
Kaito mencoba memakai kalung milinium atem, dan tiba-tiba tubuhnya seolah terbakar karena benda itu. Kaito berusaha melepas kalung itu namun tidak bisa, seolah kalung itu menolak untuk lepas dari Kaito. Kekuatan kalung itu mulai mengalir ke seluruh tubuh Kaito, tubuhnya di mulai di selimuti kegelapan seperti kepompong. Kaito hanya bisa menahan sakit akibat benda itu dan menyebabkan dia langsung pingsan.
Saat Kaito sadar dia berada di sebuah ruangan aneh, dan terdapat 3 patung raksasa serta 1 pedang di tengah ke tiga patung itu.
"Tempat apa ini ? kenapa aneh sekali ? lalu 3 patung raksasa apa ini ?"
Kaito terus menatap ketiga patung besar itu, dia merasakan kekuatan besar dari ketiga patung itu.
"Sebuah pedang ? apa mungkin 3 patung itu berusaha merebut pedang itu ?"
Kaito berjalan mendekati pedang yang berada di tengah ke tiga patung. Belum sempat memegang pedang itu, tiba-tiba ada yang berusaha menghentikannya.
"Jangan kau sentuh pedang itu !!!"
Kaito menghentikan tangannya dan mengawasi sekeliling. Dia melihat seorang pria berjubah hitam berdiri di belakangnya. Tanpa basa basi Kaito pun langsung menggunakan mana dan menggunakan bola petir ke arah orang itu. Betapa terkejutnya Kaito lihat bola petir itu melesat menembus tubuh pria itu. Kaito hanya termenung tidak percaya dengan apa yang dia saksikan.
"Siapa kau !!!"
Pria itu hanya diam menatap Kaito, dan berjalan menuju dirinya. Kaito secara cepat tangan kiri nya langsung mengubah mana nya menjadi sarung tangan petir yang tajam seperti pedang. Kaito terus melihat pergerakan pria itu tanpa menghentikan jurusnya.
"Ku tanya sekali lagi, siapa kau !!!"
Kaito terus berteriak menanyakan nama orang itu, namun dia hanya diam dan terus mendekati Kaito. Semakin dekat langkah pria itu sampai di dekat Kaito, dan sekali lagi serangannya menembus tubuh pria itu. Kaito pun langsung menggunakan langkah kilatnya dan melompat ke belakang.
"Kenapa kau kabur anak muda"
terdengar suara pria tua itu berusaha mengajak berbicara.
"Siapa kau ? Apa mau mu ?"
Kaito menegaskan sekali lagi pertanyaannya. Sang pria itu membuka penutup kepalanya dan ternyata wajah di balik penutup kepala adalah pria yang muncul pada ingatan di lukisan rumah itu.
"Nama ku Kasim, aku hanya mau mencegah mu melakukan tindakan yang bisa membunuh mu"
Kaito hanya terdiam dan tidak percaya pria yang ada dalam lukisan itu ternyata berada di depan nya.
"Bukan kah kau sudah mati, aku melihat diri mu tewas terbakar di obor api raksasa itu"
Kasim hanya menatap Kaito dan menunduk kan kepala.
"Benar, Aku sudah mati namun roh ku masih hidup di dalam milinium puzel ini"
Kaito mulai bingung dengan arah pembicaraan mereka, dia pun mendekati Kasim.
__ADS_1
"Bagaimana bisa roh mu terperangkap di dalam milinium puzel ? bukan kah ini di kota Lama ?"
"Hahaha apa kau gila anak muda ? saat ini kau berada di dalam milinium puzel haha"
"Apaaa"
"Tidak usah terkejut seperti itu, ku lihat sepertinya milinium ini memilih mu sebagai tuannya"
"Aku makin tidak mengerti"
"Akan ku jelaskan dengan singkat, Namun kalau aku bisa"
Pria itu berjalan mendekati pedang yang menancap itu. Kemudian dia menatap ke arah ke tiga patung.
"Apa kau percaya pada dewa ?"
Kaito dengan lantang menjawab.
"tidak, aku hanya percaya pada Tuhan ku, dan jika benar ada dewa maka mereka tidak lah lebih dari ciptaan Tuhan ku"
"Begitu ya ? aku mulai paham pemikiran mu haha"
"Hmm aku yang tidak paham dengan mu kakek tua"
"Baik kamu mau meminta ku cerita dari mana anak muda ?"
