
Sudah 3 hari berlalu, semenjak Bryan singgah di desa Visitor, latihan keras terus di jalaninya. Bryan dan Sadi berkemas untuk melanjutkan perjalanan menuju kota, sebelum berangkat mereka kembali menuju sebuah toko senjata. Yah terlihat Sadi masuk ke toko senjata mengambil pesanan, sedangkan Bryan hanya di luar toko menatap sekeliling tempat itu. Beberapa saat kemudian Sadi keluar dari dalam toko senjata.
"Ada apa Bryan ?"
"Tidak ada apa - apa guru"
"Setelah ini kita akan menuju toko pakaian"
"Untuk apa kita kesana guru ?"
"Pakaian mu sudah usang dan banyak bekas robek, apa kau mau pergi dengan pakaian seperti itu ?"
Bryan menatap ke arah kaca dan melihat semua pakaian nya sudah tidak layak di pakai.
"Baiklah guru, mungkin sedikit perubahan juga baik"
"Ya kau harus terbiasa dengan tempat ini"
"Siap guru"
Mereka berdua pun berjalan bersama menuju toko pakaian, tepatnya di sisi barat menuju arah keluar desa. Sepanjang jalan Bryan menatap setiap sudut desa itu. Sampailah mereka di tempat toko pakaian, disana Bryan memilih pakaian sesuai seleranya. Setelah Bryan selesai memilih, dia menghadap sang guru.
"Guru bagaimana menurut mu mengenai pakaian ini ?"
"Ya baguslah kalau kau sudah memilih, ambil lah sarung tangan ini"
Bryan mengambil sarung tangan itu dan mengenakan sarung tangan itu. Sarung tangan yang di kenakan Bryan memiliki 2 buah batu giok pada sarung tangan kanan dan kiri. Bryan yang merasa bingung dengan adanya 2 giok itu bertanya pada sang guru.
"Apa fungsi kedua giok ini guru ?"
"Saat kita berangkat nanti aku akan menjelaskannya"
"Hmm kenapa tidak sekarang saja guru ?"
"Kau akan tau saat kita bertemu musuh atau mutan yang menyerang"
Bryan yang di penuhi rasa bingung akhirnya menurut pada sang guru. Sadi dan Bryan akhirnya berjalan menuju ke arah kota, ya dari desa Visitor sampai ke kota Dandelion di perkirakan memakan waktu 3 hari jika mereka tidak banyak istirahat.
Di sepanjang jalan Bryan hanya terdiam, sang guru yang melihat itu lalu berkata.
"Apa kau masih ingin tau kegunaan 2 giok itu ?"
"Iya guru, apa kegunaannya ? jangan buat aku makin penasaran guru"
Sadi hanya tersenyum dan menatap ke depan.
"Dengarlah baik-baik Bryan, di dunia ini ada sebuah benda yang di manfaatkan untuk penyimpanan senjata. Setiap petualang pasti memiliki nya"
"Benda penyimpanan ? maksud guru giok ini ?"
"Iya tepat sekali, setiap petualang akan menyimpan semua senjata atau perlengkapan lain kedalam giok itu"
"Lalu bagaimana cara memanggil senjata itu guru ?"
"Cukup mudah, kau tinggal mengalirkan mana dan menyebut nama benda yang akan kau ambil. Kemudian benda itu akan muncul dengan sendirinya"
"Jadi begitu ya"
__ADS_1
Bryan hanya terdiam setelah memahami penjelasan sang guru, kemudian Sadi pun melanjutkan penjelasan.
"Giok itu di bagi menjadi 3 warna, warna putih memiliki kapasitas yang kecil, giok warna kuning memiliki kapasitas yang sedang dan terakhir giok biru memiliki ruang kapasitas yang banyak"
"Jadi di bagi seperti itu ? seperti kartu memory saja haha"
"Hmm apa itu kartu memory Bryan ?"
"Hehehe jika di dunia ku itu adalah sebuah benda untuk menyimpan data guru, hampir sama seperti giok ini"
"Begitu ya, namun apa kau tau Bryan ?"
"Apa apa guru ?"
"Giok ini juga mampu menyimpan monster peliharaan"
"Monster peliharaan ?"
