Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).

Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).
ch. 27. KOTA SALEMBURG.


__ADS_3

BALADA PERJAKA TUA episode 27 dengan judul KOTA SALEMBURG oleh Author COKRO.


selamat menikmati.


*********************************************


A-Angela-sama!


Datang ke perkampungan kumuh saja sudah cukup buruk, tapi kau juga mengundang seseorang yang mencurigakan seperti dia kerumahmu.


A-apa yang kau pikirkan!?”


Aku tidak percaya apa yang baru saja kudengar.


Dia bilang .


Dia pasti salah satu orang yang memuja-muja Angela.


Ketika aku melihat Angela dengan pikiran seperti itu, orang yang baru saja dibicarakan terlihat jengkel.


“OK, kau mungkin bisa menyebutnya mencurigakan, tapi kemampuannya tidak bisa dipertanyakan.


Dia mungkin sekarang sepuluh level diatasmu Kuradeel.”


“A-Apa yang kau katakan Angela-sama? apa kau mau mengatakan kalau aku tidak setara dengan orang sepertinya…!”


Suara pria itu terdengar hingga keluar gang. Dia memelototiku dengan matanya yang sipit.


Lalu wajahnya memucat seperti dia telah menyadari sesuatu.


“Benar…kau, kau pasti seorang !”


Beater adalah kata gabungan dari dan .


Itu adalah kata yang ditujukan untuk orang yang menggunakan cara yang tidak adil dan juga kata untuk mengutuk atau mengejek yang ada di Prahara Dunia Pedang Online.


Itu adalah kata yang sering kudengar.


Tapi berapa kalipun mendengarnya, kata itu masih saja menyakiti hatiku.

__ADS_1


Wajah dari orang yang pertama kali mengatakannya padaku, orang yang dulu adalah temanku, tiba-tiba muncul di dalam kepalaku.


“Ya. Kau benar.”


Ketika aku mengakuinya dengan wajah tanpa ekspresi, pria itu mulai berbicara tanpa henti.


“Angela-sama, orang-orang seperti itu tidak peduli apapun selama mereka baik-baik saja!


Tidak ada untungnya berteman dengan orang-orang seperti itu!


Angela, yang dari tadi tenang, tiba-tiba mengernyitkan alis matanya karena jengkel.


Tiba-tiba muncul kerumunan dan kata-kata seperti dan dapat terdengar disana-sini.


Angela melihat sekeliling dan mengatakan kepada pria yang terus menerus berbicara tadi.


“Pergilah kau dari sini sekarang juga.


Itu perintah.”


Dia berkata dengan kasar dan menarik ikat pinggangku dengan tangan kirinya.


“Err…hey!


Apakah boleh meninggalkan mereka seperti itu?”


“Tidak apa-apa!”


Yah, aku tidak punya alasan untuk komplain. Kami keluar dari kerumunan meninggalkan dua pengawal tadi dan Agil yang masih kecewa.


Ketika aku mengintip kebelakang, ekspresi jengkel pria yang bernama Kuradeel menyangkut di pandanganku seperti terfoto.


******


Salemburg adalah kota yang mirip dengan kastil dengan pemandangan indah yang terletak di lantai 61.


Kota Salemburg tidak terlalu besar.


Tapi kota dengan kastil yang berada ditengahnya itu terbuat dari batu granit putih, dan diwarnai dengan warna hijau yang kontras.

__ADS_1


Ada lumayan banyak toko di sini jadi ada banyak player yang ingin menjadikan kota ini sebagai rumah mereka.


Tapi karena karena rumah-rumah disini sangatlah mahal—harganya mungkin setidaknya tiga kali lebih mahal dibandingkan harga rumah di Algade—hampir mustahil untuk membelinya kecuali kau sudah berlevel tinggi.


Ketika Angela dan aku sampai di teleport gate Salemburg, mataharinya hampir terbenam, dan sinar terakhir dari matahari yang berwarna ungu tua menyinari jalanan.


Sebagian besar dari lantai 61 dipenuhi oleh sebuah danau besar dan Salemburg berada di sebuah pulau ditengahnya, jadi orang-orang bisa melihat pemandangan yang seperti sebuah gambar di kanvas dimana cahaya matahari terbenam terpantul di danau.


Aku memandangi kota dengan terpesona, napasku berhenti sesaat karena kecantikan kota yang disinari oleh warna biru dan merah dengan danau yang sangat luas di baliknya.


Tidak terlalu sulit bagi helem Head Game Gears untuk menciptakan efek pencahayaan seperti ini dengan CPU generasi baru dan diamond semiconductor nya.


Teleport gate nya terletak di plaza didepan castle dan jalan utama, yang menuju keutara, melewati kota dengan dikelilingi oleh lampu-lampu jalan.


Toko dan rumah terbaris dengan rapi di kedua sisi jalan, dan bahkan NPC disini berjalan berkeliling dengan pakaian yang terlihat bagus.


Aku merentangkan tanganku dan menarik napas yang dalam, bahkan udara disini berbeda dari udara di Algade.


“Hmmm.


Tempat ini luas dan hanya ada sedikit orang. Aku suka dengan tempat yang luas seperti ini.”


“Kalau begitu kenapa kau tidak pindah?


bersambung.


********"""""**************""""""""""""""""""**********


ikuti juga karyaku lainnya..



**PECUNDANG SEJATI, Bagi yg suka roman pesantren, bawa kamus bahasa jawa ya😁 soalnya kebanyakan berbahasa jawa.


BALADA PERJAKA TUA, Bagi yg suka roman ala gamer online.


Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,


jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


terima kasih**.


__ADS_2