BATTLE ZERO WORLD

BATTLE ZERO WORLD
Identitas Kakek dan Nenek itu


__ADS_3

Nenek itu pun mulai menceritakan mengenai identitas dia dan masa lalu nya. Dia menatap cangkirnya dan wajahnya terlihat begitu sedih.


"Nama ku adalah Salamah dan dulu sekali aku masih berusia cukup muda sebelum akhirnya kerajaan itu hilang bersama meninggalnya sang raja. Dahulu aku adalah salah satu anak kecil yang berguru kepada tabib di kerajaan kuno. Di kerajaan kuno itu dulu di pimpin oleh seorang raja dengan gelar Paraoh"


Kaito hanya diam mendengarkan cerita nenek itu. Nenek Salamah pun menatap ke arah kalung yang Kaito kenakan.


"Apa kah kalung itu bisa di lepas ?"


"Entah aku belum pernah ku coba buat lepas ini kalung"


Kaito pun mencoba melepas kalung yang dia kenakan, namun kalung itu seolah melekat dan tidak mau lepas darinya. Nenek Salamah hanya tersenyum dan berdiri berjalan melihat ke luar jendela.


"Kalung itu tak akan pernah bisa lepas dari kamu"


"Kenapa bisa begitu ?"


"Menurut cerita terdahulu dari raja yang mengenakan kalung itu, bahwa siapa pun yang memilikinya tidak akan pernah bisa melepasnya"


Kaito hanya terdiam mendengar ucapan nenek Salamah. Dia mulai menginat kembali kejadian saat dia mendapatkan kalung itu dan bertemu Kasim.


"Apa nenek kenal dengan seorang bernama Kasim"


Nenek itu terlihat terkejut mendengar ucapan Kaito yang menanyakan soal Kasim.


"Tentu aku kenal dia. Kasim adalah saudara ku, dia mendapat tugas untuk menjaga makam sang raja. Namun semenjak makam raja di rampok oleh para perampok makam, dia memutuskan untuk pergi mencari para perampok makam itu"


"Jadi begitu ya"


"Apa kau bertemu dengan saudara ku itu anak muda ?"


"Kami bertemu di dalam alam bawah sadar ku saat aku mengenakan kalung ini"


Wajah nenek Salamah terlihat sedih mendengarnya. Nenek Salamah hanya menatap keluar jendela dengan tatapan sedihnya.


"Apa Kasim berpesan sesuatu pada mu anak muda ?"


"Tidak, dia hanya bilang siapa pun yang membangkitkan 3 dewa akan mendapatkan kekuatan dewa dan iblis jika tidak salah"


"Hmm apa kau membangkitkan ke 3 dewa ilusi itu ?"


"Ya aku membangkitkan ya, dan setelah 3 dewa bangkit arwah Kasim pun menghilang"


"Apa kau di ceritakan mengenai apa yang akan terjadi pada orang yang di pilih kalung itu ?"

__ADS_1


"Tidak, dia tidak mengatakan apa pun soal itu"


Nenek Salamah tersenyum menatap keluar jendela.


"Ku kira Kasim akan menceritakan semuanya ke pada mu, namun ternyata dia memilih diam saja ya"


"Apa maksud anda nek ?"


"Sebelum ku beritahu, bagaimana kalau anda yang tertidur juga mendengarkan"


Nenek Salamah berbalik dan menatap lelaki tua yang terbaring di kasur itu. Kaito hanya menatap lelaki itu, lelaki itu pun bangun dan duduk di kasur.


"Jadi anak ini yang terpilih menjadi raja baru di kerajaan kuno ya Salamah"


Kaito terkejut mendengar lelaki tua itu kenal nenek Salamah, dan nenek Salamah hanya tersenyum. Kaito pun bertanya kepada lelaki tua itu.


"Apa anda kenal nenek ini ?"


"Tentu saja aku kenal, dia adalah kakak ku"


Kaito terkejut mendengarkan ucapan lelaki itu.


"Nama ku adalah Rasyid, aku adalah adik dari Kasim dan juga Salamah"


"Kak Salamah biarkan aku yang menceritakan kepada anak muda ini"


"Silahkan kau jelaskan Rasyid"


Kaito hanya menatap ke dua orang itu. Rasyid pun menatap Kaito dan mulai bercerita.


