BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Perjalanan Keluar Goa


__ADS_3

Bryan yang sebelumnya berhasil sampai ke tempat Tyo berhasil bertemu dengan gurunya dan master Tyo. Di sana Bryan masih beristirahat sebelum akan memulai kembali latihannya. Sementara itu keadaan Kaito berbeda dengan Bryan.


Kaito mulai berjalan menuju ke arah masuk goa. Sampai depan pintu masuk kota Lama, Kaito melihat kembali ke arah kota. Dia melihat sekeliling kota yang telah hancur dan tidak berdoa untuk semua orang yang sempat hidup di sana. Perjalanan masihlah panjang, dia kembali memasuki lorong untuk menuju jalan keluar. Di jalan hawa sebelumnya yang mengganggu dia sudah hilang bersama dengan kalung milinium puzel yang di pakainya. Dia berjalan setapak demi setapak menyusuri jalannya, hingga tiba lah di bekas tempatnya memakan daging kelelawar besar.


"Tempat ini masih sama tida ada yang berubah, tulang hewan itu pun masih berserakan"


Kaito pun melanjutkan jalannya meninggalkan tempat sebelumnya hingga sampai di depan air terjun. Dia terus menatap air terjun itu dan menggunakan mana nya untuk membelah air terjun. Kemampuan Kaito dalam mengendalikan mana semakin membaik dan terlihat cukup bagus. Dia berjalan di sebelah danau tanpa menghiraukan kan danau itu. Tiba-tiba dari danau keluar sosok naga air yang menyerang Kaito. Dengan sigap Kaito menghindari serangan sang naga air. Kaito yang merasa kesal mendapatkan serangan dadakan, dia langsung membalasnya dengan serangan bola petir nya. Naga air itu terus menerus menyerang Kaito dengan semburan airnya, hingga Kaito terdesak ke dinding tembok goa. sang naga pun mulai menyerang kembali, Kaito yang terdesak menggunakan pelindung petir nya dan melesat menggunakan langkah petir nya hingga mendekati kepala sang naga. Dengan cepat Kaito menebas kepala sang naga dan membunuhnya.


Seketika darah naga itu pun membanjiri danau itu, Kaito hanya menatap warna danau yang mulai berubah menjadi merah.


"Darah naga itu sudah merubah semua warna danau, sial aku jadi haus melihat air danau itu"


Kaito pun mendekati danau itu, hanya di tengah danau yang berwarna merah sementara di tepi tidak terkena warna merah darah itu. Kaito pun mendekati tepi danau dan meminumnya, dia meminum air itu seperti orang yang tidak pernah minum air. Banyak air yang di minumnya hingga dia terjatuh di tepi danau.


"Sial aku kebanyakan meminum air di danau itu"


Dia berdiri dan berjalan mendekati dinding goa untuk bersandar. Selama bersandar di dinding goa dia menatap ke danau itu dan berkata.


"Tak ku sangka ada naga di sana, kenapa juga naga itu menyerang ku ? apa masalahnya dengan ku ?"

__ADS_1


Kaito mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakan serta menghisapnya. Dia menikmati rokoknya dengan memandang tubuh naga yang dia bunuh tadi.


"Sebaiknya tubuh naga itu ke bawa ke tepi dan ku bakar dari pada membiarkannya di danau itu"


Kaito berdiri dan menggunakan mana nya menjadi sebuah jaring petir, dia melemparkan jaring itu ke tubuh sang naga dan menariknya ke tepi. Setelah menariknya ke tepi, Kaito membakar naga itu dengan api hitamnya. Setelah semua tubuh naga hitam itu terbakar habis, Kaito menatap kembali ke arah danau. Di sana masih terlihat kepala naga itu mengambang di tepi danau, dia menghampiri kepala naga itu dan mengambilnya.


