
Setelah Kaito mendengar ucapan Kasim dia merasa takut, namun ketakutannya itu membuatnya ingin mencoba menarik pedang itu.
"Lalu apa yang menjadi masalah jika memiliki kekuatan kegelapan dan dewa kakek tua ?"
"Kau belum paham sepenuhnya ya ?
"Tentu aku paham tentang kutukan mencabut pedang itu"
"hadeh"
Kasim menghela nafas panjang, dia menatap Kaito yang masih ingin mencabut pedang itu.
"Saat kau mencabut pedang itu, segel 3 dewa juga akan ikut lepas. Dan apa kau mampu membuat 3 dewa mengakui mu sebagai tuannya ?"
Kaito diam dan hanya menatap pedang itu lalu ke tiga patung itu. Kasim berjalan menuju patung yang berada di sebelah kanan.
"Patung dewa ini adalah sang dewa naga langit Osiris, di dunia ini dia adalah dewa langit yang menguasai petir terkuat"
Kaito hanya menatap Kasim dan patung dewa Osiris. Kemudian Kasim berjalan menuju ke sebelah kiri.
"Lalu ini adalah dewa matahari Ra, dia memiliki kekuatan api yang kuat dan dia memiliki 2 wujud yaitu naga yang saat ini kau lihat dan wujud keduanya ada lah burung api"
Kaito mulai sedikit mengerti. Kasim pun berlanjut berjalan menuju patung ketiga.
"Dan dia lah dewa penghancur Obelik yang memiliki kekuatan penghancur sangat kuat. Pukulannya mampu menghancurkan gunung dan saat dia marah kekuatannya menjadi benar-benar sangat menakutkan"
Kaito tersenyum dan menatap ke 3 patung dewa itu. Kasim yang melihat senyum Kaito merasa heran.
"Kenapa kau bisa tersenyum seperti itu anak muda ?"
"Tentu saja kakek tua, kekuatan mereka bertiga bagaikan sebuah ilusi yang menjadi nyata"
"Yah begitulah, itu sebabnya sang raja terdahulu menyebut mereka dengan nama 3 dewa ilusi. Di karena kan seperti yang kau ucapkan"
"Berarti jika aku menarik pedang Herartic maka ketiga dewa itu akan terbebas dari segel dan tidur panjangnya bukan"
"Tepat sekali, namun kau juga harus ingat mengenai kutukan pedang ini yang akan memberi mu segel kutukan sebagai bukti kau menerima semua energi negatif dari tiga dewa"
__ADS_1
"Menarik sekali, semua penjelasan mu membuat ku semakin ingin mencabutnya"
Kasim merasa terkejut dan kagum pada tekad Kaito yang berani.
"Dengan kata lain kau siap untuk menantang ke 3 dewa ilusi anak muda"
"Aku tidak akan menantang mereka, namun aku akan berteman dengan mereka dan menjadikannya budak setia ku"
"M...menjadi kan dewa sebagai budak mu ?"
"Tidak usah terkejut seperti itu kakek tua"
"Kenapa kau begitu yakin anak muda"
"Entah, namun yang pasti aku merasakan mereka bertiga meminta ku untuk menjadi tuannya"
Kasim yang mendengar ucapan Kaito merasa tidak percaya jika sang 3 dewa ilusi meminta dia menjadi tuannya. Hati Kasim menjadi campur aduk dengan semua yang di ucapkan Kaito. Tanpa Kasim sadari, Kaito sudah berdiri di depan pedang Herartic dan bersiap mencabutnya. Kasim hanya mampu terdiam dan berkata.
"Aku hanyalah roh yang terperangkap disini, jika terjadi sesuatu pada mu, aku tidak akan mampu menolong mu anak muda"
"Ya jika kau tidak mampu menolongku setidak nya kau akan menyaksikan kebangkitan 3 dewa"
"Siallll ayooo tertarikkkk lah dari tanah ini !!!!!!"
Kaito terus menariknya dengan sekuat tenaga dan sedikit demi sedikit Kasim melihat pedang itu mulai tercabut.
"Ini mustahil, anak muda itu mampu mencabut pedang itu"
Kasim terus menyaksikan perjuangan Kaito menarik keluar pedang Herartic dengan kekuatannya. Sedikit demi sedikit akhirnya pedang itu mulai tercabut dan semua energi negatif dari pedang itu seolah terhisap masuk kedalam tubuh Kaito. Energi negatif itu keluar dari lubang pedang dan pedang itu sendiri, kekuatan itu terus terserap oleh tubuh Kaito. hingga akhirnya pedang itu pun tercabut, Kasim hanya menatapnya dengan tatapan kagum.
