kesal karena apa. Yang pasti aku saat ini sedang ingin marah. Kesal karena dokumen yang aku bawa berserakkan.


" Maaf om! Saya sedang tergesa gesa pergi menghadiri sidang keluarga saya. Sekali lagi maaf ya om " jawab pemuda tersebut sambil membantu membereskan dokumen milikku.


" Ya sudahlah! Lain kali hati hati " ujarku ketus karena masih kesal.


Tak ingin membuang waktu lama di pengadilan ini. Aku pun pergi dari sana diekori oleh Amelia.


Seharusnya ini adalah moment yang membahagiakan karena selama ini aku memang mengharapkan perpusahan dengan Alisya tapi setelah tau sifat asli Amelia yang pecinta uang,aku jadi menyesal mengabaika Alisya.


Setelah sampai di rumah, aku langsung memer'ksa dokumenku karena tadi terjatuh. Takutnya ada yang lecet dan robek. Saat sedang memeriksa aku menemukan ada dokumen lain di antaranya.


" Apa ini " aku membathin. Aku pun membolak balikkan amplop yang berlogo rumah sakit ternama tersebut.


Entah kenapa hatiku rasanya berdegup kencang. Ada rasa tak nyaman dengan kehadiran amplop itu yang entah punya siapa.


Setelah lama berpikir dan menimbang apa aku membukanya atau tidak. Akhirnya aku menyerah dan membukanya dengan rasa penasaranku yang sangat tinggi tentang keberadaan amplop tersebut.


Setelah membuka dan mengeluarkan isinya. Aku terdiam sejenak, sebelum membacanya.


Setelah membaca dan menelusuri isinya. Akhirnya aku benar benar syok. Surat itu adalah hasil tes dna antara aku dan Clara putriku dan Amelia, hasilnya di tulis tidak ada kecocokan dna.


Deg degg


Jantungku berdetak kencang. Syok dan marah menguasaiku.

__ADS_1


Sial


Siall


Amelia ternyata menipuku selama ini. Sialan, aku mengabaikan putri kandungku demi anak laki laki lain.


Brakkkk


Aku gebrak meja dengan kencang untuk melampiaskan emosiku. Tak juga reda, aku memutuskan mencari Amelia,


" Amelia! Panggilku dengan emosi tingkat tinggi


Tak terdengar sahutan dari wanita sialan itu. Aku cari ke kamar, ternyata dia sedang menelpon entahh dengan siapa.


Brakk


Aku buka pintu dengan kasar tak perduli Amelia yang terkejut dan kesal.


Aku lemparkan lembaran kertas itu padanya, tampa memperdulikan dia yang emosi karena perlakuanku.


Sial Amelia, untung saja semua asetku masih atas namaku. Kalo tidak aku akan benar benar jadi gembel.


Meskipun kesal, dia tetap mengambil kertas tersebut dan membacanya. Aku lihat dia memucat dan gemetar.


Aku langsung menatapnya tajam. Lalu berkata,


" Jadi bisa jelaskan tentang kebenaran dari lembaran kertas itu brengsek " ujarku kesal.


" Mm..mas! Mas dapat ini dari mana, enggak mungkinlah mas. Ini hasilnya pasti direka yasa Clara itu anak mas. Anak kita, pasti ada yang ingin adu domba kita mas " jawab Amelia gugup.


" Yakin! Aku kasih kamu kesempatan buat jujur sekarang, jangan sampai aku mengetahui kebenarannya secara langsung dan ternyata Clara memang bukan anak aku maka kamu akan menyesali hal itu " ujarku datar.


" Mas! Percaya sama aku kalo Clara itu anak kamu. Aku enggak pernah berhubungan dengan siapa pun selama kita menikah. Aku setia sama kamu " ujar Amelia meyakinkanku.


Setia


Entah kenapa aku meragukan kata setia yang diucapkan oleh Amelia. Apalagi sejak dia berkata kalo dia tak sanggup hidup miskin.


Terdengar munafik di telingaku saat dia mengatakan dia setia padaku. Aku harus mencari kebenarannya secara diam diam tampa sepengetahuannya. Kalo terbukti adanya,selama ini dia mencurangiku maka aku akan membuat perhitungan padanya dan memberikan hukuman yang tak akan dia lupakan seumur hidup.


Aku pun pergi dari hadapan Amelia tampa berkata apa pun. Aku pergi keluar dari rumah untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Hal yang tak aku pikirkan dalam hidupku adalah bila kebenarannya Clara bukan anakku. Padahal selama ini aku memanjakannya melebihi putriku yang lainnya.


Jika benar maka aku akan membuat Amelia menjadi gembel dan akan membuat dia hidup segan mati tak mau?


__ADS_2