
Bryan pun melanjutkan perjalanan untuk menemukan tempat tinggal sang Tyo bersama dengan hewan peliharaan nya yang bernama Fly. Hari semakin malam, dan Bryan pun memutuskan untuk berhenti di tepi danau. Bryan mencari kayu bakar dan membakarnya untuk di jadikan api unggun.
Setelah api unggun menyala, terlihat Fly seperti lapar. Bryan pun mengeluarkan makanan yang dia simpan di dalam giok, Bryan memberikan setengah rotinya kepada Fly, namun roti itu tidak dimakan olehnya. Bryan bingung melihat tingkah Fly yang tidak mau memakan roti itu. Bryan pun memakan rotinya dan menatap peliharaan nya yang tidak mau memakan rotinya. Lalu Bryan memegang kepala Fly dan bertanya.
"Apa yang mau kamu makan Fly ?"
Fly pun terbang ke langit dan menukik ke pohon, dia kembali membawa sebuah benang. Bryan yang melihat itu langsung sadar jika hewan peliharaan nya hanya mau memakan benang. Bryan pun mengeluarkan benang mana nya dari tangan kanan dan Fly langsung memakan benang mana itu. Bryan menatap hewan peliharaannya begitu senang memakan benang itu. Setelah mereka berdua selesai makan, Fly pun terbang ke atas kepala Bryan dan kemudian tidur. Bryan hanya tertawa melihat Fly yang tidur di atas kepalanya. Bryan menatap api unggun dan bergumam.
"Untung aku mendapat kan hewan peliharaan, jadi aku tidak merasa kesepian di malam ini. Namun bagaimana cara ku menemukan rumah Tyo itu ?"
Bryan yang bingung lalu menatap giok nya.
"Senjata yang guru berikan pada ku bernama Bone namun aku masih belum bisa menggunakannya dengan baik. Jika Fly tidak mengambil madu tadi mungkin aku tidak akan mendapatkan madunya"
Bryan kemudian menatap botol madu dan menatap ke botol itu.
"Apa istimewanya madu ini sampai aku harus mendapatkannya ? apa madu ini penawar racun ? entah lah aku pusing sendiri"
Bryan pun bersandar di pohon dan memasukan botol madu itu ke dalam giok nya. Bryan pun menutup matanya dan tertidur.
Ke esokan pagi nya betapa terkejutnya Bryan melihat Fly terbang membawakan buah. Bryan pun memakan buah itu dan menatap ke arah Fly yang meminum air di danau itu. Bryan bertanya-tanya melihat gerakan Fly yang cepat seperti burung yang menangkapnya saat dia masih kepompong dan serangan angin nya yang sama seperti burung itu.
"Apa mungkin dia mempelajari serangan itu dari burung itu saat masih ke pompong ?"
Saat sedang enak makan buah, Fly tiba-tiba terbang ke arah teratai di atas danau. Bryan menatap Fly yang terbang ke tengah danau, Fly menukik ke atas teratai yang mengambang di tengah danau. Entah apa yang di lakukan peliharaan Bryan itu sampai membuatnya bingung. Fly pun terbang kembali menuju Bryan, namun dia tidak terbang sendiri. Fly terbang membawa sebuah kotak yang di temukan di atas teratai itu.
"Kotak apa itu ? Kenapa aku tidak melihatnya tadi ?"
__ADS_1
Fly pun menjatuhkan kotak itu dan di ambil langsung oleh Bryan. Fly langsung hinggap di kepala Bryan, kotak hitam itu memiliki ukiran yang aneh. Bryan pun membuka kotak itu, di dalam kotak hanya ada secarik kertas dan sebuah kristal berwarna ungu. Bryan pun membaca isi kertas itu.
