
Akhirnya Bryan memutuskan mengikuti Sadi dan menjadi muridnya. Di sepanjang perjalanan, Bryan menceritakan jati dirinya bahwa dia tidak berasal dari dunia ini. Sadi yang mendengarkan penjelasan Bryan mulai menunjukan ekspresi terkejut dan dia mengingat sesuatu yang penting. Bryan dan Sadi berjalan menuju ke utara, tepatnya menuju ke wilayah kerajaan Visitor. Sepanjang perjalanan Bryan di berikan arahan dan pelatihan mental oleh Sadi. Setelah lama berjalan mereka pun berhenti dan istirahat di bawah pohon besar berdekatan dengan sungai.
"Bryan"
"Ya Guru"
"Kau bilang, kau bukan dari dunia ini ? Dan kau terpental kesini oleh angin ?"
"Ya begitulah guru"
"Jadi kau terpental kedunia ini bersama teman mu kan ?"
"Iya, namun saat aku sadar. Aku sendirian di sabana ini"
"Jadi begitu"
Sadi memegang dagunya dan memandang muridnya itu, dia teringat akan pesan leluhur para penjaga makam raja.
"Apa kau tau Bryan"
"Guru tidak cerita apa-apa, jadi aku tidak tau"
"Baiklah, aku akan menceritakan sesuatu yang ku tahu. Dahulu para leluhur ku adalah para penjaga makam raja-raja terdahulu. Kami mendapatkan tugas khusus untuk menjaga makam raja dari para penjarah makam. Namun semua berubah semenjak dunia ini memasuki masa damai"
"Berubah dalam arti apa guru ?"
"Ya dulu kami para penjaga makam dilarang keras meninggalkan makam. Pagi siang malam kami harus selalu menjaga makam para raja terdahulu"
"Kenapa mesti di jaga ? Lagian apa yang mau dijarah para perampok di makam raja ?"
"Hahaha benar di makam itu memang isinya hanya mayat. Namun apa kau tau Bryan ? Di dunia ini makam para raja memiliki sebuah ruang rahasia yang berisikan benda-benda berharga dari raja terdahulu. Semua benda itu di kumpulkan menjadi satu dan di letakan di ruangan khusus bersebelahan dengan makam para raja"
"Lah memang benda apa sampai ada orang yang mau mencurinya ?"
"Ada bermacam-macam jenis Bryan, salah satunya adalah emas dan senjata-senjata serta buku rahasia para raja"
"Owh begitu guru"
Bryan yang fokus mendengarkan penjelasan gurunya, sedikit demi sedikit mulai mengurai informasi yang ada di dunia ini. Bryan menatap gurunya, dan bertanya.
"Lalu kenapa sekarang guru bisa keluar dari makam ? Apa guru di usir ? Atau guru sedang mengejar para perampok makam itu ?"
Bryan merasa heran menyadari tugas sang guru, namun saat ini sang guru malah bisa berada di luar makam para raja. Sadi pun menatap langit dan berkata.
"Aku bisa keluar dari makam para raja karena 3 alasan"
"Alasan ? Lalu apa alasannya guru ?"
"Kau begitu semangat ingin tau ya Bryan ?"
"Tentu saja guru, ini bisa menjadi pembelajaran buat ku"
Sadi pun menatap Bryan yang sedang semangat, dan dia pun mengusap rambut muridnya itu.
"Dengarlah Bryan, selama kami menjadi penjaga makam. Begitu banyak hal yang kami lewatkan, termasuk masalah di dunia luar"
__ADS_1
"Lalu"
"Ya dahulu sempat terjadi pertarungan besar di dunia ini yang menyebabkan kegelapan meliputi dunia selama 1 bulan"
"A....aapa kau serius guru ?"
