Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).

Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).
ch. 19. SOLO PLAY VS PARTY PLAY.


__ADS_3

BALADA PERJAKA TUA episode 19 dengan judul SOLO PLAY VS PARTY PLAY. oleh Author COKRO.


selamat menikmati.


**"*"**"""***"**********"*""""""****************


Jika seseorang punya kemampuan yang cukup, bermain solo jauh lebih efektif untuk mendapatkan experience point-dibandingkan Party Play.


Tentu saja ada resikonya.


Contohnya jika seseorang terkena «Paralyze», kalau dia bersama dengan party member mereka bisa menyembuhkannya, tapi jika orang itu bermain solo itu bisa membawanya langsung menuju kematian.


Sebenarnya, sejak awal, solo player mempunyai resiko yang paling besar dibanding player lain.


Tapi jika kau punya pengalaman dan pengetahuan untuk menang melalui semua keadaan berbahaya, keuntungannya bisa menjadi kompensasi untuk seluruh resiko tersebut, dan seorang beta tester sepertiku memiliki kedua hal tersebut.


Dengan informasi berharga itu, solo player menaikkan level dengan kecepatan yang lebih tinggi dan dengan cepat terbentuk perbedaan level antara mereka dengan player lainnya.


Setelah game nya menjadi sedikit tenang, hampir semua solo player keluar dari lantai pertama dan menggunakan kota di lantai yang lebih tinggi sebagai markas mereka.


Di dalam Kastil Besi Hitam, dimana «Room of the Resurrected» berada selama beta testing, sekarang berdiri sebuah monumen besi besar yang tidak ada sebelumnya.


Nama dari seluruh sepuluh ribu player terukir di permukaannya.


Selain itu, sebuah garis akan muncul di nama orang yang telah mati dan akan tertulis waktu dan alasan kematian di sampingnya.


Orang pertama yang tercoret namanya mati tiga jam setelah game dimulai.


Alasan kematiannya bukanlah karena kalah dari monster.

__ADS_1


Itu adalah bunuh diri.


Dia mempercayai teori kalau "menurut struktur dari helem Head Game Gear, jika seseorang terputus dari system maka secara otomatis mereka akan sadar.


" Dia memanjat pagar besi di bagian utara kota, atau ujung dari Puri MARTONEGARAN, dan melompat.


Dibawah kastil melayang ini tidak ada daratan yang dapat terlihat, seberapa keraspun kau melihat.


Yang ada hanyalah langit yang membentang tak terbatas ditambah dengan beberapa lapis awan putih.


Sambil ditonton oleh banyak player; orang itu perlahan-lahan menjadi terlihat semakin kecil, meninggalkan sebuah teriakan panjang dan akhirnya menghilang dibalik awan.


Sebuah garis muncul di namanya dua menit kemudian.


Alasan kematiannya adalah «Terjatuh di udara».


Aku bahkan tidak ingin membayangkan apa yang dia alami selama dua menit itu.


Tapi, sebagian besar orang percaya kalau ada cara mudah untuk keluar dari game ini yaitu; jika orang di luar mencabut kabelnya dan menyelamatkan kami.


Tetapi masih ada orang menyerah memikirkan hal itu.


Kebanyakan orang, termasuk aku, sulit menyamakan «kematian» di Dunia Pedang Onlin sebagai kenyataan.


Itu masih tidak berubah.


Fenomena saat HP bar mencapai angka nol dan tubuh yang terbuat dari polygon ini hancur terlalu seperti «Game Over» yang sudah biasa kami rasakan.


Mungkin cara satu-satunya untuk mengetahui arti sesungguhnya dari kematian di dalam Dunia Pedang Online adalah dengan merasakannya sendiri.

__ADS_1


Kenyataan itu mungkin adalah alasan dari berkurangnya kecepatan pengurangan jumlah player.


Di sisi lain, ada banyak player yang merupakan bagian dari «The Army», tertutama orang-orang yang tergolong grup pertama, mulai kehilangan nyawa mereka ketika mereka mencoba menyelesaikan gamenya dan bertarung dengan monster.


Bertarung di Dunia Pedang Online butuh sedikit membiasakan diri.


Itu tidak seperti mencoba memaksakan dirimu untuk bergerak, tapi lebih seperti «mempercayakan» gerakanmu kepada system.


Contohnya, meski hanya sebuah uppercut dengan one-handed sword, jika player itu telah menguasai «One-handed Sword Skill» dan memakai «Uppercut» dari daftar skill, mereka hanya perlu melakukan Motion dan systemnya akan secara otomatis menggerakan badan mereka.


Tapi jika seseorang tanpa menggunakan skill mencoba untuk meniru gerakannya, itu akan terlalu lambat dan lemah ketika digunakan dalam pertarungan sesungguhnya.


Sama saja seperti menekan tombol tertentu didalam sebuah fighting game.


bersambung


**************************""""""**************


ikuti juga karyaku lainnya..



PECUNDANG SEJATI, Bagi yg suka roman pesantren, bawa kamus bahasa jawa ya😁 soalnya kebanyakan berbahasa jawa.


Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,


jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


terima kasih.

__ADS_1


BALADA PERJAKA TUA oleh Author COKRO


__ADS_2