
Entah berapa lama Kaito pingsan di depan mulut goa. Badannya mulai di selimuti oleh pasir. Tiba-tiba muncul sosok ular raksasa berwarna putih. Ular itu mengitari tubuh Kaito yang terbaring lemas di depan mulut goa.
Ular putih itu seolah memutari Kaito, ular itu pun akhirnya melilit Kaito menggunakan ekornya dan menyeret Kaito masuk kedalam goa. Dalam keadaan di lilit ular itu, Kaito mulai sadar sedikit demi sedikit.
"A,,,apa ini, kenapa tubuh ku tidak bisa bergerak ?"
Kaito membuka matanya dan melihat ular putih raksasa itu melilit dia dengan kuat dan membawanya masuk. Kaito yang kebingungan berusaha meronta dan mencoba menarik tangannya agar terlepas dari lilitan ular itu. Semakin Kaito berusaha melepaskan diri, tubuh Kaito semakin terasa mulai kaku dan lemas.
"siallll, heii ular putih sialan, mau kau bawa kemana aku !!!!"
Teriak Kaito berusaha membuat sang ular berhenti bergerak, namun semua sia-sia. ular itu terus menuju kedalam goa dan semakin memperkuat lilitannya ke tubuh Kaito.
"ahhhh, sial sakit sekali, rasanya seperti tubuhku di himpit perlahan-lahan oleh 2 truk yang mau saling menabrak"
Kaito yang sudah kehabisan tenaga dan dalam keadaan lapar mulai kehabisan akal untuk melepaskan diri. Sang ular putih pun berhenti dan melihat ke arah Kaito. Lidah ular itu menjulur keluar kedalam dan matanya menatap ke arah Kaito bersamaan dengan lilitannya yang semakin kuat.
"ahhhhhhhhh, siaaalllll aku harus lepas dari ular ini, tapi bagaimana caranya ?"
__ADS_1
Terlihat dengan jelas wajah Kaito mulai berubah warna dan nafasnya mulai sesak karena lilitan ular itu. Sang ular pun menatap Kaito seolah menunggu kematian mangsanya sebelum memakannya.
"sialllll apa aku akan mati di makan ular besar ini ahhhh"
Kaito mulai teriak dengan kencang karena menerima lilitan yang benar-benar kuat dari ular putih itu. Sang ular putih mulai membuka mulutnya lebar-lebar seolah dia sudah tidak sabar lagi untuk memakan Kaito. Kaito yang mulai kehabisan nafas dan tak mampu bergerak merasa putus asa. Namun di tengah perasaan putus asa itu, terlintas ide gila di otaknya.
"sialannn kalau kau mau memakan ku, maka aku akan memakan mu duluan !!! dasar ular sialan !!!!"
teriak Kaito dan langsung menggigit bagian tubuh ular yang melilit tubuhnya kuat-kuat. terlihat sang ular putih meronta kesakitan. Kaito mulai menarik daging ular itu dengan kuat, dan terlihat dengan jelas kulit ular yang di gigit Kaito mulai terkelupas. Kaito terus menggigit dan menarik kulit ular itu sampai terlihat dagingnya, sang ular yang merasa kesakitan mulai memperkuat lilitannya.
Namun Kaito tidak mau kalah, dia mengunyah kulit ular yang dia gigit tadi dan menelannya. Kaito tidak berhenti, dia menggigit lagi daging ular yang terlihat itu. Sang ular mulai merasa kesakitan dan mengendorkan lilitannya. Kaito pun terus memakan daging ular dan menelannya seperti memakan daging ayam bakar. Sang ular pun melepaskan lilitannya, namun karena kelaparan Kaito pun terus memakan daging ular. Sang ular yang kesakitan berusaha menyerang Kaito dan membuka mulutnya lebar-lebar untuk memakan Kaito.
Kaito tidak mau membung-buang waktu, dia pun menghindari dengan terus berlari menuju bekas gigitannya tadi. Namun sayang Kaito gagal menghindar dan tubuhnya terhempas karena di tabrak oleh kepala sang ular. Hempasan yang kuat itu menyebabkan tubuh Kaito terpental dan menabrak dinding goa. Karena benturan keras itu tulang Kaito pun patah dan terkapar lemas, namun anehnya semua dalam hitungan menit dampak akibat benturan itu seolah mengalami pemulihan dengan cepat.
"sial ular itu membuat ku merasakan sakit yang luar biasa. Eh tunggu dulu, tadi sepertinya tulang punggung ku patah, namun kenapa sekarang rasanya tidak ada patah tulang sama sekali"
Kaito pun berdiri, dan menatap sang ular. Sang ular yang melihat Kaito berdiri seolah mulai marah dan berusaha menyerang Kaito sekali lagi. Kaito yang belum sempat menghindar akhirnya menerima benturan keras dari ekor sang ular. Kaito pun terhempas dan membentur dinding atas goa sampai terjatuh ketanah.
__ADS_1
terlihat begitu banyak darah mengalir dari tubuh Kaito, dan semua luka yang muncul di tubuhnya. namun sekali lagi kejadian aneh terjadi. Bekas luka itu tiba-tiba kembali pulih dan tidak menyisakan bekas. Kaito yang sebelumnya setengah sadar merasakan luka yang dia alami, namun semua rasa sakit itu menghilang bersamaan dengan hilangnya semua bekas luka. Kesadaran Kaito pun juga ikut kembali. Kaito dengan heran menatap tangannya dan melihat sang ular.
"Apa yang terjadi pada ku ? semua luka yang ku terima langsung sembuh dalam hitungan detik. Apakah ini efek akibat aku memakan daging sang ular putih itu ?"
Ular putih itu terus dalam mode menyerang, Kaito pun mulai berdiri kembali dan dia menatap ular itu dengan tatapan ingin membunuh. Sang ular yang menatap ke arah Kaito, seolah merasakan hawa membunuh yang muncul dari Kaito. akhirnya sang ular putih pun pergi meninggalkan Kaito. Kaito pun merasa aman dan tergeletak tiduran.
"Ah ah ah sial hampir saja aku mati karena ular itu. Namun tak ku sangka karena memakan daging ular itu tubuh ku mengalami proses regenerasi yang cepat"
Kaito menatap atap goa dan dia kembali bergumam.
"Tak ku sangka ada hewan sebesar itu, apakah di dalam goa ini masih ada hewan besar lainnya ? sialan, apa yang harus ku lakukan ?"
Kaito merasa bingung dengan semua keadaan ini. Dia berharap tidak bertemu makhluh besar lagi karena tubuhnya sudah mulai kelelahan akibat bergulat dengan ular putih raksasa tadi.
"Sebaiknya aku melanjutkan perjalanan masuk kedalam goa lebih dalam. Siapa tau di dalam sana aku bisa mendapat petunjuk untuk kembali pulang"
Kaito pun berusaha berdiri dan kaki serta tangannya bergetar seperti tidak kuat lagi untuk berdiri. Namun Kaito tidak mau kalah dengan rasa lelahnya, dia terus memaksakan tubuhnya untuk berdiri. Kaito akhirnya mulai kuat untuk berdiri, dan dia menatap jalan kedalam goa.
__ADS_1
"Sial tubuh ku sudah tidak kuat lagi, sepertinya aku sudah hampir sampai batas stamina ku. Apakah aku akan pingsan lagi ? tidak !!! aku harus kuat dan melanjutkan perjalanan ke dalam goa !! semoga saja ada sedikit harapan di dalam goa sana"
Kaito pun mulai berjalan dengan pelan menuju kedalam goa, dia berjalan pelan dan terkadang dia pun terjatuh lagi.