BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Tes Sebelum Jadi Murid


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, Bryan terus mendengarkan sang guru membicarakan mengenai temannya yang pandai membuat racun. Bryan semakin ingin mempelajari medis dan pembuatan racun yang kuat.


"Apa kau tau Bryan, bahwa racun dapat di lumurkan pada senjata"


"Di dunia ku ada yang seperti itu guru, namun ku kira itu cuma omong kosong saja"


"Namun sayang nya itu bukan omong kosong di dunia ini Bryan"


"Jadi di dunia ini banyak yang menggunakan racun di setiap senjatanya ?"


"Begitulah"


Mereka terus berbicara di sepanjang perjalanan, hingga mereka tiba di pertigaan jalan. Bryan pun berhenti dan meminta sang guru mengantarnya ke tempat teman gurunya.


"Guru, tolong antar saya menemui teman guru"


Sadi terdiam menatap muridnya, yang Sadi lihat wajah sang murid begitu serius ingin mempelajarinya.


"Kita istirahat di sini dulu"


"Kenapa istirahat disini guru ? kenapa kita tidak lanjut jalan ketempat teman guru ?"


"Tidak perlu buru-buru Bryan, lagian arah ke kota dan ke tempat teman ku berbeda"


"Hmm baik lah guru"


Bryan akhirnya duduk dan menuruti perkataan sang guru. Sadi menatap ke sekeliling, dia mengeluarkan sebuah kertas dan pena dari bulu. Sadi seolah membuat sebuah pesan, dan dia mengeluarkan merpati dari dalam giok di bajunya. Pesan itu di ikat ke kaki merpati itu, dan Sadi menerbangkan merpati itu. Bryan yang bingung bertanya pada gurunya.


"Tadi itu apa guru ?"


"Itu adalah merpati pesan"


"Merpati yang membawa pesan gitu maksud guru ?"


"Tepat sekali"


Bryan hanya terdiam dan menatap ke arah merpati terbang itu. Sementara Sadi duduk manis dengan menyilangkan kedua kakinya. Selang beberapa saat datanglah sebuah monster berkepala elang berbadan kuda dengan sayap. Dan dari atas monster itu terlihat seorang pria tua dengan mengenakan jubah coklat dan rambutnya acak-acakan. Sadi hanya diam, sedangkan Bryan terkejut dan mulai waspada.


"Yoo Sadi, tak ku sangka kau akan mengirimi ku pesan"


Bryan terkejut karna pria itu mengenal gurunya. Sadi pun menatap pria itu dan langsung berdiri.


"Tak ku sangka kau mempunyai kendaraan seperti itu ya"


Pria itu menuruni kendaraannya dan memasukan hewan peliharaannya ke dalam giok nya. Pria itu menatap Sadi dan Bryan.


"Apa anak muda yang siap menyerang itu adalah murid mu ?"

__ADS_1


Pria itu menunjuk ke arah Bryan, dan Sadi pun menanggapi ucapan pria itu.


"Ya dia murid ku"


"Oh tak ku sangka, Sadi sang penjaga makam akhirnya memiliki seorang murid"


"Apa kah itu menjadi masalah untuk mu Tyo"


"Hahaha tidak juga, tapi kenapa kau mengirim surat bahwa ada orang yang mau meminta di ajari soal racun ?"


Ternyata pria itu adalah Tyo sang ahli racun yang selama ini di ceritakan oleh Sadi. Sadi mendekati Tyo dan menunjuk ke arah Bryan.


"Haaa jadi murid mu tertarik dengan racun ?"


"Dia ingin mempelajari pembuatan racun dan cara membuat penawarnya"


"Ya boleh saja Sadi, namun apa anak muda itu sanggup melalui latihan keras dari ku ?"


Sadi hanya tersenyum dan menatap Tyo dengan percaya diri.


"Tentu dia akan mampu menjalani semua latihan mu"


"Ouh kau terlalu yakin ya Sadi"


"Tentu, karena dia adalah murid ku"


Sadi hanya terdiam dan menatap Tyo, sementara Bryan bingung dengan ucapan Tyo tentang tes. Bryan pun menghampiri mereka dan bertanya.


