BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Sifat Hewan


__ADS_3

Kaito terus berjalan menuju kedalam goa dengan langkah pelan karena kehabisan tenaga setelah bertarung melawan sang ular putih. Tubuhnya yang kecapekan, dan tatapannya yang mulai kabur. Akhirnya Kaito pun memutuskan untuk istirahat sejenak untuk mendapatkan staminanya kembali.


Kaito pun duduk dan menyandarkan tubuhnya pada dinding goa, dan menatap jauh kedalam goa.


"Apakah di ujung goa ini ada jalan keluar ? atau mungkin goa ini jalan penghubung ? namun sepertinya itu tidak mungkin jika goa ini jalan penghubung"


Kaito pun menghela nafas, dan tangannya merogoh saku celananya. Yah saat Kaito merogoh sakunya, betapa dia terkejut ternyata rokoknya masih ada setengah bungkus.


"Sial, tinggal setengah bungkus doang hehe"


Kaito pun mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Dia menghisap rokoknya dan terkadang menatap dinding, atap dan juga jalan ke dalam goa. Dalam lamunannya, dia mengambil sebuah batu kecil dan kemudian mencoret-coter tanah di bawah tempat dia duduk. Kaito membuat sebuah lambang seperti menunjukan lokasinya di dalam goa. Kemudian dia menatap langit dan menghisap rokoknya lalu mengeluarkan asapnya.


"Hmmm jika di film-film di dalam goa seperti ini pasti terdapat beberapa jalan yang bercabang"


"Jika sampai aku menemukan jalan bercabang. Jalan mana yang harus ku pilih"

__ADS_1


Kaito kembali menghisap rokoknya dan menatap ke arah dalam goa.


"Apakah di dalam sana juga ada monster berbahaya seperti ular tadi ya ? emmm sial perut ku masih lapar"


Kaito yang merasa kelaparan memegang perut nya. Dia seolah tidak merasa puas dan kenyang meski sudah memakan beberapa daging ular putih tadi.


"Entahlah kenapa bisa selapar ini, padahal tadi aku sudah memakan banyak daging ular sialan tadi. Tapi kenapa sialan banget, perut ini rasanya benar-benar lebih lapar dari sebelum aku memakan daging si ular"


Yah Kaito hanya bisa menahan semua rasa lapar dan lemas pada tubuhnya. Namun di balik itu tubuhnya mengalami perubahan hal yang tidak wajar. Yah Kaito sekarang memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat, meski pun tubuhnya terluka sangat parah hanya dalam hitungan menit, tubuhnya mampu kembali pulih. Namun sayang efek samping dari dia memakan daging ular itu membuatnya lebih tersiksa. Bagaimana tidak, ternyata efek samping itu adalah rasa lapar yang luar biasa dan rasa lapar itu seolah seperti Kaito belum makan seharian.


Kaito pun berusaha meraih batu di depannya untuk kembali berdiri. Sedikit demi sedikit dia pun mulai bangun dari duduk manisnya. Akhirnya Kaito pun mampu berdiri tegak, akan tetapi jalannya masih lah terbata-bata dan pelan sekali. Kaito berjalan dengan cara memegangi dinding goa dan memegangi perutnya yang meronta meminta makan. Dalam keadaan itu, Kaito mulai kacau dia pun hanya fokus menatap jalan di depannya.


"Sial selapar apa pun aku harus terus jalan, selemah apa pun aku aku tidak boleh terjatuh dan duduk-duduk saja. Entah ada apa di depan, jika ada hewan aneh lagi aku tidak akan menahan diri lagi"


Kaito bergumam dan terus melangkah maju kedalam goa.

__ADS_1


"Yah sudah ku putuskan, jika ada hewan yang menyerang ku lagi, aku akan memakan tubuh hewan itu untuk mengobati rasa lapar ku ini"


sepanjang jalan, dia terus bergumam dan membulatkan tekadnya akan rasa lapar yang dia rasakan. Perjalanan itu serasa benar-benar menyiksa seluruh tubuhnya, yang saat ini di fikirannya hanyalah memperoleh makanan dan memakannya. Sikapnya kini seolah berubah menjadi seperti hewan yang kelaparan ingin mencari mangsa dan memakannya. Di sepanjang jalan dia hanya menatap ke depan dan tidak sedikit pun dia mencoba untuk menoleh ke kanan dan kiri.