"Begitulah, dulu ada 3 raja yang menjalin kontrak dengan kegelapan sehingga mereka ber3 mendapatkan kekuatan terkuat. Dengan kekuatan besar itu ke3 raja berusaha menaklukkan semua kerajaan di dunia ini untuk tunduk pada mereka. Hampir semua wilayah sudah menjadi daerah kekuasaan mereka, dan semenjak mereka memimpin kegelapan pun mulai menyelimuti tempat yang menjad kekuasaan mereka"
"Ituu benar-benar gila, melakukan kontrak dengan kegelapan dan hanya bertujuan menaklukan dunia, aku tak menyangka ada kejadian seperti itu guru"
"Yah itulah kenyataannya. Di planet Zero ini terdapat 4 benua besar yang di kuasai oleh masing-masing raja yang terkuat. Ketiga raja yang membuat kontrak dengan kegelapan adalah 3 raja dari benua barat. Hampir seluruh wilayah benua barat di kuasai mereka ber 3. Namun tanpa di sadari ketiga raja itu, dari 3 benua terdapat 7 raja yang berkumpul dan membahas cara menaklukan ke 3 raja itu untuk mengembalikan ke damaian dunia ini. Alhasil ke 7 raja itu menciptakan 7 benda yang di sebut milinium atem. Dengan bantuan ke 7 milinium atem itu mereka berhasil mengalahkan 3 raja serakah itu dan menyegel kekuatan kegelapan serta buku mengenai perjanjian kegelapan ke dalam tugu batu di pulau tengah perbatasan ke 4 benua ini"
"Berarti dunia Zero ini sudah aman kan guru ?"
"Ya begitulah Bryan, namun...."
"Namun apa guru ?"
Sadi pun berdiri dan menatap langit dan nada suaranya pun berubah menjadi sedikit cemas.
"Namun sebelum ketujuh raja itu meninggal, mereka berpesan bahwa kelak saat segel kegelapan itu terlepas akan muncul orang-orang dari dunia lain ke dunia ini. Namun banyaknya orang-orang dari dunia lain yang terkirim kedunia ini hanya akan ada 7 orang yang di pilih oleh milinium atem. Dan sampai milinium atem menemukan pemilik barunya, kami para penjaga makam di minta untuk keluar makam dan menjaga serta mencari pemilik baru milinium atem ini"
"Lalu, apakah guru sudah menemukannya ?"
"Sudah selama 3 bulan aku berkelana mencari tuan baru untuk milinium atem, namun tidak ada seorang pun yang di pilih"
"Lah kenapa tidak asal guru berikan pada seseorang ?"
"Kau tidak mengerti betapa mengerikannya ke 7 milinium atem itu Bryan"
"I....itu kotak apa guru ?"
"Di dalam kotak ini terdapat 1 milinium atem yang di serahkan kepada ku untuk dijaga sampai benda ini menemukan tuannya"
Bryan hanya terdiam, dia terus merasakan sebuah aura kuat yang terus menariknya dari dalam kotak itu. Bryan yang bingung tidak mau sedikit pun berusaha menanyakan kepada gurunya.
"Ada apa Bryan ?"
"Tidak ada apa-apa guru"
"Apa kau yakin Bryan ?"
Bryan hanya terdiam, seolah mata dan tubuhnya seperti di tarik oleh kotak itu. Sadi pun memasukan kotak itu kembali kedalam sakunya. Setelah kotak itu masuk ke dalam saku Sadi, tubuh Bryan pun kembali seperti semula, perasaan yang kuat dan menarik tubuhnya menghilang bersamaan dengan kotak itu masuk ke dalam saku Sadi.
"Guru, apa yang terjadi jika orang yang tidak di pilih milinium atem menggunakannya ?"
Pertanyaan Bryan membuat Sadi terkejut dan merasa heran. Sadi pun menatap Bryan dan melihat tatapan dia di penuhi kegelisahan.
"Kenapa kau ingin tau ?"
"Aku hanya ingin tahu guru"
Sadi pun menghela nafas kemudian duduk di depan muridnya itu.
"Siapa pun yang tidak di pilih dan menggunakan milinium atem ini maka dia akan mati di telan oleh kekuatan benda itu"
__ADS_1
"Di telan dan mati ?"
"Iya, pernah dulu ada yang berusaha mencuri benda ini, namun orang itu hanya melihat dan belum sempat menyentuhnya"
"Lalu apa yang terjadi ?"
