BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Pemahaman


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Sadi dan Bryan berjalan melewati sabana. Mereka terus berjalan menyusuri sungai menuju kota Visitor. Selama di perjalanan banyak hal yang di ajarkan Sadi pada Bryan. Guru dan murid itu saling berbagi cerita selama perjalanan, selain itu kemampuan Bryan pun mulai berkembang dari waktu ke waktu.


Namun sayang sekali nasib yang di terima Bryan dan Kaito berbeda, Bryan mendapatkan seorang guru sedangkan Kaito harus bertahan hidup di untuk mencari jalan keluar.


Bryan dan Sadi akhirnya sampai pintu keluar dari hutan. Bryan merasa lega akhirnya bisa keluar dari hutan dan sabana itu dan melihat sebuah desa kecil. Bryan yang senang seolah lupa akan segala hal yang dia alami saat pertama datang ketempat itu. Sadi pun memutuskan untuk beristirahat dulu, namun Bryan meminta gurunya untuk terus berjalan. Desa itu terlihat sudah cukup dekat, namun Sadi tetap memilih istirahat dulu. Melihat sang guru masih memilih duduk, akhirnya Bryan pun mengikuti keputusan sang guru.


"Kenapa kau terlihat begitu senang Bryan ?"


"Ehh tentu saja guru, kita akhirnya bisa keluar dari sabana dan hutan itu"


"Apa kau tidak merasaelah dari tadi belum istirahat"


"Jujur saja guru, aku merasa lelah namun setelah melihat ada desa seolah semua rasa lelah ku menghilang"


Sadi pun tersenyum mendengar jawaban dari Bryan. Sadi pun berdiri, dia menatap Bryan. kemudian Sadi mengeluarkan kemampuannya, benang kawat keluar dari jarinya.


"Bryan, kau sudah melewati latihan penguasaan mental dan sekarang saatnya kita melanjutkan nya pada pelatihan fisik"


"Maksud guru ? aku bisa mengeluarkan kawat seperti guru ?"


"Ya, jika energi mu memiliki kesamaan dengan ku. Mungkin kau juga akan bisa mengeluarkan benang kawat seperti ini"


Bryan pun termenung dan menatap sang guru, berbagai pertanyaan mulai muncul di otaknya.


"Lalu bagaimana cara ku bisa menggunakan kemampuan itu guru ?"


"Saat kau menggunakan kemampuan ini, sama seperti saat kau bernafas"


"Sama seperti saat bernafas ?"


"Secara teorinya, kamu memfokuskan semua energi ke tangan mu. Setelah semua energi itu terkumpul, kau bisa merubah wujud energi itu sesuai dengan senjata yang kau pikirkan"


"Berarti jika misal aku memikirkan sebuah pedang, maka energi itu akan menjadi pedang ? begitukan guru ?"


"Ya kurang lebih seperti itu. Namun perubahan bentuk energi itu tergantung pada kemampuan dan karakteristik seseorang"


"Maksud guru ?"


"Misalkan kemampuan mu dalam reflek, kecepatan, kekuatan dan pertahanan mu kuat maka kau dapat memanipulasi bentuknya sesuai karakter itu"


Terlihat Bryan mulai sedikit mengerti penjelasan dari gurunya. Sadi pun melanjutkan penjelasannya.

__ADS_1


"Namun ada sebuah kasus dimana seseorang hanya mampu membuat senjata dari energinya kedalam bentuk elemen seperti api, petir, air dan sebagainya. Selain itu beberapa kasus juga menunjukan kecocokan jumlah energi dan fisik mempengaruhi bentuk energi yang bisa menjadi senjata"


"Berarti semua tergantung kemampuan dan jumlah energi masing-masing orang guru ?"


"Begitulah, jika kau berbakat dalam mengontrol energi, kau juga bisa memanipulasi energi itu sesuai keinginan mu. sebagai contoh"


Sadi menatap Bryan, kemudian dia menunjuk ke arah batu.


"Lihatlah batu itu Bryan"


Bryan menatap batu yang di tunjuk gurunya.


"Kenapa dengan batu itu guru ?"


"Aku akan menunjukan manipulasi energi, lihatlah baik-baik"


Sadi pun menggerakkan tangan kirinya ke arah batu kemudian dalam sekejap batu itu terpotong menjadi 5 bagian. Bryan pun menatap sang guru dengan kagum.


