
Meski pun masih bingung tapi aku menurut saat Kevin mengajak untuk pulang bersama.
Aku sudah mulai membiasakan diri dengan lingkunganku pasca Megan yang berkuasa atas tubuh ini.
" Quen! hari ini Vallent pulang dari rumah sakit. Apa loe mau ikut menjemput " tanya Morgan pada Meca.
" Ya! Nanti jemput gue,lagi malas nyetir sendiri " jawab Meca malas.
Entah kenapa dia merasa sangat malas melakukan apapun itu saat ini. Sejak dia terbangun dan ditodong untuk menikah,dia merasa malas menjalani harinya.
Seperti di kejar rentenir aja gue tiap ketemu baik Kevin,mama dan mamanya Kevin gue ditanyain masalah nikah mulu.
Hadeh capek deh
Aku pun hanya diam saja di kelas karenasebentar lagi pelajaran pertama dimulai. Aku menatap keluar jendela kelasku, terlihat Kevin sedang bermain basket.
Sudah 2 hari aku tak berbicara dengannya. Sejak kejadian dia menciumku di parkiran waktu itu. Aku mendesah resah,ingin sekali menyapa dan berbicara dengannya tapi takut lagi lagi pertanyaan yang paling aku hindari tak ingin aku dengar saat ini.
Saat aku sedang melamun tiba tiba aku bertemu tatap dengan Kevin. Lama kami bertatapan. Suara guru Kimia yang masul kekelasku membuatku memutuskan tatapam kami.
Setelah 2 hari ini menghindari pertemuan dengan Kevin, aku pun memutuskan untuk setuju menikah dengannya. Aku pikir menikah muda tak terlalu buruk.
Ya,aku sudah memutuskan untuk menerima pinangan Kevin.
Rasanya berdamai dengan keadaan tak terlalu buruk. Apalagi hubungaku dan Kevin bukan hubungan sehari 2 hari tapi sudah 2 tahun.
Aku pun kembali fokus dengan pelajaran hari ini. rasanya ada semangat baru dalam diriku dan tak sabar untuk bertemu dan berbicara dengan Kevin.
Saat pertukaran pelajaran ke 2. Aku mengirimkan notice lada Kevin,
" Meca: sorry karena beberapa hari ini aku memberi jarak antara kita, tapi setelah aku sendiri dan kita tak saling berbicara aku tau aku tak bisa tampa kamu. Tapi sebelum aku mengiyakan lamaranmu aku hanya ingin berkata aku mungkin tak sempurna tapi aku ingin yang terbaik. Begitu juga pernikahan,kuharap kamu pasangan pertama dan terakhir. Jadi jika kamu tak lagi menyimpan aku di hatimu,dan aku tak lagi menjadi warna di harimu. Please, jangan membuatku merasakan diduakan. Kamu bisa mengembalikan aku pada mama saat kamu tak lagi punya rasa itu " sent.
__ADS_1
Aku tak lagi menunggu balasan dari Kevin,bagiku sudah cukul aku mengatskan apa yang aku inginkan tampa harus ada jawaban balasan dari Kevin.
Entah kenapa rasanya tak lagi ada kecemasan dan kegelisahan setelah mengirim notice pada Kevin. Aku bisa menjalani hariku lagi tampa ada rasa yang membuatku benci akan pernikahan,entahlah kegagalan pernikaham kedua orang tuaku menbuatku tak lagi merasakan indah pernikahan tapi semoga bisa membuatku kembali percaya dengan ikatan sakral itu.
semoga Kevin adalah takdirku selamanya.
Aku sedang bersiap siap akan pergi ke rumah sakit untuk menjemput Vallen anak Black yang masih dirawat.
" Sudah selesai quen,kalo sudah kita berangkat sekarang. Kasihan si Valelen di rumah sakit sendirian karena gue udah tarik anak anak ke base camp karena mereka punya banyak misi " ujar Morgan.
" Mmm! Ayo, loe yang nyetir,gue malas " ujar Meca sambil melemparkan kunci mobilnya dsn disambut oleh Morgan
" Eh! Tungguin dong quen,bang! Elah main tinggal aja. Gue mau ikut elah " gerutu Allea.
