BAD BOY AND BAD GIRL

BAD BOY AND BAD GIRL
BAD BOY AND BAD GIRL


__ADS_3

"Pergi "


" Pergi dari sini dan bawa gundik papa. Jangan pernah datang ke sini lagi atau kalian enggak akan pernah keluar dari sini dalam keadaan utuh " desisku penuh amarah.


" Meca! Kamu sadar tidak berbicara sama siapa? Saya ini papa kamu. Jangan kurang ajar kamu " ujar papa marah.


"Papa! Anda yakin anda papa saya, really your my daddy. Apa anda sadar, bahkan anda tak pernah kasih saya jajan. Selama ini yang kaaih saya jajan dan penuhin kebutuhan saya. Mama saya, lagian anda lupa saya adalah pemilik saham Aldero corp sebelum saham itu saya tarik " ujarku sambil tersenyum meremehkan.


Aku lihat papa hanya mematung di tempatnya berdiri. Tak lagi bersuara.


" Jika anda sudah selesai, go to my home. Saya dan mama saya ingin istirahat. Bawa gundik anda dari sini karena melihatnya mata saya sakit " ujarku mengusir papa.


" Kurang ajar, terserah. Papa yang membuat aku kayak gini " ujarku dalam hati.


Setelah papa dan gundiknya pergi. Aku menghembuskan nafasku kasar.


Kali ini papa sudah sangat keterlaluan . Bisa bisanya dia mau merampas harta aku dan mama cuma buat anak dan gundiknya itu. Aku benar benar geram dengan kelakuan papa. Apalagi perempuan sialan itu bertindak kasar sama mama.


" Mata dibalas mata,kaki dibalas kaki karena papa membiarkan gundik papa menyakiti mama. Maka aku akan bermain dengan anak kesayangan anda tuan Aldero " umpatku dalam hari sambil menyeringai kejam.


" Welcome to neraka Clara " bisikku dalam hati.


Akupun membantu mama untuk istirahat ke kamarnya. Lalu berbicara.


" Mam! Sekarang apa? Apa mama akan bertahan dengan keadaan kayak gini. Liat,papa udah main kasar. Apalagi yang mama pertahankan. Mau nunggu aku kehilangan mama. Please mam, help me! Aku hanya punya mama. Tolong pikirin aku. Pernikahan kalian udah enggak sehat. Persetan sama keluarga besar Aldero dan keluarga Wijaya. Mereka enggak tau keadaan kita di sini. Aku sakit mam, melihat mama kayak gini, please akhiri " ujarku sambil menangis menahan sesak di dadaku karena sangking geramnya dengan perangai papa.


Aku lihat mama termenung lama, aku hanya menatapnya dalam diam. Akhirnya mama mengambil poncelnya.


Lalu menelpon


" Mama : Halo! Saya ingin kamu segera mengurus berkas perceraian saya dengan suami saya. Saya ingin kamu mengubah semua aset saya atas nama putri saya dan orang tua saya, tak mau masuk jadi harta bersama. Saya ingin prosesnya di percepat. Dan buktinya akan saya berikan ke kamu saat kita bertemu besok di cafe kenanga. "


" pengacara : Ok! Baik akan saya persiapkan sesuai keinginan kamu "


" Mama : ok! Sampai jumpa besok jam 1 siang. Terima kasih "


" pengacara : baik. Sama sama. Bye

__ADS_1


" Mama : bye


Aku senang mendengarnya. Akhirnya mama mengambil keputusan juga.


" Bukannya aku anak yang jahat karena maksa mama pisah sama papa. Tapi lebih baik kita hidup berdua aja mam. I' m so sorry mom " bisikku dalam hati.


Setelah memeluk mama untuk memberikan kekuatan. Aku meminta mama untuk istirahat. Dan menyelimuti mama.


Setelah itu aku pergi ke kamarku dengan langkah yang cukup gemetar karena amarahku masih belum reda.


" Clara! Liat apa yang akan loe dapat besok di NUSA BANGSA" desisku dingin.


akupun langsung membersihkan diri di kamar mandi lalu berpakaian santai dan memutuskan untuk ngedrakor untuk menenangkan hatiku yang sedang memendam amarah.