"Aku berterimakasih pada mu anak muda, karena kau telah menolong ku. Sebagai ucapan terimakasih, aku akan menceritakan sedikit hal yang ku ketahui"


"Apa yang ingin kau ceritakan ?"


"Ini mengenai kalung itu, kakak kami Kasim berusaha menebus kesalahannya dan berusaha mencari kalung itu untuk di bawa kembali ke makam raja. Namun menurut legenda kalung itu akan memilih tuannya yang berasal dari dunia lain dan siapa pun yang tidak di pilih oleh kalung itu akan mati jika mengenakannya"


"Jadi begitu, aku sudah tau soal itu"


"Jadi Kasim sudah memberitahumu ya"


"Begitulah"


Kakek Rasyid dan nenek Salamah menatap ke arah Kaito dengan serius. Kaito merasa tatapan mereka penuh dengan hal yang mencurigakan. Lalu Kakek Rasyid pun lanjut bercerita.

__ADS_1


"Seperti yang sudah di ceritakan Salimah, dulu kami anggota kerajaan kuno. Di kerajaan itu tidak ada perbedaan kasta. Namun Kerajaan Kuno telah hilang bersama meninggalnya sang raja"


"Iya aku paham"


"Kakak ku Kasim dulu bekerja sebagai penjaga makam, namun saat para penjaga makam di perintahkan untuk pergi mencari orang-orang dari dunia lain yang datang ke dunia kami. Kak Kasim sempat bertemu dengan 2 orang dari dunia lain namun sayang dua orang itu telah menerima kutukan kegelapan sehingga dia tidak bisa membawa dua orang itu untuk mencoba kalung itu"


"Kenapa harus orang dari dunia lain ? berarti dari dunia ku juga sempat ada orang yang datang ke dunia ini ?"


"Yah semua sudah ada dalam batu tablet ramalan yang menjelaskan bahwa akan berdatangan orang dari dunia lain bersamaan dengan kegelapan yang mulai memudar, dan dari orang-orang yang dari dunia lain itu akan menjadi raja baru di dunia kami dan menghapuskan kegelapan yang tersegel itu"


"Aku kurang paham"


Kaito merasa bingung dengan semua pembicaraan itu, dan dia seolah tidak terlalu tertarik. Nenek Salamah yang melihat Kaito tidak terlalu peduli, meminta kepada Rasyid untuk menjelaskan langsung ke inti pembicaraan.


"Baik lah, aku kan menjelaskannya pada mu anak mu"


Kaito tetap diam mendengarkan Rasyid yang akan mulai bercerita.


"Menurut wasiat raja kami yang dulu, sebelum beliau meninggal. Beliau sempat berwasiat bahwa kerajaan kuno akan kembali di temukan bersamaan dengan kalung milinium atem memilih tuannya"


Ucapan Rasyid meniru wasiat rajanya terdahulu mulai membuat Kaito tertarik.


"Dengan kata lain Kerajaan Kuno kalian akan kembali jika kalung ini menemukan tuannya"


Nenek Salimah dan Kakek Rasyid hanya mengangguk dan tersenyum. Kaito mulai paham dengan kecurigaannya, dan dia pun bertanya kepada Rasyid.


"Lalu apa yang akan terjadi jika kerajaan kalian sudah kembali"


Nenek Salimah berjalan menghampiri Kaito dan berkata.


"Dengan kata lain, kami bisa kembali ke kerajaan itu dan mengabdi kepada raja baru"


Kaito yang merasa bingung menatap ke arah nenek Salamah.


"Raja baru ?"


Rasyid berdiri dan menunjuk ke arah Kaito.


"Ya, dan kamu lah raja baru kami"


Kaito yang mendengar itu hanya terdiam dan mencoba memahami perkataan mereka. Setelah memahami semuanya Kaito mulai berdiri dan menatap kalung yang dia kenakan.


"Jika memang kerajaan itu akan ketemu dengan menggunakan kalung ini, lalu aku harus menjadi raja baru. Ada hal yang masih mengganggu ku"

__ADS_1


Nenek Salamah dan Kakek Rasyid hanya tersenyum mendengar pertanyaan Kaito.


__ADS_2