BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Desa Persinggahan


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu, akhirnya Bryan mampu menguasai kemampuan memanipulasi mana/energi menjadi sebuah senjata. senjata milik Bryan hampir mirip dengan Sadi, yang membedakan hanya saja benang milik Bryan hanyalah benang mana seperti benang untuk mengendalikan boneka. Berbeda dengan benang milik Sadi yang berlapis besi seperti kawat. Benang Bryan tidak mampu di gunakan untuk menyerang dan bertahan namun dapat di gunakan untuk mengendalikan benda seperti boneka. Sadi yang menyadari perbedaan senjata hasil manipulasi mana hanya terdiam dan menatap sang murid.


"Ada apa guru ?"


"Senjata mu itu bukan seperti milik ku Bryan, apa kau sudah sadar ?"


"Aku sadar guru, sejak pertama aku mulai bisa menggunakannya"


"hmm ternyata kau teliti juga ya"


"hehehe namun sayang sekali senjata ku ini lebih seperti benang boneka, jadi aku bisa menempelkan benang ku pada benda agar bisa ku kendalikan"


"Menurut ku, itu sudah cukup Bryan"


"Maksud guru ?"


"Jika kamu sudah sadar kelebihan dan kelemahan manipulasi senjata mu itu sudah cukup"


"Namun berarti senjata hasil mana ku ini tidak kuat dong guru"


"Soal kuat atau tidak itu tergantung pada kemampuan seseorang dan kerutinan nya dalam berlatih"


Bryan yang mendengar ucapan sang guru mulai memahaminya. Sadi berdiri dan mulai berjalan menuju desa.


"Mari kita lanjutkan perjalanan menuju desa disana"


"Siap guru"


Bryan pun melangkahkan kaki dan berjalan mengikuti sang guru. Bryan terus berjalan dengan wajah senang dan Sadi hanya menatap ke arah depan. Sesekali Bryan bertanya pada sang guru dan sang guru hanya menjawab dengan singkat.


Akhirnya guru dan murid itu sampai ke desa kecil tujuan awal mereka. Di sana tidaklah begitu ramai, rata-rata para penduduk bekerja sebagai petani dan pedagang. Sadi pun berjalan menuju ke sebuah kedai, mereka beristirahat untuk mengisi perut sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Selesai makan Bryan bersandar di kursi dan Sadi pun berjalan membayar makanannya. Bryan tanpa sengaja mendengar pengunjung kedai itu membicarakan hal yang menarik.


"Eh kalian dengar kagak ?"


"Soal para perampok itu kan ?"


"Iya, kemarin saudagar kaya yang melintasi jalan menuju ibu kota di rampok"


"Aku dengar si saudagar kaya itu tewas dan semua barang bawaannya di rampas kan ?"


"Iya, para petualang yang di utus untuk menyingkirkan perampok saja di temukan tewas"


"Bagaimana ini"


Bryan hanya mendengarkan mereka berbincang, namun tiba-tiba sang guru mendekati muridnya.


"Mari kita lanjutkan perjalanan Bryan"


"Eh baik guru"

__ADS_1


Sadi dan Bryan berjalan keluar kedai, kemudian mereka menuju ke sebuah toko senjata. Di sana terdapat banyak senjata yang membuat Bryan tertarik, namun terlihat Sadi menghampiri sang pemilik toko dan berbisik padanya. Bryan hanya memandangi sang guru yang sedang berbicara pada pemilik toko.


"Tentu saja bisa, kami memiliki semua jenis senjata. Namun jika tuan mencari senjata seperti itu, bisa saya pesankan dan kemungkinan 3 hari lagi baru sampai"


Hanya itu ucapan yang terdengar oleh Bryan. Sadi pun menghampiri sang murid, dan mengajaknya keluar dari toko. Bryan hanya menatap sang guru, banyak hal yang membuatnya penasaran namun hanya di pendam.


"Kita akan beristirahat di desa ini selama 3 hari, dan selama itu kita akan lebih meningkatkan kemampuan mu Bryan"


"Eh kenapa tidak sekalian di perjalanan menuju kota guru ?"


