
BALADA PERJAKA TUA episode 06 dengan judul KENYATAAN 2 . oleh Author COKRO.
selamat menikmati.
***************************************""""
Klein tersenyum dan melirik ke arah jam sekali lagi.
“…Yah, aku akan keluar sebentar.
Terima kasih banyak.
Sampai jumpa lagi.
Dengan begitu, dia menaruh tangannya ke depan.
Saat itu, kupikir orang ini pasti adalah seorang pemimpin yang hebat di dalam «game lain» dan bersalaman dengannya.
"Ya, sampai jumpa."
Kami melepaskan tangan masing-masing.
Itu adalah saat di mana Puri Martonegaran, atau Prahara Dunia Pedang Online, berhenti menjadi sebuah «game» yang menyenangkan bagiku.
Klein berjalan mundur sedikit dan menempelkan jari tengah dan jempol tangan kanannya lalu menarik ke bawah..
Ini adalah hal yang perlu dilakukan untuk memanggil «Main Menu Window».
Segera setelahnya terdengar suara berdering dan muncul sinar kotak berwarna ungu.
Aku menyingkir sedikit dan duduk di sebuah batu lalu membuka menu-ku juga.
Aku mulai menggerakkan jariku untuk menyusun item yang kudapat setelah bertarung dengan bab! hutan tadi.
Lalu.
"Eh?"
Klein berkata dengan nada yang aneh.
"Apa ini? …tidak ada tombol Log Out-nya."
Saat itu aku berhenti menggerakkan jariku dan mengangkat kepalaku.
"Tidak ada tombolnya…?
Mustahil, coba lihat lebih jelas."
__ADS_1
Aku berkata dengan sedikit bingung.
Dia membuka matanya lebar-lebar dibawah bandannanya dan mendekatkan kepalanya ke menu.
Kotaknya lebih panjang ke samping daripada ke atas, dan mempunyai sekumpulan tombol di bagian kiri serta sebuah gambaran karakter yang menunjukkan equipment yang kaupakai di bagian kanan.
Di bagian bawah menu ada tombol «LOG OUT» yang digunakan untuk keluar dari dunia ini.
Ketika aku kembali melihat ke arah list yang menunjukkan item yang kudapat setelah beberapa jam bertarung, Klein mulai berbicara dengan nada tinggi tidak seperti biasanya.
“Benar-benar tidak ada.
Coba lihat.”
“Sudah kubilang tidak mungkin tidak ada di sana…” aku bergumam sambil menghela napas lalu mengklik ke tombol di bagian kiri atas untuk kembali ke menu screen.
Storage Window dibagian kanan menutup dan kembali ke menu utama.
Di sebelah kiri dari gambar karakter, yang masih memiliki banyak tempat kosong, tersusun tombol-tombol.
Aku menggerakkan tanganku ke bawah seperti biasa dan—
Tubuhku membatu.
Tidak ada.
Seperti yang dikatakan Klein, tombol yang ada di sana ketika beta test—tidak, bahkan tombol yang masih ada ketika aku masuk ke dalam game—telah menghilang.
Klein melihatku dengan kata “Benar, 'kan?” tertulis diwajahnya.
“…tidak ada, 'kan?”
“Ya, tidak ada.”
Aku mengangguk, meski itu agak menjengkelkan untuk langsung setuju dengannya.
Klein tersenyum dan mulai mengusap-usap dagunya yang tebal.
“Yah, ini kan hari pertama, jadi bug seperti itu mungkin terjadi.
Seharusnya sekarang para GM sedang kewalahan dengan jumlah pesan yang membanjiri pesan masuk-nya,” Klein berkata dengan tenang".
Apakah tidak apa-apa kalau kau hanya berdiri saja seperti itu?
Kau bilang kalau kau memesan pizza, ya 'kan?” Aku sedikit menggodanya.
“Ah, benar juga!!”
__ADS_1
Aku tersenyum saat melihatnya kepanikan, dan membuka matanya lebar lebar.
Aku melempar beberapa item yang tidak kuperlukan dari inventory, yang telah menjadi merah karena terlalu banyak item di dalamnya, lalu aku berjalan kearah Klein.
“Argh! pizza ikan teri dan ginger ale ku-!”
“Kenapa kau tidak coba menghubungi GM?
Mereka mungkin bisa memutuskan hubungan servermu dari sana.”
.“Sudah kucoba, tapi tidak ada respon sama sekali".
Ini sudah pukul 5:25!
Hei!
Apa tidak ada cara lain untuk Log Out?”
Setelah mendengarkan apa yang Klein katakan sambil melambaikan tangannya—
Wajahku menjadi kaku.
Entah kenapa aku merasa takut dan merinding di punggungku.
“Coba kupikir…
Untuk Log Out…”
Aku berbicara sambil berpikir.
Untuk keluar dari Virtual Reality ini dan kembali ke kamarku, aku harus membuka
Main Menu, menekan tombol 'Log Out' dan menekan 'Yes' di jendela yang muncul di sebelah kanan.
Itu sangat simpel.
Tapi-pada saat yang sama, selain prosedur itu, aku tidak tahu cara lain untuk keluar dari game.
Aku melihat ke wajah Klein, yang berada sedikit lebih tinggi dari wajahku dan menggelengkan kepalaku.
*bersambung.
****************""****
Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,
jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
__ADS_1
terima kasih.
BALADA PERJAKA TUA oleh Author COKRO**