BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

Sebenarnya tak tega rasanya memperlakukan papa seperti itu. Tapi papa juga raja tega ke aku dan mama. Aku tak yakin setelah papa tak lagi punya apa apa akan tetap di perlakukan sebagai raja yang baik oleh gundiknya Amelia.


" Huuuuh! Aku menghembuskan napas pelan. Rasanya sesak. Bagaimanapun dia adalah ayahku. Yah benar kata orang darah kental dari air. Rasa tak tega itu ada tapi tak bisa membatalkannya karena kamai pun harus mengasihani hidup kami.


I ' m so sorry dad


Setelah kejadian om Leon yang memukul papa tadi sore. Aku memutuskan tinggal di rumah nenek begitu pun Kevin, di suruh menginap oleh nenek dan omku. Mama juga ada di rumah nenek.


Saat sedang suntuk aku memutuskan mencari udara segar di kolam berenang. Saat sedang asyik dengan kesendirianku, tiba tiba mama datang menyapa.


" Kenapa nak! Kamu enggak bisa tidur " tanya mama sambil duduk di kursi yang jaraknya dibatasi meja.


" Mmmm! Ya ma, rasanya semakin kesini semakin rumit ya. Masalah kita dengan papa " ujarku sendu.


" Memang berat nak! tapi harus ada yang berani mengakhiri, untuk mencari cara lain supaya sama nyaman. Selama ini papamu nyaman dengan istri mudanya daripada sama mama jadi ya mama melepaskannya untuk sepenuhnya menjadi milik istri mudanya " ujar mama tegar.


Mendengar ucapan mama aku hanya tersenyum getir karena yang di ucapkan mama benar. Aku dan mama bukan rumah yang nyaman bagi papa tapi hanya persinggahan yang terkadang terlupakan.


" kapan sidangnya ma " tanyaku.


" 3 hari lagi,kamu tak usah datang biar mama saja yang menghadapi mereka " ujar mama sambil menatap awan.


Mendengar ucapan mama aku hanya diam. Pada akhirnya aku harus menghadapi ini semua.


" Sudah malam! Ayo tidur. Besok kamu harus berangkat lebih pagi lho ke sekolah. " ujar mama.


" Iya ma! Mama duluan aja, aku belum mengantuk " jawabku.


" Ya sudah! Mama tidur dulu, jangan begadang terlalu malam ya nak " pesan mama sebelum berlalu ke dalam rumah.


" Ya mam! Tenang aja, bentar lagi aku ke kamar " sahutku pelan.


Aku tipe yang susah tidur di tempat yang baru, meskipun aku sering ke rumah besar tapi jarang sampai menginap seperti sakarang.


Saat sedang melamun ada yang menepuk bahuku


Puuuk


Membuatku tersadar dari lamunanku.


" Kenapa melamun di sini. Tak baik lho melamun. Apalagi udah mau tengah malam bab. Ayo tidur "ujar Kevin.


" Iya Vin! Aku enggak bisa tidur " jawabku sendu.


" Mau aku temani sampai tidur. Abis itu aku pindah kamar " tawar Kevin.

__ADS_1


" Iya! Mau tapi janji temani sampai tidur " ujarku memastikan.


" Iya " jawab Kevin singkat.


Kami pun bergandengan tangan menuju kamarku. Kebetulan kamarku dan Kevin bersebelahan. Jadi tak begitu jauh kalo Kevin pindah kamar.


Ini bukanlah hal baru bagiku tidur di pelukan Kevin karena saat di apartemen Kevin kami sering tidur bersama tapi hanya tidur karena Kevin berjanji tidak akan merusakmu sebelum kami resmi sebagai pasangan suami istri.


Sesampainya di kamarku. Kami langsung tidur, rasanya pelukkan Kevin sangat nyaman. Tapi apa pelukan papa senyaman ini juga tanyaku dalam hati. Sudah 17 tahun papa tak pernah memelukku. Entah kapan,kalo pernah.


Tak kupikirkan lagi, aku memutuskan menyerah dan menyelami dunia mimpi. Merangkai mimpi, tentang keluarga bahagia bersama papa meskipun saat aku terbangun nanti semuanya hilang tak berbekas.


I miss you dad


Meskipun aku terlihat tegar dan kuat di depan papa tapi tetap saja aku adalah anak papa.


yang suka merindukannya. Menantinya memelukku, menciumku dengan cintanya sebagai ayah. Aku selalu menunggu dan terus menunggu tapi tak pernah ada pelukkan dan cium darinya.