"B...Bagaimana cara guru melakukannya ?"


"Sederhana saja Bryan, saat aku menggerakkan tangan kiri ku. Semua energi itu terpusat ke dalam benang kawat itu sehingga aku bisa mengatur panjang, kekuatan dan kecepatannya sesuai keinginan ku. Selain aku bisa menggunakan kawat ini sebagai senjata, aku juga mampu memanipulasinya menjadi sebuah perisai seperti yang kamu lihat saat di sabana waktu kita pertama bertemu"


"Jadi dengan kata lain saat kita memanipulasi energi, semuanya tergantung kita kan guru"


"Ya benar sekali. Namun ingatlah saat kau mengubah energi mu menjadi bentuk senjata. Maka bentuk itulah yang akan selalu kau gunakan"


"Jadi jika misal aku mengubah energi ke dalam bentuk pisau, maka energi itu hanya akan bisa menjadi pisau saja ?"


"Tepat sekali, ternyata kau sudah paham ya hahaha"


"Namun guru, aku masih memiliki 1 pertanyaan"


"Apa itu Bryan ?"


"Misal setelah aku mengubahnya ke bentuk senjata, apakah aku juga bisa mengubahnya menjadi bentuk elemen ?"


"Hahaha ternyata kau tanggap juga ya Bryan. Ya meski kau sudah mengubahnya kedalam bentuk senjata, kau masih bisa mengubahnya menjadi elemen. Selain itu untuk orang yang sudah bisa terbiasa memanipulasi mana, dia juga mampu menggabungkan senjata dan elemennya"


"Berarti seperti benang kawat milik guru ?"


"Bagaimana kau bisa tau ?"

__ADS_1


"Sejak awal aku memang sudah curiga guru. Soalnya tadi energi guru hanya lah berubah menjadi benang biasa, namun dalam hitungan menit benang itu langsung terlapisi kawat. Bukankah berarti guru menggabungkan senjata benang dengan besi sehingga menjadi benang kawat ?"


"Hahahaha begitulah Bryan, elemen ku adalah besi dan angin. Namun aku hanya bisa menggabungkan senjata ku dengan elemen besi saja, sedangkan elemen angin ku hanya bisa ku kombinasikan dengan fisik ku"


"Berarti saat guru menyerang dan bertahan, guru berfokus pada elemen besi dan saat bergerak guru memfokuskan elemen angin ?"


"Ya, selain itu untuk meningkatkan kecepatan serangan, aku juga mengkombinasikan elemen angin pada kawat besi itu"


"Tunggu kata guru hanya bisa menggabungkan elemen besi kan ? kenapa elemen angin bisa di kombinasikan dengan kawat besi ?"


"Jadi kau tidak mengerti ya Bryan ?"


Bryan hanya menggelengkan kepalanya dan Sadi pun memegang dagu.


"Mudahnya elemen angin ku menggunakan kawat besi sebagai perantaranya"


"Owh begitu ya guru, aku mulai paham"


"Baguslah kalau kau paham"


"Namun ada 1 hal lagi guru"


"Apa itu Bryan ?"


"Kenapa guru hanya bisa menggunakan 2 elemen ? bukan kah energi bisa di manipulasi ke beberapa bentuk elemen ?"


"Seperti yang ku bilang pertama tadi Bryan, semua tergantung pada penggunanya. Namun kebanyakan orang hanya mampu menggunakan 2 elemen dan 1 manipulasi senjata"


"Berarti tidak ada yang mampu menggunakan elemen lebih dari 2 kan guru?"


"Ada namun jarang kita bisa menjumpai hal seperti itu"


"Baiklah aku mulai paham dengan semuanya"


Sadi pun mengangguk dan tersenyum. Dia merasa bangga kepada muridnya yang mudah memahami semua penjelasannya. Akhirnya Sadi pun duduk dan meminta Bryan untuk memulai berlatih memanipulasi energi.


"sekarang cobalah kau berlatih memanipulasi energi mu menjadi senjata, setelah kau bisa menguasainya kita akan melanjutkan perjalanan ke desa itu"


"Siap guru"


Bryan yang bersemangat akhirnya melakukan latihannya di bawah pengawasan sang guru.

__ADS_1


__ADS_2