
BALADA PERJAKA TUA
oleh Author COKRO. selamat menikmati.
***********************"******************"
Sebuah PURI besar dari batu dan baja terbang , melayang di langit tak berujung.
Itu adalah keseluruhan dari dunia ini.
Berbagai kelompok pencipta, membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk meneliti PURI besar ini.
Garis tengah lantai PURI terbang ini mencapai sekitar 10km, cukup besar sehingga daerah sebesar kawedanan Lasem bisa masuk ke dalamnya.
(catatan : kawedanan adalah daerah pemerintan jaman kerajaan dulu, wilayahnya seperti kecamatan di jaman sekarang).
Di atasnya terdapat 100 lantai, tersusun rapi menjulang ukurannya saja sudah tidak dapat dipercaya.
Mereka kesulitan menebak berapa banyak data penyokongnya.
Untuk mengetahui jumlah data tersebut adalah hal yang mustahil dilakukan.
Di dalam PURI tersebut, terdapat sejumlah kota besar, kota kecil, desa yang jumlahnya tidak terhitung, ada hutan, padang rumput, dan bahkan danau.
Hanya ada satu tangga yang menghubungkan antar 100 lantai tersebut.
Dan tangga tangga ini berada di reruntuhan kuno, yang dimana sebagian besar monster berkeliaran, jadi untuk mencari dan melalui tangga itu, bukan hal mudah dan harus menaklukan para monster tersebut.
Meskipun demikian sekali seseorang berhasil menembus ke tangga itu, "gerbang kehidupan" di lantai atas dan bawahnya akan terhubung, dan memungkinkan dilalui oleh semua orang untuk bergerak keatas dan kebawah pada lantai lantai tersebut.
__ADS_1
Di dalam kondisi ini, PURI raksasa terbang itu, terus menerus ditaklukan sejak dua tahun lalu.
Garda terdepan tim penjelajah sekarang telah sampai pada ketinggian lantai ke 74.
Dunia melayang penuh pertarungan pedang yang menyelimuti sekitar enam ribu jiwa.
Dengan nama lain......
**********†***************""******************
Sebilah pedang abu abu menebas pundakku.
Garis tipis di ujung mataku berkurang sedikit. Pada saat yang bersamaan, aku merasakan sebuah tangan dingin menembus jantungku..
Garis biru -- yang bernama "HP Bar" adalah sebuah penanda visual dari sisa hidup ku.
Disana masih tersisa 80 persen kurang lebih. Ah tidak pernyataan itu ternyata kurang tepat.
Nah itu lebih tepat...
Aku segera melompat ke belakang, sebelum pedang musuh mulai kembali bergerak menyerang.
"Haa....."
Aku memaksakan diri untuk menarik napas dalam dalam untuk menenangkan diri.
Tubuh di dunia ini tidak membutuhkan oksigen, tetapi tubuh yang di dunia nyata mungkin sedang bernapas dengan cepat.
Tanganku mungkin sedang berkeringat dingin, dan jantungku berdetak dengan cepat.....
__ADS_1
Tentu saja......
Bahkan jika semua yang kulihat ini adalah virtual relity 3 dimensi, dan garis di HP bar ku yang sedang berkurang hanyalah sekumpulan angka yang menunjukan sisa HP ku, kenyataanya adalah aku sedang bertarung mempertaruhkan nyawa.
Tidak lebih dan tidak kurang.
Saat kalian sedang memikirkannya, pertarungan yang sedang berlangsung ini, sangatlah tidak adil.
Ini karena musuh di depan ku adalah monster berkepala dan berekor kadal, dengan tubuh manusia dengan kulit berwarna hijau gelap.
Mereka bukanlah manusia, bukan juga makhluk hidup, mereka hanyalah sekumpulan data digital yang akan terus muncul berapa kalipun aku bunuh.
Tidak ---
AI yang mengendalikan seluruh monster kadal, sedang mempelajari gerakan tubuhku dan memperbaiki kemampuan meresponnya seiring berjalannya waktu.
Tetapi saat dia dihancurkan, data tentang pertarungannya akan hilang dan tidak diturunkan ke unit yang akan muncul kembali di daerah ini.
Ini membuat manusia kadal itu, seperti makhluk hidup yang memiliki pemikiran sendiri pada masing masing individu.
Benar kan !!!
bersambung.
**********************
Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,
jadi di novel apapun yg anda baca dan siapapun penulis novel yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
__ADS_1
terima kasih. author COKRO.