Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).

Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).
ch. 51. Kekalahan.


__ADS_3

Heathcliff menarik pedang panjang, tipis dari perisainya, dan kemudian memegangnya dengan mantap saat dia memasuki posisi bertarungnya.


Dia berdiri dengan perisainya mengarah padaku dan sisi kanan tubuhnya menjauh dariku. Aku tidak bisa merasakan kekuatan yang terpaksa dari posisinya.


Aku menyadari bahwa mencoba untuk memprediksi gerakannya hanya akan membingungkanku lebih jauh, dan memutuskan untuk langsung maju dan menyerang dengan kekuatan penuh.


Meskipun tidak ada diantara kami yang melirik layar duel, kami berdua langsung menerjang segera setelah pesan «Duel» muncul.


Aku menurunkan posisiku saat aku berlari; tubuhku hampir menggores lantai saat meluncur.


Aku memutar tubuhku tepat sebelum mencapai Heathcliff dan mengayunkan pedang yang ada ditangan kananku ke kiri atas.


Serangan itu ditahan oleh perisainya yang berbentuk salib dan menghasilkan beberapa percikan api. Tetapi seranganku adalah bagian dari dua serangan beruntun.


Nol koma satu detik setelah serangan pertama, pedang kiri-ku meluncur ke belakang perisai. Itu adalah tipe-menerjang jurus Dual Blades «Double Circular».


Serangan dari kiri dibelokkan oleh pedang panjang- nya; efek lingkaran cahaya nya berhenti di tengah jalan. Meskipun mengecewakan, langkah ini hanya sinyal untuk memulai pertempuran.


Menggunakan kekuatan dari jurus pedang, aku melebar jarak antara kita dan kemudian menerjang pada lawanku lagi.


Kali ini, Heathcliff membalas dengan menerjang menggunakan perisainya.


Lengan kanannya tersembunyi dibalik perisainya yang besar berbentuk salib, sehingga sulit untuk dilihat.


"Che!"


Aku berlari ke kanan untuk menghindari serangannya. Kupikir kalau aku berdiri di sisi perisai Heathcliff, aku akan memiliki cukup waktu untuk bereaksi terhadap serangan meskipun aku tidak bisa melihat lintasannya.


Tapi kemudian Heathcliff mengangkat perisainya secara horizontal.


"Haa!!"


Dengan teriakan yang rendah, ia melancarkan serangan menusuk dengan perisainya. Serangannya datang padaku, meninggalkan jejak cahaya putih.


"Ahh!!"


Aku hanya bisa bertahan dengan menyilangkan kedua pedangku. Tubrukan yang kuat itu mengguncang seluruh tubuhku dan mengirimku terbang ke belakang beberapa meter.


Aku menusukkan pedang kanan-ku ke dalam tanah untuk menghentikan diriku dari jatuh dan kemudian berbalik di udara sebelum mendarat.


Itu hal yang tidak terduga, tapi tampaknya bahwa perisai itu sendiri juga bisa digunakan sebagai senjata. Mirip dengan Dual Blades dalam beberapa hal.


Aku awalnya berpikir bahwa kecepatan seranganku yang sangat cepat akan memungkinkanku untuk menang dalam duel first strike; tapi tampaknya aku salah.

__ADS_1


Heathcliff berlari ke arahku, memperdekat jarak diantara kami dan menolak memberiku waktu untuk pulih. Pedang dengan gagang berbentuk salib di tangan kanannya ditusukkan ke arahku dengan kecepatan yang bisa menyaingi Angela the «Flash».


Saat lawan mulai serangan beruntun-nya, aku hanya bisa menggunakan kedua pedangku untuk bertahan. Sebelum duel, Angela menjelaskan sebanyak mungkin tentang «Holy Sword»; tetapi tampaknya kursus kilat hanya tidak cukup.


Oleh karena itu, aku hanya bisa mengandalkan keputusan sepersekian detik untuk menahan serangan yang masuk.


Setelah menggunakan pedang kiri-ku untuk menangkis serangan keatas terakhir dari serangan beruntun delapan-nya, aku segera mencoba jurus pedang satu-serangan, «Vorpal Strike», dengan tangan kananku.


"Hya ... aaa!!"


Dengan suara metalik seperti mesin jet, jurus pedang itu meninggalkan jejak cahaya merah sebelum menabrak tengah perisai-nya.


Rasanya seolah-olah aku telah memukul dinding batu; tapi tanganku tetap bergerak untuk menyelesaikan serangan.


