
Bryan mulai berjalan memasuki hutan Zahar, disana terlihat jelas hutan itu di penuhi dengan pohon besar dan lebat. Bryan terus melangkahkan kakinya mencari sarang dari Quinbee untuk mengambil madunya. Bryan terus melangkah kan kakinya, dia menatap ke kanan dan kiri namun yang dia lihat hanya semak-semak dan pohon besar. Bryan yang capek dan tidak tau harus mencari kemana lagi akhirnya memutuskan berhenti dan duduk di bawah pohon.
"Kemana lagi aku harus mencari madu itu"
Bryan menatap ke atas pohon, dan dia melihat begitu banyak kepompong yang bergelantung di pohon. kepompong itu berbeda-beda, ada yang berwarna hitam, kuning, hijau, dan putih. Bryan hanya memperhatikan kepompong itu, dan mengingat saat Tyo mengeluarkan sebuah monster dari giok nya. Dia juga teringat saat gurunya bercerita tentang hewan peliharaan. Bryan pun terfikir sebuah ide untuk menangkap 1 kepompong itu untuk di jadikan hewan peliharaannya.
"Sebaiknya ku coba tangkap 1 monster itu untuk ku jadi kan peliharaan ku, siapa tau setelah itu aku bisa mendapatkan madu Quenbee"
Bryan pun berdiri dan menatap keatas dan tiba-tiba sebuah burung raksasa mengambil 1 kepompong itu. Burung besar itu menukik dengan cepat dan mengambil kepompong itu dengan kakinya. Bryan seketika melihat itu langsung mengeluarkan benang mana dan dia kaitkan pada ke pompong yang di cengkram burung itu. Burung itu mengenakan sayap nya untuk pergi, sedangkan Bryan terus menarik kepompong agar lepas dari cengkraman burung.
Tarik menarik terjadi di antara mereka berdua, karena burung itu tidak mau melepaskan kepompong. Bryan pun menatap kesekeliling dan menggunakan tangan kirinya mengeluarkan benangnya di kaitkan pada sebuah kayu. Kayu itu kemudian di lemparkan ke arah burung itu, sehingga ke pompong itu pun terlepas dan di tarik ke arah Bryan. Kepompong itu akhirnya aman di tangan Bryan, namun burung itu tidak tinggal diam. Dia akhirnya menyerang Bryan dengan paruhnya, Bryan terus menghindari serangan itu dan berlari ke dalam hutan dan bersembunyi di semak-semak. Burung itu terlihat jelas terbang di atas pohon-pohon mencari mangsanya yang di curi. Bryan yang bersembunyi di semak-semak terus mendekap kepompong itu agar tidak lepas.
Burung itu pun pergi karena gagal menemukan keberadaan Bryan. Burung itu terbang pergi, Bryan pun keluar dari tempat sembunyi. Kemudian tiba-tiba ke pompong itu mengeluarkan cahaya yang cerah, dan mulai retak sedikit demi sedikit. Bryan pun meletakan kepompong itu di tanah, dan kepompong itu pun berubah menjadi sebuah kupu-kupu dengan sayap berwarna emas yang sangat indah. Bryan pun terpesona menatap keindahannya itu, lalu kupu-kupu itu terlihat jelas mendekati Bryan. Kupu-kupu itu memutari tubuh Bryan seperti bertemu dengan induknya. Bryan pun merasakan energinya mengalir pada kupu-kupu itu. Bryan teringat pada perkataan sang guru jika ingin menjadikan monster sebagai hewan peliharaan harus mampu memberikan mana kepada monster itu. Dan ternyata Bryan tanpa sengaja memberikan kepompong itu mana nya saat dia memeluk erat.
__ADS_1
Bryan teringat saat sang tuan Tyo memanggil dan menyimpan monster nya ke dalam giok. Bryan pun memegang kupu-kupu itu dan berkata.
