
Rumah sakit,
Setelah mendapatkan hasil tes dna Sean dan hasilnya cocok kalo dia anak papa. Maka aku memutuskan melindungi Sean. Menjaganya dari monster betina itu.
Aku tau meski pun dia sudah tertangkap tetap saja dia akan bisa menyakiti Sean. Apalagi aku tak tau siapa saja kaki dan tangan iblis itu.
Aku perhatikan wajah Sean,aku seperti melihat papa junior di wajahnya.
Menyedihkan kenapa aku dan Sean harus terlahir jadi anaknya. Pria yang tak pernah pantas di sebut ayah. Pantasnya dia di sebut sampah,kelakuannya seperti binatang. Kawin sana sini dan tak mau tau dengan hasil dari perbuatannya.
Aku bertekad akan melindungi Sean dari bajingan itu. Dia tak boleh tau kalo ternyata Sean adalah anak kandungnya. Akan lebih baik dia menganggap Sean anak pria lain dari ibu Sean. Kalo dia tau tentang Sean, hanya akan membuat Sean merasakan apa yang aku rasakan sejak kecil dan itu sangat menyedihkan.
Sean harus bahagia karena dia adikku. Kelak, aku yang akan memikul tanggung jawab papa pada Sean.
Dan mereka tak perlu lagi saling bertemu. Ya,aku harus menyembunyikan Sean dari papa.
Saat ini kondisi Sean sudah mulai membaik,bahkan Dokter sudah mengzinkan untuk pulang.
Saat tersadar beberapa waktu lalu Sean terkejut dengan kehadiranku di ruang rawat inapnya.
" Kakak siapa, kenapa ada di ruang rawatku " tanya Sean. Ada nada takut dalam setiap kata yang di ucapkannya.
" Gw Megan! Bisa juga loe panggil gw Meca. Serah loe deh dek. Gw kakak loe beda ayah. Mulai sekarang loe tanggung jawab gw. Apapun tentang loe tanggung jawab gw. Loe ngerti kan maksud gw " ujar Megan.
" Ngerti, cuma darimana kakak tau tentang gw, selama ini enggak tau tentang kakak. Sejak bunda meninggal gw sendiri dan ada yang selalu berusaha buat gw celaka " ujar Sean sendu.
__ADS_1
" Gw tau maksud loe, tenang aja kita punya kebencian yang sama pada orang itu. Gara gara dia,gw juga kehilangan kasih sayang bokap hanya gara gara kehadiran anak hasil dia ngejalang. Jadi mulai sekarang loe akan gw jagain sampe keadaan mulai aman buat loe ketemu bokap " ujarku dingin
" Sorry kak! Gw enggak tau, dan sorry gw akhirnya akan bikin loe repot " ujar Sean getir.
" Mending loe diam dan istirahat, kalo loe dah sembuh dan keluar dari sini maka loe akan tinggal di tempat gw. Loe tenang aja, disana loe nggak sendirian. Gw juga bakalan mindahin loe ke sekolah yang dekat dengan sekolah gw buat supaya gw bisa mantau loe saat di sekolah. Loe tenang aja soal biaya, gw yang tanggung. Tugas loe sekolah yang bener,ngerti loe dek " ujarku padanya.
" Gw ngerti kok kak! Thanks ya, sekarang gw akhirnya enggak sendiri lagi setelah bunda pergi " ujarnya sambil tersenyum.
" Iya makanya loe harus sembuh,dan loe bisa dapat pngganti bunda loe kalo loe mau " celetul Megan.
,
" Hah! Maksud loe apa kak, enggak mungkinlah ada pengganti bunda. Bunda gw cuma satu dan dia satu satunya yamg nrima gw. Yang lainnya cuma ngebully gw karena gw anak haram. Padahal gw enggak pernah minta di lahirkan " ujarnya sendu.
" loe tenang aja, mulai sekarang loe akan punya keluarga yang bisa jadi tempat loe pulang. Termasuk loe akan punya mama yamg akan sayang sama loe " ujar Megan sambil tersenyum.
