Be Strong Girl

Be Strong Girl
Chapter 1


__ADS_3

(Disini Author memakai sudut pandang orang ketiga serba tahu)


Sydney - Australia


Alina Giraldo seorang gadis yang duduk di bangku kuliah tepatnya di Universitas bergengsi di Sydney yaitu Universitas Zervard.Ia sering sekali mendapatkan bullyan dikampus nya.Alin tidak memiliki teman satu pun dikampus nya karena semua murid membully nya.


Setelah sepulang sekolah, Alin mengambil bunga di Toko Aster Florist untuk dijualkan.Alin berjualan di pinggiran kota untuk menambah uang sakunya sekaligus menghidupi dirinya.


Sebenarnya Alin adalah anak dari CEO terkenal yang bernama Dion Aditya pemilik perusahaan Aditya Group.Tapi Dion tidak mengakui Alin, karena Alin tidak seperti kaka dan adiknya yang cantik, pintar, dan menjadi modeling - ah tidak hanya itu, ada masalah pribadi juga yang membuat Dion membenci Alin.Dion mengusir Alin dari mansion.Alin mengontrak di kontrakan sederhana, biaya kuliahnya ia tanggung sendiri tanpa mendapatkan sepeserpun uang dari ayahnya.


Ibunya Alin meninggal karena mengantarkan Alin ke Sekolah TK pertamanya.Taxi yang ditumpangi oleh Alin dan Ibunya menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang.Diduga si supir taxi sedang mengantuk, hanya alin yang selamat dari kecelakaan Taxi itu.Supir Taxi dan Yura (ibunya alin) ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa dan tidak berbentuk.


FLASHBACK ON


"Bunda ayok cepetan!! hari ini adalah hari sekolah Alin yang pertama" Ucap Alin kecil sembari terus menarik-narik tangan bundanya yang sedang di make-up.


"Iya, iya, Alin sayang, sebentar ya" Jawab bunda Yura pada Alin.


Alin pun terpaksa menunggu bundanya di tepi ranjang sambil memanyunkan bibirnya.


Bunda Yura pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Alin kecil "Ayo sayang" Ajak bunda Yura setelah selesai bermake-up pada Alin kecil.


Alin pun senang karena bundanya sudah selesai memakai make-up dan Alin akan berangkat ke sekolah pertama kalinya untuk bertemu teman-teman baru.


**


Di dalam Taxi, Alin bertanya pada bundanya "Bunda, Apakah Alin akan mendapatkan teman di sekolah?" Tanya Alin kecil pada bundanya.


Yura pun melihat ke arah Alin yang berada disampingnya dan sedang menatapnya "Tentu sayang" Jawab bunda Yura mengangguk sembari memberikan senyuman.


"Tapi, jika Alin tidak punya teman bagaimana?" Tanya Alin lagi.


"Punya, pasti Alin punya teman, Alin kan anak yang baik, pasti Alin memiliki teman" Ujar bunda Yura meyakinkan Alin kecil.


Alin pun langsung memeluk bundanya.Bunda Yura membalas pelukan Alin sembari mengusap rambut Alin dan menciumi nya sesekali "Bunda jangan tinggalin Alin ya!" Ucap Alin tiba-tiba disela pelukannya.

__ADS_1


"Iya, bunda gak akan pernah ninggalin Alin" Ucap bunda Yura melonggarkan pelukannya lalu mencium pipi alin.


"Janji" Ucap Alin sembari mengulurkan jari kelingking nya pada Yura.


Bunda Yura tersenyum "Janji" Jawab bunda Yura sembari menautkan jari kelingking nya pada jari kelingking Alin yang jelas lebih kecil darinya.


Alin pun tersenyum dan langsung memeluk erat bunda Yura seolah tidak akan bisa memeluknya lagi.Ketika mereka sedang berpelukan, mobil Taxi yang mereka tumpangi oleng.


"Aduhhh-aduhh pak, ini kenapa kok oleng begini!" Panik bunda Yura karena mobil taxinya seperti hilang kendali.


"Maaf bu" Jawab supir Taxi itu.Hanya kata maaf yang supir Taxi itu ucapkan.


"Bunda, bunda mobilnya kenapa?" Tanya Alin yang melihat bundanya cemas.


"Tidak apa-apa sayang, peluk erat bunda nak!" Titah bunda Yura pada Alin, dan Alin pun segera memeluk dengan erat bunda Yura sembari menenggelamkan wajahnya di dekapan hangat bundanya.


"Sayang, maafkan bunda jika bunda tidak bisa menepati janjimu" Ucap bunda Yura disela-sela pelukannya sembari terus menciumi rambut anak kesayangan nya itu.


Alin yang tidak bisa mendengar jelas ucapan bunda nya itu karena ia sedang cemas dengan keadaan mobil yang sedang oleng dan..


