BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

Setelah mengirimkan notice ke Allea. Aku pun merapikan seragamku dan langsung keluar dari toilet. Banyak hal yang menjadi pertanyanan di kepalaku. Kenapa bisa aku kecolongan sehingga anggotaku celaka.


Entahlah, aku pun melangkahkan kakiku lel kelas tapi saat di depan ruang OSIS aku berpapasan dengan anggota Black lainnya. Aku pun hanya menatapnya dan berkata.


" kenapa sampe kecolongan! Kan sudah gw wanti, lindungi anggota terlemah Black dimana pun mereka berada. Apalagi Rena itu sakit dan fisiknya lemah " tanya ku datar.


" Sorri Quen " ujar mereka lemah.


" Informasikan ke inti Black yang lain, gw tunggu di markas dan gw enggak terima alasan apapun kecuali sakit dan sejenisnya "


Ujarku tegas.


" Ya quen! Siap laksanakan perintah " jawab mereka pelan.


Pelan karena kami tak ingin terlihat mencolok. Aku pun bergegas pergi ke kelasku.


Sesampainya di kelas,aku langsung duduk di bangkuku. Tak lama kemudian pelajaran pun usai dan menunggu guru mata pelajaran berikutnya.


Drrret drrreet


Aku merasakan getaran di saku rokku. Aku pun membuka notice yang masuk.


" Alleablack : gawat! Bos, ada yang ngobrak abrik markas "


" Mecaquen : loe serius! Kok bisa. Emangnya tidak ada yang di markas "


" Alleablack : tidak ada, kalau pun ada pasti kalah jumlah. Mereka anak Lextart, entah apa masalahnya sama kita. Sampe bikin rusuh "


" Mecaquen : bersiap, serangan balik. Kita acak juga markasnya "


" Alleablack : ok bos "


" Mecaquen : iya "


Aku memutuskan untuk mengakhiri kegiatanku berbalas pesan dengan Allea.


Setelah kegiatan belajar mengajar usai. Aku memutuskan untuk menjenguk Rena terlebih dahulu.


Greeep


Saat sedang berjalan ke parkiran,aku di kejutkan oleh sebuah pelukkan dari Kevin.


" Iss! Vin, apaan sih. Ngagetin tau nggak " dumelku kesal.


" hhahhh! Biasa aja kali by! Oh ya mau kemana, buru buru amat " tanya Kevin.


" Ke rumah sakit! Anak Black ada yang jadi korban bully" jawab Meca datar.


" What! Kok bisa " tanya Kevin heran.


" Bisalah! Ini anak junior dan dia lemah karena sakit " ujarku memberi penjelasan.


" Oh! Ya udah, gw anter " ujar Kevin.


" No! Gw mau sendiri, karena abis itu gw ke markas. Ada pertemuan sama anak Black " ujarku pelan.

__ADS_1


" Enggak ada penolakan by! Gw anter titik " ujar Kevin datar.


" Serahlah " ujarku males. Berdebat dengan Kevin hal yang menghabiskan waktu dan tenaga.


Aku pun masuk ke mobilku ddngan Kevin di kursi kemudi. Selama perjalanan ke rumah sakit aku hanya diam saja karena banyak yang aku pikirkan.


Sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahun papaku tapi kondisiku tak memungkinkan merayakannya.


" ahh! Bego loe Mec, jelas dia akan merayakan hari kelahirannya dengan sukacita didampingi Amelia dan Clara " runtukku dalam hati.


Puuk


Aku tersadar dari lamunanku ketika Kevin menepuk pundakku dengan cemas.


" Kenapa! Kok loe melamun, sampe enggak nyadar udah sampe di rumah sakit dari tadi " tanya Kevin cemas.


" Enggak pa pa kok Vin! Lagi ada yang di pikirin aja " jawabku menenangkannya.


" Oh! Ya udah yuk kedalam " ajak Kevin.


Aku hanya diam saja tampa membalas ucapannya. Aku keluar dari mobil dan mulai melangkah ke dalam rumah sakit.


Selama perjalanan ke ruangan rawat Rena aku melangkah denga pikiran menerawang kemana mana.


Greppp


Aku terkejut saat Kevin menarikku sehingga terjatuh di pelukkannya.


" Kenapa sih Mec! Kok kamu jalan sampe enggak tau ada yang lewat dan mau nabrak gitu. Mikirin apa sih " tanya Kevin gusar.