"Kau berhasil anak muda"
Kaito pun mengarahkan mata pedang ke langit dan berteriak dengan lantang.
"Aku Kaito, dengan nama ku datanglah ke tiga budak setia ku !!!!"
Seketika tempat itu terguncang dengan dahsyat, masih di tambah dengan petir dan api yang sangat dahsyat. Ketiga patung itu pun mulai retak dan mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Kasim hanya mampu menatap dengan begitu kagumnya, meski Kasim sudah mati dia tetap bisa melihat bangkitnya sang 3 dewa ilusi.
__ADS_1
Dan dalam hitungan menit sang tiga dewa ilusi akhirnya bangkit sepenuhnya dan menunjukan sosoknya yang agung. Kaito terus mengarahkan mata pedang ke langit dengan di ikuti kakinya yang mulai tidak kuat berdiri. Saat sang 3 dewa bangkit, Kaito tersenyum dan berkata.
"Akhirnya kalian bertiga bangkit setelah tidur lama ya kawan...."
Kaito terjatuh dan tubuhnya terbaring lemas dengan tetap memegang pedang Herartic. Ketiga dewa menatap Kaito yang terbaring, dan mereka bertiga seolah memberikan mana kepada Kaito. Kekuatan kegelapan yang terus terhisap ke tubuh Kaito akhirnya berubah menjadi lambang kutukan untuk Kaito. Ketiga dewa terus memberikan mana mereka. Kasim hanya bisa menatap Kaito yang terbaring dan di putari oleh ketiga dewa ilusi. Kasim melihat ketiga dewa membagikan kekuatannya kepada Kaito.
"I...i...ini benar-benar mustahil tiga dewa membagikan energi sucinya kepada anak muda itu. Apakah mungkin ke tiga dewa itu mengakui anak muda itu sebagai tuannya ?"
Kasim terus menatap proses pembagian energi yang terjadi di depan matanya. Seketika Kaito pun sadar.
"Apa ini tubuh ku rasanya begitu ringan dan hangat, begitu banyak energi yang kurasa masuk kedalam tubuh ku"
Kaito pun berusaha bangkit dan berdiri. Betapa terkejutnya dia melihat ketiga dewa ilusi bersujud kepadanya. Kasim yang tidak percaya melihat itu hanya bisa diam. Kaito pun berkata dengan lantang di hadapan ke tiga dewa ilusi.
"Osiris, Ra, dan Obelik !!!! Mulai saat ini aku lah tuan kalian dan jadilah kalian pengikut setia ku !!!!"
Seketika ketiga dewa mengeluarkan suara yang menggetarkan tempat itu. Kaito merasa puas dan tersenyum melihat nya. Kaito pun berjalan menemui Kasim dan ketiga dewa ilusi memasuki lorong tempat di dalam tempat itu. Kasim hanya mampu berkata.
"Tak ku sangka ketiga dewa benar-benar tunduk pada mu anak muda"
"Yah begitulah"
Seketika tubuh Kasim mengeluarkan cahaya yang terang, sedikit demi sedikit tubuhnya mulai menghilang.
"Sepertinya aku sudah bisa tenang kembali menuju alam sana"
"Yah tenang lah di dunia baru mu"
"Siapa nama mu anak muda ?"
"Kaito"
"Kaito kau telah menjadi tuan tiga dewa ilusi, kau menanggung kekuatan segel kutukan, dan kau menjadi pemilik milinium puzel. Hahaha ini mungkin terdengar bodoh, namun mungkin kau akan mampu menjadi raja"
"Aku tidak tertarik menjadi raja"
Tubuh Kasim pun mulai menghilang dan menuju akhirat. Kaito yang melihat Kasim pergi meninggalkan dunia hanya tersenyum. Kaito menutup matanya, dan saat membuka matanya dia sudah kembali di kota lama di tempat bekas obor api raksasa. Kalung milinium puzel pun melekat padanya, dia hanya menatap sekeliling kota Lama.
__ADS_1
"Selamat tinggal kota para perampok makam"
Kaito pun berjalan menuju jalan masuk kota Lama dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke jalan keluar dari goa.