
BALADA PERJAKA TUA episode 16 dengan judul PETUALANGAN DIMULAI. oleh Author COKRO.
selamat menikmati.
***********************"******************
Helem Head Game Gear, yang pernah menjadi sebuah mesin game, sekarang menjadi kunci penjara ini dan alat eksekusi yang akan membakar otakku.
Aku bernapas perlahan menarik dan menghela, dan membuka mulutku.
“Klein, kesini sebentar.”
Aku memegang tangannya, yang terlihat lebih tua dariku di dunia nyata, dan keluar dari kerumunan yang berisik itu.
Kami bisa keluar dari sana dengan lumayan cepat, mungkin karena kami berada di dekat pojokan.
Kami memasuki salah satu jalan yang menuju keluar plaza dan aku bersembunyi di bayangan dibalik kereta kuda yang tidak
bergerak.
“…Klein,” Aku memanggil namanya lagi.
Dia masih terlihat tidak percaya.
Aku melanjutkan pembicaraan, berusaha
keras agar kata-kataku terdengar serius.
“Dengarkan aku.
Aku akan keluar dari kota ini dan menuju ke desa selanjutnya.
Ikutlah bersamaku.”
Klein membuka matanya lebar-lebar dibawah bandana nya.
Aku terus berbicara dengan suara yang pelan dan memaksa mulutku untuk mengeluarkan kata-kata.
“Jika apa yang dikatakannya benar, untuk bertahan hidup di dunia ini kita harus memperkuat diri kita.
Kau tahu kalau kan kalau MMORPG adalah
__ADS_1
pertarungan untuk memperebutkan Resource diantara player.
Hanya orang orang yang bisa mendapat uang dan experience yang paling banyak lah yang
bisa menjadi kuat. …
Orang-orang yang telah menyadari hal ini akan memburu semua monster disekitar «Kota Awal».
Kau harus menunggu sangat lama hingga monsternya muncul lagi.
Pergi ke desa sebelah sekarang akan lebih
baik.
Aku tahu jalannya dan semua daerah berbahayanya, jadi aku bisa pergi kesana, meski aku masih level satu.”
Mengingat yang sedang berbicara adalah aku, tumben sekali aku mengatakan kata sebanyak itu, tapi meski begitu dia tetap diam.
Lalu beberapa detik kemudian wajahnya berkerut.
“Tapi…tapi kau tahu.
Seperti yang kubilang sebelumnya kalau aku mengantri begitu lama untuk membeli game ini bersama dengan teman-temanku.
Aku tidak bisa…pergi tanpa mereka.
“…”
Aku menghela napasku dan menggigit bibirku.
Aku bisa mengerti semuanya dengan jelas tentang apa yang ingin dikatakan oleh Klein melalui pandangan gugupnya.
Dia—orang yang ceria dan mudah akrab dengan orang lain, dan mungkin dia sangat memperhatikan teman-temannya.
Dia pasti berharap kalau aku bisa membawa semua teman-temannya bersama kami.
Tapi aku tidak bisa mengangguk.
Jika hanya dengan Klein, aku bisa mencapai ke desa berikutnya sambil menjaga kami dari monster-monster yang agresif.
Tapi jika ada dua orang lagi—tidak, jika ada satu orang lagi yang ikut—mungkin akan berbahaya.
__ADS_1
Jika seseorang mati dalam perjalanan, mereka akan mati seperti yang
dikatakan oleh Marcello.
Tanggung jawabnya pasti akan tertuju padaku yang menyarankan untuk keluar dari «Kota Awal» yang aman dan gagal untuk menjaga teman-temanku.
Aku tidak bisa menanggung beban yang seberat itu.
Itu mustahil.
Klein terlihat menyadari kekhawatiranku.
Sebuah senyuman muncul di wajahnya yang sedikit berjanggut dan dia menggelengkan kepalanya.
“Tidak…
Aku tidak bisa terus bergantung padamu.
Aku adalah seorang guild master di game yang biasa kumainkan.
Tidak apa-apa.
Aku akan baik-baik saja dengan teknik yang kau ajarkan padaku hingga sekarang.
Dan…masih ada kemungkinan kalau ini hanyalah sebuah lelucon dan kita akan bisa Log Out.
Jadi jangan khawatirkan kami dan pergilah ke desa itu.”
------------+-+++------------------------+++----------+---------
terima kasih masih setia dengan "BALADA PERJAKA TUA".
jangan lupa tinggalkan jejak ya!!! like, komen, rate, and vote,, terserah lah mau yang mana ..
PECUNDANG SEJATI, Bagi yg suka roman pesantren, bawa kamus bahasa jawa ya😁 soalnya kebanyakan berbahasa jawa.
BALADA PERJAKA TUA, Bagi yg suka roman ala gamer online.
Dukung terus penulis dengan LIKE, KOMEN, RATE dan VOTE, dukungan anda adalah PENYEMANGAT para penulis,,,
__ADS_1
jadi di novel siapapun yg anda baca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
terima kasih