BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOYBAND BAD GIRL


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat di Rumah Sakit akhirnya Daniel hari ini bisa pulang ke panti. Aku ikut menjemputnya dan mengantarnya ke panti bersama mama.


Sesampai di panti aku pun berpamitan terlebih dahulu karena aku ada janji dengan Nadya untuk mengerjakan tugas kelompok


" Bun,ma aku langsung balik deh soalnya mau ngerjain tugas sama Nadya " ujarku berpamitan.


" Oh ya udah kamu hati hati " ujar mama.


" Ya ma" jawabku.


" Hati ya nak dab terima kasih dah ikut jemput Daniel " ujar bunda Alisa.


" Ah bunda kayak sama siapa aja " jawabku.


Lalu bersalaman dan pergi dari panti.


At NUSA BANGSA


Aku sedang berjalan menuju kantin karena tadi pagi tak sarapan. Kebetulan kelas kosong karena guru sedang izin sakit.


Saat sedang berjalan memasuki kantin aku mendengar ada keributan di area tengah kantin


Plaakkkkl


Awwww


Sa...kit


Am...pun ka.k


Aku langsung mendekati area itu karena sudah banyak yang berkerumun di sama.


Adu diam saja sambil melipat tangan di dada.


Aku melihat Diandra dan kawan kawannya sedang membuly seorang junior. Dan aku lihat junior itu sudah babak belur.


Aku bertatapan dengan Melani salah satu sahabat Diandra yang berdiri di dekatku


" Kenapa " tanyaku dingin


" mmm! Dia gangguin Justin makanya Diandra kalap " jawab Melani pelan.


" Cihh! Cuma karena cowok enggak guna itu aja Diandra kayak reog kesurupan gini. Dasar bucin bego " ujarku pelan.


Melani yang mendengar ucapanku hanya tersenyum geli karena emang yang aku omongin adalah benar. Kalo semua NUSA BANGSA tau sebabgsat apa Justin.


" Biarin ajalah, entar juga kapok sendiri "ujar Melani lagi.


" Terserah bukan urusan gw ini " ujarku cuek but kita harus menghetikan ini sebelum tuh junior koit ujarku lagi mengingatkan.


" Loe aja Mec! Gw males" ujar Melani cuek.


" Cukup Di! Loe enggak mau kan tuh bocah mati " ujarku mengingatkan Diandra.


" Tapi Gw masih kesel tau enggak Mec " ujar Diandra kesal.


" mmm tapi kalo loe di tuntut karena ini mau loe " ujarku mengingatkan.


" Cih nyebelin! Loe urusan kita belum selesai. Awas aja loe bertingkah lagi sama cowok gw" ujar Diandra mengancam.


" Mending loe kantongin aja tuh si Justin Di,biar enggak kemana mana " ujarku menyindir Diandra.

__ADS_1


" Dih! Diam loe nyet " omel Diandra.


Di sambut tawa teman temannya yang lain.


" Ketawa aja loe pada. kalo ngalamin kayak gw. Awas aja gw ketawain juga " umpat Diandra kesal.


" Dah sana gw lapar dan mau makan tenang tampa keributan " ujarku membubarkan Diandra dan kerumunan.


Meskipun belum puas membalas anak junior itu Diandra akhirnya menghentikan pembulyan tersebut.


" Ayolah gw laper! Meg pesenin gw bakso sama es teh dong " ujar Diandra sambil berjalan ke meja yang biasa dia tempati.


" Ternyata orang kalo ngereog kekaparan ya " ujar Mitha geli.


" Diam aja loe Mit " omel Diandra.


Aku hanya diam saja sambil menunggu pesanan baksoku datang.


Saat kantin sudah tenang mendadak rusuh lagi. Saat aku melihat ke arah pintu kantin aku mendesah malas, siapa lagi kalo Kevin cs.


Aku mendengar teriakkan murahan dari ceek cewek di kantin.


" Kevin aku padamu " ujar seorang gadis yang bernama lena.


" Miko calling aku dong " ujar yang bernama Sahnaz.


"Justin di sini " teriak Diandra.


Aku melotot mendengar Diandra memanggil Justin " Sialan Diandra, kalo Justin kesini Kevin juga dong njir " umpatku dalam hati kesal.


Aku mendengar sahutan dari Justin dan mereka menghampiri mejaku dan Diandra.


" Sorry guys gw duluan " ujarku sambil beranjak dari bangkuku tampa menunggu jawaban mereka.


