
Aku tak ambil pusing dengan keberadaan cewek pelakor yang mengganggu Sandra. Apalagi Kevin benar benar menjadikan gadis itu piala bergilir anggotanya.
Sadis
No, kami tidak akan seperti itu kalau gadis itu tak murahan. Dia sendiri yang membuat dirinya jadi mengedihkan.
Saat aku sedang makan di kantin,aku dengar kasak kusuk,tentang gadis itu. Yang merupakan gadis bermental tembok. Dia masih melenggang santai setelah kejadian itu.
Aku sendiri tak ambil pusing,mungkin memang dia terlalu gatel makanya dia terlihat biasa saja jadi piala bergilir.
Terserah
Aku pun menghabiskan makananku tampa memperdulikan sekitar sampai aku melihat gadis itu sedang bergelayut manja di lengan seorang pria yang juga anak kelas XII tapi tidak tau jurusan apa. Dafa Pratama,
mereka benar benar tak malu bersikap seperti itu sampai ada seorang gadis aku lihat menhampiri keduanya sampil membawa sesuatu di tangannya,
Silvia Aurora,salah satu gadis yang menjadi Most wanted in NUSA BANGSA. Dia terlihat geram,aku hanya memutar bola mataku malas. Sudah bisa menebak, gadis pelakor itu lagi lagi jadi pengganggu dalam hubungan orang lain.
Kenapa aku akhir akhir ini merasa banyak sekali sosok gadis yang setipe dengan Amelia dan Clara sih, memalukan.
Bodoh
Gadis gadis itu sangat bodoh karena mau menjadi seperti orang gila hanya karena cowok murahan.
Cih, menyebalkan
Lagi lagi kantin jadi rame karena keributan yang di timbulkan gadis gadis bodoh itu. "Merusak suasana saja " bathinku kesal.
Plakk
Brett
?
__ADS_1
Tampak Silvia menghajar pasangan selingkuh itu,waw ini yang gue suka. Membalas perselingkuhan dengan sadis dan tak terlupakan oleh pelakunya.
Tak terlihat kesedihan di wajahnya,hanya kebencian.
" Ckk! gadis bodoh, dia mencari lawan yang tak sepadan. Bagaimana mungkin dia berpikir menggangu macan betina yang menjelma jadi kelinci imut. Bodoh " runtukku malas.
Silvia adalah pemegang sabuk hitam dan sering ikut pertandingan. Dia adalah petarung bebas, cari mati pelakor gatel itu.
"Drama bagus bab! Gue yakin loe senang banget liat Silvia yang menghajar pelakor gatel itu " celetuk Kevin tiba tiba.
" Sangat! Gue suka cewek yang membalas pelakor dan penghiatan dengan cara elegant ini. Waw banget gitu " ujarku semangat.
" Mmh! Loe benar, lagian sepertinya pelajaran yang kemaren gue kasih enggak ngaruh buat pelakor itu,sepertinya harus yang lebih eksrime " ujar Kevin geram.
" Maybe! Gimana kalo kita titipin aja di club barang semalam. Apa dia happy atau sebaliknya " ujarku pada Kevin.
" Mmmh! Sepertinya ide loe bagus juga bab, mana tau dia butuh tempat yang bisa menggaruk kegatelannya,lumayan kan dia juga dapat uang dan enggak lagi mengganggu hubungan orang lain " ujarku penuh arti pada Kevin.
" Good Idea honey! Ok club gue aja,nanti malam gue eksekusi. Mana tau dia memang cocok di sana, mungkin dia berterima kasih sama kita " ujar Kevin puas.
" Siip! Tenang aja bab, serahin aja ke gue,kita hanya akan jadi penonton saja tampa harus susah payah mengurusi manusia nggak guna itu " balas Kevin santai.
" Yah! Loe bener Vin,tapi kok loe semangat banget sih, ada apa, loe juga ada masalah dengan mereka " tanya Megan heran.
