Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).

Balada Perjaka Tua (Old Virgin Ballad Guild).
ch 02.. PURI MARTONEGARAN


__ADS_3

BALADA PERJAKA TUA episode 02 dengan judul PURI MARTONEGARAN. oleh Author COKRO.


selamat menikmati.


**********************************""*""""""""


Cahaya terang menyinari reruntuhan kuno dan kemudian menghilang.


Pada saat yang sama, HP Bar diatas kepala manusia kadal menghilang tanpa menyisakan satu titik pun.


Tubuh yang besar itu jatuh, meninggalkan jejak yang panjang, kemudian terhenti tiba-tiba.


Sama seperti kaca yang pecah, manusia kadal itu pecah menjadi pecahan kecil yang tak terhitung jumlahnya dan menghilang.


Ini adalah «Kematian» di dunia ini, singkat dan cepat.


Kehancuran sempurna tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


Aku melihat poin pengalaman (exp poin) dan daftar item, yang muncul dengan tulisan berwarna ungu di tengah penglihatanku, dan mengayunkan pedangku ke kanan dan ke kiri sebelum menyarungkan pedangku di sarung pedang yang berada di punggungku.


Aku mundur beberapa langkah dan menyandarkan punggungku ke dinding dan perlahan terduduk.


Lalu aku menghela napasku yang kutahan sejak tadi dan menutup mataku.


Keningku mulai terasa pening, mungkin karena letih akibat pertarungan yang


panjang.


Aku menggelengkan kepalaku beberapa kali untuk menghilangkan rasa pusing dan membuka mataku.

__ADS_1


Jam yang bersinar yang berada di bagian kanan bawah penglihatanku menunjukan bahwa sekarang sudah melewati jam 3 sore.


Aku harus segera keluar dari reruntuhan ini atau aku tidak akan mencapai kota sebelum gelap.


"...Bagaimana kalau aku pulang sekarang?


Padang rumput yang terbentang sangat luas ini bersinar kemerahan saat matahari mulai terbenam.


Di utara terlihat bayang-bayang hutan, danau yang berkilauan, dan aku bisa melihat tembok yang mengelilingi kota hingga ke timur.


Di bagian barat ada langit yang tak terbatas dengan awan berwarna keemasan yang melayang di atasnya.


Kami ada di padang rumput yang terbentang di sebelah timur dari «kota awal mula» yang berada di ujung utara dari lantai pertama PURI terbang raksasa«PURI MARTONEGARAN».


Seharusnya ada banyak sekali player lain yang sedang bertarung dengan monster di sekitar sini, tapi karena terlalu luas, tidak ada satu pun dari mereka yang terlihat.


"Omong-omong, berapa kali pun aku melihat sekeliling seperti ini aku masih belum bisa percaya kalau kita ini «berada di dalam game»."


"Yah, meski kau bilang 'di dalam', bukan berarti kalau jiwa kita tersedot ke dalamnya atau sejenisnya.


Yang melihat dan mendengar bukanlah mata dan telinga, melainkan otak kita dengan mengirimkan sinyal dari « Head Game Gear».”


Aku berkata begitu sambil mengangkat bahuku.


Klein mengerutkan bibirnya seperti anak kecil.


"Kau mungkin sudah terbiasa sekarang, tapi bagiku ini adalah pertama kalinya aku melakukan «Dive penuh».


Bukankah ini luar biasa? ...

__ADS_1


Aku benar-benar bersyukur dilahirkan di zaman ini!"


"Kau berlebihan."


Tapi meskipun tertawa, aku setuju dengannya.


«Head Game Gear»


Itulah nama perangkat keras yang menjalankan permainan virtual reality—«Prahara Dunia Pedang».


Bentuk dasar mesin ini sangat berbeda dibandingkan dengan yang lama.


Tidak seperti perangkat keras tipe lama yang seperti "monitor layar datar" atau "stick game", Head game Gear mempunyai bentuk seperti helm yang menutupi seluruh kepala dan wajah.


Di dalamnya terdapat banyak pemancar sinyal, dan dengan menggunakan pemancar sinyal itu, Gear-nya langsung mengakses ke dalam otak si pemakai.


Si pemakai tidak menggunakan mata dan telinganya untuk melihat dan mendengar, melainkan menangkap sinyal yang dikirimkan langsung ke otak mereka. .....


*bersambung.


*********************************************


Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,


jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


terima kasih.


BALADA PERJAKA TUA oleh Author COKRO**

__ADS_1


__ADS_2