BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

Menjadi seorang yang perkribadian ganda adalah hal yang sangat sangat menyusahkan. Apalagi seperti saat ini,dipaksa tidur selama benerapa waktu telah membuarku seperti orang bodoh kerena tak tau apa yang terjadi kedepannya.


Hari ini pertama kali aku melangkah ke sekolah lagi setelah tidur terlalu lama. Aku berangkat bersama dengan Sean. Seperti yang dilakukan oleh Megan.


Setelah mengantarkan Sean,aku pun bergegas ke sekolahku.


Saat aku sedang menutup pintu mobilku,aku merasakan ada yang memelukku dari belakang dan berbisik,


" Wecome back honey! I miss you so bad " bisik seseorang itu yang tak lain Kevin.


Deggg


Berapa lama aku tak mendengar suaranya. Aku juga merindukannya. Banyak hal yang aku tak tau. Megan, apa yang terjadi dengan Kevin dan Megan. Apa mereka sudah sangat dekat.


Eh tapi tunggu dulu deh,kayaknya aku cemburu sama Megan. Ckk yang bemar saja masa cemburu sama diri sendiri. Meskipun pribadi yang lain tapi tetap saja Megan kan pale tubuh Meca juga.


tau deh,pusing


Aku hanya mematung mendengar bisikkan Kevin. Tak tau harus berbicara apa, dan bersikap bagaimana.


Aku pun hanya mendesah lelah,lelah dengan keadaanku yang tak normal.


" Kenapa diam saja,mmmh! Apa kamu tak merindukan aku bab, padshal aku sangat merindukan kamu loe " ujar Kevin tetap berbisik.


" Rindu! Benarkah,bukannya selama ini kamu have fun aja sama Megan. Apalagi akan menikah sebentar lagi " ujarku ketus.


" Mmm! Loe serius cemburu sama diri loe sendiri bab, meskipun kalian punya karakter berbeda tapi kalian satu tubuh lho. Masa kamu cemburu dengan diri kamu sendiri sih hah,gue cinta dan rindu kalian berdua.


Sangat " ujar Kevin lirih.


" Sorry Vin ! Gue cuma masih linglung aja karena baru bangun setelah tidur beberapa lama " ujar Meca pelan.


Tapi saat itu Kevin langsung mengurung Meca dengan kedua lengan kekarnya, membuat Meca syok dan malu serta khawatir


semua siswa dan siswi NUSA BANGSA melihat mereka.

__ADS_1


" Vin! Jangan beginilah,gue nggak mau kita ke gab sama yang lainya. Please Vin " ujar Meca resah.


Tapi bukan Kevin namanya kalo patuh begitu saja dengan ucapan Kevin


Cupp


Kevin mencium bibir Meca dengan penuh perasaan. Membuat Meca syok dengan aksi sang pria.


" Loe tau bab! Meskipun kalian punya karakter yang berbeda tapi tetap saja aku mencintai kalian berdua denga besaran yang sama " ujar Kevin sambil berbisik.


" Vin! Udahlah, gue mau ke kelas. Enggak enak sama yang lain " ujar Meca sendu.


" Kemaren gue dah lamar Megan tapi hari ini gue lamar loe jadi istri gue " ujar Kevin.


" Tapi Vin! Kita harus bisa menyelesaikan sekolah dululah,gue nggak mau berenti di tengah jalan. Gue pengen jadi seorang Dokter jadi loe harus menundanya sampsi 3 hari lagi untul memastiksn sesuatu yang membuat gue nggak lagi meragu sama loe Vin. Please " ujar Meca pada Kevin.


" Ok fine! Ini terlalu mendadak tapi ini dah gue persiapin lama banget bab jadi please jangan bikin gue menunggu lama bab " ujar Kevin sendu.


" Yah! Gue ngerti kok, jadi apa jawaban Megan. Apa dia setuju umtuk menikah " tanya Meca.


" Megan! Dia setuju menikah denganku karena para oramg tua yang memaksanya.b


" Hah! Ok aku akan menuruti ajalah maunya para orang tua itu. Tapi jangsm memaksa " ujar Meca ke kevin.


