
BALADA PERJAKA TUA episode 49 dengan judul Kesepakatan. oleh Author COKRO.
selamat menikmati.
🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡🗡
"Terima kasih atas kerja keras kalian.”
Dengan jawabannya yang tegas dan langkahnya yang percaya diri, sulit untuk mempercayai kalau dia adalah orang yang sama dengan gadis yang depresi yang berada di rumah Agil satu jam yang lalu. mengikuti Angela dari belakang, aku melewati kedua penjaga itu dan masuk kedalam menara dengannya.
Seperti bangunan lainnya di Grandum, menara ini juga dibuat dari besi hitam. Lantai pertamanya terdiri dari lobby yang luas, tapi tidak ada seorangpun didalamnya sekarang. Berpikir kalau bangunannya lebih dingin dibandingkan dengan jalan diluar, kami melangkah melewati lantai mosaik, yang dibuat dengan cermat dari berbagai jenis logam, dan mencapai sebuah tangga spiral.
Kami menaiki tangga itu; langkah kaki kami bergema sepanjang lorong. Tangganya menjulang tinggi sekali, orang dengan status vitality yang rendah pasti akan menyerah ditengah jalan. Setelah melewati begitu banyak pintu, aku mulai khawatir tentang berapa jauh lagi kami harus pergi. Lalu Angela tiba-tiba berhenti didepan sebuah pintu besi yang dingin.
“Ini…?”
“Ya…"
Angela mengangguk dengan ekspresi ragu di wajahnya. Tapi sepertinya dia segera mencapai keputusan. Dia mengangkat tangan kanannya, mengetuk pintunya dengan keras, dan membukanya tanpa menunggu jawaban.
Aku mengedipkan mataku saat cahaya terang keluar dari ruangan tersebut. Didalam adalah ruangan besar yang meliputi luas satu lantai dari menara ini. Dinding di keempat sisinya terbuat dari kaca transparan. Cahaya yang tersaring olehnya mewarnai ruangan dengan warna abu-abu monoton.
Sebuah meja setengah lingkaran berdiri ditengah ruangan; lima pria duduk di kursi dibelakangnya. Aku tidak pernah melihat keempat orang di samping, tapi aku mengenal dengan baik orang yang berada ditengah.
Dia adalah sang Paladin Heathcliff. Dia tidak terlihat begitu mengesankan. Umurnya kira-kira sekitar 25 tahun. Wajahnya tajam seperti seorang sarjana, dan sehelai rambutnya yang berwarna abu-abu mencuat keluar di keningnya.
Jubah yang berwarna merah cerah menghiasi tubuhnya yang tinggi dan langsing itu membuat - nya lebih terlihat seperti seorang penyihir yang tidak ada di dunia ini dibandingkan dengan seorang pemain pedang.
Tapi yang paling mencolok dari wajahnya adalah matanya. Matanya yang berwarna kuning misterius itu memancarkan aura kuat yang mampu menekan orang-orang. Ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengannya; tapi sejujurnya, aku masih merasa terintimidasi.
__ADS_1
Angela berjalan mendekati meja, suara langkah dari sepatunya bergema, dan dia memberikan hormat ringan. “Aku datang untuk mengatakan salam perpisahan untuk sementara.”
Heathcliff menunjukkan sebuah senyuman pahit dan berkata: “Tidak perlu terburu-buru. Pertama-tama biarkan aku berbicara dengannya dulu.”
Dia melihat kearahku saat mengatakan hal itu. Aku menarik tudung kepalaku dan berdiri disamping Angela. "Apa ini pertama kalinya aku bertemu denganmu diluar pertarungan melawan boss, Damar?”
“Tidak…kita pernah berbicara selama beberapa waktu saat pertemuan menyusun strategi di lantai 67.” Aku menjawabnya dengan nada formal tanpa menyadarinya.
Heathcliff mengangguk sedikit dan menepukkan kedua tangannya diatas meja bersamaan. “Itu adalah pertarungan yang sulit. Kami hampir mendapat beberapa kerugian di dalam guild. Bahkan meski mereka menyebut kami sebagai guild terhebat, Kami selalu kekurangan orang. Meski begitu sekarang kau mencoba untuk mengambil salah satu player terhebat kami yang berharga.”
“Jika dia begitu berharga, bagaimana kalau lebih memikirkan lagi dalam menyeleksi bodyguardnya?”
Pria yang duduk di paling kanan berdiri mendengar jawahbanku yang tajam, ekspresinya berubah. Tapi Heathcliff menghentikannya hanya dengan mengayunkan tangan saja.