Claang!! Suara tabrakannya berdentang, dan kali ini Heathcliff terdorong kebelakang. Aku tidak bisa benar-benar menembus perisainya, tetapi aku merasakan perasaan berhasil «menembus» pertahanannya.


HP Heathcliff telah terkurangi sedikit, tapi tidak cukup untuk memutuskan pertarungan.


Heathcliff mendarat dengan lugas dan memperlebar jarak di antara kami.


"... Kecepatan reaksi yang mengesankan."


"Sepertinya pertahananmu terlalu sempurna ...!!"


Kami mulai saling bertukar serangan pada kecepatan yang membutakan. Pedangku diblokir oleh perisainya; pedangnya dibelokkan oleh pedangku.


Berbagai jejak cahaya yang berbeda warna muncul dan memudar terus menerus disekitar kami, sedangkan suara senjata kami yang beradu mengguncang lantai arena.


Sebuah serangan kecil berhasil masuk beberapa kali, dan HP kami berkurang sedikit demi sedikit. Meskipun kedua pemain gagal membuat serangan telak, salah satu akan menang saat HP lawan-nya turun sampai dibawah lima puluh persen.


Tapi aku tidak peduli lagi tentang hal itu. Aku merasakan diriku mempercepat dalam kegembiraan, karena ini adalah pertama kalinya aku menghadapi lawan yang begitu kuat sejak terjebak dalam Prahara Dunia Pedang.


Setiap kali inderaku menajam, kecepatan seranganku naik lagi satu tingkat. Aku masih belum mencapai batasku. Aku masih bisa bertambah cepat. Ikuti aku kalau kau bisa, Heathcliff!!!


Saat aku mengeluarkan setiap kekuatan yang ada padaku, aku tenggelamkan diriku dalam sukacita yang ganas dalam mengayunkan pedangku. Aku pasti sedang tertawa.


Sementara pertukaran serangan pedang bertambah intensif, HP dari kedua belah pihak terus menurun sampai hampir mencapai area lima puluh persen.


Saat itu, wajah tenang Heathcliff akhirnya menunjukkan kilatan emosi. Apa itu? Kegugupan? Aku merasakan kecepatan serangannya menurun sedikit.


"Haaaa!"


Pada saat itu, aku meninggalkan semua pertahanan dan meluncurkan sebuah serangan dengan kedua pedangku: «Starburst Stream».

__ADS_1


Sisi tajam pedangku bergerak dengan cepat ke arah Heathcliff bagaikan kobaran api dari sebuah surya yang terkemuka.


"Argh ...!"


Heathcliff mengangkat perisai berbentuk salib nya untuk menahan. Tapi aku hanya mengabaikannya dan terus menyerangnya dari kanan, kiri, atas, dan bawah. Sementara itu, responnya menjadi lebih lambat.


-Aku bisa menerobos!!


Aku yakin bahwa serangan terakhir akan menerobos pertahanannya. Dengan perisainya lebih ke arah kanan, seranganku dari kiri melesat ke dalam, menggambar lintasan cahaya.


Jika serangan ini masuk, HP-nya pasti akan


berkurang drastis sampai dibawah tanda setengah, dan aku akan memenangkan.Lalu, pada saat itu, seluruh duniaku bergetar.


"-!?"


Bagaimana aku menjelaskannya? Seolah-olah beberapa waktuku telah diambil dariku. Untuk beberapa persepuluh detik, segala sesuatu di sekitarku terlihat membeku; segalanya kecuali Heathcliff.


Perisai yang seharusnya ada di kanan tiba-tiba muncul disebelah kiri, seolah-olah aku sedang menonton video yang berhenti, dan menahan pedangku.


"Ap-!"


Aku tertegun disaat yang fatal setelah serangan kuat tersebut ditahan. Tidak akan mungkin Heathcliff akan kehilangan kesempatan itu.


Pedang panjang ditangan kanannya meluncurkan jurus satu serangan, yang datang padaku dengan akurasi yang menjijikan yang pasti akan memutuskan pertandingan. Aku jatuh ke tumpukan yang tidak sedap dipandang.


Aku bisa melihat pesan sistem ungu, yang mengumumkan bahwa duel berakhir, dengan


sudut mataku.


Posisi bertarungku sudah menghilang. Aku hanya berbaring disana, pikiranku kosong, bahkan saat sorak-sorai masuk kedalam kepalaku sekali lagi.


"Damar!!"


Angela berlari menghampiri dan mengguncangku kembali ke kesadaranku.


"Ah ... ya ... aku baik-baik saja."


Angela melihat ekspresi kosong-ku dengan khawatir.


bersambung.


__ADS_1


__ADS_2