
BALADA PERJAKA TUA episode 05 dengan judul KENYATAAN. oleh Author COKRO.
selamat menikmati.
*********************************************
Sepertinya semua orang yang beruntung mendapatkan gamenya merasakan hal yang sama denganku.
Semua situs penjualan online mengumumkan kalau gamenya terjual habis tepat setelah penjualan dibuka dan penjualan offline, yang dimulai sejak kemarin, telah terbentuk barisan orang yang mengantri lebih dari empat hari, membuat keributan yang cukup hingga bisa masuk dalam berita.
Itu berarti semua orang yang beruntung bisa membeli kaset game nya hampir semuanya adalah penggemar game serius.
Kelakuan Klein menunjukan semua ini dengan jelas.
Setelah aku masuk ke dalam Prahara Dunia Pedang, aku mulai berlari melalui jalan batu yang sudah kukenal di «kota Permulaan» untuk menuju ke toko senjata.
Menyadari kalau diriku adalah seorang beta tester setelah melihatku memulai dan berlari tanpa ragu, Klein berlari ke arahku.
“Hei, ajarkan aku beberapa hal!” dia memohon.
Aku heran kenapa dia bisa begitu tidak tahu malu dan memohon ke orang yang baru dia temui.
Aku kehilangan kata-kataku karena takjub.
“Ah, kalau begitu…
Bagaimana kalau kita ke toko senjata dulu?”
Aku menjawabnya seperti seorang NPC (karakter yang bergerak seperti player, tapi bukan player melainkan dikendalikan oleh AI); kami akhirnya membuat sebuah Party (gabungan beberapa player untuk menyelesaikan misi dalam permainan), dan aku mulai mengajarinya beberapa dasar bertarung—dan itulah mengapa kami berakhir seperti ini.
Sebenarnya, aku tidak terlalu akrab dengan orang di dunia nyata atau di dalam game, bahkan mungkin lebih sedikit di dalam game dibanding dengan di dunia nyata.
Selama beta testing aku mengenal beberapa orang, tapi aku tidak terlalu dekat dengan mereka hingga tidak bisa menyebut mereka sebagai teman.
Tapi Klein punya sisi yang agak bersahabat, dan aku juga tidak berpikir kalau itu tidak mengenakkan.
__ADS_1
Berpikir kalau aku mungkin bisa akrab dengannya, aku membuka mulutku.
“Jadi… Apa yang sekarang mau kaulakukan?
Apa kau mau terus berburu hingga kau terbiasa?”
“Tentu! Itu yang mau kubilang, tapi…”
Mata Klein melihat ke arah bawah kanan dari penglihatannya.
Dia pasti sedang memastikan waktu.
“…Yah, aku harus keluar dari game dan makan.
Aku memesan pizza untuk jam 5:30.”
“Benar-benar sudah mempersiapkan segalanya.”
Aku tidak bisa mengatakan hal lain, Klein membusungkan dadanya.
“Aku sudah janji untuk bertemu beberapa teman di «Kota Permulaan» sebentar lagi.
Aku bisa memperkenalkan beberapa dari mereka dan kau bisa mendaftarkan mereka sebagai teman.
Dengan begitu kau bisa kapan pun mengirim pesan.
Bagaimana?”
“Errr… Hmmm…,”
Tanpa sadar aku bergumam.
Aku agak akrab dengan Klein, tapi tidak ada jaminan kalau aku bisa akrab dengan teman-temannya.
Aku merasa kalau kemungkinannya lebih besar kalau aku tidak akan bisa akrab dengan mereka, dan sebagai akibatnya, aku juga tidak bisa berteman dengan Klein lagi.
__ADS_1
“Haruskah aku…?”
Terlihat mengerti alasanku menjawab dengan tidak begitu yakin, Klein menggelengkan kepalanya.
“Ah, aku tidak bermaksud memaksamu.
Lagipula akan ada kesempatan lain untuk memperkenalkan mereka.”
“…Ya. Maaf, dan terima kasih.”
Segera setelah aku berterima kasih padanya, Klein menggelengkan kepalanya sekuat mungkin.
“Hei, hei! Seharusnya aku yang berterima kasih padamu.
Aku menerima banyak bantuan darimu.
Aku akan membalas jasamu lain kali.
Kalau kita ketemu lagi.”
Klein tersenyum dan melirik ke arah jam sekali lagi.
“…Yah, aku akan keluar sebentar. Terima kasih banyak, Damar.
Sampai jumpalagi.
*bersambung.
**********"***""""""***********""""""""""
Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,
jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
terima kasih.
__ADS_1
BALADA PERJAKA TUA oleh Author COKRO**