“Aku sudah menyuruh Cradil untuk kembali kerumahnya dan merenungkan kesalahannya. Aku harus meminta maaf karena masalah ini, karena telah merepotkanmu. Tapi, Kami tidak bisa diam dan membiarkanmu mengambil
wakil ketua kami begitu saja. Damar-”
“Jika kau ingin membawanya—menangkan dia dengan pedangmu, dengan «Dual Blades». Jika kau bertarung denganku dan menang, maka Angela boleh pergi denganmu. Tapi jika kau kalah, maka kau harus bergabung dengan Old Virgin Ballad guild (guild balada perjaka tua).”
Aku akhirnya merasa kalau aku bisa mengerti sedikit tentang pria misterius ini. Dia adalah orang yang terobsesi dengan duel pedang. Terlebih lagi, Dia punya kepercayaan diri yang tak tergoyahkan dengan kemampuannya sendiri.
Dia adalah orang yang tidak bisa membuang harga dirinya sebagai seorang gamer meski terjebak dalam game kematian ini. Dengan kata lain, dia sama sepertiku.
Setelah mendengar kata-kata Heathcliff, Angela, yang diam sejak tadi, membuka mulutnya dan berbicara seperti dia tidak bisa menahannya lagi. “Ketua, aku tidak bilang kalau aku ingin berhenti dari guild. Aku hanya ingin keluar sementara, untuk istirahat dan memikirkan tentang beberapa hal…”
Aku menaruh tanganku di pundak Angela, yang kata-katanya telah menjadi semakin kesal, dan mengambil satu langkah kedepan. Aku menghadapi tatapan Heathcliff secara langsung, dan mulutku bergerak dengan sendirinya.
“Baiklah, jika kau ingin berbicara melalui pedang, maka aku tidak keberatan. Kita akan menentukan hal ini dengan sebuah duel.”
__ADS_1
“Auu--!!! Bodohbodohbodoh!!!” Kami kembali ke Algade, dilantai kedua toko Agil. Setelah mengusir si pemilik toko yang penasaran kembali ke lantai satu, aku mencoba menenangkan Angela.
“Aku sudah berusaha keras untuk meyakinkannya, meski begitu kau mengatakan hal seperti itu!!!”
Angela duduk diatas tempat untuk mengistirahatkan tangan dari kursi batu yang kududuki, dan menggunakan tangannya yang dikepalkan untuk menggiling kepalaku.
“Maaf! Maafkan aku! Aku mengikuti arus begitu saja dan…"
Dia akhirnya tenang setelah aku menggenggam tangannya dengan lembut; tapi sekarang dia cemberut. Aku harus menahan diriku dari tertawa melihat perbedaan besar antara kelakuannya di markas dan kelakuannya sekarang.
“Tenang saja. Kami telah memutuskan untuk menggunakan aturan serangan pertama, jadi tidak ada bahaya yang diikutkan. Selain itu, bukan berarti aku pasti akan kalah kan…”
“Uu~~~~…” Angela membuat sebuah suara marah dan menyilangkan kakinya yang panjang dan langsing diatas tempat mengistirahatkan tangan.
“…Ketika aku melihat «Dual Blades» milikmu, kupikir kalau skill mu berada di level yang sangat berbeda. Tapi itu sama seperti «Holy Sword» milik ketua… Bisa dibilang kalau kekuatannya cukup untuk menghancurkan keseimbangan game. Sejujurnya, aku tidak tahu siapa yang akan menang... Tapi apa yang akan kau lakukan? Jika kau kalah, tidak masalah jika aku tidak bisa mengambil cuti, tapi kau harus bergabung dengan BPT, Damar.”
“Yah kau bisa bilang kalau aku masih bisa mencapai tujuanku, tergantung bagaimana kau memikirkannya.”
“Eh? Kenapa?” Aku harus memaksa membuka mulutku untuk menjawabnya.
“Err, yah, selama…selama Angela berada denganku, aku tidak masalah bergabung dengan guild.”
Di masa lalu, aku tidak akan pernah mengatakan sesuatu seperti ini. Mata Angela menjadi lebar karena terkejut, dan wajahnya memerah sebagai apel yang matang. Lalu, entah kenapa, dia terdiam, bangkit dari sandaran tangan, dan berjalan ke jendela.
Dari balik pundak Angela, aku bisa mendengar suara Algade yang berada dibawah matahari terbenam yang terdengar setiap hari.
bersambung.
⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔⚔
__ADS_1