BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

Amelia, sosok yang aku benci setengah mati. Melihatnya sedang lemah seperti ini. Membuatku entah harus benci,entah harus kasihan.


Beberapa waktu lalu,polisi datang mengecek keadaan Amelia dan meminta keterangan dariku dan Kevin. Aku sempat menelpon papa tapi beliau malah marah dan tak mau lagi merurusan dengan Amelia. Bahkan papa sudah menjatuhkan talak pada Amelia.


Waw! Miris sekali nasib mu Amelia


Ckck! merepotkan sekali,dasar


Aku terpaksa menunggunya. Amelia dan dramanya merepotkan semua orang. Anehnya kemana semua orang.


Clara,kemana dia. Tak taukah kalo aku kerepotan menunggui ibunya, dasar anak kurang ajar.


Aku memutuskan menyuruh anggotaku mencari Clara dan menyeretnya ke rumah sakit.


Enak saja,aku harus menunggunya saat sakitbtapi kalo senag senang bersama anaknya yang ja***g itu.


Aku cukup prihatin sebenarnya dengan kondisi Amelia, mengngat betapa sombongnya dia selama ini karena di bela terus oleh papa.

__ADS_1


Tapi sekarang,jangankan pembelaan. Dijenguk saja tidak,memang apa yang kita perbuat pasti sesuai dengan balasanya.


Tengah malam ,baru Amelia dipindahlan ke ruang rawat. Selama di rawat,dia terus dikawal oleh polisi.


Yah,mau diapain. Buronan sih,


Tapi aku bingung dengan kesalaham yang di perbuat oleh Amelia. Kalo hanya sebagai pasangan pezina sih enggak terlalu lamalah di tahannya. Inil kayaknya dia melakukan kejahatan berat " pikirku dalam diam.


Sudahlah,biarkan putri kesayangannya yang berpikir. Biar dia bisa lebih dewasa sedikit dan tak manja.


Kalo kalian tak lupa,Amelia adalah wanita yang menjadi duri dalam daging selama pernikan papa dan mamaku. Gara gara dia dan putrinya aku kehilangan kasih sayang papa. Begitu juga mama,beliau kehilangan kasih sayang dari suaminy.


Saat aku sedang geramnya,tiba tiba terdengar bunyi hentakan kaki yang melangkah terburu buru di barengi teriakan seorang gadis.


Tadinya aku sangat penasaran dengan sumber masalah tapi ketika melihat anggotaku berjalan mendekat padaku sambil menyeret Clara. Jelas saja aku merasa malas


" Lepasss an****! Gue laporin loe ke polisi karena udah melakukan kekerasan sama

__ADS_1


gue " maki Clara pada anggotaku.


" Brisik! Bisa diam nggak itu mulut hah, atau mau gue jahit biar nggak bisa mengumpat lagi " ujarku dingin.


" Loe gila ya, ngapain sih bawa gue ke sini hah! Loe pikir gue pengangguran kayak loe bangsat. Gue itu harus kerja biar bisa makan,jadi jangan ganggu gue " emosi Clara.


" Diam! Loe pikir gue nggak ada kerjaan apa selain ngurusin nyokap loe, sana masuk ke dalam. Tungguin nyokap loe sampe dia sembuh. Loe tenang aja gue masih punya hati umtuk membiarkan nyokap loe terusir dari sini karena tak sanggup bayar biaya perawatan " ujarku remeh.


" sialan loe! Ini semua karena loe. Hidup gue berantakan gara gara loe tau nggak bangsat " ujar Clara emosi.


" Lah seharusnya gue yang emosi sama loe gara gara loe ,gue kehilangan moment penting gue sama bokap kandung gue cuma karena hadirnya anak sampah kayak loe tau nggak " ujarku tak kalah emosu.


"Sialan loe! Loe yang sampah nggak berguna, itu sebabnya bokap hanya menyayaangi gue. Loe itu nggak ada apa apanya di bandingkan gue tau nggak sampah " ejek Clara.


Karena emosi mendengar ucapan Clara aku tak tahan dan


Plakkkk.

__ADS_1


Aku menampar pipinya kuat sehingga langsung terlempar ke samping. Aku terengaha engah meredakan emosiku yang sudah di ubun ubun.


__ADS_2