"Kepala naga ini kelihatan berbeda dari sebelumnya"


Dengan cepat dia mengambilnya dan meletakan nya di tanah tepi danau. Kaito merasakan sebuah aura berbeda ada di kepala naga itu. Dia pun menebas kepala naga itu menggunakan pisau petir nya. Kepala naga itu terbelah dan terdapat sebuah mutiara berwarna emas. Dia menatap mutiara itu dan mengambilnya, setelah mengambilnya dia menatap mutiara itu.


"Mutiara macam apa itu ? warnanya seperti emas dan memancarkan aura yang aneh"


"Aneh kenapa mutiara itu tidak memberikan dampak seperti daging hewan yang pernah ku makan"


Kaito terus berjalan hingga sampai di pertigaan jalan. Dia menatap makam pria yang dia kubur di ruang itu. Dia pun kembali berjalan menuju jalan keluar. Dia terus berjalan di sepanjang lorong itu tanpa sedikit pun menoleh ke belakang. Saat sedang santainya dia berjalan, tiba-tiba terdengar langkah yang begitu cepat dari arah depan. Kaito hanya terdiam dengan santai melangkahkan kakinya.


Tiba-tiba sebuah seekor kalajengking besar dengan capit dan ekornya menyerang Kaito. Kaito seketika mengeluarkan perisai petir nya hingga akhirnya kalajengking itu terlempar ke dinding goa.


"Apa kau mau ku makan ? Jagan menghalangi jalan ku dasar hewan besar merepotkan"

__ADS_1


Kalajengking itu pun bangkit dan menyerang Kaito dengan ekornya. Kaito hanya menghindar ke kanan dan ke kiri seperti menari. Hingga akhirnya dia berdiri tepat di atas ekor kalajengking itu.


"Jadi kau ingin ku makan ya ? baik lah akan ku turuti kemauan mu"


Kaito pun dengan cepat menggunakan api hitamnya dan membakar kalajengking itu. hewan itu meronta kesakitan, dan menabrak kan dirinya ke dinding. Kaito terus membakarnya hingga matanya mengeluarkan darah, dia seperti menangis darah karena menggunakan api hitam itu. Hewan itu pun berhenti bergerak dan Kaito menghentikan serangannya. Nafasnya begitu berat seperti menahan sakit pada matanya, seketika ekor si hewan itu langsung menyerang Kaito. Dia pun menggunakan perisai petirnya dan membuat hewan itu tak mampu menyentuhnya. Dengan cepat Kaito langsung menggunakan pisau petir dan menusuk tubuh hewan itu dengan bertubi-tubi sampai tidak bergerak lagi.


Setelah yakin lawannya mati, Kaito menebar capit dan ekor hewan itu dan memakannya. Dia hanya tersenyum dan menikmati makanannya itu. Kaito menatap tubuh hewan itu dan menatapnya dengan senyum.


"Seperti si ular putih besar itu harus berterimakasih pada ku karena telah membunuh hewan yang membunuhnya. Dan tak ku sangka dagingnya juga enak juga ya haha"


Kaito pun meninggalkan tubuh hewan itu di jalan goa itu. Dia melangkah kan kakinya dengan begitu santai menuju jalan keluar goa.


"Akhirnya aku bisa keluar dari tempat sialan ini, semoga keluar dari sini aku bisa menemukan desa atau kota untuk menikmati makanan yang lebih enak. Namun apa aku akan merasa puas jika menemukan desa setelah keluar dari sini ?"


Kaito berjalan dan berfikir apa yang harus di lakukan di luar goa.


"Sebaiknya aku mencari Bryan, mungkin dia juga ada di sekitar tempat ini. Setelah bertemu dia, aku bisa memikirkan cara mencari jalan kembali pulang"


Kaito pun berjalan dengan cepat menuju pintu keluar goa. Dia menatap ke depan dan terlihat jelas cahaya yang seolah memanggilnya untuk cepat kesana. Dia pun berlari dan akhirnya keluar dari goa.

__ADS_1


__ADS_2