Saat sedang ngedrakor,tiba tiba ada notice masuk.


Ting


Akupun langsung mengeceknya. Notice dari Kevin. Aku tersenyum mengetahui itu darinya,lalu membukanya.


" Kevin :Are you ok bab! Gw kepikiran sama loe. Gimana tadi, Gw liat bokap loe marah banget "


" Kevin : Papa enggak kasarin kamu kan "


" Me : Enggak sih tapi mama dikasarin gundiknya "


" Kevin : Ya udah yang sabar ya bab. Atau aku kesana "


" Me :Enggak usahlah. Aku mau my time dulu. Sampai ketemu besok. Bye "


" Kevin : ok deh see you bab. Bye.


Aku pun mengakhiri kegiatanku bertukar pesan dengan Kevin. Lalu membalikkan tubuhku sambil menatap ke langit kamar.


Pikiranku menerawang ke masa lalu. Perlakuan demi perlakuan papa membayang di ingatanku. Aku gali lagi, moment aku bertiga dengan papa dan mama. Tak ada, semuanya hanya moment berdua sama mama. Aku tersenyum kecut, oke pa aku menyerah sekarang. Tak apa, thanks karena udah ngasih luka ini ke aku pa. Jadi aku enggak akan sungkan lagi.


" Selamat tinggal dad, setelah ini keadaan kita hanya orang asing " bisikku pada angin malam.

__ADS_1


Lalu aku pun menutup mataku.


" Besok aku enggak akan sungkan lagi sama putri kesayangan anda tuan Aldero. Karena malam ini saya memutuskan untuk mengingkari darah anda di tubuh saya " ujarku dalam hati lalu tertidur.


Pagi di SMA NUSA BANGSA


Aku baru saja sampai di parkiran sekolah SMA NUSA BANGSA bersamaan dengan kedatangan sosok yang sialnya meskipun aku ingkari tetap saja dia satu sp**ma denganku.


Malas meladeni mereka, aku bergegas ke dalam sekolah. Saat aku berjalam menjauh dari mereka terdengar panggilan dari makhluk yang menjadi penyebar sp**ma di rahim mamaku.


" Mec! Meca " panggil papa.


Malas meladeninya aku berjalan terus melewati mereka.


Greep


Tapi sialannya dia malah mencekal lenganku kuat. Aku tatap matanya tajam, dia tak menampikan raut bersalah sedikit pun.


" Bisa anda singkirkan tangan kotor anda dari lenganku tuan Aldero " desisku datar.


" Apa apaan kamu Mec! Saya ini papa kamu. Jangan kurang ajar begitu. Kualat kamu


nanti " ujar papa nyebelin.


Aku tersenyum kecut, lalu menatap remeh pria itu. Apa sekarang papa ketakutan. Ini baru di mulai pa. Papa udah mengusikku , dengan menyakiti mama. Jadi aku enggak akan segan lagi.


sreeet


Ku tarik lenganku dari cekalannya kuat dan sempat membuat papa terhuyung. Aku lihat dia mengepalkan tangannya menahan amarah.


" Anda enggak usah sok perhatian sama saya. Anda urus saja putri anda, jangan sampai dia lecet. Anda telah membiarkan gundik anda dengan lancang bertindak kepada ibu saya maka biarkan saya mempermainkan putri anda. Mata dibalas mata, kaki dibalas kaki. Saya akan membalas apa yang di lakukan oleh gundik kesayangan anda melalui putrinya" ujarku sambil menatap tajam Clara yang terlihat membeku mendengar ucapanku.


Aku lihat papa juga membeku di tempatnya. Karena aku malas pemperpanjang masalah dengannya. Aku pun melangkah ke dalam lingkungan sekolah.


Masih sempat aku dengar rengekkan penuh ketakutan dan kepanikan dari Clara yang mengadu ke papa.


Aku hanya tersenyum kejam.

__ADS_1


" Loe takut Clara! Kenapa baru sekarang ketakutan hah. Loe udah telat buat bikin gw untuk nggak jadiin loe target di SMA NUSA BANGSA. Yang loe enggak tau gw juga termasuk penguasa di SMA NUSA BANGSA. Jadi nikmati hari loe yang akan jadi mainan anggota gw, Black Club.


__ADS_2