Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).

Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).
ch. 50. Duel di Collinia


__ADS_3

BALADA PERJAKA TUA episode 50 dengan judul Duel di Collinia. oleh Author COKRO.


selamat menikmati


🥗🌹🥗🌹🥗🌹🥗🌹🥗🌹🥗🌹🥗🌹🥗🌹


Apa yang baru saja kukatakan adalah kenyataan, tapi aku masih merasa ragu untuk bergabung dengan sebuah guild.


Ketika aku mengingat satu-satunya nama dari guild yang pernah kuikuti, yang sekarang sudah tidak ada lagi, sebuah rasa sakit yang menusuk terasa di hatiku.


‘Yah, aku tidak ada keinginan untuk kalah…’


Aku berpikir seperti itu, lalu bangun dari kursi dan berjalan mendekati Angela.


Segera sesudah itu, Angela mengistirahatkan kepalanya dengan lembut di pundak kananku.


🌹🥗🌹🥗🌹🥗


Area tempat tinggal yang baru dibuka di lantai tujuh puluh lima adalah sebuah kota yang mengingatkan kita terhadap kota kuno Roma.


Menurut peta, namanya adalah «Collinia». Seluruh kota sudah dipenuhi dengan aktivitas, berkat sejumlah besar petarung dan pedagang yang telah menetap, serta orang orang lainnya yang tidak ikut dalam menyelesaikan permainan tetapi datang untuk melihat-lihat.


Puncak dari semua itu, acara spesial yang langka akan diselenggarakan disini hari ini, sehingga tamu-tamu telah mengalir keluar dari gerbang teleport sejak pagi ini.


Kota tersebut sebagian besar dibangun dari batu bata dari kapur putih. Satu bangunan mencolok diantara bangunan-bangunan seperti candi dan saluran saluran air yang lebar kota itu; bangunan itu merupakan coloseum besar yang menjulang didepan gerbang alun-alun.


Tempat tersebut sempurna untuk tempat menyelenggarakan duel antara Heathcliff dan aku. Tapi ...


"Popcorn napas-api hanya dengan sepuluh Coll per-bungkus! Sepuluh Coll! "


"Bir hitam dingin dijual disini~!"


Banyak pedagang menjual barang-barang mereka di depan pintu masuk coliseum, mereka memanggil-manggil kepada penonton yang antri dan menjual minuman-minuman yang tampak aneh.


"... Ini, apa-apaan ini ...?"


Terkejut dengan pemandangan yang ada didepanku, aku hanya bisa bertanya


pada Angela, yang berdiri di sampingku.


"A-aku tidak tahu ..."


"Hei, bukannya itu anggota BPT yang menjual tiket!? Bagaimana bisa hal ini berubah menjadi acara besar seperti ini!? "


"A-aku tidak tahu ..."


"Apa ini tujuan Heathcliff sebenarnya ...?"


"Tidak, aku pikir kepala keuangan, Daigen-san, orang yang ada dibalik hal ini. Dia tidak akan melewatkan kesempatan seperti ini. "

__ADS_1


Saat Angela tertawa, aku hanya melonggarkan bahuku dan merasa benar-benar tak berdaya.


"... Kita pergi saja Angela. Kita bisa pergi tinggal di sebuah desa kecil dan beberapa ladang di lantai dua puluh."


"Aku setuju saja dengan hal itu, tapi ..."


Angela lalu menambahkan dengan menggoda


"Kamu akan membuat nama yang be~nar benar buruk untuk dirimu kalau kamu kabur sekarang."


"Sial ..."


"Yah, itu salahmu sendiri, bukan? Ah ... Daigen-san. "


Ketika aku mengangkat kepalaku, aku melihat seorang pria gemuk yang berjalan terhuyung-huyung ke arah kami, dia begitu lebar sehingga tidak mungkin menemukan orang yang kurang cocok untuk mengenakan seragam merah-putih BPT selain dirinya.


Dengan senyuman lebar menutupi wajah bulatnya, ia mulai berbicara kepada kami


"Makasih ke' Damar kita mendapat banyak uang! Kalau kamu cuma melakukannya setiap bulan sekali aku akan benar-benar bersyukur! "


"Tidak akan!!"


"Ayo, ayo, ruang tunggunya disebelah sini. Ayo, silahkan ke sebelah ini. "


Aku pasrah pada nasibku dan mengikutinya. Aku bahkan tidak peduli lagi tentang apa yang akan terjadi.