Mobil Taxi yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan lalu terguling masuk ke dalam jurang.


Bunda Yura yang masih setia memeluk Alin kecil dan menciumi rambut Alin bertubi-tubi sembari terisak "Selamat tinggal Alin anakku sayang, jaga dirimu baik-baik ya nak! bunda menyayangi mu! maafkan bunda..." Ucap bunda Yura segera mendorong Alin keluar dari mobil Taxi tersebut setidaknya untuk menyelamatkan Alin dari kecelakaan maut tersebut.


"Bundaaaaaaa!!" Alin yang tersentak karena bunda Yura yang mendorong nya agak keras untuk mengeluarkannya dari Taxi tersebut.


Akhirnya Alin terpental lumayan jauh dan ia mendapat kan lumayan banyak goresan luka di tubuhnya karena terkena batu, tanah dan rerumputan yang tajam.


"Bundaaa..hiks..hiks.." Alin kecil menangis karena belum sempat ia bangun untuk menghampiri bundanya yang tertinggal di dalam Taxi, Taxi itu meledak.


Bledugg


Alin yang melihat Taxi yang ditumpangi nya mengeluarkan api yang sangat besar langsung histeris karena bundanya masih ada didalam.


"Bundaaa...jangan tinggalin Alinn...hiks..hiks.." Alin kecil menagis histeris ditempat tidak berani mendekat ke Taxi itu karena kobaran si jago merah sudah membakar semua bagian mobil Taxi.

__ADS_1


"Bunda bohong, hiks..katanya bunda gak mau tinggalin Alin...hiks..hiks..hiks.." Ucap Alin disela tanggisnya.


FLASHBACK END


Sejak kejadian itulah Dion membenci Alin.Alin tidak tahu apa salahnya sehingga Papanya membencinya.Sekarang adalah hari ke-7 bunda Yura meninggalkannya.Dion membawa seorang wanita kira-kira umurnya sama dengan bunda Yura, Dion mengenalkan wanita itu pada Alin dan ia bilang kalau wanita itu adalah calon mama baru Alin.Awalnya Alin menolak untuk mempunyai mama baru, Alin hanya ingin bunda Yura, tidak ada yang lain.Karena Alin menolak, Dion mengunci Alin di dalam gudang yang berdebu sangat tebal, Alin tidak dibiarkan keluar, makan, dan minum sebelum Alin menyetujui Papa Dion untuk menikah lagi.


Saat Alin belum lahir ke dunia, Dion sudah membenci Yura karena mereka menikah dengan cara dijodohkan.Lebih tepatnya wasiat dari Giraldo (papanya Yura).Padahal saat itu Dion sudah bertunangan dengan Anita.


Alin kecil lahir tanpa dikumandangkan adzan oleh Dion, Yura berjuang sendiri melahirkan Alin tanpa ditemani Dion disisinya tidak seperti wanita-wanita pada umumnya.Hatinya Yura sakit, sakit sekali ketika Dion di telepon oleh pihak rumah sakit dan dengan entengnya Dion mengatakan kalau ia sedang ada meeting yang tidak dapat ditinggalkan.


FLASHBACK ON


Yudho (papanya Dion) berteman sangat dekat dengan Giraldo (papanya Yura).


"Sayang...cepetan dong, nanti jam besuk nya keburu habis" Seru papa Yudho pada istrinya.


"Iya pah sebentar" Ucap mama Yani sembari menenteng parcel buah lalu berjalan ke arah Papah Yudho.


**


"Aldo bagaimana keadaan mu?apakah sudah mendingan?" Tanya Papa Yudho yang duduk di kursi samping ranjang Papa Giraldo.


"Alhamdulillah sudah mendingan" Jawab Papa Giraldo sembari mengulas senyuman.


"Sudahlah kamu jangan memaksa kan untuk mengurus kafe sendiri, serahkan saja pada anakmu" Saran Papa Yudho.


"Iya, lagi pula Yura sekarang sudah dewasa.Mungkin dia bisa membagi waktunya untuk mengurus kafe mu" Timpal Mama Yani.


"Nanti aku bicarakan pada Yura, mudah-mudahan dia mau mengurus kafe itu sembari kuliah" Jawab Papa Giraldo.


"Yudho,, semisalnya aku tiada, tolong jaga Yura!kalau perlu nikahkan saja Yura dengan Dion.Aku percaya kalau Dion akan membahagiakan Yura" Ucap Papa Giraldo.


Bersambung~


Mohon maaf typo dimana-mana, dan maaf kalau ceritanya garing haha..

__ADS_1


Sementara Alurnya maju-mundur ya!!semoga kalian gak pusing.Maaf juga kalau tulisan, tanda baca, kata-kata nya gak dipahami🙃🌥️


__ADS_2