"Nama mu sekarang adalah Fly, dan mau kah kau menjadi peliharaan ku ? jika kau memang mau hingga lah di giok ku ini"
Bryan mengangkat tangan kirinya, dan kupu-kupu itu pun langsung hinggap di tangan Bryan. Tiba-tiba kupu-kupu itu pun masuk ke dalam giok, Bryan langsung menurunkan tangannya dan menatap giok nya. Wajah Bryan tersenyum senang karena berhasil mendapatkan hewan peliharaan. Karena hal tadi membuat Bryan sempat lupa dengan tesnya. Seketika saat Bryan teringat tesnya, dia pun langsung berjalan mencari keberadaan madu itu. Bryan terus berjalan hingga tiba di tengah hutan, di sana terdapat sebuah pohon besar yang berada di tengah hutan. Bryan memanggil Fly keluar untuk terbang mencari keberadaan madu itu. Fly pun terbang dan Bryan menunggunya kembali. 30 menit berlalu Fly pun kembali ketempat Bryan. Terlihat Fly meminta Bryan mengikutinya, tanpa berfikir panjang dia pun mengikuti Fly. Sampai lah Bryan di sebuah tempat yang membuatnya terkejut, Fly pun langsung hinggap di kepala Bryan. Terlihat sebuah sarang lebah raksasa dan di jaga begitu banyak lebah di sekitar sarang.
"Bagaimana cara ku untuk masuk kesana ?"
Terlihat sangat jelas boneka milik Bryan terus menerus menerima serangan. Bryan yang baru pertama mencoba menggunakan senjata itu masih terlihat kewalahan. Tiba-tiba Fly seketika terbang menuju ke dalam sarang itu saat para lebah sedang sibuk menghadapi ke dua boneka milik Bryan. Boneka milik Bryan terus menerima serangan dari lebah penjaga itu.
"Sial boneka ini lebih susah di gunakan ternyata"
Terlihat gerakan dan serangan boneka itu begitu kacau sampai menyebabkan para lebah mampu membuat boneka itu mulai rusak. Bryan pun seketika langsung menarik ke 2 bonekanya untuk mundur. Namun para lebah itu tidak membiarkan nya, dan terus menyerang kedua boneka itu. Tanpa Bryan sadari Fly terbang keluar dari sarang lebah itu dan kembali kepada Bryan.
__ADS_1
"Ada apa Fly ?"
Fly hanya terbang di atas Bryan seolah memberi kode untuk pergi dari tempat itu. Namun karena para lebah terus menyerang boneka Bryan, dia tidak bisa kabur. Fly pun langsung mengepak kan sayap nya dan keluar sebuah angin kencang yang membuat para lebah terhempas. Bryan pun langsung menarik bonekanya kembali, dan memasukan nya ke dalam giok. Bryan pun kabur bersama Fly meninggalkan tempat para lebah itu.
Bryan terus berlari dengan cepat, dan sampai lah mereka di pohon besar tempat Bryan tadi menunggu. Nafas Bryan terasa sesak karena terus berlari dengan cepat. Akhirnya Bryan pun terduduk karena lelah, Fly pun hinggap di kepala Bryan dan mengeluarkan sebuah madu dari mulutnya. Bryan yang menyadari itu langsung mengeluarkan botol dan Fly memasukan semua madu yang dia ambil ke dalam botol.
"Ternyata kau sigap juga ya Fly ? saat aku sibuk, ku diam-diam mengambil madu mereka haha"
Setelah semua madu di keluarkan ke dalam botol. Bryan tersenyum puas dengan hasil yang dia dapat.
"Makasih Fly. Baik lah mari kita lanjut perjalanan"
Bryan pun berdiri dan mulai berjalan di ikuti Fly yang terbang dan hinggap ke kepala Bryan. Tujuan selanjutnya dari Bryan adalah tes ke 2 menemukan tempat tinggal sang Tyo.
__ADS_1