Aku bahkan tidak punya energi lagi untuk mengumpatnya. Dari ruang tunggu, aku bisa mendengar sorak-sorai tidak jelas yang tidak terhitung jumlahnya diluar.


Tampaknya tempat duduk penonton sudah penuh.


Ketika hanya tinggal kami berdua, Angela memegang telapak tanganku dengan


kedua tangannya dan berbicara dengan ekspresi serius.


"... Meskipun ini pertandingan First Strike, akan berbahaya kalau kamu terkena serangan langsung oleh critical-strike yang kuat. Terutama karena banyak jurus pemimpin bahkan yang tidak diketahui, kamu harus


meninggalkan pertandingan kalau kamu merasa ada yang salah, mengerti?


Aku nggak akan pernah memaafkan kamu kalau kamu melakukan sesuatu yang berbahaya lagi seperti hal yang lalu!"


"Kamu harusnya lebih mengkhawatirkan Heathcliff."


Aku tersenyum dan menepuk kedua bahu Angela.


Saat pengumuman menyatakan dimulainya duel, kerumunan para penonton mengeluarkan sorak yang menggelegar. Aku menarik kedua pedang yang ada di punggungku sedikit, dan kemudian memasukannya kembali ke dalam sarung pedang yang menghasilkan sebuah dentangan.


Setelah itu, aku mulai berjalan menuju lingkaran cahaya persegi di arena.


Bagian tempat duduk yang mengelilingi amfiteater itu penuh sesak dengan orang-orang.

__ADS_1


Dugaanku setidaknya ada sekitar seribu penonton. Aku bisa melihat Klein dan Agil di baris depan, meneriakkan hal-hal berbahaya seperti "potong-potong dia" dan "bunuh dia."


Aku berjalan ke tengah arena lalu berhenti. Kemudian, siluet merah tua muncul dari ruang tunggu sebaliknya, dan sorakan - sorakan menjadi lebih intens.


Berbeda dengan seragam biasa Old Virgin Ballad guild, yang merah diatas putih, Heathcliff mengenakan surcoat merah yang sebaliknya.


Meskipun dia seperti aku dan hampir tidak memakai baju besi, ia memegang perisai putih murni, besar, berbentuk salib ditangan kirinya, yang segera menarik perhatianku.


Pedangnya kelihatannya disarungkan dalam perisai, karena aku bisa melihat pegangan berbentuk salib menonjol dari bagian atasnya.


Heathcliff berjalan pelan sampai ia berdiri tepat di hadapanku. Dia melirik ke arah kerumunan dan kemudian berbicara dengan senyum pahit.


"Saya harus minta maaf, Damar. Saya benar-benar tidak tahu bahwa hal ini


akan terjadi."


"Aku akan meminta bagian uangku."


"Tidak ... Setelah pertarungan ini Anda akan menjadi bagian dari guild kami. Saya akan menganggap duel ini sebagai salah satu misi dari guild."


Heathcliff kemudian menghapus senyumnya, dan matanya yang berwarna logam mulai memancarkan energi yang meluap.


Terintimidasi, aku tanpa sadar mengambil setengah langkah mundur.


Pada kenyataannya, kami mungkin berbaring ditempat yang jauh dari satu sama lain, dengan hanya data digital ditukarkan diantara kami.


Tapi, aku masih merasa sesuatu yang hanya


bisa disebut niat membunuh.


Pikiranku pindah ke keadaan bertarung, dan mataku menerima tatapan Heathcliff secara langsung.


Sorakan-sorakan yang ada seolah-olah bergerak menjauh. Sebelum aku menyadari, inderaku sudah mulai bertambah cepat, dan bahkan rasanya warna-warna disekitar telah berubah.


Heathcliff memalingkan tatapannya dan berjalan ke tempat sekitar sepuluh meter jauhnya dariku. Dia kemudian mengangkat tangan kanannya dan memanipulasi layar menu yang muncul tanpa meliriknya. Sebuah pesan duel muncul didepanku.


Aku setuju dan mengatur mode ke first strike.


Hitung mundur dimulai. Aku nyaris tidak bisa mendengar teriakan-teriakan


disekitarku sekarang.


Darahku mulai memompa lebih cepat. Aku menaklukkan sedikit ragu yang tersisa dan melepaskan keinginanku untuk bertarung.


Lalu aku mengeluarkan kedua pedangku pada saat yang sama dari belakang punggungku. Lawanku bukanlah orang yang bisa aku kalahkan kecuali kalau aku serius dari awal.


🌹🥗bersambunh🥗🌹


__ADS_1


__ADS_2