
Setelah selesai memakan daging kelelawar raksasa itu, Kaito melanjutkan perjalanan menuju kota lama. Di sepanjang jalan yang Kaito lihat hanyalah gelap gulita, namun berkat bola petir nya Kaito mampu melihat dalam gelap. Entah apa yang akan menunggu Kaito di depan sana, namun yang dia tahu hanyalah di depan sana tempat tujuannya.
Semakin terasa hawa kematian dan gelap yang sangat mencekam, namun semua itu tidak menghalangi langkah Kaito. dia semakin mempercepat langkahnya, dan akhirnya keluar lah dia dari terowongan goa penghubung kota lama.
"A.....ap....apa apa an ini"
Kaito melihat kota lama yang penuh dengan tengkorak berserakan, di setiap sudut hanya ada tengkorak dan bangunan yang sudah hancur serta terdapat bekas kebakaran. Hanya api obor raksasa di tengah kota yang masih terlihat menyala dengan terang.
"Tengkorak, bekas kebakaran, dan kehancuran kota ini. Apa yang membuat hal ini terjadi ? apa kah sebuah serangan ? namun kalau serangan musuh kenapa tidak ada bekas senjata berserakan"
Kaito mulai berjalan menyusuri kota lama, selama di sana hawa mencekam dan pesarasaan yang aneh terus dia rasakan.
"Apakah obor api itu yang menyebabkan semua ini ? namun api di obor itu hanya membakar di satu tempat dan tidak mungkin api itu bisa menyebar. Lalu apa yang menyebabkan semua ini ?"
Kaito mulai berjalan mendekati obor api raksasa, dia menatap api itu dan merasa sesuatu yang aneh. Terlihat dari tempat Kaito berdiri, di tengah obor raksasa itu terdapat sebuah sebuah kalung yang terdapat sebuah piramida terbalik.
"Kenapa benda itu bisa ada di dalam obor ? sebenarnya apa yang terjadi di sini"
Pandangan Kaito mulai tertuju pada sebuah rumah yang terletak di atas tebing goa. Dari sekian rumah, hanya rumah itu yang letaknya berbeda. Kaito pun memutuskan menuju rumah itu, di sepanjang jalan dia melihat banyak tengkorak dengan posisi merangkak, dan ada juga yang posisinya terbaring.
__ADS_1
"Tengkorak - tengkorak itu seolah berusaha lari, namun lari dari apa ?"
Sampailah Kaito di tebing goa arah menuju rumah yang terus menarik pandangannya. Terlihat tangga kayu untuk menuju tempat itu sebagian sudah hangus terbakar.
"Bagaimana cara ku untuk naik ? oh benar juga aku bisa mencoba menggunakan mana dan ku kombinasikan dengan kaki ku, siapa tau aku bisa terbang hahaha"
Kaito mulai memfokuskan semua mana pada telapak kaki, kemudian dia melompat berusaha untuk terbang. Namun sayang usahanya sia-sia dia malah terjatuh dan menggelinding hingga menabrak batu.
"Sial kenapa bisa gagal ? apa aku tidak mendapat kemampuan kelelawar itu untuk terbang"
Kaito kemudian duduk dan terus berfikir sambil mengambil sebatang rokok dari sakunya. Kaito mulai menyalakan rokoknya kemudian menghisapnya dan menatap ke arah rumah di atas tebing. Kaito kembali mengingat isi buku yang sempat di bacanya.
Kaito pun berdiri, semua mana di pusatkan ke telapak kaki dan kemudian mengubahnya menjadi petir. Kaito pun berlari menuju dinding tebing, dan benar seperti dugaan nya. 1 langkah Kaito bisa mencapai dinding tebing, dia pun melompat namun kepala Kaito terbentur atap goa. Dia terjatuh dan membentur tanah, dia hanya terbaring di tanah dan memandang atap langit.