"Barang siapa berani menelan kristal Hazar ini akan mendapatkan kemampuan kebal terhadap segala macam racun"
Setelah membaca itu, Bryan mulai merasa ingin mencoba menelannya. Bryan pun mengambil kristal itu dan mulai menelannya. Tubuh Bryan pun seperti meleleh dari dalam, dia meronta merasakan sakit itu dan berguling ke kanan ke kiri. Fly yang menyaksikan tuannya tersiksa langsung terbang ke danau dan mengenakan sayapnya sampai air di danau terhempas mengenai tubuh Bryan. Seolah air itu tidak terasa di tubuhnya, Bryan terus meronta kesakitan. Dia pun berdiri dan berlari ke arah danau dan langsung menceburkan dirinya. Meski sudah di dalam air, tubuh Bryan masih terasa panas seolah tubuhnya meleleh dari dalam. Fly pun mengangkat tubuh tuannya dari dalam danau, dan menghempaskan angin ke arah tuannya. Bryan pun pingsan karena tak mampu menahan rasa panas dari dalam tubuhnya. Fly hanya bisa terbang memutari tubuh tuannya.
Berselang 1 jam kemudian Bryan tersadar dan membuka matanya. Fly pun langsung hinggap di kepala tuannya. Terlihat Bryan merasa tubuhnya mulai terasa lebih baik dari sebelumnya. dan dia melihat ke dalam kotak itu, terdapat secarik kertas lanjutannya.
"Jika kau selamat dari siksaan setelah menelan kristal itu, tubuh mu mulai kebal racun. Gunakan kekuatan itu dengan baik, jangan kau sombong kan diri mu dengan kekuatan itu. Kebal racun bukan berarti kau tidak bisa mati"
Bryan pun mulai paham dengan isi surat itu, dia pun berdiri dan memasukan surat-surat itu kedalam kotak. Kotak itu pun dia simpan ke dalam giok untuk di serahkan kepada gurunya. Bryan menatap ke sekitar tempat dia istirahat.
"Fly terbang lah dan cari keberadaan sebuah gubuk di sekitar hutan ini. Dan jika kau menemukan nya cepat kembali kesini dan beritahu aku"
Fly pun terbang sesuai permintaan tuannya. Bryan kembali duduk dan menatap air danau itu. Dia memikirkan mengenai kotak itu, dan bergumam sendiri.
"Bagaimana bisa kotak itu berada di danau ? apa kah ada orang di sekitar sini yang membuang benda sehebat ini"
Belum sempat mengetuk pintu, sebuah jarum melesat ke arah Bryan. Bryan pun menggunakan benangnya dan menghentikan jarum itu. Bryan langsung membalikan tubuhnya dan melemparkan jarum itu ke tanah.
Terlihat sang guru dan Tyo berdiri di belakangnya. Tyo pun bertepuk tangan atas keberhasilan Bryan menyelesaikan 2 tesnya.
"Apa-apaan itu ?"
"Hahaha murid kau ternyata tangguh juga ya Sadi"
Sadi hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bryan pun berjalan mendekati Tyo dan menyerahkan botol madunya.
__ADS_1
"Wow kamu berhasil mendapatkannya ya ?"
"Ya tentu saja, meski susah juga haha"
"Hahaha dengan madu ini sirup ku akan sempurna"
Bryan yang mendengar jawaban Tyo merasa kesal karena benda yang dia ambil hanyalah pelengkap sirup. Sadi pun menghampiri Bryan dan berkata.
"Kau berhasil melakukan kontrak dengan monster ya Bryan ?"
"Iya guru, namanya Fly. Tanpa dia, aku tak akan mampu mendapatkannya"
"Begitu ya"
Sadi menatap Fly yang berada di atas kepala Bryan.
"Dia memiliki tipe angin dan kecepatannya juga bagus"
"Maksud guru ? Fly ini kuat begitu ?"
"Iya benar"
Tyo pun menyahut pembicaraan antara guru dan murid.
"Hei Bryan, kau sudah selesai 2 tes ku. Dan untuk tes terakhir mu akan kita bahas besok"
Sadi dan Tyo berjalan masuk ke dalam gubuk itu, Bryan pun berdiri di depan gubuk menatap ke langit.
__ADS_1
"Masuklah anak muda"
teriak Tyo dari dalam gubug, Bryan pun berjalan masuk kedalam gubuk