"Ya mereka adalah monster liar yang berhasil di jinak kan"
"Begitu ya guru"
Bryan mulai paham sedikit demi sedikit mengenai dunia Zero. Mereka berjalan sudah cukup jauh, akhirnya mereka pun memutuskan beristirahat. Sadi pun duduk dengan menyimpangkan kedua kakinya, sedangkan Bryan berkeliling di sekitar tempat istirahat.
"Istirahatlah Bryan"
"Nanti guru, aku sedang mencari tempat untuk berlatih"
"Owh jangan memaksakan diri, kemarin kau sudah berlatih selama 3 hari. Istirahat lah Bryan"
"Baik lah guru"
"Hahaha di dalam giok itu terdapat senjata yang ku pesan khusus untuk mu"
"Senjata guru ? kapan guru memesan senjata ?"
"Apa kau tidak ingat saat di toko senjata ?"
"Jangan - jangan saat guru. berbicara dengan pemilik toko senjata"
"Iya benar tepat sekali, di dalam giok kiri mu terdapat 2 senjata yang cocok untuk mu"
"Bukan kah senjata ku itu benang mana guru ?"
"Ya itu adalah senjata perubahan mana mu, namun bukan senjata menyerang. Lagi pula senjata benang mu tidak akan berfungsi jika tidak ada perantara bukan ?"
"Eh itu ? iya juga sih, selama ini aku berlatih menggunakan benang mana untuk mengontrol benda"
"Kalau kau sudah paham, cukup itu penjelasan ku"
Bryan hanya terdiam dan menatap giok yang ada di sarung tangannya. Dia berfikir mengenai senjata mana nya, dia pun menatap sang guru.
"Apakah serangan dan pertahanan ku akan meningkat dengan senjata di giok ini guru ?"
"Hahaha tentu saja, karena aku adalah guru mu jadi aku tau apa yang cocok untuk murid ku"
"Baik lah, boleh ku coba guru ?"
__ADS_1
"Kau boleh mencoba saat kita sudah bertemu musuh"
"Kenapa begitu ?"
"Tidak ada gunanya kau mencoba jika tidak ada yang bisa menjadi lawan mu kan ?"
"Baik lah guru"
Bryan terlihat menyesalkan keputusan gurunya yang tidak mengizinkan menguji senjatanya. Sadi hanya diam dan menatap ke langit.
"Apa teman mu Kaito itu juga terpental ke dunia ini Bryan ?"
"Harusnya iya guru, karena waktu itu kami terbawa angin"
"Mungkin teman mu terpental ke benua lain"
"Mungkin saja guru, yang terpenting dia tidak mati"
"Bagaimana kau tau ?"
"Soalnya Kaito itu bukan orang yang mudah mati"
"Begitu ya nadi kepercayaan kepada teman mu"
"Hahaha lebih tepatnya kemungkinan saja guru"
"Kenapa bisa begitu ?"
"Ya selama aku kenal Kaito, dia itu orang yang tidak mudah menyerah dan selalu melakukan apa pun sesuai keinginannya"
"Begitu ya, jika kalian bertemu kenalkan pada ku juga ya"
"Kalau itu tentu saja haha"
mereka berdua tertawa bersama, tiba-tiba pandangan Sadi tertuju pada tebing di sebelah kiri.
"Ada apa guru ?"
"Tidak ada apa apa"
"Lalu kenapa guru seperti waspada"
"Kita sedang di awasi"
"Apa ? dimana mereka guru ?"
"Mereka tadi di tebing, namun sekarang kelihatannya mereka sudah pergi"
"Jadi apa yang harus kita lakukan guru ?"
"Tetap waspada dan jangan sampai kau lengah, paham !!!"
"Baik guru"
"Mari kita lanjutkan perjalanan, jika mereka menyerang kau yang harus menghadapi mereka"
"Eh baik guru, namun kenapa guru menyerahkannya pada ku ?"
__ADS_1
"Karena mereka akan menjadi kelinci percobaan untuk mu"
Sadi berdiri dan di ikuti Bryan, mereka berdua pun berjalan melanjutkan perjalanan menuju ke kota Dandelion.