BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Melawan atau Mati


__ADS_3

Sadi dan Bryan mulai merasakan kehadiran 5 mutan berada di sekitar mereka. Terdengar dengan jelas suara langkah kaki dari 4 arah, Sadi hanya diam dan Bryan mulai gemetaran ketakutan.


"Apa yang akan kau lakukan ?"


"Aku tak tahu, tu tubuh ku rasanya gemetar takut"


"Ingat baik-baik Bryan, disini jika kau tak berani menyerang atau bertahan berarti kau pasrah akan kematian. Namun jika kau masih mau melawan dan bertahan berarti kau masih ingin hidup"


"hmmm.........."


Mendengar ucapan Sadi membuat ketakutan Bryan semakin memuncak, dia bisa merasakan kakinya gemetar menompang nadanya yang besar. Sadi menatap Bryan yang ketakutan dan tidak bisa bergerak. Melihat hal itu Sadi pun berkata.


"Larilah Bryan, aku akan menjadi umpan agar mereka mengikuti ku"


Mendengar ucapan Sadi membuat ketakutan Bryan sedikit berkurang, dia melihat Sadi mulai menaiki batu di tengah sabana dan berdiri di atas batu itu.


"Apa yang kau lakukan ?"


"Aku akan menjadi umpan mereka dan melawannya"


"Apa kau sudah gila ?"


"hmmmm"


Sadi hanya diam dan berdiri bagai patung diatas patung itu, sedang kan Bryan mulai merangkak menjauh dari Sadi.


"Jika kau takut, berarti kau sudah siap untuk mati ya ?"


Pertanyaan Sadi membuat langkah Bryan terhenti. Bryan merasa seperti sampah yang tega meninggalkan orang baik yang sudah mau membagi makan dan minumnya sendirian menghadapi para mutan.


"Jika kau mau pergi, pergilah Bryan. Namun aku tidak menjamin kalau kau akan tetap hidup"


Setiap kata yang keluar dari mulut Sadi membuat Bryan menjadi seperti sampah tidak berguna. Bryan yang hanya bisa diam menatap Sadi yang berdiri tegar di atas batu. Semakin lama langkah para mutan itu semakin terdengar jelas.


"errr auwwww"


Suara aungan seolah menggema ke seluruh penjuru sabana. Dengan begitu cepat dan tanpa di sadari Bryan 1 mutan telah muncul dan berdiri tepat di depan Sadi berusaha untuk menyerangnya. Bryan yang melihat sosok mutan itu langsung menutup matanya, dan terdengar suara.


"Clingg Srett"


"Err arrrrwww"

__ADS_1


Bryan yang ketakutan hanya bisa menutup matanya, dan suara itu terdengar sangat jelas. Suasana menjadi hening, yang sebelumnya di penuhi suara aungan dan sayatan sekarang hanya meninggalkan keheningan. Bryan pun memberanikan diri untuk membuka matanya. Dan saat matanya terbuka, betapa terkejutnya Bryan menyaksikan potongan tubuh para mutan berserakan di dekat batu dimana Sadi berdiri. Bryan hanya terdiam melongo melihat hal yang mengejutkan di depan matanya. Dia melihat dengan jelas, sebuah benang kawat terlihat keluar dari jari-jari Sadi dan menghilang bagai sebuah ilusi mata.


"A,,,Apa yang terjadi ?"


Bryan menatap sekeliling Sadi dan dia pun merasa heran dengan semuanya.


"Aku telah membunuh para mutan, kau bisa melihatnya kan ?"


"iya terlihat jelas banya mayat mutan yang terpotong menjadi 2"


"ouh begitu ya"


"iya, namun kenapa dari jari-jari mu tadi keluar benang kawat Sadi ? dan kemana benang kawat-kawat tadi hilang"


Sadi hanya terdiam, dan menatap Bryan, dia kemudian turun dari batu itu. Tak berselang beberapa lama tiba-tiba muncul 1 mutan dari belakang tubuh Bryan. Sadi yang menyadari itu bergegas untuk menyelamatkan Bryan, namun mutan itu sudah mulai menyerang Bryan. Dengan reflek yang cepat Sadi menggunakan benang kawatnya dan melemparkan Bryan ke samping kanan. Bryan berhasil lolos, dan dia pun berbalik. Betapa terkejutnya Bryan melihat sosok monster mutan berkepala serigala berbadan manusia dengan kaki dan tangan mirip serigala menatapnya dengan tatapan lapar. Sadi yang berhasil memindahkan Bryan lalu berusaha menyerang mutan menggunakan kawatnya. namun sayang serangan Sadi gagal mengenainya dan mutan itu membalas menyerang Sadi. Sadi secepat angin mengubah kawatnya menjadi sebuah perisai yang tak mampu di tembus oleh cakar sang mutan. Bryan yang melihat itu hanya terbaru dan tak bisa bergerak. Ya Bryan merasakan ketakutan setelah melihat dari dekat wujud mutan itu.