" Hari ini hari ulang tahun papa, dan aku kangen papa. Entahlah, aku lebay yah Vin " tanyaku sambil tertawa getir.


" No by! Itu wajar, sebagai anak loe pasti rindu bokap tapi loe harus bisa lupain itu dulu biar hidup loe enggak menyedihkan " ujar Kevin sambil memelukku.


" Loe bener Vin! Gw akan fokus ke hidup gw aja tampa mikirin hal yang bikin gw menyedihkan. Thanks Vin, dah ngingetin " ujarku pada Kevin.


" Ya udah yuk! Lanjut ke ruangan anak loe " ajak Kevin.


Kami pun jalan beriringan ke arah ruangan Rena dan di sana terlihat beberapa anggota Black sedang berjaga. Mereka serempak menyapaku dan Kevin.


" Quen " sapa mereka padaku.


" Bos " sapa mereka pada Kevin.


Kenapa bos karena Kevin adalah pelindung Black. Setelah membalas sapaan mereka dengan anggukan aku pun bertanya,


" Gimana keadaannya " tanyaku datar.


" Sudah mulai membaik Quen " jawab salah satu anggota Black yang bernama Aryon.


" Loe semua dah selidiki apa yang terjadi " tanya Meca.


" Dah Quen dan ada rekamannya. Hanya saja kita enggak yakin sama penyelidikan ini " jawab Arsel.


" Why! Bilang aja apa hasil penyelidikan

__ADS_1


kalian " perintahku.


" Sodara tiri loe bos, Clara "jawab Ansel.


" loe serius! Loe enggak bohong kan " tanya Meca datar.


" Enggak bos! Kita punya rekamannya " jawab arsel sambil memberikan poncelnya.


" Sialan si Clara! Kenapa dia bikin ulah terus sih. Dasar anak sialan " umpatku dalam hati.


" Kasih dia pelajaran! Jangan sampe nama gw ikut terseret. Ngerti loe semua " ujar Meca pada Ansel.


" Ok bos! " jawab Ansel.


" Kayaknya adek loe! Pengen jadi quen bully selanjutnya setelah seniornya pensiun" celetuk Kevin.


" Mmm! Biarin aja mereka yang urus. Gw males berurusan dengan tuh anak " ujar Meca malas.


Setelah itu mereka pun masuk kedalam ruang rawat Rena.


" Gimana kabat loe " tanya Meca.


" Sudah lebih baik kak " jawab Rena.


" Kenapa bisa sampai loe berurusan sama Clara " tanyaku penasaran.


" Clara enggak suka gw nolak perintah dia saat dia nyuruh gw bawain barangnya kak. Dia juga sering nyuruh anak lainnya yang lemah bahkan ada yang pernah di kurung di gudang " jawab Rena.


" Wah! Gila tuh bocah, baru juga gabung jadi warga NUSA BANGSA tapi udah berkuasa " celetuk Arsen.


" Enggak bisa didiemin bos, kita harus kasih dia pelajaran " ujar seno.


" Terserah! Tapi jangan melampaui batas " jawabku tegas.


Setelah menjenguk Rena, aku pun pergi ke markas Black bersama Kevin. Sesampainya di sana. Sudah ada inti Black yang menunggu.


Aku pun langsung duduk di sofa yang ada di sana.


" Gimana keadaan di sana. Siapa yang mrmantau markas Lextart " tanyaku datar.


" Tim Alfa yang memantau, belum ada kabar dari mereka. Kita tunggu saja. Jika tak juga ada kabar maka tim Bravo maju " jawab Geral.


" Jangan! Sebaiknya kirim tim bayangan Hitam untuk menysup " perintahku.


" Tapi Stella sedang tak di tempat karena menyelidiki kasus bandar narkoba yang memasuki kawasan kita " celetuk Zoya.


" Loe yang pimpin mereka Zo karena loe wakilnya. Jangan bikin gw dan Stella


kecewa " putusku.


" Baik bos! Gw enggak akan mengecewakan loe bos " jawab Zoya sambil berpamitan.


" Ada yang mengedarkan pil di daerah B. Bahkan di sana gw menemukan ladang ganja yang tak bertuan. Menurut loe apa kita akan membakarnya bos " ujar Arven yang baru saja datang


Whatttt

__ADS_1


__ADS_2