BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Ruangan di Dalam Goa


__ADS_3

Serangan yang kuat Kaito telah mampu menghancurkan pintu. Kaito pun berjalan memasuki ruangan itu, di dalam ruangan terdapat tengkorak yang berada pada posisi duduk dan sebuah rak buku. Kaito menatap ke seluruh bagian ruangan dan berjalan menuju rak buku.


"Ternyata dugaan ku memang benar ya, ini seperti ruang belajar dan tengkorak orang itu mungkin dia penghuni tempat ini dan tewas kelaparan"


Kaito melihat isi rak buku, terlihat begitu banyak buku di sana.


"buku sebanyak ini, apa mungkin orang itu membaca semuanya ? mungkin di salah satu buku ini ada petunjuk jalan keluar dari sini"


Kaito menatap setiap buku di rak, dan pandangannya tertuju pada 1 buku di atas meja. Terlihat tangan tengkorak itu memegang buku itu dan tangan kirinya memegang sebuah bulu yang ujungnya terdapat bekas tinta yang sudah mengering.


"Maafkan aku,"


Setelah meminta maaf, Kaito pun memindahkan tulang orang itu dan mengambil buku nya. Kaito menatap judul buku itu.


"Zero World ?"


Kaito mulai membuka buku itu dan pada halaman pertama tertulis sebuah judul yang menarik perhatiannya.


"Sejarah Zero World ? buku apa ini ? aneh sekali. Sebaiknya ku baca saja, siapa tau aku mendapatkan informasi"


Dia mulai membaca buku itu halaman per halaman. Matanya terfokus pada isi buku itu, dia terus membaca dan membalik tiap halaman. Wajah Kaito mulai serius mendekati bagian akhir halaman.


"Sejarah yang di tulis di buku ini benar-benar lengkap. Apa orang ini seorang sejarawan ? atau mungkin arkeolog ? namun yang pasti aku mulai memahami isi buku ini"


Kaito pun menutup buku itu dan meletakan nya kembali ke atas meja. Kaito mengamati seisi ruangan sekali lagi dan menatap pakaian yang di gunakan tulang itu.


"Dari pakaiannya, itu hanyalah sebuah jubah yang kusut. Namun tidak mungkin dia tidak menulis mengenai goa ini"

__ADS_1


Kaito melihat dengan seksama setiap sudut dan rak buku. Tepat seperti yang ada di fikirannya. Kaito melihat sebuah kotak kecil di belakang tumpukan buku. Kaito berjalan menuju tumpukan buku dan mengambil kotak kecil itu. Saat Kaito berusaha membukanya, ternyata kotak itu terkunci dan bentuk lubang kuncinya juga aneh.


"Sial kotaknya terkunci. Kunci macam apa ini ? bentuk lubang kuncinya seperti jarum saja hmm"


Kaito terduduk di depan tumpukan buku, dan dia memikirkan bagaimana membuka kotak itu.


"Apa ku hancurkan saja menggunakan kemampuan ku ? tidak jika ku hancurkan dengan kemampuan ku kemungkinan isinya juga akan ikut rusak. Tidak ada cara lain selain mencari kunci kotak ini"


Kaito berdiri dan mulai mencari kunci itu di setiap sudut. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami, dia terus mencarinya namun tidak menemukan kunci itu sama sekali. Kaito pun merasa pasrah tidak bisa membuka kotak itu. Namun matanya tiba-tiba tertuju pada pena yang di gunakan tulang itu.


"mungkin kah ? sebaiknya ku coba saja"


Kaito pun mengambil pena bulu yang di pegang tengkorak itu.


"Baiklah mari kita coba"


"Mana ??? apa maksudnya ? judul macam apa ini ? Mana begitu saja ? hmmm sebaiknya ku baca saja lah"


Kaito mulai membuka isi buku itu, dia seolah mulai memahami setiap tulisan di buku. Kaito terlihat sangat fokus dan tidak dapat menghilangkan pandangan dari buku itu. Ternyata isi buku itu adalah mengenai kemampuan pengendalian energi.