Flashback
" Moom! Aku ada yang mau di omongin sama moom. Ini tentang anak papa yang lainnya yang baru aku ketahui selain Clara " ujarku padanya.
" Anak papa kamu yang lain, ini malsudnya apa sih. Memangnya papa kamu punya selingkuhan yang lain selain Amelia * tanya mama heran.
" Iya gitu deh dan mereka punya anak cowok,masalahnya istri muda papa memanipulasi keadaan dengan memberikan hasil tes dna palsu sehingga ibu dari anak ini kena serangam jantung dan meninggal. Dan anaknya ditelantarin sama papa " ujarku sendu.
" Ckck! Papa kamu itu udah gila,beraninya cuma nabur benih tapi giliran dituntut tanggung jawab dia, enggak bisa diharapkan. Emang banci tau enggak papa kamu itu. Hidulnya cuma Amelia dan Anaknya Clara, liat aja kalo dia jatuh miskin masih mau enggak si Amelia itu sama dia. Palingan di tendang sama Amelia " ujar mama sebel.
__ADS_1
" Taulah ma! Lagian,napa mama sampe mau aja nikah sama papa. Seenggaknya carilah yang lebih berbobot gitu,jadi kan aku enggak punya papa brengsek kayak dia " jarku malas.
" Ckck! Kamu nih,lama lama bgeselin tau enggak. Balik lagi ke anak itu,siapa namanya " tanya mama.
" Sean! Namanya Sean, aku rencananya mau ajak dia tinggal sama kita. Boleh nggak moom, tapi kalo enggak boleh juga enggak papa sih aku bisa bawa dia tinggal di base camp " ujarku pelan.
" Bawa aja dia ke sini. Mama malah senang ada yang nemenin mama di rumah. Bila perlu mama mau adopsi dia. Biar secara hukum mama punya kekuatan jadi walinya nanti kalo papa kamu mau ngambil dia " ujar mama semangat.
" Serius moom! Aku enggal salah denger kan,jadi aku bisa bawa dia pulang ke sini " ujarku tak percaya karena semudah itu mama menerima Sean yang merupakan anak hasil perselingkuhan mantan suaminya alias papaku sendiri.
" Ya maulah,kamu lupa mama kamu ini donatur tetap Panti Kasih Ibu, mama mengayomi puluhan anak panti yang bahkan enggak ada hubungan darah sama sekali sama mama mau pun sama ku. Ya kali mama acuh sama saudara kamu beda ibu yang sekarang sudah tak lagi punya ibu dan lebih parahnya ditelantarin papa kamu " ujar mama kesal.
" Ya udah kalo gitu, aku enggak akan bingung lagi kemana akan membawa anak itu setelah pulang dari rumah sakit " ujarku senang.
" Dirumah sakit,memangnya dia kenapa kok sampe dirawar dirumah sakit segala. Sakit apa adekmu itu kak " tanya mama penasaran.
" Aku belum punya bukti yang solid soal ini tapi yang pasti ini semua karena Amelia yang mau menghilangkan jejak kejahatanya karena telah menberikan hasil tes palsu pada papa " ujarku geram.
" Keterlaluan Amelia, mama ibu bukannya enggak berani sama dia selama ini tapi malas untuk ribut sama dia, enggak mau mama. Ntr papa kamu itu besar kepala dan berpikir mama itu bucin sama dia. Malesin amat bucin sama penjahat kelamin itu, enggak
sudi " ujar sewot.
" enggak sudi tapi pas di suruh gugat cerai lama baru mau menggugat. Padahal aku berharap banget loe mama gugat papa. Abis berasa kek layangan putus kita. Punya suami dan papa tapi enggak pernah ada tuh kalo kita lagi butuh " ukarku getir.
" Ah sudahlah,mending urus adekmu. Kapan kapan mama ke rumah sakit tengok dia " ujar mama malas sambil berlalu pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Semoga aja ini keputusan yang baik. Amin