" Bukan masalah dengan mereka tapi lebih tepatnya bermasalah dengan perangai mereka yang murahan itu.gue jadi kayak melihat Amelia versi bocil tau nggak sih " celetuk Kevin.
" Iya jug sih Vin! Berasa kek ngeliat Amelia yang dengan sombongnya mengukuhkan diri sebagai pelakor yang selalu dilindungi padahal aslinya dia kek iblis " ujar Megan membenarkan.
" Oh ya, mama titip salam buat loe bab. Beliau mau loe ke rumah bareng nyokap. Tau deh ngapain,cuma pesen kayak gitu aja sih " Ujar Kevin sambil ngebathin
" Semoga aja mama ngelamar Megan,hadeh enggak sabar gue " ujar Kevin dalam hati.
" Ngapain sih Vin elah, penasaran gue. Loe pasti taulah,masak enggak tau. Bohong banget loe Vin " ujar Megan ketus.
__ADS_1
" Dih dibilangin enggak tau,ngeyel tapi gue maunya mama lamar loe bab, biar gue bisa *** *** sama loe tampa takur khilaf " ujar Kevin sambil mengedipkan mata genit.
" Dih! Mau loe Vin, genit banget sih. Gue kan dah bilang lulus sekolah dulu elah, enggak mau gue selama sekolah melendung. Enggak lucu tau enggak " ujar Megan ketus tapi tak dapat menyembunyikan malunya.
" Yaelah by! Bisa di cegah by, gitu aja loe bikin susah sih, gue yang merana tau nggak. Nunggu loe kelamaan. Syarat loe berat banget by, loe kejam banget tau nggak sih sama gue " rengek Kevin.
Mendengar rengekan Kevin yang luar biasa bikin gue cengo. Waw seorang Bramasta merengek,sesuatu banget gitu hahaha.
Aku berusaha menahan tawaku agar tak meledak karena kekonyolan Kevin.
" Vin! Loe ok kan,enggak lagi kesambet kan. Aneh banget tau nggak sih. Kayak cewek,merengek gitu. Malu maluin Klan loe aja " ujar Megan geli.
" Biarin, cuma sama loe ini. Kalo sama yang lain mana mau gue. Iya kali gue merengek kayak bocil kehilangan permen di depan orang orang. Harga diri gue kemahalan buat ngedrama di hadapan orang enggak penting " ujar Kevin sewot.
" Iya deh! Iya, tapi masalah lamaran. Kita liat aja deh ntar gimana mood gue. Kalo bagus ya ok kita married tapi kalo enggak bagus pending dulu beberapa bulan lagi " ujarku malas.
" Apaan beberapa bulan, ini aja kita baru 2 bulan berada di kelas XII. Ya kali gue nungguin 10 bulan lagi. Bisa bisa gue tua menunggu bab " ujar Kevin sebel.
"Hah! Dah lah gue ke kelas dulu. Gue pikir pikir dulu masalah ini. Gue belum siap nikah muda Vin " ujar Megan sambil berlalu pergi meninggalkan Kevin.
" Cih! Enggak siap,enggak siap. Perasaan dari kemaren kemaren enggak siap mulu. Kapan siapnya kalo loe trus menghindari masalah
ini " ujar Kevin pelan.
Selalu seperti ini akhirnya kalo sudah berbicara dengan topik menikah muda. Padahal Kevin sudah sangat siap untuk meminang sang gadis. Tapi selalu saja mendapatkan penolakan.
Ckk,gue nggak harus bikin loe melendung dulu kan baru loe mau married sama gue tampa banyak drama. Dasar keras kepala,heran gue maunya apa.
Karena sang gadis sudah pergi,akhirnya Kevin pun menyusul pergi meninggalkan kantin dengan hati kesal.
" Bodo' amatlah,gue akan pake the power of mama untuk membuat semuanya mudah.
Kita lihat saja bab, abis ini apa loe bisa menolak lamaran gue. Gue nggak akan kasih loe celah buat kabur dari lamaran gue bab.
__ADS_1
Kali ini gue pastiin loe menerimanya dengan senang hati " guman Kevin penuh keyakinan.