" Jadi siap tak siap, kita akan menikah kan. Baiklah,buat sesuka loe. sekali jangan pernah melihat to sedang bersama cowok lainnya " ukar Kevin membei peringatan.


" Iya Vin, elah. Udah aku mau ke kelas dulu. Bye " ujarku sambil meninggalkan Kevin sendiri dengan perasaan yang semakin tak menentu.


Gimana ya bagusnya,aku tak mau menikah muda tapi tak akan bisa di hindari karema Kevin dapat dukungan dari kedua orang tua. Bahkan mamaku sangat memaksa aku dan Kevin menikah muda. Hadeh dasar orang tua, kenapa jadi mendukung Kevin sih. Sebenarnya anak kandungnya siapa sih, dasar.


Aku hanya diam saja sesampainya di kelas,berita dari Kevin bebar benar mengusikku. Membuatku tak konsentrasi dengan pelajaran hari ini.


Teeett


Bel tanda istirahat berbunyi, aku pun beranjak dengan malas dari bangkuku menuju kantin. Meskipun malas tapi perut tak bisa di bohongi. Kalau aku sangat lapar.

__ADS_1


Sesampainya di kantin aku pun memesan makanan kesukaanku,yaitu bakso. Setelah memesan aku menjadieja yang kosong dan setelah mendapatkan meja aku pun menunggu pesananku sambil main poncel.


Saat sedang asik main poncel,tiba tiba ada yang duduk disebelahku tapi aku tak terkejut karena aku sudah menebaka siapa orangnya.


Siapa lagi kalo bukan Kevin.


Aku hanya diam saja,tampa berkata apapun. Terus terang saja aku masih belum bisa mengambil keputusan mengenai lamarannyapadaku dan Megan.


Jika sudah lulus mungkin aku tak serumit ini menghadapi lamaran Kevin. Setidaknya aku biss tenang jika nanti aku hamil tapi sekarang kami bahkan masih sekolah dan bagaimana reaksi semuanya tentang penampilanku.


" Kenapa! Masih kepikiran soal lamaranku. Tenanglah bab, gue akan menunggu loe siap jadi bagian Bramasta dslamnwaktu dekat, jadi please bab, jangan kayak gini. Loe bisa sakit dan gue nggak mau loe sakit " ujar Kebin setrlengah berbisik.


Tak lama pesanan kami pundatang bersamaan. Kami pun makan dengan tenang,sesekali Kevinenyuapiku dengan makanan kesukaanya.


Setelah selesai makan,kami pun berjalan beriringan ke kelas. Aku hanya diam sepanjang perjalanan


Setelah berpikir matang, aku memutuskan untuk menyetujui lamaran itu. Sama dengan Megan, karena percuma saja aku tolak.bsaat Megan kbali bangun pasti kami juga menikah.


Lagi pula aku dan Kevin saling mencintai. Kalau pun suatu hari jika Kevin meninggalkanku tak akan membuatku harus merasa marah karena,aku yakin bisa melepasnya dengan mudah.


Jadi aku tak akan menjadi bodoh karena mempertahankan sesuatyang tak ingin lafi menjadi milikku.


Aku pun beranjak dari dudukku setelah membereskan alat alat tulisku ke dalam tas.


Sesampainya di depan kelas aku akan melangkah memuju parkiran tapi sebuah tarikan lembut di lenganku membuat berhenti melangkah.


Kevin,


Kenapa sih,dalam sehari ini maaf itu terlalu banyak diucapkan semua orang sehinggga lupa.


" Apalagi sih Vin! Kasih gue ruanglah. Guekan juga mau memikirkan masa depan gue kalo jadi menikah sama loe Vin " ujarku malas.


" Bab! Loe jangan gitulah, gue tau loe mau memikirkan hal ini dengan matang tapi nggak perlu menghindari gue jugakali. Gue nggak suka ya loe kayaak gini " ujar Kevin kesal.


" tapi Vin! Ini terlalu mendadak buat gue Vin. Gue belum siap tapi kalo gue bilang nggak juga percuma kalo Megan bangun lagi pasti kita menikah juga.

__ADS_1


Entahlah


Maaf ya readers ini sambungan yang bab kemaren. Sekali lagi maaf ke skiip


__ADS_2