
BALADA PERJAKA TUA episode 39 dengan judul GUILD THE ARMY. oleh Author COKRO.
selamat menikmati.
**********************************************
Aku mengangkat tangan kananku sedikit untuk mendiamkan Angela.
Ada seorang player di ujung dari daerah yang terkena scan.
Ketika aku memfokuskan untuk menscan area dibelakangku, banyak cursor berwarna hijau yang mulai muncul, menunjukkan kalau ada banyak player disana.
Tidak mungkin itu kelompok perampok.
Perampok selalu memburu player yang lebih lemah dari mereka, Jadi mereka sangat jarang terlihat disekitar garis depan, dimana semua player terkuat berkumpul.
Yang lebih penting, ketika seorang player melakukan sebuah kejahatan, cursor mereka akan berubah menjadi oranye dan tidak akan kembali ke hijau dalam waktu yang lama.
Apa yang aku khawatirkan adalah jumlah mereka.
Aku membuka peta dari menu utama dan menaruhnya dalam posisi show mode supaya Angela bisa melihatnya.
Peta dari area yang terkena scan ku menunjukkan cursor berwarna hijau.
Mereka ada dua belas orang.
“Banyak sekali…”
Aku mengangguk mendengar apa yang dikatakan Angela.
Biasanya ketika ada terlalu banyak anggota dalam sebuah party, akan menjadi lebih sulit untuk bertarung, jadi lima atau enam orang adalah jumlah yang ideal.
“Lihat jumlah orangnya.”
Kumpulan cahaya itu dengan cepat menuju kearah sini dalam bentuk barisan dua garis yang rapi.
Kecuali di dalam dungeon berbahaya, jarang sekali aku melihat grup besar yang kompak seperti itu di atas field.
Jika kami bisa melihat level anggotanya, kami mungkin bisa mengetahui apa yang mereka lakukan, tapi player bahkan tidak bisa melihat nama player lain yang baru mereka temui.
Itu adalah sistem default yang dibuat untuk mencegah player melakukan PKill membunuh player dengan bebas, jadi itu hanya menyisakan kami pilihan untuk menebak level mereka dengan melihat equipment mereka.
Aku menutup map dan melirik kearah Angela.
“Kita harus melihat siapa mereka.
Ayo bersembunyi dibalik pepohonan hingga mereka lewat.”
“Ya, kau benar.”
Angela mengangguk dengan ekspresi tegang.
Kami memanjat ke sebuah tebing kecil dan menunduk dibalik sebuah semak-semak yang hampir setiggi badan kami.
__ADS_1
Itu adalah tempat yang bagus untuk mengamati grup itu ketika mereka lewat.
“Ah…”
Angela tiba-tiba melihat kearah pakaiannya. Seragam merah dan putih nya agak mencolok diantara pohon-pohon hijau ini.
“Apa yang harus kulakukan? Aku tidak punya equipment lain…”
Titik-titik nya semakin mendekat, mereka sekarang sudah berada didalam jarak pandang kami.
“Maafkan aku sebentar.”
Aku membuka mantelku dan menggunakan- nya untuk menutupi Angela juga.
Angela melotot kearahku sedikit tapi akhirnya mengizinkanku untuk menutupinya.
Mantelnya tidak terlalu bagus untuk dilihat, tapi memberi sebuah bonus bersembunyi yang tinggi.
Dengan ini, akan sulit untuk menyadari kami tanpa menggunakan skill scanning tingkat tinggi.
“Yah, mantel ini tidak terlalu bagus, tapi ini sangat berguna kan?”
“Tau ah! …shh, mereka datang!”
Angela berbisik dan menaruh jarinya di bibirnya.
Aku membungkuk lebih Perlahan, kami bisa melihat grup itu melewati jalan setapak.
Semuanya menggunakan armor metal berwarna hitam dan pakaian bertarung berwarna hijau yang sama.
Equipment mereka mempunyai desain yang normal, kecuali untuk gambar kastil di setiap perisai mereka yang mencolok.
Enam orang di depan mempunyai one-handed sword dan enam dibelakang mempunyai halberd.
Mereka semua menurunkan penutup helm mereka, jadi kami tidak bisa melihat ekspresi mereka.
Ketika kami melihat ke dua belas player berjalan dengan barisan sempurna, aku sempat berpikir kalau mereka adalah sebuah grup yang terdiri dari NPC.
Aku yakin sekarang.
