Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).

Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).
ch. 13. TERSADAR


__ADS_3

BALADA PERJAKA TUA episode 13 dengan judul TERSADAR oleh Author COKRO.


selamat menikmati


*******************************************"


Aku sudah mengatakan pada kalian semua yang perlu kukatakan.’


Sepuluh ribu orang player berdiri terdiam.


Itulah saat dimana aku menyadari apa yang dimaksud dark master ketika dia mengatakan «capailah lantai teratas dari kastil ini».


Kastil ini—berarti tempat luas yang memenjarakan seluruh player di lantai pertama dan 99 lantai lainnya yang ada diatas, bertumpuk hingga ke langit dan melayang diatasnya.


Dia membicarakan PURI MARTONEGARAN itu sendiri.


“Menaklukan…seluruh 100 lantai!?”


Klein tiba-tiba berteriak.


Dia cepat-cepat berdiri dan mengangkat tinjunya ke atas langit.


“Bagaimana mungkin kami melakukannya?


Kudengar menaiki satu lantai saja sangat sulit selama beta testing!”


Itu benar.


Selama dua bulan beta testing, seribu orang player hanya bisa mencapai lantai keenam.


Bahkan jika ada sepuluh ribu orang yang Log In, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melewati 100 lantai?


Kebanyakan player yang dipaksa berada disini bertanya-tanya akan pertanyaan-yang tidak ada jawabannya ini.


Kesunyian menegangkan ini perlahan-lahan menunjukan gumaman pelan.


Tapi tidak ada tanda-tanda dari ketakutan dan rasa putus asa.


Sebagian orang disini masih bingung apakah ini benar-benar «bahaya nyata» atau sebuah «event pembukaan yang sangat dibuat-buat».


Semua yang dikatakan Master kegelapan terlalu menakutkan hingga terasa tidak nyata.


Aku mengadahkan kepalaku lagi untuk melihat ke arahnya dan mencoba untuk memaksakan pikiranku menerima situasi ini.


Aku tidak bisa Log Out lagi, selamanya.


Aku juga tidak bisa kembali ke kamarku dan kehidupanku.


Satu-satunya cara untuk bisa kembali adalah jika seseorang mengalahkan boss di lantai tertinggi dari kastil terbang ini(PURI MARTONEGARAN) ini.


Jika HP mencapai angka nol meski sekali saja sebelum itu—aku akan mati.

__ADS_1


Aku akan benar-benar mati dan akan menghilang selamanya.


Tapi...


Betapapun aku mencoba menerima kenyataan, ini mustahil.


Hanya sekitar lima atau enam jam lalu aku masih makan makanan buatan ibuku, berbicara sedikit dengan saudara perempuanku, dan berjalan didalam rumahku.


Sekarang aku tidak bisa kembali ke tempat itu lagi?


Dan saat ini, ini adalah dunia nyata yang sebenarnya?


Lalu, ketika jubah merah yang sejak tadi berada di depan kami mengibaskan sarung tangan kanannya dan mulai berbicara dengan suara yang tidak memiliki emosi sama sekali.


‘Kalau begitu biar kutunjukkan bukti kalau ini adalah kenyataan.


Di dalam Item Storage-mu akan ada hadiah dariku.


Ambillah.’


Segera setelah mendengarnya, aku menekan jari telunjuk ku dan jempol ku bersamaan dan menarik nya kebawah.


Semua player melakukan hal yang sama dan plaza dipenuhi oleh suara gemerincing bel.


Aku menekan tombol item di menu yang baru saja muncul dan ada item disana, di bagian teratas dari daftar barang-barangku.


Nama itemnya adalah—«Hand Mirror»


Kenapa dia memberi kami benda ini?


Segera setelahnya terdengar sebuah sound effect dan sebuah kaca persegi berukuran kecil muncul.


Aku memegangnya dengan ragu-ragu tapi tidak ada apapun yang terjadi.


Apa yang muncul di dalam cermin adalah wajah dari avatar yang kubuat dengan susah payah.


Aku memiringkan kepalaku dan melihat ke arah Klein.


Dia juga melihat ke cermin dengan wajah yang tanpa ekspresi.


—Lalu.


Tiba-tiba Klein dan avatar-avatar di sekeliling kami diselimuti oleh cahaya putih.


Segera setelah melihatnya, aku juga dikelilingi cahaya yang sama, dan apa yang bisa kulihat hanyalah warna putih.


Sekitar 2, 3 detik kemudian, sekelilingku menjadi jelas lagi seperti mereka baru saja…


Tidak.


Wajah di depanku bukanlah wajah yang kukenal.

__ADS_1


Armor yang terbuat dari besi yang dijahit, bandana, dan rambut merah berdurinya sama.


Tapi wajahnya berubah ke bentuk yang lain.


Matanya yang tajam berubah menjadi cekung dan berwarna lebih terang.


Hidungnya yang mancung menjadi sedikit pesek, dan muncul janggut di pipi dan dagunya.


Jika avatarnya adalah seorang samurai yang masih muda dan ceria, maka yang ini adalah seorang warrior yang telah kalah—atau mungkin seorang perampok.


Aku lupa akan situasinya selama beberapa saat dan berkata.


"Siapa…kau?”


Kata yang sama terdengar dari mulut orang yang berada didepanku.


“Hey…siapa kau?”


Lalu tiba-tiba menyadari apa guna hadiah dark master, «Hand Mirror» yang sedang kupegang.


Aku buru-buru mengangkat kacanya, dan melihat muka yang terpantul.


Rambut hitam yang rapi diatas kepala, sepasang mata yang kelihatan lemah dapat terlihat dibalik rambut yang agak panjang, dan wajah yang orang-orang bisa salah lihat dan menganggapku sebagai wanita ketika aku pergi keluar dengan menggunakan pakaian bebas bersama saudara perempuan ku.


Wajah tenang dari warrior «Damar» yang baru beberapa detik yang lalu masih ada telah menghilang.


Wajah yang terpantul di cermin—


Adalah wajah asliku yang susah-payah ku sembunyikan.


“Ah…wajahku…”BKlein, yang juga sedang memandangi cerminnya terjatuh kebelakang.


Kami berdua melihat satu sama lain dan berteriak disaat yang sama.


“Kau Klein!?” “Kau Damar!?


bersambung.


*****""""************************************


**Hai setelah sekian lama vakum karena keterbatasan ide, penulis mulai nulis lagi, walau dengan referensi dan khayalan yang tersendat sendat,,, semoga semua suka,, mau vote, like, share silahkan enggak juga gak papa ...


Hehehe cuman sekedar hobi**...


ikuti juga karya ku ..PECUNDANG SEJATI..



Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,


jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


terima kasih.


BALADA PERJAKA TUA oleh Author COKRO


__ADS_2