"Langkah ku memang menjadi cepat, namun bagaimana cara ku mengontrolnya agar tidak seperti tadinya. Hmm kalau misal ku coba langkah dan lompat zig zag mungkin aku bisa mencapai tempat itu"
Kaito pun berdiri dan mengambil persiapan, dia pun melangkah dan melompat secara zig zag hingga mampu sampai di rumah itu. Terlihat pintu rumah itu masih begitu bagus, dan bagian-bagian rumah juga hanya ada bekas terbakar sedikit.
"Mungkin kah api yang membakar tempat ini tidak sampai pada rumah di atas tebing ini ?"
__ADS_1
Kaito pun membuka pintu rumah itu dan menemukan sebuah ruangan kosong. Di setiap sudut ruangan tidak sedikit pun terdapat benda seperti perabotan rumah. Dia terus menyusuri dalam rumah itu, mata nya tertuju pada sebuah lukisan piramida terbalik.
"Lukisan itu, mirip sekali dengan benda yang ada di dalam obor api besar itu. Apakah ini kebetulan, atau mungkin benda itu milik orang di dalam rumah ini ?"
Kaito mencoba memegang lukisan itu, tiba-tiba cahaya muncul dari lukisan itu. Seolah menonton bioskop, Kaito melihat kejadian yang menimpa kota lama yang menyebabkan kerusakan parah. Kaito yang melihat itu tiba-tiba tersenyum seperti takut.
"Hehehe sial, apa apaan tadi itu. Jadi seperti itu kejadiannya, aku turut berduka atas kematian penduduk disini. Namun tak ku sangka hanya karena benda itu bisa menyebabkan kota ini hancur"
Ternyata kota lama ini hancur di karena kan kekuatan benda yang berbentuk piramida terbalik itu. Kekuatan benda itu meracuni setiap pemakainya, dan memaksa pemakainya untuk melakukan bunuh diri dan tersiksa dengan kekuatan dari kalung piramida terbalik itu. Setiap orang yang memakainya selalu tersiksa dan tewas. Setelah banyak korban berjatuhan, datang lah seorang berjubah hitam dan mengambil kalung itu. Pria itu berkata kepada para penduduk.
"Ingatlah, kalung milinium puzel ini telah tersegel kekuatan kegelapan dan cahaya. Siapa pun pemakainya akan tersiksa dan tewas jika tak mampu menerima kekuatan itu. Oleh karena itu aku akan membakar milinium puzel ini bersama diri ku"
Sesaat setelah pria itu terjun ke obor api, milinium puzel bercahaya dan menyebabkan api itu menyebar dan membakar seluruh kota bersama orang-orang yang tinggal di kota lama. Namun sebelum sang pria berjubah itu melompat ke api, dia sempat mengaktifkan sihir perekam dari rumah di atas tebing itu.
Setelah Kaito mengetahui fakta itu, dia keluar dari rumah di atas tebing dan menatap ke arah obor api raksasa itu. Kaito pun menggunakan kemampuan api hitam dari mata kanannya untuk membakar obor api raksasa itu. Obor api itu pun terbakar api hitam, seolah obor raksasa itu di telan oleh api hitam Kaito. Setelah Kaito yakin obor api raksasa itu sudah padam, Kaito menghentikan api hitamnya. Mata kanan Kaito mengeluarkan darah yang mengalir karena terlalu lama menggunakan api hitamnya. Ya bagai pedang bermata 2, kemampuan api hitam Kaito berdampak negatif dan menyebabkan matanya mengeluarkan darah. Setelah api hitam berhenti, Kaito pun melesat menuju bekas obor api raksasa itu. Sampai disana betapa terkejutnya Kaito melihat milinium puzel tidak tidak di telan oleh api hitamnya.
"Apa-apaan benda itu ? namun, aku jadi ingin mencoba memakainya"
Kaito pun mengambil milinium puzel, dia merasa kekuatan yang sangat kuat berasal dari benda itu. Tangan Kaito bergetar memegang benda itu.
__ADS_1