"Lebih baik kau memperkuat kemampuan mu di sini sebelum ke kota"


"Baiklah guru"


Terlihat wajah Bryan yang tidak setuju dengan pendapat sang guru, namun dia terpaksa mengikuti ke putusan gurunya. Akhirnya mereka menuju ke sebuah penginapan. Setelah meletakan semua barang bawaan ke penginapan, Bryan pun memutuskan untuk berkeliling desa.


"Guru aku akan pergi berkeliling desa ya ?"


"Silahkan saja Bryan, besok kita akan mulai latihan lagi"


"Baik guru"


Bryan pun berjalan ke luar penginapan, dia memutuskan menuju sebuah ladang di pinggir desa. Di sepanjang jalan Bryan hanya melihat beberapa orang.


"Meski ini hanya desa namun suasananya tidak seperti yang ku bayangkan"


"Permisi Bu"


"Iya, tuan mau beli apa ?"


"Tidak Bu, saya hanya ingin tanya-tanya"


"Ouh saya kira tuan mau membeli sesuatu"


"Hehehe maaf ya Bu, jika tidak sesuai perkiraan ibu"


"Iya tidak apa apa tuan"


"hehehe"


"Jadi tuan ini mau bertanya apa ?"


"Ouh iya, begini Bu kenapa kok di desa ini begitu sepi ?"


"Tuan bukan berasal dari desa ini ya ?"


"Hehehe iya Bu"


"Pantas saja tuan tidak tau"

__ADS_1


"Hmm memang ada apa Bu ?"


"Dulu tempat ini sangat ramai tuan, namun sebagian penduduk ini merasa kurang puas dengan penghasilan mereka. Kemudian mereka pun pergi menuju kota, namun sayangnya sampai saat ini belum ada kabar"


"Maksudnya belum ada kabar itu apa ya Bu ?"


"Belum ada kabar dalam arti mereka seperti sudah mati atau mungkin sudah betah di sana dan tidak mau pulang"


"Ouh begitu ya Bu, kalau begitu jumlah penduduk di desa ini sedikit dong ?"


"Iya ada sekitar 180 orang tinggal di desa ini, dan kebanyakan di desa ini di singgahi para petualang yang menjalankan misi"


"Hmm petualang ?"


"Iya tuan, para petualang itu kebanyakan mampir ke desa ini untuk membeli senjata, beristirahat dan membeli persediaan makan atau P3K"


"Ouh baik Bu, makasih atas infonya ya"


"Iya tuan, nggak mau minum teh dulu ?"


"Besok saja ya Bu"


"Iya tuan"


Bryan pun melanjutkan jalan berkeliling desa, setelah selesai berkeliling dia istirahat di tepi ladang. Bryan menatap ke tengah sawah terdapat sebuah boneka sawah, dia pun menggunakan kemampuannya dan mengarahkan benang mana ke arah boneka sawah. Bryan mulai berusaha menggerakkan boneka sawah dengan benangnya, sedikit demi sedikit boneka itu bergerak sesuai dengan keinginan Bryan. Boneka itu di gerakan Bryan bergerak menyerang burung yang saat itu sedang memakan jagung di ladang itu. Setelah beberapa saat Bryan pun berhenti, dia berdiri dan berjalan kembali menuju penginapan.


Ke esokan harinya Sadi dan Bryan menuju ke pinggir desa. sesampainya di lokasi betapa terkejutnya Bryan, sang guru mengeluarkan sebuah kertas.


"Untuk apa kertas itu guru ?"


"Kau akan berlatih menggerakkan kertas ini menggunakan benang mana mu"


"Maksudnya menggerakkan ke kanan ke kiri naik dan turun begitu guru ?"


Sadi hanya mengangguk, kemudian Bryan mulai memunculkan benang mana.


"Tunggu sebentar Bryan"


"Eh kenapa guru ?"


"Dengarkan baik-baik, setelah kamu bisa menggerakkan kertas ini, cobalah kamu melipat kertas itu menggunakan benang mu"


"Eh itu lebih susah guru"


"Coba lah dulu"


"Baik guru"


Sadi hanya menatap sang murid, dan Bryan pun mulai melaksanakan perintah sang guru

__ADS_1


__ADS_2