Tiba-tiba muncul sesosok 2 kadal kecil yang menghalangi jalan Kaito. Kedua kadal itu berwarna merah dan biru, ekor dari kadal merah itu mengeluarkan api berwarna hitam sedangkan kadal berwarna biru memiliki tanda seperti petir pada bagian kepala sampai ekornya. Kaito yang melihat kedua kadal itu menghalangi jalannya, akhirnya mencoba menangkapnya. Di tambah dengan perutnya yang semakin terasa lapar, dia pun melompat ke arah kedua kadal. Sang kadal biru yang merasakan gerakan Kaito, langsung bergerak dengan cepat dan menabrakan kepalanya ke arah wajah Kaito sampai terhempas ke belakang. Tidak selesai dari serangan kadal biru, kadal merah pun menyemburkan api hitamnya ke arah Kaito dan membakar tubuh Kaito. Api hitam yang sangat panas itu membakar tubuh Kaito sampai membuat kulitnya terbakar cukup parah. Namun tidak berselang lama semua luka yang di terima Kaito kembali pulih namun rambutnya yang sebelumnya panjang kini menjadi pendek karena terkena api itu. Melihat Kaito yang sudah pulih dan menatap kedua kadal itu, tiba-tiba kadal biru itu mengeluarkan semburan seperti kilatan petir ke arah tubuh Kaito. Kaito menerima serangan itu, dan tubuhnya terasa di sambar oleh petir, banyak darah keluar dari tubuh Kaito dan tubuhnya menghitam gosong karena petir itu. Namun berkat regenerasi Kaito sekali lagi dia selamat dari kematian, dan Kaito yang menyadari proses regenerasinya menyelamatkan nya berkali-kali. Akhirnya Kaito pun langsung melompat dan menangkap sang kadal merah, kadal biru yang melihat temannya tertangkap langsung menyerang Kaito dan kadal merah juga menyemburkan api hitamnya ke arah Kaito.


Kaito pun harus menahan kedua serangan bersamaan dan tubuhnya bagaikan terasa benar-benar di hancurkan karena serangan yang dia terima. Kaito pun terjatuh dan dengan posisi terduduk, kedua kadal itu pun menghentikan serangan mengira Kaito telah mati. Namun sayang sekali saat kadal biru mendekati tubuh Kaito berjalan di depan tubuhnya dan kadal merah meronta melepaskan diri, tangan Kaito seketika langsung menangkap sang kadal biru. Kedua kadal itu akhirnya berada di tangan Kaito, semua luka yang Kaito terima mengalami proses regenerasi dan kedua kadal meronta melepaskan diri. sebelum proses regenerasi selesai, Kaito dengan lapar memakan kadal biru yang ada di tangan kirinya. Kadal merah yang melihat rekannya di makan menyerah Kaito dengan apinya. Namun belum sempat menyerang Kaito pun menghempaskan kadal merah ke dinding goa dengan keras.


Kaito terus mengunyah dan memakan tubuh kadal biru. Dengan perasaan lapar yang luar biasa dan rasa sakit yang dia terima dari dua hewan itu. Membuat Kaito tidak mempedulikan apa pun lagi, kini sifat Kaito sudah berubah seperti ular putih itu karena kelaparan. Setelah semua tubuh kadal biru habis di makan Kaito, dia langsung meraih kadal merah yang terkapar karena hantaman ke dinding goa. Kaito pun tanpa fikir panjang langsung memakan kadal merah itu sampai habis. Setelah memakan habis kadal merah tiba-tiba tubuhnya seolah terasa terbakar dan tersambar petir. Dia pun berteriak karena rasa sakit itu dan membenturkan badannya ke dinding goa.


"ahhhhhhhh sakitttt sekaliiiii"


"woahhhhhh siallll sakittt sakitttt sekaliiii tolong akuuuuu!!!!!"


Dia kesakitan karena seolah api dan petir itu menyerang tubuhnya dari dalam. Karena tidak kuat menahan rasa sakit itu akhirnya Kaito pun pingsan.

__ADS_1


__ADS_2