"Jadi begitu ya, energi aneh yang selama ini ku gunakan bernama MANA. Setiap MANA berbeda-beda dan tergantung pada kapasitas penggunanya. Seperti memory hp saja ada kapasitas hahaha"


Kaito melanjutkan membaca buku itu sampai kebagian akhir. Terlihat jelas sebuah gambar peta dengan tanda X di tengahnya. Kemudian mata Kaito menatap pada bagian dasar buku, tepatnya pada keterangan.


"Jadi tanda X ini tempat kekuatan kegelapan di segel. Jadi aku benar-benar terpental kedunia lain ya hehehe. Sial bagaimana aku bisa kembali pulang, di buku sebelumnya menjelaskan bahwa akan ada orang-orang dari dunia lain yang di kirim ke dunia Zero untuk di seleksi sebagai pengguna milinium atem. Dan di buku ini di jelaskan mengenai kemampuan mengendalikan mana dan lain sebagainya"


Kaito hanya terdiam setelah menyelesaikan membaca buku itu. Kaito pun menatap tengkorak itu.

__ADS_1


"Kau menulis cerita yang bagus ya, namun sayang kau tak menulis cara ku untuk kembali ke dunia asal"


Kaito pun meletakan buku kecil itu dan mengambil denah peta. Dia memandangi denah itu, dan paham akan posisinya sekarang.


"Jadi aku ada di pusat goa, dan jika aku ambil jalan ke kiri maka ku akan menemukan jalan keluar. Jika aku jalan ke kanan akan sampai pada reruntuhan kota lama yang sudah hancur. Apa orang ini pengikut 3 raja yang melakukan kontrak dengan kegelapan ?"


Kaito terus memandangi tulang itu, dan dia pun berdiri.


"Entah siapa pun kau dan pengikut siapa. Yang pasti aku tidak tega melihat tulang mu tidak terurus seperti itu"


Kaito mulai berdiri dan menyingkirkan meja dan kursi di ruangan itu. Dia mengeluarkan petir dari tangannya dan kemudian dia arahkan ke tanah, hingga akhirnya tanah itu berlubang lumayan dalam. Kaito pun mengangkat tulang itu dan menaruhnya kedalam lubang kemudian menutup lubang itu. Kaito pun juga menghancurkan meja dan kursi itu, kemudian potongan meja itu dia tancapkan di atas kuburan tulang itu. Setelah selesai memakamkan tulang itu Kaito tersenyum dengan perasaan lega.


"Aku sudah memakamkan mu, entah sudah berapa lama kau tidak di urus. Namun sekarang tenanglah selamanya di alam sana"


Kaito pun keluar dari dalam ruangan itu membawa peta yang dia dapat dari dalam kotak. Di luar goa dia menatap ke arah ruangan itu , dan kemudian membuka kembali peta yang dia dapat.


"Jadi arah ke kiri ya aku akan keluar dari goa, dan jika ke kanan aku akan menuju tempat yang di sebut kota lama"


Kaito terdiam sejenak, dia merasa bingung untuk mengambil keputusan.


"Baiklah aku akan ambil jalur kanan sebelum aku keluar dari dalam goa"


Kaito pun melangkahkan kakinya menuju jalan goa sebelah kanan. Entah apa yang dia fikir kan, padahal sudah pasti jika dia mau keluar bisa mengambil jalan kiri. Namun sayang sekali nurani Kaito memaksanya mengambil jalan kanan dan juga banyak hal yang membuatnya ingin menuju ke kota lama.


"Aku tak tau apa yang akan ku lihat, namun yang pasti aku merasakan hal yang akan membuat ku merasa bersalah jika tidak ke kota lama itu"


Kaito pun berjalan dengan tekad nya dan rasa ke ingin tahuannya mengenai kota lama.

__ADS_1


__ADS_2