Ckk dasar, setauku Allea menyukai Vallen
" Enggak mau kalah start loe All! Tebar pesona sama Vallen, dasar enggak kapok loe dicuekin sama tuh anak.
" Jadi cewek jangan terlalu liar napa, ganjen banget sih loe " ejek Morgan.
Aku hanya diam mendengar pertengkaran mereka. Sudah bukan rahasia umum jika Allea menyukai Vallen.
Meski pun tidak bersikap seperti gadis gadis pada umumnya yang mengejar laki laki sampai tak sadar kalo telah mempermalukan diri tapi tetap saja dia mengejar pria yang disukainya yang terkadang membuat risih si pria.
Selama perjalanan diselingi pertengkaran yang tak kunjung usai
Sesampainya di rumah sakit kami pun menuju ruang rawat Vallen,tampak dia , sudah siap begitu juga barangnya .
Terlihat Allea yang langsung memeluk Vallen membuat Morgan hanya memutar bola mata malas.
" Eh genit, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh loe " ujar Morgan malas.
__ADS_1
" Is apaan sih Gan,siapa yang genit dan ambil kesempatan dalam kesempitan sih, sirik aja loe dasar jomblo " sewot Allea.
" Lah ngatain gue jomblo,mang loe dah ada yang teken nyet " ujar Morgan ketus.
" Udahlah,nih Vallen. Kita dah jadian ye " ujar Allea penuh kemenangan.
" Hah! Loe serius bro, jadian sama nih kunti. Hadeh jangan maulah hidup loe sia sia sama dia bro " ujar Morgan
" Is! Apaan loe Morgan,nyebelin tau nggak. Quen Morgan nih " adu Allea pada Meca.
" Jangan didengerin quen, banyak drama dia kalo ditanggapin. Lagian heran gue kok bisa loe mau jadian sama dia Len " celetuk Morgan.
" Ya bisalah! Gue sama Vallen itu dah kenal dsri Tk kali, tapi dah lama nggak ketemu karena Vallen pindah sama keluarganya pas kenaikan kelas 4 SD. Setelah itu gue nggak ketemu lagi sama dia. Baru kemaren kita saling tau karen nggak sengaja ngeliat benda pemberian masing masing pas kami berpisah waktu itu. Ya udah sejak saat itu aku dan Vallen deket lagi. Enak aja bilang gue genit,sorry ya level gue tuh kelas atas, enggak kenal gue sama bicht " sewot Allea.
" Dah! Dah, yuk cabut. Abis ini gue masih ada urusan jadi kita balik sekarang " ujar Meca menengahi " ujar Meca
Mereka pun bersiap membereskan barang milik Vallen dan membantunya berjalan .
Hari sudah sore saat kami semua smpai di base camp. Semuanya sudah menyambut Vallen.
" Welcome back bro! Semoga cepat pulih dan kita akan menjalankan misi lagi " sapa rekan seangkatannya.
" Thanks bro! Sambutannya jadi terharu gue karena nggak nyangka ada yang menunggu gue pas dalam kondisi kayak gini. Secara orang tua hue udah nggaka ada " ujar Vallen sendu.
" Dahlah bro, loe lupa kalo loe di Black. Kita ini semua keluarga Black adalah keluarga loe kalo loe lupa " ujar Rio anggota inti Black tinggkat kedua.
" Thanks bos, gue jadibterharu ini karena sbutam kalian. Gue jadi nggak merasa sendiri lagi saat gue sakit kayak gini
" Dah! Kasihan Vallen, dia baru pulang dari rumah sakit. Sebaiknya biarkan dia perfi ke kamarnya untuk istirahat " ujar Meca.
" Iya quen! Maaf quen, kita terlalu bersemangat untuk menyambut kepulangannya quen " ujar Jessica.
__ADS_1
Terserahlan sebaiknya bubar karena ini watunya istirahat " ujar Meca sambil berlaalu pergi ke kamarnya.