Pagi menyapaku tapi saat ini dengan suasana yang berbeda. Kevin, dia masih di sini. Masih di sampingku, aku pikir dia sudah pindah kamar sesuai ucapannya semalam.


Ahh sudahlah sebaiknya aku mandi dan membangunkannya lebih dulu sebelum yang lain memergoki kami.


" Vin! Bangun, sudah pagi. Kita harus berangkat lebih pagi supaya sampai di sekolah cepat " paggilku.


" Mmmm! Yah, jam berapa bab " tanyanya sambil tetap menutup mata dan memelukku.


" Ah! Iya, sorry bab, aku ketiduran semalam. Ya udah, aku ke kamar sebelah dulu " pamit Kevin sambil beranjak keluar kamar.


Setelah Kevin keluar,aku pun beranjak ke kamar mandi tapi sebelum aku benar benar masuk ke kamar mandi. Mama telah masuk ke kamar dengan tatapan yang sulit diartikan.


Membuatku risih saja,


" Apa sih ma! Natap aku kayak gitu. Kayak maling yang ketangkap basah tau enggak " ujarku sewot.


" Lah emang ketangkap basah. Kevin abis dari sini.ada sesuatukah yang terjadi semalam "


Tanya mamaku mengintrogasi.


" No! Aku hanya tidur sambil pelukan dengan Kevin sepanjang malam. Enggak lebih " jawabku tegas.


" Hah! Ok, mama percaya itu. Sudah sana mandi, nanti terlambat " perintah mama sambil jalan keluar.


Tak lagi kuhiraukan mama. Aku bergegas le kamar mandi dan bersiap dengan baju santai,sampai di sekolah baru ganti seragam.


Setelah siap, aku pun keluar kamar bersamaan Kevin yang sudah keluar lebih dulu.

__ADS_1


" Sudah! Ayo kita turun. Nanti terlambat " ajak Kevin sambil menggandeng tanganku.


Aku hanya tersenyum dan mengikuti langkahnya. Keluargaku sudah mengenal Kevin. Jadi mereka sudah akrab.


" Pagi semuanya " sapaku.


" Pagi juga " balas mereka kompak.


Setelah itu semuanya hening dan menikmati sarapannya dalam diam. Karena aturan yang di buat nenek, apapun yang terjadi jangan di bicarakan saat makan.


Setelah sarapan aku berpamitan dengan mereka semua. Begitu juga Kevin.


" Kalian hati hati, jangan terlalu cepat membawa mobilnya Vin" ujar om Leon.


" Iya om! Kalo begitu kami pergi dulu " pamit Kevin sambil bersalaman dengan keluargaku.


Setelah itu Kevin pun menggandeng tanganku menuju mobilnya.


Selama perjalanan menuju sekolah, aku hanya diam saja. Tak terasa kami pun sampai di sekolah. Aku pun langsung menuju ke arah koperasi untuk beli seragam. Begitu juga Kevin.


Kami pun berpisah menuju kamar ganti. Selama perjalanan menuju ke kamar ganti aku melihat sekeliling dengan risau. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi tapi tak tau apa.


Mengabaikan filingku, aku memutuskan gegas ke kamar mandi karena ingin buang air kecil.


Sampai di kamar mandi,aku pun masuk kr salah satu bilik. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menuju ke bilik sebelahku.


" Gw denger, anak kelas X IPS 2 pingsan karena di buly sama Allea " ujar salah satu gadis.


" Iya! Lagian tuh cewek sombong banget, enggak ada hormatnya sedikitpun sama senior " kata gadis lainnya.


" Iya! Gw denger sih dia nyinggung anak Black " ujar gadis yang aku ketahui bernama Sisi.


" Masa sih! Wah, parah dong. Emang siapa yang dia singgung " tanya Gadis satunya yang dari suaranya aku kenal namanya Gladis.


" Namanya kalo enggak salah Rena, anak kelas X iPS 2 juga. Di jambak sama di benamin ke bak air wajahnya sampai pingsan dan kebetulan anak Black yang senior ke kamar mandi dan ketahuan deh " ujar Sisi pelan.


Degg


Rena, bukankah anak jalanan yang bergabung dengan Black dan dia memiliki sedikit masalah dengan kesehatannya.


Aku langsung mengirimkan notice ke Allea


Mecaquen : apa yang terjadi sama Rena " tanyaku.


" Allea : loe tau quen, iya sekarang di rawat di Rs. Harapan Bangsa " balas Allea.

__ADS_1


" Mecaquen : kumpul di markar, gw mau dengar detailnya.


__ADS_2