Mereka adalah anggota dari grup besar yang membuat kota di lantai pertama sebagai markas pusat mereka: .
Aku bisa merasakan kalau Angela menahan napasnya.
Mereka bukan musuh bagi player biasa.
Malahan, mereka bisa dianggap sebagai grup yang paling bekerja keras untuk menghentikan kejahatan.
Tapi cara mereka agak sedikit kasar, dan ada yang bilang kalau mereka menyerang player oranye—disebut begitu karena cursor mereka berwarna orange—segera setelah mereka ditemukan dan tanpa berkata apapun.
Lalu mereka akan melucuti equipment para player oranye dan memenjarakan mereka di dalam ruang bawah tanah dari Black Iron Castle.
Rumor tentang bagaimana memperlakukan orang-orang yang tidak menyerah dan gagal melarikan diri agak menakutkan.
__ADS_1
Mereka juga sering menjelajah dengan party beranggotakan banyak dan mengontrol seluruh daerah berburu, jadi kalimat "tidak boleh pergi mendekati " menjadi pengetahuan umum diantara para player.
Yah, mereka biasanya beroperasi di lantai lima puluhan dan dibawahnya, berusaha memperkuat grup mereka dan menegakkan hukum, jadi jarang sekali melihat mereka di garis depan.
Ke dua belas warrior menghilang kedalam hutan bersamaan dengan suara armor dan sepatu mereka.
Melihat cara semua player mendapatkan softwarenya, kau bisa bilang kalau sebagian besar orang yang terjebak didalam Prahara Dunia Pedang Online adalah maniak game, yang tidak peduli dengan kata atau sejenisnya.
Tapi kenyataan kalau mereka masih menunjukkan pergerakan yang teratur sangat hebat.
Mereka mungkin adalah satuan terkuat dari .
Setelah memastikan kalau mereka telah keluar dari batas peta, Angela dan aku menghela napas lega.
“…rumornya, sungguhan…”
Aku berbisik pada Angela saat mantelku masih menutupinya untuk bertanya.
“Rumor?”
"Ya. aku mendengar saat guild meeting kalau mengubah cara mereka bekerja dan mulai muncul di lantai-lantai atas. Mereka pernah disebut sebagai grup yang mencoba untuk menyelesaikan gamenya kan? tapi setelah kerusakan yang mereka terima ketika melawan boss di lantai 25, mereka mulai memfokuskan untuk memperkuat grup mereka dan berhenti bertarung di garis depan. Jadi, daripada pergi ke labyrinth dengan jumlah besar seperti yang biasa mereka lakukan, mereka memutuskan untuk mengirimkan unit yang lebih kecil dan elit dan mencoba untuk menunjukkan kalau mereka masih berusaha keras untuk menyelesaikan game nya. Laporan mengatakan kalau unit pertama akan segera muncul.”
“Jadi, mereka memamerkan kemampuan mereka. Tapi apa mereka akan baik-baik saja menerjang begitu saja ke area yang belum terjamah…? Mereka terlihat berlevel tinggi tapi…”
“Mungkin…mereka akan mencoba untuk mengalahkan boss…”
Dalam setiap labyrinth, ada satu boss yang menjaga tangga ke lantai selanjutnya..
Mereka tidak muncul lagi dan mereka sangat kuat, tapi reputasi dan popularitas yang didapat untuk mengalahkan mereka sangat besar.
Itu pasti akan sangat efektif untuk mendapatkan kehormatan.
“Jadi mereka mengumpulkan orang-orang itu…? Tapi itu tetap bodoh. Masih belum ada orang yang pernah melihat boss dari lantai 74. Biasanya, orang orang akan terus mengirimkan grup bantuan untuk menganalisa kekuatan dan gaya bertarung boss.”
“Yah, bahkan guild-guild bekerja sama untuk mengalahkan para boss. Mungkin mereka melakukan hal yang sama…?”
“Aku tidak tahu… Yah, mereka seharusnya juga tahu kalau mencoba melawan boss seperti ini akan sia-sia. Kita harus cepat. Kuharap kita tidak akan bertemu mereka disana.”
Aku bangun dan agak sedikit menyesal karena harus melepaskan Angela.
Asuna menggigil ketika dia keluar dari mantelku.
“Sekarang sudah hampir musim dingin… aku harus membeli sebuah manteljuga. Di toko mana kau membeli mantel itu?"
**bersambung.
*********************************************
ikuti karyaku lainya**.
semoga kalian menyukainya..
__ADS_1