"Orang itu mati sebelum sempat menyentuh benda ini, aku bisa merasakannya saat ini aura dari benda ini melilit tubuh orang itu dan menghisap aura kehidupannya"
Bryan yang terkejut mendengar penjelasan gurunya pun kemudia menatap telapak tangannya dan membayangkan jika dia mati karena benda itu. Sadi yang melihat gelagat aneh pada Bryan lalu memintanya untuk mengambil air. Bryan pun pergi ke sungai dekat tempat mereka istirahat. Sadi pun mengamati sekitarnya dan menutup matanya. Bryan yang mengambil air melihat gurunya bersandar dan menutup mata, kemudian bergegas mengambil air dan kembali ketempat gurunya. Sesampainya di tempat gurunya Bryan meletakan bambu tempat air itu di atas batu depan gurunya yang tertidur. Bryan pun diam-diam berjalan menuju tepi sungai dan mengambil air dengan bathok kelapa. Setelah bathok kelapa terisi air, dia meletakan sehelai daun rumput di dalam bathok kelapa yang terdapat air itu. Bryan duduk menyilang kan kakinya dalam posisi semedi dan memegang bathok kelapa yang berisi air dengan sehelai daun dengan kedua tangannya kemudian dia pun menutup mata dan berkonsentrasi seperti yang gurunya katakan di latihan sebelumnya. Inti dari latihan Bryan adalah untuk meningkatkan konsentrasinya dan memperkuat Indra pendengaran dan perasanya. Selama Bryan menutup matanya, Indra pendengaran Bryan mampu mendengar segala hal di sekitarnya. Dia mendengar sebuah air mengalir, hembusan angin, sampai suara hewan kecil yang melompat di atas rumput.
Setiap kali Bryan tidak konsentrasi air di dalam bathok kelapa itu selalu terombang ambing dan selehai rumput itu juga ikut terombang ambing. Setiap kali Bryan gagal dalam latihan dia selalu mengulanginya terus menerus. Hingga tiba-tiba dia merasakan hawa keberadaan seseorang dekat dengannya, suara langkah kakinya pun juga semakin mendekat. Bryan sedikit demi sedikit mulai memproyeksikan apa yang dia dengar ke dalam bentuk gambar. Saat suara itu makin mendekat, Bryan pun membuka mata dan berbalik melempar bathok kelapanya itu.
"Byurrr"
Ternyata suara dan hawa keberadaan yang di rasakan Bryan berasal dari hewan rusa yang ingin minum di sungai. Spontan sang rusa yang kaget pun langsung berlari pergi dan menendang Bryan sampai jatuh kedalam sungai.
"Byurrr"
Mendengar suara itu Sadi pun membuka mata dan tertawa terbahak-bahak. Yah Bryan terlihat basah kutub saat keluar dari dalam sungai. Bryan merasa malu di tertawa kan oleh gurunya itu.
"Kau benar-benar harus berlatih ulang Bryan, bagaimana bisa rusa mau minum kau kira orang hahaha"
Mendengar jawaban sang guru, membuat wajah Bryan makin memerah.
"Guru, aku kan terlalu konsentrasi jadi aku kira rusa tadi itu 2 orang penyusup yang ingin menyerang ku"
"Hahaha ya 2 orang, namun ternyata salah kan Bryan haha"
"I...iya guru"
"Memang terdengar seperti langkah dua orang namun sebenarnya itu hanyalah langkah rusa. Kau harus lebih memperdalam kemampuan mendengar dan memproyeksikan sekitar mu"
"Baik guru"
"Sudah sana kau buat api lalu keringkan baju mu"
"Lah... Lalu saya pakai baju apa guru ?"
"Kau gunakan daun-daun itu untuk menutupi tubuh mu sampai baju mu kering"
Sadi pun memiringkan daun menggunakan kemampuannya. Setelah itu Bryan pun menjemur bajunya dan membuat api. Sementara Sadi berjalan menuju sungai tempat Bryan tadi berlatih.
Sadi mengamati sekitar tempat itu, dan betapa terkejutnya Sadi melihat bathok kelapa itu terbelah menjadi dua.
"Bentuk belahan ini bukan karena di injak atau pun karena hantaman kepala rusa. Belahan ini terlihat seperti potongan sebuah benang yang halus"
Sadi pun berdiri dan mengamati tempat rusa tadi menendang Bryan, dan seperti dugaannya. Sadi menemukan potongan kecil dari tanduk sang rusa.
"Apakah mungkin Bryan memiliki kemampuan yang sama dengan ku"
Sadi pun menatap Bryan yang tengah berusaha membuat api unggun.
"Mungkin dia bisa menguasai kemampuan ku"
Sadi pun berjalan menuju pohon besar tempat dia tidur. Sadi pun berteriak kepada Bryan setelah bajunya kering mereka akan melanjutkan perjalanan.
__ADS_1