Seet


Aku tersentak saat ada yang mencekal lenganku.


Deggg


Kevin menatapku tajam. Membuatku susah menelan ludahku sendiri.


" Duduk " perintah Kevin dingin.


" Ta..pi a..ku mau ke kelas dulu " ujarku terbata.


" Enggak ada, duduk dan makan "kata Kevin sambil menuntunku duduk di meja yang terpisah dari sahabatnya.


Saat aku duduk bersamaan dengan baksoku dan pesanan Kevin datang.


Aku hanya pasrah dan memakan baksoku dengan perasaan gelisah.


" Kenapa " tanya Kevin dingin.


"Enggak " jawabku pelan.


" Kenapa menghindar babe " tanya Kevin lebih jelas.


" Enggak ada kok. Siapa yang menghindar " jawabku mengelak.


" Pulang sekolah tunggu gw, kita pulang bareng " ujar Kevin.

__ADS_1


" Tapi Vin! Gw bawa mobil sendiri. Kalo gw bareng loe trus mobil gw gimana " tanya ku padanya.


" Gampang, ntar yang lain yang antar. Pokoknya gw mau tau loe tunggu gw atau gw susul loe ke rumah loe dan gw bakalan bikin loe desah di bawah gw " ancam Kevin licik.


Aku hanya bisa menelan ludah sambil memejamkan mataku. Menahan diri supaya tetap tenang dengan tekanan yang di berikan oleh Kevin.


" Iya deh aku tungguin kamu " ujarku pelan.


" Good girl " ujar Kevin sambil tersenyum nyebelin.


"Gw dah selesai mau ke kelas dulu " ujarku sambil melesat pergi keluar dari kantin tampa menunggu jawaban dari Kevin lagi.


Selama aku berjalan keluar dari kantin aku merasa semua orang menatapku dengan berbagai ekspresi dan ada yang penasaran dengan hubunganku dan Kevin.


Ini yang aku tak suka kalo aku dan Kevin bersama. Aku tak suka jadi sorotan dan ditatap dengan tatapan penasaran oleh semua anak NUSA BANGSA. Dan Kevin tau pernah mau tau itu.


Aku pun hanya mendesah pelan sesampainya di kelas aku duduk diam di bangkuku mengacuhkan Nadya yang bertanya tentang kejadian di kantin karena beritanya bahkan telah sampai di kelas padahal aku baru sampai di kelas.


Benar benar update pembawa beritanya.


Aku hanya diam saja tak bergeming sambil memainkan poncelku.


Rasanya melelahkan untuk meladeni pertanyaan yang diberikan Nadya yang tak tau apa jawabannya.


Aku sendiri tak tau bagaimana pastinya hubunganku dengan Kevin. Apa kami pacaran atau teman. Entahlah yang pasti Kevin selalu memaksakan kehendaknya padaku dan dia menyentuhku tampa memberikan nama pada hubungan kami.


Berteman tapi dia bahkan mencium dan mencumbuku. Pacaran bahkan dia tak pernah menyatakan cinta padaku.


Entahlah apa artinya yang penting aku tak pernah menggodanya karena yang penting adalah harga diriku sebagai seorang gadis tak terinjak oleh Kevin.


selama pelajaran sampai jam pulang sekolah aku resah sekali memikirkan ucapan Kevin yang memintaku pulang bersama.


Kehebohan apalagi yang akan terjadi nanti.


membuatku malas saja.


Teeeeet


Jam pelajaran hari ini berakhir juga tapi aku tak bergeming dan tetap duduk di bangkuku tampa mengemas peralatab sekolahku ke dalam tas sekolahku.


Padahal teman temanku telah adabyang meninggalkan kelas.


PukAku tersadar dari lamunanku saat Nadya menepuk pundakku


" Kenapa loe Mec,bengobg aja. Yuk balik " ujar Nadya.


" mmh! Gw ok cuma lagi males aja berdesakan " ujarku memberi alasan.


Padahal dalam hati aku sedang malas keluar karena bertemu dengan Kevin.


Tapi saat aku dan Nadya sedang berbincang ada suara yang menyapaku.


" Udah siap. Ayo pulang " ujar seseorang siapa lagi kalo bukan Kevin.


Deggg


Aku melihat Nadia bengong dan menatapku dan Kevin bergantian.


"Ya " jawabku pelan sambil membereskan peralatan sekolahku.


" Gw duluan Nad" ujarku pada Nadya lalu berjalan di samping Kevin.

__ADS_1


__ADS_2