"Baik lah akan ku jelaskan, namun sebelum membahas pedang itu kita akan membahas mengenai 3 patung ini"
"Baik lah kakek, cepat ceritakan"
Kasim berjalan mendekati Kaito dan kemudian menatapnya.
"Sepertinya kau sangat tertarik ya anak muda"
Kaito hanya diam dan menatap Kasim dengan tatapan seperti pembunuh.
"Baiklah, pertama ketiga patung ini adalah dewa yang kekuatannya tersegel di dalam milinium puzel"
"Tunggu berarti ke 3 patung ini sumber kekuatan ke gelapkan itu ? lalu kenapa mereka tersegel ?"
"Satu satu jika bertanya anak muda. Hmm aku akan menjawabnya, kekuatan kegelapan pada milinium puzel berasal dari pedang yang tertancap itu. Dan pedang itu pula yang menyegel cahaya dari para dewa"
"Jadi pedang itu berasal dari kegelapan yang menyegel dewa ?"
__ADS_1
"Benar sekali, namun energi kegelapan ini berasal dari dewa itu sendiri"
"Tunggu, maksud mu energi kegelapan dari dewa bukan dari kegelapan 3 raja itu ?"
"Dari mana kau tau mengenai 3 raja pemuja kegelapan itu ?"
"Aku tau dari sebuah buku di dalam ruang goa ini"
"Jadi kau bertemu pak tua Totosai ?"
"Siapa Totosai itu ?"
"Dia lah orang yang menulis buku itu"
"Maksud mu tengkorak yang duduk dalam posisi menulis itu ?"
"Apa ? jadi dia sudah mati ya, sangat di sayang kan"
"hmmm"
"Kita lanjut keterangan ku tadi anak muda. Energi kegelapan itu berasal dari energi negatif tiga dewa yang tersegel ini. Dalam kegelapan itu hanya ada rasa marah dan dendam serta keinginan untuk membunuh"
"Begitu ya, lalu apa masalahnya jika aku mencabutnya ?"
"Sabar lah dulu anak muda, aku akan menjelaskan nya nanti. Intinya dulu raja yang memakai milinium puzel ini tidak mau kekuatan dewa jatuh ke tangan orang yang salah, dia pun membuat pedang yang di beri nama pedang Hirartic untuk menyegel kekuatan ketiga dewa"
"Kenapa harus di segel kekuatan tiga dewa ? bukan kah dia raja yang hebat, dan milinium puzel pasti juga bisa membantu perdamaian"
"Kau memang tidak paham ya, sang raja sekarang sudah wafat setelah menyegel 3 dewa. Ke 3 dewa ini seperti pedang bermata dua yang siap membunuh tuannya jika mereka merasa tidak cocok"
"Membunuh tuannya ?"
"Benar sekali, jika sang dewa merasa tuan nya tidak cocok mereka bertiga akan marah dan membunuh tuannya sendiri. Itu sebabnya sang raja menyegel kekuatan itu dan membawa benda ini sampai dia mati. Namun sayang para perampok makam mengambil benda ini dan kau pasti sudah tau kan siapa para perampok makam itu ?"
"Para penduduk kota Lama ya"
"Tepat sekali anak muda, kau ternyata tanggap juga ya. Menurut pesan terakhir sang raja, siapa pun yang melepas segel dewa, dia harus bersedia menerima kutukan dewa dan menanggung kekuatan kegelapan tersegel di dalam tubuhnya"
"Bentar aku tak paham maksud tersegel di dalam dirinya"
"Maksudnya energi kegelapan akan membuat segel di tubuh orang yang mencabut pedang. Tanda segel itu akan menampung semua energi kegelapan dan kekuatan negatif 3 dewa"
"Apa itu bagian terburuknya ?"
__ADS_1
"Bukan, Bagian terburuknya adalah kau bisa menjadi manusia yang mempunyai kekuatan dari dewa dan iblis itu lah hal terburuknya"
Kaito hanya terdiam dan seolah tertusuk pedang mendengar ucapan Kasim, tubuhnya langsung gemetar.