
Seperti yang kami bicarakan,Kevin benar benar membawa gadis itu ke club milik Bramasta.
Tentunya bukan salah satu dari kami yang membawanya. Saat dibawa,gadis itu sempat memberontak. Dari informasi yang diberikan oleh anggotanya Kevin, gadis itu sempat kabur.
Cih ada takut juga dia
Kami pun hanya memutar bola mata masas karena drama gadis itu.
Munafik,
Padahal dalam hatinya gadis itu sangat senang karena dia menemukan tempat yang cocok untuk menyalurkan bakatnya sebagai pekalor. Hadeh, dasar muna.
Aku pun tak lagi mengurus gadis itu karena urusan di club diserahkan pada seseorang yang di panggil mami oleh anak buahnya.
Aku dan mama serta Sean sedang bersiap untuk makan malam di rumah Kevin. Ternyata undangan makan malan juga di sampaikan pada mama. Sehingga aku tak bisa mengelak.
Dengan malas aku bersiap, setelah siap aku pun bergegas menghampiri mama dan Sean yang sudah bersiap dari tadi.
" Kenapa sih tuh muka ditekuk gitu, kayak baju belum di setrika. Semangat dong ketemu camer " ujar mama.
" Dih! Apaan sih ma,camer apaan. Aku masih mau sekolah ya, belum siap menikah apalagi punya baby. No " ujarku ngeri.
" Apa yang musti di takutin sih nikah muda,banyak kok yang nikah muda tapi masih bisa sekolah lho. Mereka bisa kok bagi waktu sebagai pelajar dan ibu rumah tangga. Lagian kamu kan cuma mengurusi Kevin aja,selebihnya kan ada penbatu yang mengurus. Enggak akan repotlah kamu " ujar mama.
" Tau ah! Males banget bahas kayak gini, di sekolah Kevin,dirumah mama dan ntar lagi kita mau sampai di rumah Kevin. Pastinya yang di bahas enggak jauh jauh dari nilah muda dan lamaran. Enggak asik ah " ujar Megan sewot.
" Sekarang iya kamu ngomong kayak gitu,ntar kalo dah married sama Kevin pasti ngomongnya makasih ya mah dah nikahin aku sama Kevin. Aku senang banget deh, yakin mama kamu pasti ngomong kayak gitu " ujar mama malas.
" Hah! Ini bukan masalah nikahnya ma,tapi setelahnya. Aku masih belum bisa mengingat pernikahan mama dan papa yang berantakan membuat aku agak takut melangkah le arah yang serius dengan Kevin. Aku nggak mau di duain kayal mama " ujarku sendu.
__ADS_1
Mendengar ucapanku, mama langsung berlaca kaca. Dia tak menyangka aku akan takut untul menikah karena trauma dengan kegagalan kedua orang tuanya.
" Sayang! Apa pun yang terjadi, mama yakin Kevin pasti jaga kamu dan jadiin kamu ratu di hati dan istananya. Percsya sama mama, lamaran ini usulan Kevin lho, dia terus mendesak mama dan mamanya supayanya mau mengizinkan untuk melamar kamu sekarang " ujar mama sendu.
" Mom! Kita lihat saja nanti, seberapa perjuangan Kevin sampai berhasil mendapatkan kepercayaan dan meyakinkanku sehingga aku mau melangkah dengannya ke pelaminan. Itu pr dia meyakinkanku dan membuatku nyaman dan mampu menerimanya dalam hidupku " ujar Megan tegas.
Mendengar ucapanku,mama pun diam. Tak ada lagi percakapan sampai kami tiba di kediaman Bramasta. Kutatap lama kediaman Bramasta yang besar dan luas serta megah itu. Tak terpikir aku akan menginjakkan kaki ini di rumah mewah ini sebagai menantu di rumah ini. Tak pernah
Aku mendesah kasar,rasanya tak nyaman sekali untuk masuk ke rumah ini setelah ada embel embel lamaran Kevin buatku. Membuatku tak nyaman.
