
BALADA PERJAKA TUA episode 17 dengan judul TUJUAN HIDUP. oleh Author COKRO.
selamat menikmati.
**********************************************
Dengan mulutku yang tertutup, aku dibingungkan oleh ketidak-tegasan yang
belum pernah kurasakan seumur hidupku.
Lalu aku mengatakan kata yang akan menggerogotiku selama dua tahun
kedepan.
“…OK.”
Aku mengangguk, berjalan mundur, dan mengatakannya dengan tenggorokanku yang kering.
“Baiklah, ayo berpisah disini.
Jika ada masalah kirimlah pesan padaku. …well, sampai jumpa, Klein.”
Klein memanggilku ketika aku mengalihkan pandanganku dan akan pergi.
“Damar!”
“…”
Aku menengok tapi dia tidak mengatakan apapun, pipinya hanya bergerak sedikit.
Aku melambaikan tanganku sekali dan berbalik kearah barat laut—kearah desa yang akan kusinggahi.
Ketika aku baru berjalan lima langkah, sebuah suara memanggilku dari belakang lagi.
“Hey, Damar!
Kau terlihat tampan di dunia nyata!
Aku agak suka dengan gayamu!”
Aku tersenyum pahit dan menyahut tanpa menengok.
__ADS_1
“Wajahmu juga sepuluh kali lebih cocok untukmu!”
Lalu aku meninggalkan teman pertamaku di dunia ini dan berlari lurus tanpa ragu.
Setelah aku berlari melewati jalan yang berangin selama beberapa menit, Aku melihat kebelakang lagi.
Tentu saja, tidak ada siapa-siapa disana.
Aku mengabaikan perasaan aneh di dadaku dan berlari.
Aku berlari menuju ke gerbang barat laut dari «Kota Awal» dan kemudian melewati padang yang luas dan hutan yang lebat, kemudian menuju sebuah desa yang terletak dibalik semua itu—menuju game survival tanpa akhir ini.
Sebulan setelah game dimulai, dua ribu orang telah meninggal.
Harapan untuk menunggu pertolongan dari luar telah hancur; tidak ada satupun kabar dari luar yang datang.
Aku tidak melihatnya sendiri, tapi katanya kepanikan dan kegilaan yang dialami oleh para player ketika mereka menyadari kalau mereka tidak bisa kembali sangat besar.
Ada orang yang menangis dan ada yang meraung-raung, beberapa bahkan mencoba menggali tanah di kota sambil mengatakan kalau mereka akan menghancurkan dunia ini.
Tentu saja, semua bangunan merupakan non-destructible objects, jadi usaha ini gagal tanpa ada hasil sama sekali.
Katanya butuh beberapa hari bagi para player untuk menerima situasi dan berpikir apa yang harus dilakukan setelahnya.
Yang pertama terdiri lebih dari setengah jumlah player yang ada; mereka adalah orang-orang yang masih belum bisa menerima syarat yang diberikan oleh Marcello sang master kegelapan dan masih menunggu pertolongan dari luar.
Aku mengerti bagaimana perasaan mereka.
Tubuh mereka mungkin sedang terbaring di kasur atau duduk di bangku sambil tertidur.
Itu adalah kenyataan dan situasi ini adalah «palsu», jika saja ada petunjuk sekecil apapun kalau mereka bisa keluar—tentu saja, tombol log out nya sudah menghilang tapi mungkin ada sesuatu yang terlewatkan oleh para pembuat game—.
Dan di luar, perusahaan yang menjalankan game-nya, Argus, akan berusaha lebih keras dibanding siapapun untuk menyelamatkan para player—jika mereka bisa bersabar mungkin mereka akan bisa membuka mata mereka lagi, bertemu dengan keluarga mereka dan kembali ke sekolah atau bekerja dan ini hanya akan menjadi bahan pembicaraan saja—.
Tidak salah mereka berpikir seperti itu.
Aku sendiri pun berharap hal yang sama jauh didalam hatiku.
Rencana mereka adalah untuk «menunggu».
Mereka tidak selangkahpun menjejakkan kaki di luar kota dan menggunakan uang yang mereka dapat di awal game—di dunia ini mata uangnya disebut «Col» —dengan hemat, membeli makanan yang mereka butuhkan untuk melewati hari dan menemukan penginapan yang murah untuk tidur, dan berjalan-jalan secara berkelompok untuk menghabiskan waktu tanpa berpikir.
__ADS_1
Untungnya «Kota Awal» adalah kota yang besarnya sekitar 20 persen dari lantai pertama dan cukup besar untuk memuat satu kawedanan Lasem.
Jadi lima ribu player tersebut bisa punya ruangan yang cukup untuk tinggal.
Tapi tidak ada pertolongan yang datang berapa lama pun mereka menunggu.
Seringkali langit di luar tidak biru cerah tapi ditutupi oleh awan berwarna abu abu.
Uang mereka tidak akan bertahan selamanya dan mereka menyadari kalau mereka harus melakukan sesuatu.
Grup kedua terdiri dari 30 persen, atau sekitar tiga ribu player.
Itu adalah grup yang semua playernya bekerja bersama-sama.
Pemimpinnya adalah seorang admin dari sebuah situs info game online terbesar.
Para player yang terkumpul dalam grup ini terbagi menjadi beberapa grup kecil dan membagi seluruh pendapatan mereka dan informasi yang mereka dapatkan didalam game serta menjelajah ke labyrinth area dimana tangganya berada.
Pemimpin-pemimpin grup ini membuat «Kastil Besi Hitam» menjadi markas mereka dan mengirimkan perintah ke berbagai grup yang ada.
Grup besar ini tidak mempunyai nama selama beberapa waktu, tapi setelah semua anggotanya menerima seragam, ada orang yang menyebut mereka dengan nama, yang agak seram, yaitu «The Army».
Grup ketiga terdiri dari sekitar seribu player.
Grup itu terdiri dari orang-orang yang telah menghabiskan semua Col mereka tapi tidak ingin mencari uang dengan mengalahkan monster.
Sebagai catatan sampingan, di Dunia Pedang ada dua kebutuhan tubuh yang paling dasar yang perlu dipenuhi.
Yang pertama adalah keletihan, dan yang satunya adalah rasa lapar.
bersambung......
**********************************************ikuti juga karyaku lainnya..
PECUNDANG SEJATI, Bagi yg suka roman pesantren, bawa kamus bahasa jawa ya😁 soalnya kebanyakan berbahasa jawa.
Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,
jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
__ADS_1
terima kasih.
BALADA PERJAKA TUA oleh Author COKRO