Bryan berusaha melangkah kan kaki, namun sayang langkah kaki Bryan terdengar oleh sang mutan yang tengah sibuk menghancurkan perisai Sadi. Tanpa di sadari Sadi dan Bryan sang mutan bergerak dengan cepat dan berada di depan Bryan berdiri.


"A,,,,,ap,,apaan dia, d,,d,,dia dalam sekejap berpindah kedepan ku"


lalu mutan itu pun mengarahkan cakarnya ke arah Bryan yang sudah tidak bisa bergerak karena takut. Bryan hanya terdiam saat cakar sang mutan mulai mendekati wajahnya. Tiba-tiba saja reflek dari Bryan membuatnya mampu menghindari cakaran itu. Sang mutan pun kembali berusaha menyerang Bryan, namun berhasil di hindari lagi. Sadi yang melihat itu langsung berusaha menyerang sang mutan. Serangan Sadi tepat dan berhasil melilit tubuh mutan itu, dan Bryan berhasil lolos dari Kematian berkat reflek alaminya. Tubuh sang mutan sudah tidak bisa bergerak karena kawat Sadi yang melilitnya dengan kuat. Sadi pun menarik kedua tanganya dan tubuh mutan itu pun terpotong menjadi ukuran kecil-kecil. Bryan yang menyaksikan itu seketika langsung merasa mual melihat potongan kecil-kecil tubuh sang mutan.


"Apa kau tidak apa ?"


"Syukurlah kalau begitu"


Bryan hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Sadi menatap Bryan dan dia duduk di atas batu tempat dia membatu tadi.


"Bryan kau memiliki reflek yang bagus ya"


"Eh jujur saja Sadi, aku tak tahu yang terjadi. seolah tubuh ku tadi di gerakan untuk menghindari semua serangannya"


Sadi hanya tertegun bingung, dan Bryan pun duduk. Sadi merasa ada yang aneh dari Bryan. Sadi pun menatap Bryan dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Hei Bryan"


"Apa ?"


"Kenapa kau tadi tidak kabur saat para mutan menyerang ? bukankah kau takut ?"


Bryan hanya tertunduk dan menghela nafasnya.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu Sadi, tubuh ku merasa takut namun setelah mendengar ucapan mu hati ku memaksa ku untuk tidak pergi"


"Jadi begitu ya"


"Apa ada yang salah Sadi ?"


"Tidak, semuanya wajar"


"Maksud kau ?"


"Ya semuanya wajar saja saat tubuh dan hati mu tidak sincron, mungkin secara tidak langsung tubuh mu menolak perintah otak mu sehingga kau tidak bisa melarikan diri"


"Iya itu mungkin saja"


Bryan melihat ke atas langit, dan bergumam.


"Andai saja aku memiliki kekuatan seperti mu, pasti aku tidak akan takut Sadi"


"Hmmm"


"Ya kekuatan seperti itu sudah cukup untuk menjaga diri saat di hutan atau aku sedang di serang"


"Apa kau menginginkan kekuatan seperti aku Bryan ?"


Bryan terdiam dan menoleh menatap Sadi.


"Jika di perbolehkan aku juga ingin menjaga diri dengan kekuatan ku"


Sadi yang mendengar jawaban Bryan langsung tersenyum.


"Apa kau mau pergi dengan ku Bryan ?"


"Jika kau izinkan aku akan ikut dengan mu Sadi"


"Jika itu keputusan mu, kita akan berpetualang"


Bryan yang mendengar ucapan Sadi pun merasa senang.


"Kau akan menjadi Murid ku selama kita berpetualang, apa kau mau Bryan ?"


Tanpa berfikir panjang Bryan pun mengiyakan tawaran Sadi. Sadi yang mendengar jawaban itu merasa senang.

__ADS_1


"Baiklah mari kita berangkat Bryan"


__ADS_2