"Tes apa yang harus ku lalui agar menjadi murid mu ?"


Tyo yang mendengar ucapan Bryan mulai tertarik dengan keberaniannya. Sadi pun menganggukan kepala untuk memberi kode kepada Tyo.


"Baiklah, aku akan memberi mu 3 tes. Karena kau murid Sadi, tak ada salahnya aku mencoba mu"


"3 tes apa itu ?"


"Tes pertama pergilah ke hutan Zahar arah menuju gubuk ku, di hutan itu cari lah madu dari monster lebah Quinbee dan bawa ke gubuk ku"


"Baik lah, akan ku lakukan. Lalu tes kedua dan ke tiga ?"


"Untuk tes ke 2 kau harus mampu sampai ke gubuk ku seorang diri, dan aku serta Sadi akan menunggu mu di gubuk itu"


"Ehh bagaimana aku bisa tau gubuk tempat tinggal mu tuan Tyo ?"


Sadi hanya diam mendengar Tyo memberikan tesnya kepada Bryan. Tyo pun berkata.


"Kau akan tau jika kau memang berniat belajar racun pada ku"

__ADS_1


"Namun hutan Zahar bukan kah luas ? dan bagaimana aku bisa tau tempat mu ?"


Sadi pun angkat bicara mendengar ucapan Bryan.


"Jika kau memang ingin belajar pada Tyo, lakukan lah yang dia ucapkan. Jangan terlalu banyak protes Bryan !!!"


Mendengar sang guru mengatakan itu membuat Bryan terdiam. Dia mulai sadar, dari tadi kebanyakan protes kepada Tyo.


"Baik lah guru dan tuan Tyo. saya akan berusaha lulus dari kedua tes anda"


Tyo dan Sadi hanya diam, kemudian Bryan menatap ke arah hutan Zahar.


"Baik lah, semangat lah anak muda. aku akan menunggu mu di tempat ku bersama guru mu haha"


Tyo pun mengeluarkan monster nya tadi, dan menaikinya. Sementara Sadi berjalan mendekati Bryan.


"Dengarlah Bryan, percaya pada hati mu sendiri untuk menyelesaikan tes ini"


"Baik guru, terimakasih atas nasehatnya"


Sadi pun berjalan dan menaiki monster yang di kendarai Tyo. mereka berdua pun berangkat pergi meninggalkan Bryan di pertigaan jalan itu. Tyo pun berkata kepada Sadi saat di perjalanan.


"Apa tidak masalah jika kau setuju dengan dua tes itu ?"


"Tidak masalah Tyo, dia pasti mampu melewatinya"


"Kau sangat percaya pada murid mu ya Sadi"


"Ya begitulah, aku sudah melatihnya dan melihat perkembangannya yang sangat pesat"


"Apakah dia juga manusia dari dunia lain ?"


"Begitulah Tyo"


"Sangat di sayang kan jika dia bukan yang terpilih kan Sadi ? jadi pelatihan mu pada nya menjadi sia-sia"


"Ya meski begitu aku berharap Bryan tidak seperti murid ku yang dulu"


"Ouh pria yang dari dunia lain itu yang tewas karena tidak mendengarkan mu ya Sadi"


Sementara itu Bryan mulai melangkahkan kakinya menuju hutan Zahar untuk menuju gubuk tempat tinggal Tyo. Di sepanjang jalan hati Bryan di liputi rasa bingung dan gelisah. Dia hanya berharap bisa melewati tes ini dengan cepat dan mudah. Bryan pun berjalan hingga sampai di depan hutan Zahar. Di depan hutan itu, Bryan bisa merasakan banyak energi yang tersebar dimana - mana.


"Apa yang harus ku lakukan ?"


Bryan merasa putus asa sebelum masuk ke dalam hutan.


"Aku tidak bisa hanya diam saja, kata guru aku harus percaya pada hati ku. Jadi aku percaya kalau aku akan menemukan sarang monster itu"

__ADS_1


Bryan tersenyum dan melangkahkan kakinya dengan penuh semangat ke dalam hutan Zahar.


__ADS_2