Aku langsung mengekori mama dan Sean yang telah melangkah lebih dulu, ingin sekali berlari ke mobil dan melarikan diri dari pertemuan ini. Saat aku sedsng bimbang dan berniat melarikan diri, ad yang menahanku
Greppp
" Mau kemana sayang, loe nggak berpikir untuk kabur kan. Karena tak ada yang bisa lepas dengan mudah dari Bramasta,termasuk loe. Enggak akan mudah lepas dari gue bab" bisik Kevin sambil menahanku.
Degggg
" gue tau dari bahaa tubuh loe bab " ujar Kevin masih dengan berbisik.
" Hai! Kalian ini sudah di tunggu dari tadi malah mojok berdua. Ayo masuk,makan malamnya mau di mulai " goda mamanya Kevin.
panas
Memerah
Wajahku terasa sangat panas dsn memerah, help me please mom. Jangan kelewat jujurlah, hadeh bikin aku mati gaya aja.
Aku hanya pasrah saat mamanya Kevin menggandengku ke dalam rumah. Dalam hati aku mengumpati Kevin yang menggagalkan aksi melarikan diriku. Ck,aku lirik dia sedsng tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1
Sialan loe Vin
Pasrah,hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang. Saat 2 keluarga membahas tentang perjodohan dan rencana pertunangan antara aku dan Kevin dengan semangat mereka membicarakannya.
" Dah deh bab, enggak usah lecek gitu napa mukanya, loe tau sekarang loe gemesin banget tau nggak " bisik Kevin padaku.
Deggg
Sialan nih jantung,murahan banget sih. Digoda gitu aja udah kayak orang abis maraton aja degupnya. Omelku dalam hati.
" loe tau, jantung dan hatiku loe paling tau siapa yang ok. Makanya degupnya kencang banget saat kita berduaan gini " bisik Kevin lagi.
Ckk! Nih orang tau dari mana sih apa yang gue pikirin umpatku kesal.
" Gue tau dari ekspresi wajah loe bab, loe itu orangnya mudah ditebak tau nggak " bisik Kevin lagi.
" Puas puasin aja loe nelanjangin isi kepala gue Vin, anjir dari tadi loe dah kayal peramal tau nggak " ujar Megan sewot.
" Mmm! Lucu banget sih bini gue, cocok banget jadi nona muda Bramasta " ujar Kevin genit sambil mengedipkan mata.
" Ih Vin! Dari tadi kamu itu bikin aku mati gaya tau nggal sih. Is biasanya juga jarang banget ngomong banyal kayak gini. Kok sekarang ngomong mulu sih " keluh Megan sebel.
" Bab! Gue ngomong banyak cuma sama loe bukan sama yang lain. Kalo yang lain sih bukan mulut gue yang ngomong tapi tangan sama kaki gue " ujar Kevin santai.
" Loe yakin mau nikah muda Vin, kita kan masih sekolah. Gue masih mau sekolah Vin. Belum mau gue punya anak "
" Yakinlah, lagian bisa dicegahkan. Gue juga nggak mau kali ngerusak masa depan loe sama cita cita loe. Loe bisa sekolah kok asal tau tugas loe kalo saat di rumah dan batasan loe sama yang lainnya terutama cowok karena gue nggak suka berbagi " ujar Kevin panjang lebar.
" Loe yakin Vin! Loe tau kan gue sendiri korban dari kegagalan pernikahan orang tua gue. Gue nggak mau nanti loe kaya bokap gue juga yang punya cinta yang lain setelah berhasil nikahin gue. Gue nggak mau ya diperlakukan kayak sampah setelah loe dapatin gue. Apalagi kita masih muda Vin, suatu hari ada kebosanan melanda loe seiring waktu. gue nggak mau kalo akhirnya loe ngebuang gue setelah hue udah nggak ada harganya lagi " ujarku sendu.
__ADS_1
Aku perhatikan Kevin terdiam,entah apa yang dipikirkannya